Garis Besar Membangun Kembali Muamalah Islam

sumber: abbas – islamhariini

Dalam membangun kembali Perdagangan Islam kita perlu memiliki ribuan pemilik usaha yang bebas dalam Pasar Bebas yang terbuka. Model Islami memindahkan setiap bentuk monopoli yang telah membuat semua orang menjadi pekerja bergaji yang berpindah menjadi pekerja mandiri yang akan memberikan sebuah kesempatan kebebasan untuk motivasi diri pribadi dalam sebuah ‘Pasar Bebas-tanpa riba’. Kami mendorong penciptaan dari cara baru perdagangan ini yang  terdiri atas:

1. Mencetak dan menempatkan dalam peredaran koin emas dan perak.
2. Memulihkan paguyuban sebagai lembaga otonomi dari produksi.
3. Bergabung dengan jaringan Dinarfirst Nusantara
4 Menggunakan Teknologi Dinarfirst – mobile exchange system (mobile dinar)
5. Membangun Pasar Bebas, yang diatur menurut Hukum Islam.
6. Memulihkan jalur perdagangan dengan kafilah dan model perjanjian yang adil.
7. Menegakkan wewenang Hakim untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan dan menunjuk hisbah atau muhtasib disetiap pasar bebas islam.

1. PENCETAKAN DINAR-DIRHAM
Islamic Mint Nusantara (IMN) tidak bisa dipisahkan dari sejarah awal pencetakan koin dinar dirham di Indonesia yang dimulai pada tahun 2000 dan kemudian dengan berjalannya waktu IMN  merupakan Pelopor Pecentakan Dinar Dirham Mandiri Pertama di Indonesia yang mencetak dinar-dirham dengan harga yang rendah dan kualitas yang baik, dan dengan segala kebaikan dari Allah, kini telah IMN telah mencetak dan mengedarkan  kembali koin dirham perak (Islamic Silver Dirham)  pada bulan April 2009, dimana sebelumnya hampir beberapa tahun koin-koin pecahan 1 Dirham-perak kosong di masyarakat , menyusul telah dicetak secara mandiri oleh Islamic Mint Nusantara koin dinar emas (Islamic Gold Dinar) pada bulan Agustus 2009 dengan standar kualitas yang baik dan mengikuti standar dari masa Khalifah Umar al-Khattab dan Khalifah Abdul Malik Ibn Marwan. Alhamdulillah koin pecahan 1 Dirham dari Islamic Mint Nusantara yang telah dicetak itu dihadirkan kembali dalam pasar islam di Daarut Tauhid, Bandung 2009, dan di ikuti Pasar Salman yang dimotori oleh bapak Thorik dan Paguyuban Pedagang Pasar Islam Bandung, ini menandai kembalinya pasar bebas kita dan dalam upaya membersihakn riba dalam perdagangan kita, insyallah.

Alhamdulillah denagn mulai dicetak dan diedarkannya kembali koin pecahan 1 Dirham maka jalan menuju Pasar Islam telah terbuka lebar dengan ijin Allah, tentunya ini harus terus berkesinambungan dikerjakan secepat mungkin oleh setiap jamaah muslim dimanapun berada (bagi muslim yang membaca tulisan ini dan ingin mengembangkan pasar bebas islam silahkan kontak kami di info@dinarfirst.org) Hukum Islam menjamin penghapusan riba terkecil sekalipun dari perjanjian dagang, hingga menjamin keadilan dalam perjanjian. Dengan penggunaan perjanjian bisnis Hukum Islam kita dipaksa untuk menciptakan kembali bentuk dari organisasi perdagangan yang didasarkan pada perjanjian ini dan yang biasa ada dalam Sunnah (kebiasaan) Rasulullah sala’llahu alaihi wa sallam dan para Sahabatnya. Jadi penggunaan kita akan qirad menghasilkan dalam tegaknya kafilah perdagangan dan penggunaan syirkah menghasilkan dalam pembentukan perkumpulan paguyuban.

