DINAR-DIRHAM DAN PASAR TERBUKA ISLAM

meknes, morocco

DINAR DIRHAM DAN PASAR TERBUKA

Menyongsong Kembalinya Dar al-Islam

Dar al-Islam tidak akan dapat berdiri di dalam suatu kondisi di mana terdapat sistem perbankan dan uang kertas yang diedarkan oleh bank menjadi mata uang yang dominan. Ini merupakan suatu hal yang mustahil. Dar al-Islam merupakan tempat yang bebas dari riba, dimana zakat dan jizya hidup dan dijalankan sebagaimana semestinya.

Tidak mungkin hadir seorang Khalifah tanpa Dar al-Islam. Langkah awal yang dibutuhkan dalam menyatukan berbagai macam elemen yang diperlukan untuk menghadirkan Dar al-Islam adalah dengan menegakkan kembali Pasar Terbuka.

Pada saat ini, umat Muslim akan bisa dilayani dengan lebih baik dengan didirikannya pasar-pasar daripada dengan didirikannya lebih banyak mesjid. Dampak yang akan dialami dalam kehidupan dan kesejahteraan Muslim akan jauh melampaui dimensi sosial dan politik yang dilimiliki oleh aktivitas seputar mesjid pada saat ini. Memang benar dewasa ini kondisi yang ada menyulitkan kita untuk menerapkan hukum dan aturan pasar sesuai dengan Syari’at secara utuh, akan tetapi kondisi seperti ini terjadi pula pada mesjid. Di dunia Barat, banyak majelis masjid menerima keluhan-keluhan dari pemerintah setempat yang merasa terganggu dengan suara adzan, sementara di daerah-daerah lain, masih banyak mesjid yang lahannya merupakan lahan yang disewa dari non-Muslim.

Dalam mempelajari permasalahan Pasar Islam Terbuka, jangan sampai kita dipusingkan atau merasa rendah diri karena istilah ‘pasar’nya. Karena bahkan dalam bentuk yang paling sederhananya, Pasar Islam Terbuka melampaui mal-mal masa kini dalam hal aksesibilitas, fasilitas, pilihan dan kemudahan-kemudahannya. Walaupun tata letak dan perencanaan pasar akan berbeda, tergantung kepada lokasi dan kondisi geografi, beberapa area dan peruntukan yang akan dijelaskan di bawah ini merupakan yang paling umum dan didapati di mana-mana:

• Area parkir
• Gudang dan penyimpanan
• Workshop
• Berbagai macam area penjualan
• Fasilitas perkantoran
• Area untuk pameran dan acara-acara seni dan kebudayaan
• Fasilitas transportasi umum
• Pengadilan
• Kantor pasar
• Sarana toilet dan kamar mandi
• Area bongkar muat
• Mesjid

Area-area tersebut di atas akan tergantung kepada besarnya area pasar, iklim dan tradisi lokal nantinya akan berpengaruh kepada pengaturan tata letak area penjualan. Contohnya, kita dapat saja mendapati bahwa area penjualan sayuran, buah-buahan dan bahan makanan lainnya terpisah dengan area penjualan pakaian, barang pecah-belah dan alat rumah tangga, elektronik, meubel, perhiasan dan barang-barang mewah, makanan jadi, alat-alat pertukangan, alat transportasi dan kendaraan serta area lelang. Baik pedagang kecil lokal maupun importir besar (walaupun tidak selalu berada dalam lokasi yang berdampingan) akan berada dalam satu area pasar, keduanya pun dapat bertemu langsung dengan masyarakat dan pembeli.

Elemen-elemen penting dalam suatu Pasar Islam Terbuka adalah:
• Tidak adanya biaya sewa untuk area penjualan
• Hanya berjualan pada area yang telah ditentukan
• Tidak berdagang di workshop, kantor dan gudang
• Semua bentuk perdagangan dan transaksi terbuka untuk
diawasi
• Tidak ada area, kios, maupun toko yang permanen.
Pemesanan tempat tidak diperkenankan
• Semua kios/area penjualan berdasarkan “Yang paling pertama
hadir, mendapat tempat yang terbaik”. Sama seperti sholat
berjama’ah di mesjid, di mana yang datang paling awal
mendapatkan shaf yang terdepan.
• Tidak menjual barang-barang illegal dan haram
• Berada dalam pengawasan seorang Muhtasib
• Praktek riba tidak diperkenankan
• Kebebasan dalam menggunakan Dinar dan Dirham atau mata
uang lain yang memiliki nilai intrinsik

Penanggung jawab pasar hanya bertindak jika ada seseorang yang jelas-jelas melanggar hak orang lain atau ketika terjadi ketidak adilan dalam setiap hal.

Pentingnya peranan politik, perdagangan dan strategis umat Muslim dalam memegang kendali jalur distribusi perdagangan, baik secara lokal maupun internasional, tidak dapat diremehkan dan merupakan suatu elemen yang penting.

(bersambung…*dokumen ini dikeluarkan oleh amir jakarta)

Published by

Ali

All you need is love

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s