WELCOME DANIQ NABAWI (1/6 DIRHAM NABAWI OR 1/60 TROY OUNCE)
ISLAMIC MINT NUSANTARA mencetak Daniq (1/6 Dirham) = 0.5183 gram atau 1/60 troy ounce berbahan perak murni (999), dengan Standar Nabawi. Dengan telah dihadirkan kembali standar Nabawi sesuai syar’i maka Dinar, Dirham dan Daniq dari Islamic Mint Nusantara dapat berkomunikasi atau bertukar langsung dengan standar troy ounce koin lain di luar Islam seperti koin koin Maple (Canada), American Eagle (USA), Krugerand (South Africa) dan Panda (China). Mari secara bersama kita sosialisasikan penggunaan daniq untuk berbagai kegiatan keluarga atau komunitas Islam di wilayah kita seperti:
1. Untuk pedagang dalam pasar islam
2. Disimpan dan tabungan bagi keluarga-keluarga muslim
3. Berikan Daniq sebagai hadiah atau mahar dalam acara pernikahan,
4. Untuk toko-toko komoditas muslim dimanapun
5. atau sedekah kepada masjid disekitar anda dan lain sebagainya
Mari kita mentaati Allah dan rasul-Nya dalam upaya meninggalkan riba, semoga Allah menambahkan kekuatan dan pertolongan kepada kita semua dalam mengerjakan ini dengan ikhlas, untuk mencapai ridha-Nya. Amin
Tags: baitul mal, dinar, dinarfirst, dirham, ekonomi syariah, fikih, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, muamalat, pasar islam, perdagangan, zakat
About Abdullah
all you need is love2 Responses to “WELCOME DANIQ NABAWI (1/6 DIRHAM NABAWI OR 1/60 TROY OUNCE)”
Leave a Reply Cancel reply
Dinarfirst Exchange Rate
update 9:00 (WIB)
sources: www.dinarfirst.org
1 Nuqud (4.25 gr/ 22K)
IDR 2,1724, 000
IDR 52,000
1 Daniq Nabawi (999)
0.5183 gram or 1/60 troy ounce
IDR 11,050
Exchange Rate For World Islamic Standard
update 09:00 (WIB)
sources: www.dinarfirst.org
1 Gold Dinar (24K)
4.44 gram or 1/7 troy ounce
IDR N/A
1/2 Gold Dinar (24K)
2.22 gram or 1/14 troy ounce
IDR N/A
1 Silver Dirham (999)
3,11 gram or 1/10 troy ounce
IDR N/A
1 Daniq (999)
0.5183 gram or 1/60 troy ounce
IDR 10,900
7 Gold Dinar (24K)
31.103 gram or 1 troy ounce
IDR N/A
10 Silver Dirham (999)
31.103 gram or 1 troy ounce
IDR N/A
Blog Stats
- 154,583 hits
Dapatkan Dinar Dirham Islam
Untuk mendapatkan dinar dan dirham dengan harga terbaik di Indonesia, silahkan lihat di
click here
POSTING TERBARU
- ISLAM HARI INI – JATUHNYA KEKHALIFAHAN
- MENGENAL LOGAM PERAK, DIRHAM ISLAM
- WELCOME DANIQ NABAWI (1/6 DIRHAM NABAWI OR 1/60 TROY OUNCE)
- DANIQ (1/6 DIRHAM) NABAWI STANDARD IS AVAILABLE
- THE COINAGE OF ISLAM
- MENAGIH HARTA KARUN PAGARUYUNG
- DR. YUSUF QARDAWI ON DIRHAMS AND DINARS IN SHARI’AH
- TELAH DI CETAK NISFU DINAR (24K) DAN DIRHAM AS SALAM STANDAR NABAWI
- PENENTUAN STANDAR BERAT DAN KADAR DINAR DIRHAM ISLAM SECARA SYARIAT DAN MELALUI KAIDAH ILMIAH
- FALS (FULUS) PENYEBAB KRISIS
- TELAH DICETAK DINAR BORNEO 24K STANDAR NABAWI (IMN)
- DIRHAM STANDAR NABAWI MULAI DICETAK DI CAPETOWN, AFRIKA SELATAN
World Islamic Standard From IMN
(24K), 4.44 gram
1/7 troy ounce
1/2 Gold Dinar
(24K), 2.22 gram
1/14 troy ounce
1 Silver Dirham
3,11 gram (999)
1/10 troy ounce
1 Daniq (1/6 Dirham)
0.5183 gram (999)
1/60 troy ounce
7 Gold Dinar
31.103 gram (24K)
1 troy ounce
10 Silver Dirham
31.103 gram (999)
1 troy ounce
-------------------------------------------------
BAGAIMANA MENJADI KIOSK-DINARFIRST DI NUSANTARA
Bagi muslim di Indonesia yang ingin menjalankan Kiosk-Dinarfist Cabang silahkan hubungi DINARFIRST NUSANTARA di nomor 081808872081 atau email ke info@dinarfirst.org atau support@dinarfirst.org
-------------------------------------------------
DINAR DIRHAM ISLAM GROUP ON BLACKBERRY, PLEASE ADD PIN 3133F1E9
pada saat anda add PIN BB ketikan pesan: dinar-dirham dan nomor handphone anda untuk konfirmasi.
