Ada Apa Di Balik Kapitalisme, Demokrasi Dan Bank Syariah


Bismillahirrahmanirrahim, masyaallah la quwatta illa billah, hasbunallah wanimal wakil

Hari ini dunia mempunyai satu masalah yang sama dimanapun dan itu disebut kapitalisme. Pertama tama yang perlu dipahami dari kapitalisme secara umum adalah penetrasi kredit perbankan (hutang dengan riba atau bunga) atas hutang individu ataupun negara oleh sistem perbankan, seperti sewa-menyewa uang, jual-beli saham dan ’kertas berharga’, jual-beli valas, dan sejenisnya, adalah inti kapitalisme. Kegiatan ekonomi finansial (ribawi) ini tidak bersentuhan dengan ekonomi riel yg terkait dengan kebutuhan hidup nyata manusia, riba merusak manusia lahir dan batin secara sosial.

Pemaparan tulisan ini dibuat agar kita segera membersihkan riba dari kehidupan kita dan untuk menyiapkan sarana untuk meninggalkan kapitalisme. Kita tidak perlu menghancurkan bank, kita akan membuat bank ini tidak diperlukan. Ini adalah persiapan untuk perang melawan kapitalisme. Allah telah melarang riba dan karena itu telah menyatakan perang terhadap kapitalisme. Mulai sekarang dunia harus dan akan tahu bahwa Islam adalah musuh mematikan dari kapitalisme.

Kita telah satu abad tanpa ke Khalifahan, sejak jatuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1924 dan pada saat itu muslim tidak tahu bagaimana menghadapi kondisi itu. Muslim harus mengerti bahwa kekalahan kita berada di tangan para lintah darat (periba atau perbankan), tidak di tangan para serdadu. Tidak ada pasukan tentara yang dapat menahan pasukan tentara Islam – tidak ada riba yang dapat bertahan dari pernyataan perang dari Allah dan Rasul-Nya. Ini merupakan pesan yang mengandung ketakutan dan harapan.

Saat ini ilmu ekonomi (berbasis riba) telah meracuni pikiran hampir manusia saat ini, dengan uang kertas (yang tidak berharga) sebagai sihir yang mempengaruhi lahir dan batin kita muslim dan masyarakat umum. Pialang dan bankir adalah pendeta pendeta tinggi. Ilmu ekonomi (riba) telah menembus semua segi kehidupan: ia mengambil alih politik dan pemerintahan, mengubah negara menjadi hanya suatu industri; ilmu pengetahuan dan informasi telah di privatisasi, perdagangan dan jual beli menjadi hanyalah distribusi kapitalis- monopolistik di tangan korporasi dan segelintir keluarga, pajak tidak bertepi yang membebani masyarakat, mengambil alih pasar berubah menjadi maal dimana dibelakangnya adalah perputaran riba perbankan, negara hanyalah menjadi unit-unit penghutang kepada rentenir atau lintah darat yang bernama perbankan internasional seperti world bank atau IMF dengan akibat yang mengkhawatirkan saat ini, dan agama-agama telah di ubah secara universal untuk menerima kapitalisme dan riba. Hanya Islam yang dapat menyelamatkan kondisi ini.

Demokrasi adalah suatu alat yang melayani kepentingan kapitalisme (barat) yang digagas oleh freemansory. Pertama dengan diperkenalkan paham toleransi, kemudian penyimpangan (terselubung) dari agama, sehingga pelarangan riba dapat dibongkar dalam memuluskan sistem riba (perbankan dan uang kertas) kedalam masyarakat muslim.

Akibat dari paham toleransi di barat, agama-agama di barat telah tamat pada waktu yang lalu. Agama-agama diluar islam telah direduksi, disaring, dikurangi dan disatukan diluar pengetahuan, yang tinggal hanyalah dewa pribadi dan perasaan pribadi. Hari ini di Indonesia mereka (oligarki kapitalis perbankan) mencoba melakukan metode yang lebih kurang sama kepada Dien Islam pada masyarakat muslim di Indonesia, mereka mencoba membuat penyimpangan dalam syariat dan hakikat melalui demokrasi dan toleransi, mereka mencoba mereduksi islam sehingga hanya ada dalam masjid, perayaan hari besar, kelahiran dan kematian tapi dalam transaksi kehidupan sehari-hari kita mengamalkan riba dan ‘hukum’buatan mereka. Tapi mereka para kafirun, munafik dan fasik tidak mungkin memadamkan Cahaya Dien Allah, dan ini adalah janji Allah.