2. MENGEMBALIKAN AMAL PAGUYUBAN
Paguyuban merupakan oganisasi tradisional dari para produsen atau pekerja ahli. Kita mulai dengan pekerjaan yang sudah terbukti ada, dan kita rubah hubungan antara pegawai dan majikan. Dalam paguyuban tradisional majikan dalam perdagangan menerima beberapa orang untuk magang (apprentices) untuk membantu dan belajar. Hubungan ini lebih daripada sekedar gaji, pemagang diajari untuk menjadi seorang majikan. Ketika saatnya tiba sang Majikan memberikan reputasinya, ijin untuk menggunakan peralatannya, pelanggannya, pengetahuannya, ruang kerjanya kepada pemagang atau sekelompok pemagang untuk mulai mandiri. Jadi kita menghasilkan usaha baru tanpa si pemagang harus pergi dan meminjam untuk membeli peralatan, ruang kerja, menarik pelanggan, promosi supaya dikenal, dll. Sekarang dengan alat perdagangan dari Sunnah (kebiasaan) dari Rasulullah sala’llahu alaihi wa sallam, kita dengan cepat menggandakan usaha kita. Majikan yang lama telah belajar bahwa dia lebih terlindungi dan lebih baik untuk dikelilingi oleh pasukan yang sederajat daripada dikelilingi oleh pasukan para budak.

Paguyuban kita sekarang mendorong orang yang bekerja memberikan pemecahan kepada orang yang tidak bekerja dan melepaskan kebutuhan akan bank-bank. Dalam perdagangannya kita menggunakan bentuk perjanjian yang diterima dalam Hukum Islam, jadi melindungi keadilan dalam perjanjian antara orang-orang. Banyak Muslim sekarang mengabaikan apa yang disebut Bank Islam karena mereka telah menyadari bahwa itu adalah lembaga ribawi menyamar sebagai suatu yang Islami dengan penampilannya sementara masih tetap seluruhnya berada dalam sistem ribawi. Semua muslim harus segera memulai perdagangan yang halal yang telah dimulai dengan kemunculan pasar bebas islam di bandung kota-kota lainnya insyaallah.

3. BERGABUNG DENGAN JARINGAN KIOSK DINARFIRST NUSANTARA
Kiosk Dinarfirst adalah tempat penukaran koin emas (dinar) dan koin perak (dirham) yang terintegrasi dengan Dinarfirst-mobile exchange system yang sekarang mulai masuk ke perdagangan, jasa dan pasar terbuka. Kiosk-Dinarfirst adalah pemberian kuasa dari seseorang kepada orang lain untuk melakukan suatu perbuatan tertentu yang diperkenankan oleh shari’at. Pemberian amanah atau kepercayaan kepada seseorang yang dalam fikih disebut al-Wakalah dari asal kata al-wakil, Inilah dasar berjalannya dari Kiosk Dinarfirst. Jika anda pedagang, pengusaha, UKM, Koperasi, hotel, restoran, hotel, jasa, toko, pesantren, seniman, pekerja mandiri atau masyarakat umum yang tertarik untuk bergabung dan membuka jaringan Kiosk Dinarfirst Nuantara silahkan kontak ke 081808872081, anda bisa mendaftar dan langsung  bergabung dalam jaringan Dinarfirst Saudara (Saudagar Nusantara) untuk segera menggunakan dinar dirham sebagai koin barter bebas sukarela.

4. MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DINARFIRST-MOBILE EXCHANGE SYSTEM, MOBILE DINAR DIRHAM PERTAMA DI DUNIA
Dinarfirst intinya adalah sebuah media tukar-bebas sukarela berbasis dinar emas yang terbuka bagi siapa saja. dinarfirst ini menjadi akan menjadi bagian pelengkap implementasi penggunaan Dinar-Dirham di masyarakat secara praktis. Dinarfirst di integrasikan ke dalam jaringan kiosk dinarfirst untuk dimulainya perdagangan islam, Dinarfirst terbuka bagi siapa saja tanpa memandang suku, ras, agama dan pandangan politik yang secara global dapat dikoneksikan dengan berbagai media.