DINARFIRST UPDATE
- RT @KontanNews: Bakrie rambah pasar properti di kota Yogyakarta http://t.co/0uu0jbJj 8 hours ago
- RT @herueko: RT @zombiehiker: RT @QuoteRevolution: A man who stands for nothing will fall for anything. ~Malcolm X 8 hours ago
- RT @herueko: RT @SAlNowairan: The future belongs to those who prepare for it today - Malcolm X. 8 hours ago
- RT @herueko: Word!! RT @krazif: New world order is enslaving you without your realize 8 hours ago
- RT @JauharDinar: Kurs Dinar & Dirham: Jumat; 24/02/2012: 1 Dinar: Rp 2,196,0001 Dirham: Rp 52,0001 Daniq: Rp... http://t.co/t7jg7EoQ vi ... 18 hours ago
- RT @andrinof_a_ch: Berhentilah membiarkan Jakarta sesak lalu dibisniskan utk keuntungan segelintir org (investor dan pejabat). 18 hours ago
- RT @andrinof_a_ch: Jalan umum di Jakarta spt sengaja nggak ditambah biar ada ide nambah jalan tol. Hhhkh.. kebijakan tanpa etika publik.. 18 hours ago
- RT @keluargadinar: Rate Tukar 2012.02.24: Dinar (4.25g 917) = Rp 2.196.000; Dirham (2.975g 999) = Rp 52.000; Daniq Dirham... http://t.co ... 21 hours ago
- jadi secara umum dasar itulah yg dpt dijadikan model untuk kembali menjalankan #pasarterbuka dan #perniagaan. #muamalah #dinardirham #pasar 22 hours ago
- #pasarterbuka artinya memerlukan kebebasan untuk membeli dan menjual apapun yang halal #muamalah #pasarislam #dinardirham 22 hours ago
- #pasarterbuka artinya memerlukan kebebasan untuk memproduksi apapun yg halal #muamalah #pasarislam #dinardirham 22 hours ago
- #pasarterbuka artinya memerlukan kebebasan untuk menentukan alat tukar. #muamalah #pasarislam #dinardirham 22 hours ago
FOLLOW DINAR-DIRHAM
click here
POSTING HOT!
komentar
NASEHAT DARI ORANG ASING
Sufi dari syam menyampaikan: "(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah" (al-Baqarah-273)
Wahai orang-orang beriman! jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antaramu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang (49:12)
Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka, Katakanlah, "Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar" (49:17)
KENAPA UANG KERTAS DILARANG DALAM ISLAM
Dalam islam semua transaksi jual beli harus memenuhi tiga syarat:
1. sukarela atau disebut antaroddin minkum),
2. setara atau disebut mithlan bi mithlin, dan
3. kontan atau disebut yaddan bi yaddin.
Uang kertas tidak dapat memenuhi ketiga syarat jual-beli tersebut, karena di dalamnya mengandung dua jenis riba sekaligus yaitu:
1.riba al fadl (karena ketidaksetaraannya itu), dan
2.riba an nasiah (karena penundaan pembayarannya) tersebut. Jadi jelas, uang kertas itu, haramnya pangkat dua.
SEJARAH SINGKAT DINAR-DIRHAM
Sehingga sesuai wahyu Allah, Emas dan Perak mesti nyata dan memiliki ukuran dan penilaian tertentu (untuk zakat dan lainnya) yang mendasari segala ketentuannya, bukan atas sesuatu yang tak berdasarkan shari’ah (kertas dan logam lainnya). Ketahuilah bahwa terdapat persetujuan umum (ijma) sejak permulaan Islam dan masa Sahabat serta tabi’in, bahwa dirham yang sesuai shari’ah adalah yang sepuluh kepingnya seberat 7 mithqal (bobot dinar) emas. Berat 1 mihtqal emas adalah 72 butir gandum, sehingga dirham yang bobotnya 7/10-nya setara dengan 50-2/5 butir. Ijma telah menetapkan dengan tegas seluruh ukuran ini. (Ibnu Khaldun, Al-Muqadimmah). lihat www.islamhariini.wordpress.com
APAKAH DINAR, DIRHAM DAN DANIQ
Dinar Emas Islam
adalah koin emas
24 karat , berat 4.44 gr (99.9)
Dirham Perak Islam adalah koin perak murni dengan berat 3.11 gram.
Daniq adalah 1/6 Dirham adalah koin perak murni dengan berat 0.518 gram.
Sejak masa sebelum Islam, dinar emas dan dirham perak adalah alat tukar yang digunakan berbagai bangsa seperti Persia, Romawi, Israel, Yunani, Mesir kuno, Nabataens dan Tubba (Yaman).Kemudian pada masa Rasulullah salallahu ‘alayhi wasallam, uang emas dan perak yang tetap digunakan adalah yang dibuat bangsa Romawi dan Persia. Di masa sahabat, ditetapkan perbandingan standar bobot dirham perak dengan dinar emas yakni 10 : 7 (1 mithqal). Selanjutnya, di masa kekhalifahan Abdalmalik, 74 H, dicetak dinar dan dirham mengikuti standar yang ditetapkan ‘Umar ibn al-Khattab radiallahu anhu. Dinar dan dirham tetap menjadi amalan Muslim dan digunakan di berbagai kekhalifahan seperti Ummayah di Syria dan Spanyol; Abbasiyah; ‘Alawiyah di Tabaristan, Maghrib, Mesir, Syria dan Yaman; Dinasti Turki Saljuq; pemerintahan Daylam; Mongolia; Dinasti Kurdi di Mesir, Syria, dan Diy_r Bakr; pemerintahan Turki di Mesir, hingga jatuhnya kekhalifahan Usmaniya di Turki (1924) yang juga menandai terpecah-belahnya Dar al-Islam. (lebih lengkap silahkan lihat di www.islamhariini.wordpress.com)
KENAPA DINAR-DIRHAM
Ini adalah pertanyaan penting abad ini, kenapa kita perlu kembali ke alat-tukar emas dan perak? jawabannya adalah untuk meninggalkan sistem riba (uang kertas dan rentenir perbankan) karena mentaati Allah dan Rasulullah.