Masuknya Riba Dalam Islam Oleh Para Pembaharu Islam
Riba dilarang tidak hanya dalam Dien Islam tapi juga dalam agama kristen dan kitab kaum yahudi dalam beberapa abad lalu, untuk berjalannya paham kapitalisme (riba)maka diperlukan penghapusan dari hukum tentang riba. Itu berarti penghapusan dari kekuatan normatif dari agama. Ini seperti mengatakan: “Hukum Allah tidak berlaku atau tidak universal” kepada orang Muslim. Implikasi moral dari menyusupnya kapitalisme adalah; “riba, meskipun dilarang oleh Allah, harus diterima”. Itu artinya, Muslim harus menerima kapitalisme. Ada tiga kondisi terhadap hal ini: menerima kapitalisme, menolak kapitalisme atau keduanya. Yang pertama hanya suatu penerimaan pasif dari kehidupan seperti dalam moto “agama tidak ada urusannya dengan ilmu ekonomi”; tapi yang terakhir paling berbahaya karena itu berarti penolakan diam-diam dari Islam yang disamarkan sebagai reformasi. Mereka menemukan “ekonomi Islam”. Reformasi ini dimulai oleh mereka yang disebut pembaharu Islam yaitu Jamaludin Al-Afghani, Muhammad ‘Abduh dan dan Rashid Reda. Hal ini menuju kepada fundamentalisme Islam dan modernisasi Islam. label mereka adalah “Bank Islam” , “konstitusi Islam” dan “Negara Islam”. Jadi melihat ini Islam hari ini berarti kita harus melakukan penolakan kepada kapitalisme bersama dengan lembaga-lembaganya.

Muhammad Abduh – murid dari Jamaluddin al-Afgani, tokoh Shi’a yang meragukan yang sebenarnya merupakan orang Iran – dianggap sebagai pendiri dari teori “fundamentalis” modern. Ia ditunjuk sebagai Mufti Agung oleh Lord Cromer (keluarga Baring Bank) pada tahun 1899 dalam rangka mengesahkan perbankan yang oleh al-Azhar dinyatakan haram di tahun 1898. Cromer berkomentar tentang Muhammad Abduh: “Saya curiga teman saya Abduh sebenarnya agnostik.” Dan tentang gerakan salafi-nya: “Mereka sekutu nyata para pembaharu Eropa.”Di Kairo Post-Office Savings Bank didirikan pada tahun 1900 dan Agricultural Bank didirikan pada tahun 1902. (Modern Egypt: Cromer, Vol.2, 1908)

Sistem riba di tahap awalnya masuk dengan menghilangkan madhab-madhab (fiqh) utama dan ilmu sejati (Ihsan atau Tassawuf).Tahap berikutnya adalah fase pemanfaatan dimana Hukum Islam harus dinilai kembali secara menyeluruh dalam arti sosial, politik atau pragmatisme ekonomi ribawi. Sufisme yang sejati dibuang dan pseudo sufi baru mulai timbul, akibat dari islam pembaharu ini, prinsip-prinsip Islam mengizinkan penerimaan asimilasi dengan masyarakat barat (kafir) dalam bentuk Bank Islam, negara Islam, asuransi Islam, bursa efek Islam, konstitusi Islam, kartu kredit islam dan seterusnya. Disamping mengakui bahwa Allah sangat berkuasa, mereka mengakui bahwa orang kafir Barat (yang dianggap jahat) pada kenyataannya lebih praktis dan mereka mau menyerah untuk meniru kekafirannya yang telah mereka katakan sangat membencinya dengan memasukan riba (yang seolah tidak tampak dalam keseharian kita), Setiap hari kita dapat melihat bagaimana mereka (kafirun)memainkan orkestra riba di Media, Komoditas dan Keuangan (uang kertas dan riba). Baca juga tulisan tentang pengertian riba

Kapitalisme masuk kepada dunia islam memerlukan doktrin pluralisme dan kebebasan untuk memuluskan sistem riba. Paham palsu demokrasi dan toleransi telah menyediakan keduanya. Merangkul semua agama adalah teknik penipuan mereka. Riba di tafsirkan ulang oleh pembaharu islam. Mula-mula dikurangi menjadi ‘bunga’ dan kemudian menjadi pernyataan moral dari ‘perdagangan jahat’ berselubung. Riba tidak lagi suatu praktek nyata, tapi juga suatu prinsip moral. Setiap hukum dasar Islam yang di kesampingkan membuka pintu bagi kekuasaan kafirun, kemiskinan dan aib bagi umat muslim dan dunia. Mantra “Kebebasan, Persaudaraan, Kesetaraan” yang sering dibangga-banggakan sebenarnya dimaksudkan untuk kekuatan pendudukan (imperialisme baru) dan bukan untuk kaum Muslim sendiri.

