IMN- Pelopor Pertama Dinar dan Dirham Di Indonesia

IMN_2010

Islamic Mint Nusantara is a sikkah who pioneering the first sovereign mint in Nusantara which is minting the first dinar-dirham ever here, establish in year 2000. Islamic Mint Nusantara also know as IMN become sovereign mint in 2008, simultaneously IMN starting to spreading the knowledge, the amal and the foundation of dinar-dirham movement for muslim in Indonesia or Nusantara. Alhamdulillah

We are welcome to all muslim jamaah in Nusantara such as Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, Phillipines, Thailand, Burma for developing your own coins , which is starting from concept, design development, the calculation, dies development, metalurgi, profile detail development up until the production of the coins. Please contact us at: info@dinarfirst or call +6281808872081

ISLAMIC MINT NUSANTARA PELOPOR PENCETAKAN MANDIRI PERTAMA DINAR DIRHAM DI NUSANTARA

Seperti di ketahui bersama Pencetakan Dinar-Dirham dan sosialisasinya telah berjalan selama sepuluh tahun yang di mulai oleh tiga muslim dari Nusantara yang mendirikan Islamic Mint Nusantara atau IMN pada tahun 2000, dengan ijin Allah hari ini pada tahun 2008 IMN telah mengerjakan sendiri pencetakan Dinar-Dirham ini di bawah seorang Amir muslim di Indonesia atau Nusantara, IMN adalah Pelopor Pencetakan Mandiri Pertama Dinar-Dirham  berbasis wakaf di Nusantara, ini adalah suatu peran aktif pemuda muslim indonesia dalam menyediakan koin dinar-dirham di Indonesia atau Nusantara dan dunia yang harus di dukung oleh setiap muslim dan pimpinan jamaah muslim yang telah mengerti pentingnya urusan ini, agar kita semua dapat secara bersama meninggalkan sistem riba yang dilarang dan dibenci oleh Allah dan rasul-Nya dalam al-Quran. Bismillah

Dengan biaya produksi yang efisien dan tentunya dengan kualitas cetak yang baik dari IMN maka di anjurkan masyarakat untuk segera memilikinya, dinar-dirham bisa didapatkan pada jaringan Dinarfirst Nusantara. Islamic Mint Nusantara dan Dinarfirst berperan aktif mendorong kembalinya model masyarakat muslim berlandaskan al-Quran dan Sunnah dengan penerapannya yang secara bertahap akan mengembalikan kekuatan politik muslimin di Nusantara. Ini adalah bagian penting dari muamalat muslim hari ini yang harus didukung dan dikerjakan bersama dalam persaudaraan muslim.

KOIN DINAR, DIRHAM DAN DANIQ DARI ISLAMIC MINT NUSANTARA
Islamic Mint Nusantara telah mencetak kembali koin-koin utama muslim antara lain koin pecahan 1 Dinar, 1 Dirham dan 1 Daniq (1/6 Dirham) berdasarkan kepada rata-rata bobot dan ukuran tradisional dinar-dirham selama masa permerintahan kaum Muslim dari masa Sayyidina Umar ibn al-Khattab ra dan Khalifah Abdul Malik (76H) yang kemudian pada masa Khalifah berikut berat Dirham Khalifah Abdul Malik bin Marwan di koreksi oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz,

Untuk mengetahui hubungan antara mitsqal dengan gram bisa dilihat dari Perkataan Khalifah Umar bin Abdul Aziz: Sebagaimana sudah diketahui secara umum ukuran berat dinar 4.25 gr dan dirham 2.97 mengacu kepada dinar dirham zaman khalifah Abdul Malik bin Marwan (73 – 86 H). Yang menjadi masalah adalah ukuran berat ini mengacu kepada koin sirkulasi pada saat itu yang beratnya sudah berkurang. Sehingga dengan berat yang berkurang ini efeknya adalah riba pada waktu itu tumbuh subur seperti merajalelanya tengkulak sehingga para petani menjadi miskin dan lain lain.

Kemudian berat ini dikoreksi oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz (99 – 101 H) dengan perkataannya bahwa dirham baru buatan Abdul Malik bin Marwan bobotnya kurang yaitu 7/10.5 mitsqal, tidak sesuai dengan wazan sab’ah 7/10 mitsqal (disebutkan dalam kitab Adh-Dharaib Fi As Sawad, hal. 65). Dari perkataan Umar bin Abdul Aziz dapat diartikan bahwa 7 mitsqal = 10,5 x 2.97 gr = 31,1 gr = 1 troy ounce (baca juga FATWA Standarisasi Berat dan Kadar Dinar Dirham)

Dengan mengetahui perbandingan 7/10,5 dari Umar bin Abdul Aziz maka didapat berat 10 dirham (perak murni) = 31,1 gram, maka bisa dihitung berapa berat 1 Dinar (emas murni atau dzahab) adalah 31,1 gram : 7 (mitsqal) = 4,4428571 gram. (sumber: Islamic Mint Nusantara)