Emas adalah logam mulia dan nilainya tak tergantung pada bangsa maupun ekonomi manapun. Nilainya hakiki dan karenanya handal. Lagipula, emas mudah disimpan dan diangkut, serta segera dikenali sebagai harta kekayaan nyata hampir di seluruh pelosok dunia. Selalu dan akan selalu begitu.
KEGUNAAN DINAR-DIRHAM
Karena Dinar (emas) dan Dirham (perak) mempunyai berbagai fungsi dalam muamalat islam sebagaimana contoh di madinah al munawwara yang antara lain:
1. Untuk Perdagangan Atau Jual-Beli
Sebagai alat tukar, koin dinar emas dan dirham perak dapat digunakan untuk membayar benda niaga dan jasa. Di masa Rasulullah salallaahu alayhi wasallam, seekor ayam dapat dibeli dengan harga 1 dirham, dan hingga hari ini harga ayam masih tetap sama dengan 1 Dirham, 1 ekor kambing dewasa dapat di beli dengan harga 1 dinar hingga hari ini. Artinya selama 1400 tahun inflasi praktis nol. Tak ada alat tukar manapun di seluruh dunia yang dapat melakukan hal yang serupa.
2. Untuk Pembayaran Zakat
Pelaksanaan zakat telah dijelaskan dengan sempurna dan diatur dalam fiqh 4 Imam Madhab ahlul sunnah wal jamaah. Selama berabad-abad saat fiqh dijalankan oleh Khalifah, Sultan ataupun Amir, zakat mal ditunaikan dalam emas dan perak, ini adalah aturan syariah kita.
Saat pertama kali di abad terakhir kolonial menyusupkan uang-kertas, ulama tradisional menolaknya karena berlawanan dengan fiqh. Di antara ulama tersebut muncul ulama terkemuka keturunan Maghribi, Shaykh Muhammad ‘Allish (1802 – 1881), Shaykh para shaykh Maliki di Universitas Al-Azhar di Mesir. Beliau menulis dalam fatwanya jika seseorang mau membayar zakat dengan kertas, maka hanya nilainya sebagai benda niaga (‘ayn), yaitu, nilainya sebagai kertas yang bisa diterima. Dengan demikian, nilai nominalnya tidak bisa digunakan untuk membayar zakat “Jika zakat adalah wajib dengan mempertimbangkan zatnya sebagai benda niaga, maka nisabnya bukan didasari pada nilainya tetapi pada zat dan jumlahnya, sebagaimana emas, perak, biji-bijian, ternak atau buah-buahan. Karena zatnya (kertas) tak berarti (dalam harga) untuk pembayaran zakat, maka kertas harus diperlakukan sebagai tembaga, besi, atau benda serupa lainnya”
3. Sebagai Alat Tukar Emas dan perak adalah alat tukar universal di seluruh dunia selama berabad-abad. Emas di China sama dengan di Afrika. Sebagai alat tukar untuk pembayaran internasional, emas menghilangkan segala hambatan yang dibuat-buat yang timbul akibat perbedaan mata uang-kertas di setiap negara.
Sebagai alat tukar yang nyata dinar - dirham mempunyai beberapa keunggulan antara lain:
• Stabilitas keuangan
• Nilainya stabil
• Meminimalkan spekulasi dan manipulasi
• Tidak mengenal perbedaan nilai tukar
• Menghidupkan kembali perniagaan sektor riil
• Universal
• Melindungi masyarakat
4. Untuk Tabungan atau Simpanan
Jelaslah bahwa menabung dalam emas menjadi benteng dari manipulasi mata uang-kertas oleh pemerintah maupun spekulan keuangan. Meski sebagai bendanya bisa saja diperdebatkan bahwa emas juga menjadi sasaran fluktuasi berkala, namun kenyataannya jika dibandingkan dengan nilai nisbi benda niaga lain, nilai emas tetap sangat kokoh, sama sekali lebih kokoh dari mata uang-kertas manapun.
Siapa Yang Mencetak Dinar-Dirham Di Indonesia -Nusantara
Dinar Dirham Islam telah dicetak pertamakali kembali oleh 3 muslim dari Indonesia setelah bertemu Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi pada tahun 2000 dengan membentuk Islamic Mint Nusantara, Kemudian pada tahun 2007 Islamic Mint Nusantara (IMN) mulai melakukan pencetakan dinar-dirham secara mandiri yang bertujuan wakaf dan membantu muslim dimanapun.