Keperluan dari suatu ibadah yang murni telah direduksi nilainya dan dicemarkan sesuai dengan pengertian praktis keperluan riba dan paham toleransi palsu ini. Perilaku ini menyerupai kelakuan seseorang yang tidak percaya kepada Tuhan. Dalam hubungan ini penting untuk dicatat bahwa orang-orang penganut semua agama pada saat ini mengikuti cara hidup yang kurang lebih sama. Kita semua tanpa sadar punya bank, uang kertas, membayar pajak di bawah suatu sistem dalam bingkai demokrasi, kebebasan palsu dengan mantra kekuasaan tertinggi di tangan rakyat (atas nama rakyat) dalam kenyataan yang kita lihat kita adalah budak perbankan.

Yang katanya pembebasan wanita bukannya membebaskan malahan menjerumuskan mereka dalam kekacauan sosial, tak terlindungi, jadi mangsa pembunuh berantai (“trend masa kini”), pemerkosa (perkosaan kian menjadi normal), pemukulan istri dan rontoknya lembaga perkawinan, seiring dengan maraknya perzinahan sebagai tindak-tanduk sosial. Keruntuhan total masyarakatnya nyaris sempurna.

Riba Dan Periba Musuh Umat Manusia
Muslim, Kristen dan orang yang tidak percaya kepada Tuhan pada dasarnya hari ini harus hidup dengan cara yang sama, cara hidup ribawi dan kepalsuan toleransi dan piagam hak asasi buatan PBB. Perbedaan ini dikurangi sesuai dengan moral pribadi dan sikap seksual, yang membentuk sikap puritan atau dialektika kebebasan. Yang mereka katakan adalah kebalikan dari Dien Islam, moralitas di turunkan menjadi perilaku puritan, dimana kita ‘diarahkan’ untuk meributkan hal-hal yang bukan esensial, ini salah satu pola pembelokan yang dilakukan dalam masyarakat, media membesarkan hal-hal yang tidak utama sedangkan kejahatan riba tidak pernah terlihat. Keadaan ini bisa berubah dengan kita menurut hanya kepada perintah Allah, segera kita mulai dari diri kita.

Muslim hari ini di Indonesia dan dimanapun harus mengerti riba dilarang oleh Allah dan perbankan adalah intitusi riba dan untuk menerima mereka artinya kita tidak mematuhi Allah dan mencoba memasukkannya kedalam shalat dan zakat kita serta transaksi kehidupan kita hari ini, berarti menyembah kepada sesuatu selain Allah. Itu berarti kita muslim Indonesia perlu memahami bahwa kemenangan kita di dapatkan dari kepatuhan terhadap Allah dengan meninggalkan sistem riba dan segala lembaga yang terkait dengannya.

Mereka para ekonom dan pembaharu islam berkata “kami praktis”, padahal mereka menipu diri sendiri. Dengan mengatakan bahwa mereka praktis adalah bukti ketidak berdayaan mereka yang berakibat ketidak mampuan bertindak sesuai dengan Islam. Mereka perlu menyadari bahwa satu-satunya rintangan yang ada adalah diri mereka sendiri. Ketika mereka gagal memahami teknik kapitalisme maka mereka mengislamkan kapitalisme, terciptalah Bank Islam. Mereka pikir bahwa sesuatu yang halal adalah tidak mungkin, dan pengertian ini membutakan mereka.

Jadi perbuatan orang tidak dapat dinilai hanya dari keperluan dan kepentingannya. Jika itu terjadi, berarti kepentingan dari sistem bank lebih tinggi dari pada kepatuhan terhadap Allah. Seperti yang dikatakan oleh yang menyimpang: ” Allah yang paling berkuasa, tapi para bankir lebih praktis. Kita harus mengikuti sunna para bankir (rentenir)”. Ini suatu ironi dari dualisme hari ini. Mereka menyebut bank adalah setan, tapi mereka tanpa sadar meng-Islam-kan sistem riba, lahirlah ekonomi Islam dan bank Islam. Hal ini menunjukkan ketidak berdayaan dari cara melihat mereka dan jelas menyebabkan mereka menyerah.