Untuk standar koin dinar-dirham di wilayah Indonesia (Nusantara) IMN telah mencetak mensosialisakan berberapa ukuran standar sesuai keperluan muamalat islam dan sesuai syariat, dengan semakin tinggi kadar atau kualitas koin tersebut maka itu mencerminkan kekuatan daulah atau kepemimpinan wilayah yang terkait dengan muamalat. Jadi Dinar (emas) dan Dirham (perak) bukanlah sesuatu yang baru bahkan telah digunakan dari masa sebelum islam dan alhamdulillah kini Dinar-Dirham hadir kembali di Indonesia dengan dilakukannya pencetakan oleh IMN (lihat detail di http://www.islamicmintnusantara.wordpress.com). Koin bimetal dinar emas dan dirham perak telah dikenal di negara manapun baik dulu maupun kini, telah dikenal di seluruh dunia selama berabad-abad, mari kita gunakan kembali dinar-dirham. Kami juga menyarankan muslim untuk menggunakan standar utama tersebut bukan yang lain.

Dinar-Dirham adalah ukuran keadilan dan menjadi bagian penting dari muamalah dalam islam, untuk mentaati Allah dan rasulNya dalam memerangi riba yang telah merusak kehidupan muslim hari ini khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Ini adalah pernyataan penting untuk kita muslimin di Nusantara dan dunia, yaitu penting kita untuk kembali menggunakan emas dan perak, sebagai harta yang nyata dan ini adalah jalan untuk muslim secepatnya meninggalkan sistem riba (kapitalisme) dalam mentaati Allah dan rasul-Nya.

Emas dan Perak sebagai harta disebut dalam al-Quran dan di contohkan oleh Rasulullah salallahu alihi wasallam dan Sahabat ra. Emas adalah logam mulia dan nilainya tak tergantung pada bangsa maupun ekonomi manapun. Nilainya hakiki dan karenanya handal. Sejak masa Rasulullah hingga hari ini nilainya stabil, seekor kambing seharga kurang lebih 1 Dinar dan seekor ayam seharga kurang lebih 1 Dirham. Nyaris tidak ada kenaikan harga (inflasi) selama lebih dari 1400 tahun dalam dinar-dirham.

Semoga Allah menambahkan kekuatan dan keteguhan hati kepada kita semua untuk dapat segera meninggalkan sistem riba dan jug secara bersama-sama membangunan kembali muamalat Islam dalam persaudaraan sesama muslim. Amin. Tinggalkan orang-orang yang suka berghibah dan mencari kesalahan sesama muslim walaupun kelihatannya lidah mereka fasih dalam menyitir ayat ataupun hadist ini dan itu, itu setan dan munafiqun. Astagfirullah

Dengan telah beredarnya dinar-dirham di Nusantara maka secara bertahap ini akan mengembalikan kekuatan perdagangan dan sistem politik Islam, setiap jamaah-jamaah islam di Nusantara harus secepatnya mentransformasikan dan menyatukan kegiatan dien islam untuk kesejahteraan masyarakat, yang didukung oleh keuangan dari kegiatan perniagaan yang tak terpisahkan ini, menyatunya berbagai fasiltas publik dalam sistem wakaf yang sudah ada, seperti kembalinya di jalankannya pasar-pasar terbuka (suq), gudang penyimpanan, paguyuban pekerja ahli, perpustakaan, bengkel, restoran, dapur umum untuk kaum miskin dan para musafir, pertokoan, apotek, hotel, sarana pemotongan hewan, perkebunan, masjid, madrasah, penginapan, klinik, rumah untuk anak yatim, instalasi air, bahkan tanah pemakaman, pabrik roti, taman dan kolam renang, bengkel, toko-toko.

Kelebihan dari kegiatan perdagangan islam ini secara bersamaan dikembalikan lagi dan digunakan untuk membiayai berbagai layanan sosial yang diberikan kepada publik yang terus berkesinambungan. Inilah sistem kesejahteraan muslim yang akan berlangsung hingga akhir zaman, dengan kembalinya dinar-dirham artinya kembalinya di amalkan tiang zakat (mal) sesuai al-quran dan sunnah, kembalinya fungsi wakaf, kembalinya seluruh bangunan islam.

Demikianlah semoga Allah menggerakan hati hanya karena cinta kita kepada Allah dan Rasulullah salallahu alaihi wassalam dalam melakukan dawa dan jihad fisabilillah nyata ini untuk mengembalikan model keuangan Islam yang mandiri dalam perdagangan islam yang berdasarkan model wakaf dan sistem politik yang kuat berlandaskan al-quran dan sunnah sesuai yang dengan contoh ilmu dan amal yang telah berjalan di Madinah al-Munawwarrah. Amin. Hasbunallah wanimal wakil. Masyaallah la quwatta ila billah.

Published by

Ali

All you need is love

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s