Bagaimana Nilai Tukarnya
Nilai tukar Dinar dan Dirham mengikuti harga pasar emas dan perak yang berlaku pada saat penukaran (biaya cetak dan biaya distribusi). Nilai tukar Dinar-Dirham terbaik dapat di lihat di www.dinarfirst.org setiap harinya
Dimana Bisa Mendapatkan Dinar-Dirham
Jika Anda memerlukan Dinar Dirham anda bisa mendapatkannya di Kiosk Dinarfirst terdekat dengan di daerah anda, silahkan lihat alamat jaringan kiosk dinarfirst bisa dilihat di website www.dinarfirst.org atau di www.islamhariini.wordpress.com atau telepon langsung ke Dinarfirst Nusantara +6281808872081
Apa Itu Kiosk Dinarfirst
Kiosk Dinarfirst adalah bertujuan sosial kemasyarakat untuk memudahkan masyarakat mendapatkan koin dinar-emas dan koin dirham-perak yang bertujuan untuk mentaati Allah dan rasulNya dalam rangka mengembalikan mu’malat Islam
Bagi yang telah sadar silahkan langsung amalkan Dinar Dirham sebagai koin barter bebas sukarela, taatilah Allah dan rasulNya! Sudah saatnya Muslim kembali menggunakannya dalam pasar islam dan perdagangan islam, dengan mengamalkan dinar-dirham berarti kita telah berperan serta dalam memerangi riba dan menegakkan tiang zakat dengan menunaikannya dalam dinar-dirham.
JIHAD JAMAN INI ADALAH MEMBERSIHKAN DIRI KITA DARI KOTORAN RIBA
Hasbuna llahu wa ni’ma l-wakil. La ilaha illa llahu wa llahu akbar, wa subhana llah wa bi hamdihi wa astagfiru llah, wa la haw la wa la quwwata illa bi llah, hu wa l-awwalu wa l-akhiru wa dh-dhahir wa l-batin, bi yadihi l-khayr, yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala kulli shayin qadir.
DINARFIRST
Dinarfirst unveil the first mobile-dinar dirham in Nusantara and the world for all muslim. With Dinarfirst-mobile exchange system you can transfer, trading and saving everywhere from your handphone and Yahoo! Messenger, If you need assistance please contact +6281808872081 or info@dinarfirst.org
THE JOURNEY TO THE KING
KESULTANAN DI NUSANTARA
- Sultan of Brunei, Brunei (on Borneo island)
In China:
- Dali, Yunnan, capital of the short-lived Panthay Rebellion
Furthermore, the Qa´id Jami al-Muslimin (Leader of the Community of Muslims) of Pingnan Guo ("Pacified South State", a major Islamic rebellious polity in western Yunnan province) is usually referred to in foreign sources as Sultan
In Indonesia (formerly in the Dutch East Indies):
- On Java Island
- Sultanate of Banten
- Sultanate of Cirebon- the rulers in three of the four palaces (kraton) from which fractioned Cirebon was ruled: Kraton Kasepuhan, Kraton Kanoman and Kraton Kacirebonan (only in Kraton Kaprabonan the rulers title was Panembahan)
- Sultanate of Demak
- Sultanate of Pajang
- Sumedang Larang Kingdom
- Sultanate of Mataram
- Sultanate of Yogyakarta
- Sultanate of Kasunanan
- In the Moluccas Archipelago
- In the Nusa Tenggara
- Sultanate of Bima on Sumbawa island
- on the Riau archipelago: sultanate of Lingga-Riau by secession in 1818 under the expelled sultan of Johore (on Malaya) Sultan Abdul Rahman Muadzam Syah ibni al-Marhum Sultan Mahmud
- In the Sumatra Island
- Sultanate of Aceh (full style Sultan Berdaulat Zillullah fil-Alam) , which had many vassal states
- Sultanate of Asahan
- Awak Sungai, established 17th entury at the split in four of Minangkabau, in 1816 extinguished by Netherlands East Indies colonial government
- Sultanate of Deli since 1814, earlier Aceh's vassal as Aru
- Sultanate of Indragiri
- Sultanate of Langkat since 1817 (previous style Rajah)
- Sultanate of Palembang (Darussalam), also holding the higher title of Susuhunan
- Sultanate of Pagaruyung
- Sultanate of Pelalawan
- Sultanate of Perlak
- Sultanate of Riau-Lingga
- Sultanate of Samudera Pasai
- Sultanate of Serdang
- Sultanate of Siak Sri Inderapura
In Malaysia, 9 states out of 13 states are sultanates, all on the Malay peninsula:
- Sultanate of Malacca
- Sultanate of Johor
- Sultanate of Kedah
- Sultanate of Kelantan
- Sultanate of Pahang
- Sultanate of Perak
- Sultanate of Selangor
- Sultanate of Terengganu
- Furthermore, the ruler of Luak Jelebu, one of the constitutive states of the Negeri Sembilan confederation, had the style Sultan in addition to his principal title Undang Luak Jelebu
In the Philippines:
- Sultanate of Buayan
- Sultanate of Maguindanao
- Sultanate of Sulu (Basilan, Palawan and Tawi-Tawi islands and part of -now Malaysian- Sabah on North Borneo)
In Thailand (Siam):
Contemporary sultanates- Brunei
- Indonesia — Sultan of Yogyakarta Special Region is governor of that province
- Malaysia
- Note: Sultan is the title of seven (Johor, Kedah, Kelantan, Pahang, Perak, Selangor and Terengganu) of the nine rulers of the Malay states. The federal head of state for all Malaysia, the Yang di-Pertuan Agong, is elected (de facto rotated) for five years by and among the hereditary state rulers, but is usually styled "king" in foreign countries; political power, however, lies with the prime minister. See also: Malay titles
GLOSSARIES
islam: orang yang menerima kebenaran, menyatakan kebenaran Allah dan rasulNya
kafir: orang yang menutupi, menolak atau menyembunyikan kebenaran Allah dan rasulNya
riba (bunga): yang pertama, al nasi’ah, merujuk pada selisih waktu; dan riba yang kedua, tafadul atau al-fadl , merujuk pada selisih nilai.