Tindakan kita sebagai muslim adalah kepatuhan kepada Allah, dan kepatuhan ini ada di atas segala tujuan (keperluan) kelompok ataupun pribadi. Kepatuhan adalah tujuan itu sendiri. Patuh kepada perintah Allah mengatasi segala keperluan. Hal ini bebas dari prasyarat dan segala ikut campur pengaruh pribadi. Bertindak dalam kepatuhan tidak terhalang oleh keterbatasan seseorang. Bertindak dalam kepatuhan adalah menginginkan apa yang diinginkan Allah. Seseorang yang patuh kepada Allah dapat dengan seketika menghilangkan sistem bank. Sistem bank tidak punya kekuatan dimata seorang Muslim yang menyadari bahwa riba dilarang dan diperangi oleh Allah. Sistem bank hanya punya kekuatan dimata orang yang mempercayainya dan menyihir orang yang tidak perduli apa itu riba. Hal ini kemudian akan melahirkan kerusakan di masyarakat.

Hari ini dinar dirham telah dicetak kembali di Indonesia yang melalui Pencetakan mandiri pertama yaitu Islamic Mint Nusantara dalam suatu otoritas dan di bantu oleh muslim di Nusantara dalam menjalankannya dan ini menjadi pembuka jalan untuk kembalinya Perdagangan Islam tanpa riba. Kemenangan kita sebagai Muslim dalam menjalankannya adalah dengan mentaati Allah. Tanpa cinta kepada Allah, shalat menjadi suatu ritual dan kebudayaan dan masjid-masjid menjadi tempat shalat lima waktu dan shalat Jum’at yang terpisah dari kegiatan muamalat yang telah di ganti dengan ekonomi ribawi.

Hasil dari meninggalkan cara berpikir riba ini adalah Muslim bisa patuh, dapat muamalah dengan benar, dapat berjuang di jalan Allah, dan dengan begitu kita bisa merasakan shalat lima waktu karena cinta (kepada Allah) bukan lagi sebagai sebatas kewajiban. Dan ini yang kita inginkan. Kafir telah melarang kepatuhan kepada Allah, menghilangkan perniagaan yang halal, perkelahian diluar hukum fisabillillah dan mengurangi shalat sesuai keperluan. Tujuan hidup kita hanya memuja Allah sedangkan kafirun memuja selain Allah. Kewajiban kita adalah Mengikuti perintahNya dan Allah dengan jelas mengatakannya dalam al-Quran,

Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, dan Ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan dan bertawakallah kepada Allah, Dan cukuplah Allah sebagai pemelihara. (al Quran 33: 1-3)

Kapitalisme Adalah Masalahnya
 Humanisme dengan kekuasaan legalnya dan hak azasi manusia, pura-pura menolong agama-agama, kenyataannya menghapuskan semuanya. Tapi ini bukan berarti tidak ada lagi agama sama sekali, agama baru adalah kapitalisme (sistem riba-perbankan). Dia memerintah dengan sistem yang berdasarkan mata uang buatan (uang kertas). Sistem perekonomian dunia dimana setiap orang harus menggunakan US Dollar adalah jelas suatu tirani terhadap semua bangsa lain di dunia, dan terutama Muslim. Semua grup politik dan perserikatan Muslim yang dalam seratus tahun terakhir telah mendukung sistem uang kertas, tidak peduli apa yang dikatakan mereka, telah mendukung sistem tirani yang dipakai untuk menguasai dunia. Pengertian mereka tentang Islam disimpangkan karena mereka tidak dapat memahami apa yang tidak dapat diterima oleh Shari’ah dan alasan untuk itu adalah mereka telah tercemar oleh pragmatisme kebutuhan yang sebenarnya adalah hasil dari penyimpangan spiritual. Ini adalah cerita satu abad fundamentalisme. Mengapa para fundamentalis tidak berhasil dalam seratus tahun terakhir? Mengapa mereka telah dikalahkan dalam setiap segi politiknya? Karena mereka tunduk kepada agama modern, riba. Pembentukan bank Islam menunjukkan sifat jahat dari kepercayaan mereka. Grup pembaharu ini sama dengan grup pseudo-Sufi (pseudo artinya palsu) yang mendukung riba sebab mereka pikir bahwa riba tidak akan mempengaruhi ‘transendental’ mereka.