Dinarfirst dapat digunakan pada jaringan GSM-CDMA dari jenis handphone apapun, Dinarfirst sudah bisa diakses keseluruhan pemegang handphone seluruh indonesia dan dunia tentunya. Aplikasi Dinarfirst adalah mobile dinar-dirham yang berbasis fisik koin emas dan perak dan koin-koin tersebut yang tersimpan di repositori yang aman dan tersembunyi. Dinarfirst tentu juga memikirkan urusan keamanan dalam bertranskasi dimana ini akan makai proteksi bertingkat seperti enkripsi paling upto date, MAC, PIN, rekonfirmasi data, karena itu menjadikan sistem ini nyaman digunakan dan tidak rentan terhadap penerobos. (lebih lengkap dapat di baca disini)

5. MEBANGUN JALUR PERDAGANGAN DAN KAFILAH ANTAR WILAYAH
Penggunaan dari perjanjian Islami menuntun kita pada penegakkan kembali dari bentuk ftrah perdagangan Muslim, yang dinamakan kafilah dan perwakilan dagang. Kafilah dan perwakilan dagang merupakan bagian umum dalam perdaganan non-ribawi. Kafilah kita telah, tentu saja, tidak lagi terdiri dari unta-unta tapi menggunakan transportasi metode modern. Duta besar kita bukanlah perwakilan dari satu negara di negara lainnya, tapi apa yang biasanya mereka lakukan, yaitu perwakilan dagang dari satu kota ke kota lain, dari satu wilayah amir ke yang lainnya. Penegakkan jalur perdagangan dari satu pasar bebas islam ke yang lainnya menyediakan jalan masuk dari satu ke yang lainnya. Jalan masuk menyediakan pembagian barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Kafilah ditegakkan di bawah seseorang atau sebuah kelompok yang menunjukkan dan menjual barang-barang dari satu kota ke kota lainnya. Daripada sepuluh orang yang melakukan perjalanan mereka sendiri, satu dapat diterima untuk menjadi wakil dari semuanya, termasuk mereka yang tidak pernah mengira melakukannya karena mereka tidak siap untuk melakukannya sendiri. Jadi lahirlah kafilah. Perwakilan menyadari bahwa dia sebagai wakil dirinya sendiri memiliki lebih banyak usaha, karena itu daripada pergi sekali dalam setahun dia akan pergi enam kali dalam setahun. Ketika arus lalu lintas mencapai tingkat yang cukup tinggi maka Sultan-Sultan memilih duta besar tetap di wilayah-wilayah yang lain. Jadi duta besar ditetapkan.

Pembukaan dari jalur menjamin kemudahan. Kemudahan akses merombak cara yang dimengerti dan yang diadakan oleh usaha atau bisnis sekarang, ini membawa orang yang mengira mereka tidak berdaya karena mereka tidak memiliki apapun dan kita telah mengajari mereka bahwa tidak menjadi pemilik tidak menjadi persoalan bagi kita, yang berarti adalah kejujuran mereka yang telah terbukti. Kita perlu belajar dan membuat usaha, untuk menjadi usahawan yang mandiri mereka tidak perlu memiliki apa yang mereka perdagangkan, yang mereka perlukan adalah akses, dan akses adalah apa yang dapat disediakan untuk membuktikan dapat dipercaya dalam suatu jama’ah. Jadi, dengan pertolongan Allah, kita mengubah dunia pengangguran dengan bentuk dari isolasi menuju dunia dari orang-orang mandiri dalam suasana kepercayaan dibangkitkan oleh amir (pimpinan) lokal, perjanjian dagang baru dan kemudahan akses dan pembagian kemakmuran diantara Muslim. Kita membebaskan orang jujur yang diperbudak oleh riba dengan penerapan dari perintah Allah, dengan Islam.