shi'a: Mengenai Shi'a, mereka dikenal dengan beberapa nama lainnya, termasuk juga ar-Rafida (orang yang melarikan dari barisan atau berkhianat atau juga pemberontak kepada otoritas muslim -dalam hal ini adalah Khalifah), al-Ghaliyah (artinya Ekstrim- orang-orang yang berlebih-lebihan) dan at-Tayyara (artinya yang tidak bertanggung-jawab atau oran-orang yang mudah berubah-rubah). Mereka dikenal saat ini dengan sebutan Shi'a (artinya The partisans - kelompok yang diam-diam melawan pemimpin islam - dalam hal ini terhadap khalifah) untuk alasan yang sederhana mereka memmisahkan diri (shayya'at) untuk mendukung Ali, semoga Allah memberkahinya, dan mengatakan dia Ali radiallahu 'anhu lebih tinggi kedudukannya dari seluruh sahabat-sahabat baginda Rasulullah salallahu alayhi wasallam. Sebutan Rafida untuk Shi'a dikerenakan penolakan (rafd) mereka terhadap hampir seluruh Sahabat-Sahabat Nabi Muhammad. mereka menolak Ke Imam-an dari Abu Bakr dan 'Umar (semoga Allah memberkahi keduanya). Yang lainnya, bagaimanapun, mereka juga disebut ar-Rawafid (the Desrters- orang yang melarikan dari barisan dalam hal ini berkhianat) karena mereka melarikan diri dari Zaid ibn 'Ali, ketika Zaid menerima otoritas (Kekahlifahan) dari Abu Bakar dan "Umar (semoga Allah memberkahi keduanya) dan mereka menyatakan lebih memilih Imam mereka sendiri. Zaid mengatakan (kepada bekas pendukung-pendukungnya): "Mereka telah mengkhianatiku (rafaduni)," dan mereka menjadi seperti apa yang dikenal sekarang sebagai Rafida. Mereka juga yang menyiapkan Shia"a sebagai seseorang yang tidak menerima kepamimpinan 'Uthman atas 'Ali (semoga Allah memberkahi keduanya), dimana para Rawafid adalah yang (lebih aktif) mendukung kepemimpinan dari 'Ali atas 'Uthman (semoga Allah memberkahi keduanya). Termasuk di antara Shia'a adalah Qat'iyya (Positivists -rasionalist), mereka yang disebut itu karena pernyataan kepastian (qat') mengenai kematian dari Musa ibn Ja'far. Juga termasuk di antara mereka adalah Ghaliya (extremists), mereka di sebut itu karena terlalu fanatik berlebihan mencintai (ghuluww-devotion) Ali, semoga Allah memberkahinya, dan dengan perbuataan yang tidak pada tempatnya mereka memberikan atribut-atribut keTuhanan (rububiyya-Lordship) dan keNabian (Nubuwwa) pada Ali, semoga Allah memberkahinya.Nama dari penyusun yang mengkompilasi tulisan buku-buku mereka adalah: Hisham ibn Hakam, 'Ali ibn Mansur, Abu'l-Ahwas, al-Husain ibn Sa'id, al-Fadl ibn Shadhan, Abu 'Isa al-Warraq, Ibn ar-Rawandi and al-Maniji. Pusat terbanyak konsentrasi mereka dapat ditemukan di dikota-kota seperti Qum dan Qashan (di Iran) dan di daerah Idris dan Kufa (di Iraq).
dhimmi: seorang dhimmi adalah seseorang yang memilih tinggal di dalam masyarakat muslim di bawah hukum Islam sementara dia tetap bukan orang Islam, berarti mendapat jaminan keselamatan dari segala bentuk pelecehan atau rongrongan agama.
fuqara: sebutan untuk murid-murid Shadilliya-Darqawi, berasal dari kata faqir. Wali dari Bahlil berkata: ‘Fuqara adalah sekumpulan semak-belukar.’ Shaykh Abu Madyan berkata: ‘Kenikmatan hidup hanya jika berkumpul dengan fuqara - merekalah para sultan, para tuan dan para pangeran.’ Si faqir adalah dia yang telah berpaling dari kesia-siaan pencarian dunia ini dan melangkah pada pencarian atas al-Haqq, yakni rahasia keberadaannya sendiri. Syarat pertama bagi pencarian ini adalah dia harus berkumpul dengan khalayak yang juga ingin memperoleh ilmu ini. Untuk masuk kalangannya berarti harus susah dengan kesulitan-kesulitan mereka dan gembira dengan keberhasilan-keberhasilan mereka. Awalnya si faqir melihat kesalahan-kesalahan para faqir lain. Ketika ia menyadari bahwa mereka baginya serupa sebuah cermin - sebagaimana makna sebuah hadist terkenal - ia berhenti melawan mereka dan cinta mulai bersemi di hatinya bagi para pecinta Allah. Dengan cara inilah ia mendekati Shaykhnya. Si faqir miskin dalam Allah, dan cukuplah Allah baginya dalam kemiskinannya (di ambil dari 100 langkah, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi). Shaykh Abdal Qadir As-Sufi pernah menulis: “Sebenarnya tidak ada lagi tempat yang lebih tinggi. Ketika hanya sedikit manusia yang mampu mencapai tingkat tertentu, namun mereka tidak pernah mendakwakan diri sebagai kelompok terpilih (elite). Sebenarnya mereka ini telah mencapai tingkatan kemuliaan (maqam al- mahmud). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pernah berkata: “Wahai kaum faqir, hanya karena engkaulah aku diutus Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya di bumi ini,” juga sabdanya: “Kefaqiran adalah kemuliaanku,” dan “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang faqir.”