Selubung moral baru telah menggantikan kekuatan normatif dari agama-agama. Hak azasi manusia, toleransi dan demokrasi adalah bendera moral yang digunakan oleh para periba (bankir) untuk mengatur dunia. Mereka mengajukan ceramah palsu. Dengan latar belakang ini, tidak seorangpun dapat menanyakan sifat moral dari riba, saham atau uang kertas. Mereka sudah pasti, tidak dapat dibantah, tidak dapat disangkal.

Kapitalisme adalah cara hidup utama hari ini dan jalan keluarnya hanyalah Islam. Islam adalah jalan dari semua manusia (baik mereka sadar atau tidak), adalah satu-satunya strategi yang tidak hanya menentang tapi menawarkan cara lain terhadap sistem kapitalis. Kapitalisme seluruhnya berdasar kepada riba, dan ini adalah kejahatan, karena begitulah yang ditetapkan oleh Allah.

Kita muslim diminta menerima hak asasi manusia, toleransi dan demokrasi, artinya kita secara tidak langsung diminta menerima kapitalisme yang menjadi cara hidup kufar, itulah yang sebenarnya. Seluruh perdebatan kemanusiaan (humanisme) adalah suatu olok-olok untuk menyembunyikan sifat jahat dari kapitalisme yang hadir dalam keseharian kita lewat sistem riba. Amalan riba telah memperbudak dunia dengan cara mengubah sifat uang, membuatnya seakan akan produktif (bunga) dan seakan akan bernilai (fiat money atau uang kertas yang tidak bernilai selain sebagai secarik kertas).

Kapitalisme tidak berperikemanusiaan, tidak toleran atau tidak demokratis. Karena itu anda tidak dapat mengkritik bank dengan perangkat moral dan cara berpikir yang saat ini telah diajarkan di sistem pendidikan yang berbasis la illa (tidak ada Tuhan), semuanya tidak berguna kecuali kita patuh kepada Allah dengan meninggalkan sistem riba itu sendiri.

Tidak perlu dikatakan lagi atau diperdebatkan, penilaian ini di atas dialektika palsu dari kiri dan kanan atau terorisme.Pertempuran selanjutnya adalah antara Muslim melawan bank. Informasi sepihak berarti kebanyakan orang tidak tahu apa Islam itu dan penyelenggaraan pemerintahan Islam juga tidak memberikan contoh yang benar. Tapi Islam lebih besar dari pada itu yang menutupi-nya (kafir). Ketika Allah membuka gerbang Islam, orang akan mengerti dan mereka akan memeluk Islam dalam jumlah yang besar. Islam itu benar-benar agama dunia dan kita akan membutuhkan orang baru untuk menghadapi tantangan ini bersama dalam persaudaraan dan cinta kepada Allah.

Bila riba terus diizinkan dan diamalkan maka tidak akan ada pemerintahan Muslim yang muncul. Kekuatan ekonomi yang dikuasai bank melebihi kekuatan dari lembaga-lembaga sipil atau politik manapun. Karena itu setiap usaha untuk membangun masyarakat yang jujur dan beradab berarti secara tidak langsung adalah penghapusan sistem bank dan menggantikannya dengan sistem keuangan dan pembayaran yang baru yang tidak menyangkut riba. Untuk meninggalkan kenyataan riba-kapitalis saat ini, hanya ada satu kenyataan lainnya yang dapat menghapuskannya, dan itu adalah kembali kepada Islam.

Bagaimanapun juga, perintah Allah dalam urusan ekonomi bagi kita muslim telah jelas dikatakan dalam al Quran, Allah berkata dalam Qur’an (2, 274):“Allah telah mengizinkan perdagangan dan melarang riba”. Ini berarti Allah telah melarang praktek riba yang dilakukan oleh perbankan. Karena itu pilihannya adalah apakah sistem perbankan yang harus dihilangkan atau hukum Allah yang harus dihilangkan. Karena hukum Allah tidak dapat dihilangkan, berarti bank yang harus pergi.