6. MEMBANGUN PASAR BEBAS (TERBUKA)
Kafilah tiba di Pasar. Pasar dalam faktanya merupakan dasar dari semua unsur yang merupakan pelaksanaan dari perdagangan. Merupakan lahan terbuka dimana perdagangan, pemberian harga barang dilaksanakan. Pasar adalah ruang untuk penilaian bebas, didalamnya terdapat bagian pokok dari kebebasan kita ditanamkan. Penjaminan kebebasan kita didalam Pasar merupakan tiang dalam menjamin kebebasan masyarakat secara umum. Kebebasan dari Pasar tidak berarti seperti apa yang dimaksudkan oleh para ahli ekonomi modern dengan Pasar Bebas. Pasar Bebas disini adalah pasar dimana riba tidak diijinkan, monopoli, pembatasan dari akses atau harga, hak dan pembebanan tidak diperbolehkan. Untuk permulaan, alat tukar tidak boleh ditentukan tapi harus dipilih secara umum oleh orang-orang. Pasar juga merupakan ruang nyata di mana perdagangan terjadi. Karena itu melindungi ruang nyata dan memelihara parameter sah utamanya ini adalah tugas utama yang penting di zaman kita.

Pengertian Pasar Secara Sah Pasar diartikan sebagai tempat dimana terjadinya perdagangan. Pasar memerlukan:
Kebebasan untuk masuk dan bersaing di dalam pasar
Kebebasan untuk menentukan harga.
Kebebasan untuk menentukan alat tukar.
Kebebasan untuk memproduksi apapun yang halal.
Kebebasan untuk membeli atau menjual apapun yang halal.

Hanya atas dasar inilah penilaian bebas dapat terjadi. Kebebasan untuk masuk dan bersaing di dalam pasar berarti bahwa tiap orang diperbolehkan untuk membeli dan menjual di dalam pasar tanpa ada bentuk pelarangan/pembatasan masuk di dalam pasar oleh larangan langsung atau dengan mengenakan bentuk apapun dari pajak atau sewa.

Kebebasan untuk menentukan harga berarti bahwa tiap orang dapat menawarkan harga mereka sendiri selama ditampilkan dalam keterbukaan dan ditetapkan dibawah kondisi umum dari persetujuan bersama dalam perjanjian. Hal ini menentang kepada pembebanan harga oleh kekuatan monopoli dari pengenaan sah akan harga minimal atau maksimal, meniadakan situasi kebutuhan maksimum (perang atau bencana alam) dimana peraturan khusus yang berlaku. Kebebasan untuk memilih alat tukar berarti bahwa setiap orang mampu menolak alat tukar jika dia tidak menginginkannya. Hal ini adalah lawan dari pengenaan yang sah dari uang kertas modern yang mana warga negara diharuskan untuk menerima uang-kertas sebagai pembayaran akan hutang apapun. Hal ini adalah lawan dari pengenaan sah atau tidak-sah dari barang dagangan apapun sebagai alat tukar yang khas.

Di pasar bebas, uang adalah barang dagangan apa saja yang diterima umum sebagai alat tukar. Kondisi pokok yang dipertimbangkan sebagai alat tukar adalah bahwa barang itu diterima secara umum. Ketika dulu orang bebas untuk memilih, semua memilih emas dan perak. Kebebasan untuk membuat apapun yang halal, berarti bahwa tiap orang dapat membuat produk apapun, selama produk itu tidak membahayakan bagi kesehatan orang-orang. Hal ini adalah lawan dari pelarangan sah untuk membeli atau menjual produk tertentu yang dibuat oleh negara yang memberikan monopoli buatan pada individu, lembaga, dan negara itu sendiri.

7. MENEGAKKAN WEWENANG QADI (HAKIM)
Dengan berjalannya pasar islam maka perlu dikembalikan wewenang qadi (hakim), qadi yang meyelesaikan masalah yang berkaitan dengan berbagai aspek hukum islam dalam hal ini adalah hukum-hukum terkait hukum jual-beli, hukum riba dalam perdagangan islam. Qadi lalu menunjuk muhtasib yang bertugas mengawasi pasar, memastikan tidak ada riba dan mengawasi peredaran dinar-dirham.

Demikianlah sebuah penjelasan kami yang mudah-mudahan dapat menjadi jalan bagi penegakkan keseluruhan bangunan mumalat islam, lebih kurangnya mohon dimaafkan.

Published by

Ali

All you need is love

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s