sallallahu ‘alayhi wa sallam: Salutation for the Messenger of Allah, meaning ‘may Allah bless him and grant him peace’.faqih: (jamak: fuqaha) Ahli pengetahuan hukum Islam, yang dengan pengetahuannya memiliki wewenang untuk memberikan pendapat ataupun fatwa
fatwa: Ketetapan tentang hukum Islam yang dikeluarkan oleh seorang faqih yang berwenang
freemansory: Kelompok elit (sedikit) yahudi yang mengajarkan gagasan-gagasan palsu tentang humanisme, seperti persaudaraan antarmanusia, toleransi beragama, serta universalisme yang bukan berlandaskan kepada TAUHID. Retorika lain yang mereka gunakan adalah penghargaan atas pluralisme dan persamaan hak.
fiqh: Pengetahuan tentang penerapan ajaran agama
sosialisme: kapitalisme dalam perspektif lain, yakni kapitalisme negara.
Illuminati: I. Member of a group of people claiming to be particularly enlightened. Religious sects and secret societies have at various times called themselves illuminati, and there are persistent myths about such groups masterminding world events. II. The Spanish illuminati (aluminados) had beliefs derived from gnosticism and were suppressed by the Inquisition during the 16th century. They also established themselves in Picardy and elsewhere in France during the 17th century, and lasted in isolated bodies until the end of the 18th century. III. A secret masonic society with republican views was formed in 1776 by Adam Weishaupt, professor of canon law at Ingolstadt, Bavaria. This group, called illuminati because they claimed exclusive right to the illumination of Jesus, was anti-jesuit, and was suppressed in 1785.
Humanism: I. Humanism is an approach to life emphasizing ethics, rationality, and intelligent compassion. Furthermore, Humanism asserts that: Reason and science are the soundest means for investigating claims of truth. All ideas, values, myths, and social systems are based on human experience. Free thought thrives best in free, democratic societies. II. Renaissance humanism originated in the literary studies undertaken in the 13th and 14th centuries by such scholars as Petrarch. It gained momentum with the study of literary texts and, as a result, the rediscovery of the great body of ancient Greek literature for the West.
qirad atau mudharabah: Kontrak kerjasama dagang antara dua pihak: yang satu adalah pemilik modal dan yang lain adalah pemilik tenaga yang akan bertindak sebagai agen bagi pihak pertama. Pihak kedua menerima modal dari pihak pertama sebagai pinjaman dan akan membagikan keuntungan yang diperoleh dari usaha dagang yangmenggunakan modal dari pihak pertama tersebut, dan semua dihitung dalam dinar-dirham.
syirkah: Kemitraan dua orang atau lebih orang yang secara bersama-sama menjalankan suatu usaha
modernisme: cara hidup yang dilandasi oleh sikap materialistik dan keduniaan, yang dipicu oleh paham atheis-humanisme dan rasionalisme, yang memutus kaitan antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat dengan elemen utama di dalamnya berupa sistem bank sentral, uang kertas, dan pajak.
demokrasi: Bentuk negara yang dijalankan dengan prinsip pemisahan kekuasaan dalam tiga pilar, yakni legislatif (fungsi pembuatan peraturan), yudikatif (fungsi peradilan), dan eksekutif (fungsi pemerintahan). Negara demokrasi dalam prakteknya adalah sebuah negara fiskal (fiscal state), suatu struktur kekuasaan yang dibangun, dijalankan, dan dilestarikan dengan pembiayaan perbankan (sistem riba atau bunga) di satu sisi dan atas dasar pemajakan kepada warganya di lain sisi demi tujuannya sendiri.
kabbala: [Hebrew word meaning ‘tradition’] Ancient esoteric jewish mystical tradition of philosophy containing strong elements of pantheism, yet akin to neo-Platonism. Kabbalistic writing reached its peak between the 13th and 16th centuries. It is largely rejected by current judaic thought as medieval superstition, but is basic to the Hasid sect. “The Hebrew word for what the jewish theosophical initiates called “the Tradition,” or “the Secret Doctrine” — meaning something which is handed down or passed down from man to man by tradition.”
madhhab atau mazab: sekolah fiqh
shirkat: partnership
murabaha: Sale at stated cost price (i.e. with a stated margin).
qirad: investor (muqarid) gives his money to an agent (muqarad) for the realisation of a business. The profits are shared according to a stipulated percentage, but any loss in entirely borne by the investor.
qiyas: Analogy. The extension of the hukum of a specific case established by the texts to a new case awaiting decision on the basis of a common underlying cause.
sahaba: The first generation of Muslims.
tabi'un: The second generation of Muslims.
tafkir: The act of ascribing kufr to someone.