Wajar bahwa bank akan melakukan apapun untuk mempertahankan keberadaannya, termasuk mencoba melemahkan atau malah menghilangkan hukum Islam. Mereka akan membela diri dengan mengatakan bahwa agama Allah tidak perlu melaksanakan hukum Islam, itu artinya, bahwa pelaksanaan hukum Islam tidak penting untuk agama Allah; dengan cara lain mereka akan mengatakan bahwa pelaksanaan hukum Islam tidak memerlukan Allah, itu artinya, tidak memerlukan kepercayaan pada Allah dan itu bisa diubah atau disesuaikan dengan alasan praktis yang telah dijelaskan di atas – ini adalah orang-orang yang akan mengusulkan bank Islam, asuransi islam, kartu kredit islam, mereka ini menipu diri mereka sendiri.

Asas sosial kafirun adalah lembaga riba yang disebut perbankan. Melalui pasar bursanya dan uang kertasnya yang tak berharga, mereka memperbudak seisi dunia di bawah kendali segelintir spekulan keuangan yakni keluarga para elit perbankan. Dominasi kapitalis mereka (lewat korporasi dan lembaga perbankan) nyaris tak menyisakan lagi alam bumi, serta meluluh-lantakkan keselarasan sosial dan penduduk. Bukannya membawa “kesetaraan” seperti semboyannya, kesetaraan malah memastikan penindasan massal dunia. Tanggung jawab untuk membebaskan umat manusia dari kapitalisme adalah tugas kita umat Islam di Nusantara dan dunia.

Sebuah Jalan Kembalinya Kesultanan Di Nusantara Dan Kekuatan Muslim Nusantara Untuk Membangun Kembali Perdagangan Dunia.
Bagian akhir dari tulisan ini penulis ingin sampaikan untuk para Sultan- Sultan, Pemangku Adat, para Datuk kaumnya, Pimpinan Pondok Pesantren, para Habaib, Ulama, Pimpinan Organisasi Islam dan seluruh elemen masyarakat muslim di tanah Nusantara, dengan segala kerendahan hati dan karena di dorong oleh kasih sayang Allah yang tiada terbatas saya menyampaikan ini secara terbuka untuk saling mengingatkan sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-’Ashr:

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (al Quran surat. 103:1-3)

Hari ini dapat kita lihat akibat diberlakukannya sistem riba (kapitalisme) melalui demokrasi (artinya tidak ada kebebasan), humanisme (yang tidak humanis) dan toleransi (yang tidak toleran) sebagai topengnya maka kekuasaan Sultan-Sultan sebagai wakil Allah dan seluruh bangunan muamalat Islam menjadi terpinggirkan, hilang dan nyaris tidak ada, kini hanya menjadi sebuah peristiwa kebudayaan dan simbol. Hari ini cara hidup muslim diganti dengan agama baru yang disebut kapitalisme, sebuah paham yang menjadikan riba sebagai doktrin absolutnya. Cara hidup riba ini adalah sebuah kerugian bagi kita muslim di Nusantara karena tidak mentaati kebenaran dari Allah, mari kita tinggalkan riba.

Jadi ada beberapa hala yang dapat kita lihat, yaitu: Pertama, pemain keuangan global dan segelintir bankir (lintah darat) dan para politikus menguasai hajat hidup orang banyak yang katanya atas nama rakyat. Islam tidak mengenal kelas politikus, politikus bukanlah pemimpin, mereka hanyalah sekumpulan orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya, model ini tidak pernah dikenal dalam sejarah kepemimpinan muslim selama 1400 tahun, demokrasi hari ini hakikatnya hanya sebuah topeng tiran dari sistem yang brutal yaitu sistem ribawi perbankan dan uang kertas. Demokrasi telah memecah belah bangsa ini dan khususnya umat islam dan memang itu adalah tujuannya, kita digiring kepada kebohongan yang disebut kekuasaan tertinggi ditangan rakyat, dengan itu Islam dipinggirkan, sehingga Islam hanya tinggal nama tanya kenyataan, Islam telah direduksi hanya menjadi sebuah urusan ritual semata yang berada di masjid, atau perayaan pernikahan, upacara kematian, tapi Islam tidak ada dipasar (perdagangan) dan Islam kini tidak ada pada kehidupan sosial kaum muslim, Islam dimasukan dalam bingkai palsu dari humanisme, pluralisme, nihilisme, persaudaraan, terorisme, ekonomi Islam dan persamaan, yang semuanya berlawanan dengan dien Islam.