taqlid: (lit. ‘to hand around the neck’) Consists of the reliance upon the decisions and precedents set in the past by accepted Muslim authorities which is the basis of the arrival of the madhhabs. The meaning given by modernist salafis to taqlid is that of being the opposite to ijtihad, and it is presented as being old-fashioned and retrogressive. But taqlid is not the opposite of ijtihad, they are both perfectly compatible. People of taqlid do not reject ijtihad. What the attack on taqlid really means is a rejection of the madhhabs. The way of the ‘ulema of the ‘Amal of Madinah (Maliki) is that if the ‘alim is learned enough he does not need ijtihad. This is because almost all issues have already been dealt with in the past. Only if the fiqh of the past cannot clarify the matter sufficiently, and the mechanisms of sadd adh-dhara’i and al-masalih almursalah cannot be applied, then and only then, do we resort to ijtihad. Sadd adh-dhara’i makes prohibited things that otherwise would be permissible, such as the decision of ‘Umar ibn al-Khattab to prohibit the soldiers of the armies that conquered Egypt and Iraq. rom dividing the conquered lands among themselves as booty. Al-masalih al-mursalah permits things that otherwise would not be permissible, such as accepting circumstantial evidence Taqlid is a part of everyday life. Taqlid is a natural state of human existence, practised by millions of people worldwide in every facet of life. The simplest and most tangible example of taqlid is that of a child learning the alphabet at school. Also a learner driver taking instructions from a driving instructor is practising taqlid. People going to a specialist doctor for medical treatment and following his instructions is another glaring example of taqlid. A lay person soliciting a legal opinion from an advocate or following the advice of a tax consultant is another common case of taqlid. There are countless such examples of taqlid in everyday existence. It is quite clear from the above, that taqlid is a natural way of life, and is not specific to Islamic fiqh alone.
tassawuf: Sufism is the science of the journey to the King. Tasawwuf is knowledge of Allah. It is said that there is no other knowledge higher than knowledge of Allah and for that reason tasawwuf is the highest of the sciences. Imam Junaid said: “If I had known of any science greater than Sufism I would have gone to it, even on my hands and knees.” Tasawwuf is at the heart of Islam. Acquiring this knowledge illuminates all aspects of life including our understanding of the Shari‘ah in as much as it provides a higher meaning to the commands and obligations. There is no tasawwuf without Islam or without Shari‘ah. The first obligation of the Sufi is to see that the Shariah is in place because without its shelter, knowledge of Allah is not possible. There is no more ardent defender of the Shari‘ah than the Sufi.
waqf: Trust or endowment.Waqf in the historical practice of the Muslims has been the means of providing public welfare for the community, by the community. The importance of waqf in our societies cannot be overemphasised. With the advent of the modern capitalist state, that is the unnatural marriage of banking and government, the waqf system was abolished and transformed into today’s forbidden system of ‘tax for benefits’. The restoration of a true Muslim society and the abolition of the state requires the re-establishement of the Waqf, as well as the Guilds as the major patrons of the Waqf system.
fulus: Limited fiat currency in Islam, made of any material, normally copper. Its value is smaller than and pegged to the silver coin (the Dirham). It has different denominations according to fractional values (1/2, 1/5, 1/10, 1/20, 1/50, 1/100) in relation to the Dirham (like cents are to a dollar). It does not have the status of money in Islamic Law. It cannot be used to make a loan or a delayed payment, nor to pay Zakat. Its only function is to serve as small change.
puritanism: Anti-church tendency within christian religion characterised by rigorous sexual behaviour and personal morality, alongside economic liberalism. The quakers, founders of Barclays Bank, are a good example.
seigniorage: “The ‘profit’ a government makes by coining money. The difference between the monetary value and the bullion value of the coins.” Imam Malik explains the validity of this profit in his Muwatta. He says that you can buy gold nugget with coins without measuring. That is to say that you can establish a price difference between gold as money and gold as material.
tanzimat: Period of westernisation and reform in the history of the Osmanli Dar al-Islam. It started officially with the Hatti-Cherif of Gulkhane that was promulgated by Sultan Abdulmajid on 3rd November 1839. The main supporters and makers of the Tanzimat were the three eminent Grand Viziers: Mustapha Rashid Pasha, Ali Pasha and Fouad Pasha. The first economic act of the Tanzimat was the issuing of paper money.
young turks: The liberal and constitutionalist opposition to Sultan Abdulhamid II was given the name ‘Young Turks’ by Europeans. They restored the constitution in 1908 and ruled until the fall of the Khalifate in 1918.
universal brotherhood: “1. Universal brotherhood as understood in the esoteric philosophy, and which is a sublime natural fact of universal nature, does not signify merely sentimental unity, or a simple political or social cooperation. Its meaning is incomparably wider and profounder than this. The sense inherent in the words in their widest tenor or purport is the spiritual brotherhood of all beings; particularly, the doctrine implies that all human beings are inseparably linked together, not merely by the bonds of emotional thought or feeling, but by the very fabric of the universe itself, all men — as well as all beings, both high and low and intermediate — springing forth from the inner and spiritual sun of the universe as its hosts of spiritual rays. We all come from this one source, that spiritual sun, and are all built of the same life-atoms on all the various planes.” 2. “The sub-title of the Theosophical Society, and the first of the three objects professed by it.
mysticism: The word ‘mystic’ has its origin in the Greek mysteries. A mystic was one who had been initiated into these mysteries, through which he had gained an esoteric knowledge of divine things and been ‘reborn into eternity.’ His object was to break through the world of history and time into that of eternity and timelessness. The method was through initiation ceremonies of the sort so vividly described by the Latin writer, Apuleius, in the Golden Ass. To speak more generally, mysticism has its fount in what is the raw material of all religion and is also the inspiration of much of philosophy, poetry, art, and music, a consciousness of a beyond, of something which, though it is interwoven with it, is not of the external world of material phenomena, of an unseen over and above the seen. In the developed mystic this consciousness is present in an intense and highly specialized form. Not only have mystics been found in all ages, in all parts of the world and in all religious systems, but mysticism has also manifested itself in similar or identical forms wherever the mystical consciousness has been present.
liberty, equality, fraternity: liberté, égalité, fraternité: Motto of the French republic from 1793. It was changed 1940-44 under the Vichy government to ‘work, family, fatherland’.
deist: The deists were what nowadays would be called freethinkers, a name, indeed, by which they were not infrequently known; and they can only be classed together wholly in the main attitude that they adopted, viz. in agreeing to cast off the trammels of authoritative religious teaching in favour of a free and purely rationalistic speculation. Many of them were frankly materialistic in their doctrines, while the French thinkers who subsequently built upon the foundations laid by the English deists were almost exclusively so. Others rested content with a criticism of ecclesiastical authority in teaching the inspiration of the Sacred Scriptures, or the fact of an external revelation of supernatural truth given by God to man. In this last point, while there is a considerable divergence of method and procedure observable in the writings of the various deists, all, at least to a very large extent, seem to concur. Deism, in its every manifestation was opposed to the current and traditional teaching of revealed religion.
brother: The term which freemasons apply to each other. “Freemasons are brethren, not only by common participation of the human nature, but as professing the same faith, as being jointly engaged in the same labours, and as being united by a mutual covenant or tie; whence they are also emphatically called “Brethren of the Mystic Tie.” Muslims do not use the expression “Brother so-andso” when addressing others. The Sunna is to address the individual by his given name, his kunya, or in a polite manner refering to his lineage: “Ibn so-and-so.” The introduction in Islam of the expression “Brother so-and-so” has its origins in the freemasonic modernist tradition.
Puritanism is the result of ‘Shari‘ah without ‘amr’. The puritan leaves the main issues out of consideration because he is so busy with the minute purification of his individual self, or more usually of others, over the tiniest issues. The scholar supports with his puritanical judgments a happy community of ‘clean people’ who do what they can. The puritanical people professionalise the kind of scholar who will not disturb their usurious money-making and their status quo. By that point the ‘alim has started to look like a christian priest with his flock.




assalamualaikum
saya tertarik dengan dinar ini mas, karena nilainya yang konstan terhadap barang. yang saya mau tanyakan mas, apa bedanya dinar dari dinarfirst.org dengan dari gerai dinar.com saya lihat karat dan beratnya sama, tapi kok nilai tukarnya terhadap rupiah berbeda. terima kasih banyak mas ditunggu jawabannya
Wa’alaikumsalam, iya betul nilai dinar dirham terhadap komoditas realatif stabil sejak 1400 tahun lalu, karena nilainya tidak bisa di manipulasi dan nyata. Bedanya Dinar Dirham dan Daniq dari Dinarfirst adalah dicetak secara mandiri oleh Islamic Mint Nusantara (IMN), gerai memang mengikuti standart IMN baik kadar dan berat yang diperkenalkan oleh IMN tahun 2000.
Harga gerai berbeda karena tidak mencetak sendiri dan mungkin merupakan lahan mencari uang bagi pendirinya. Semakin rendah ongkos cetak (biaya-biaya yang dibebankan untuk memproduksi keping setiap dinar dirham diluar bahan) semakin baik. Dinarfirst sebetulnya sudah pernah mengajak gerai untuk mencetak dinar dirham di IMN agar ongkos cetak bisa seragam dan rendah, tapi ditolak dengan alasan sudah punya market premium untuk dinar, gerai itu semacam distro dari LM, semua memang balik ke niat.
IMN merujuk kepada World Islamic Standard sedang mempersiapkan Standar baru dunia untuk Dinar Dirham 1 Dinar (24K) = 4.44 gram (1/7 Troy Ounce) dan Dirham 3.11 gram (1/10 Troy Ounce) yang tentun mengikuti fikih Islam. Standar baru ini disebut standar nabawi atau standar khalifah (open mithqal standard). Saat ini IMN telah mengeluarkan Daniq Nabawi = 0.518 gram (1/60 troy ounce). Silahkan lihat link ini http://islamhariini.wordpress.com/2011/01/02/standarisasi-ukuran-dinar-dan-dirham-dalam-perspektif-sejarah-dan-fiqih-islam/
Silahkan juga bergabung dengan SAUDARA (Saudagar Nusantara), adalah komunitas yang menerima dinar dirham sebagai koin barter bebas sukarela untuk barter dalam jasa dan barang yang di integrasikan dengan Dinarfirst – mobile dinar dirham pertama di Indonesia. Email ke info@dinarfirst.org
Demikian semoga penjelasan kami.
Untuk info cepat juga bisa follow twitter @dinarfirst
Untuk pemesanan dinar dirham bisa langsung ke DINARFIRST NUSANTARA di nomor 081808872081 atau 02175900412