Kedua, penyimpangan terselubung dalam syariat dimana sekelompok ‘ulama modern’ islam yang gagal memahami teknik kapitalis (sistem riba) yang pada akhirnya mereka mengislamkan kapitalis, mereka membuat sesuatu yang tidak pernah ada dalam muamalat islam yaitu: perbankan syariah, ekonomi Islam, asuransi Islam, partai Islam, kartu kredit Islam, negara Islam, pasar saham Islam yang pada kenyataannya semua itu berlawanan dengan dien Islam, semuanya itu berlandaskan sistem riba-uang kertas (surat hutang yang tidak bernilai dan hari ini hanyalah surat janji kosong dari secarik kertas yang tiada nilainya) dan sistem riba ini telah ditanam dari awal ‘kemerdekaan’ indonesia lewat demokrasi sebagai pelayan perbankan (rentenir). Inilah hakikat demokrasi, yang memastikan sistem riba terus berjalan dan kita semua adalah budaknya.

Dengan bank terus menciptaan uang kertas dan kredit (riba) tanpa batas maka terjadilah apa yang disebut inflasi (nilai uang merosot dan harga-harga menjadi tinggi) dan juga permainan hutang (riba) berskala nasional dan internasional, keseimbangan alam dan sosial menjadi rusak, merusak keluarga kita, merusak perdagangan kita, merusak alam Nusantara, merusak pemerintahan kita, merusak generasi muda kita, merusak dunia kita, merusak wanita-wanita muslim, merusak tatanan sosial, merusak hati kita. Sistem Keuangan ribawi ini telah meruntuhlah salah satu tiang Islam, yaitu tiang zakat.

Islam telah mempunyai jalan keluar dari kejahatan riba ini sejak 1400 tahun lalu dan ini akan berjalan kembali sama ketika pertama kali ini ditegakkan di Madinah Al Munawwarah, riba jelas ditentang Allah dan rasul-Nya dalam Al-Quran, tanpa diperangi pun sistem riba akan runtuh beserta hal-hal yang terkait dengannya. Saya tidak katakan ini mudah, sebaliknya ini sangat mungkin untuk dikerjakan kembali, insyaallah.

Dalam Islam kekuasaan tertinggi adalah di tangan Allah dan rasul-Nya, sebuah bentuk amanah berikutnya yang diberikan langsung bagi Sultan Sultan di tanah Nusantara, merekalah otoritas. Jalan kembalinya telah terbuka lebar,dan kita harus segera melakukan secara bersama-sama beberapa hal mendasar secara cepat antara lain adalah:

  1. Kami sebagai bagian dari Kesultanan di Nusantara mengajak para Sultan untuk kembali memegang otoritas ini dalam pemerintahan yang berdasarkan kitabullah dan sunnah sebagai suatu amanah dari Allah hingga akhir jaman ini.
  2. Mencetak kembali Koin Emas (Dinar) dan Koin Perak (Dirham) dan Sultan dengan segera memberlakukan penarikan kembali Zakat Mal dalam koin emas dan perak, dalam hal ini Islamic Mint Nusantara telah mempersiapkan segala sesuatu terkait pencetakan ini.
  3. Segera menggunakan Dinarfirst – mobile exchange system sebagai kemudahan dalam bertransaksi menggunakan dinar dirham melalui handphone ataupun Yahoo! Messenger untuk transfer, saving dan trading kemanapun khususnya di Indonesia.
  4. Semua institusi Zakat, Wakaf dan Baitulmal di Indonesia harus berada di bawah Sultan Sultan Nusantara dalam pengelolaanya.
  5. Memberlakukan kembali fungsi pasar terbuka Islam berdasarkan wakaf di wilayahnya masing-masing
  6. Memberlakukan kembali fungsi lembaga peradilan Islam dengan menunjuk Qadi dan Fuqaha terbaik.
  7. Serta juga melindungi kaum dhimmi dengan memberlakukan jizya (pajak kepada non-muslim) mereka non-muslim langsung dilindungi oleh Sultan. Inilah Kepemimpinan sejati. Islam Kembali di timur dan barat. Allahu Akbar!

Mari kita bersatu bersama dalam persaudaraan dan cinta yang tinggi untuk Allah dan rasul-Nya dalam meninggalkan riba dan segera mengamalkannya hari ini, insyallah. Mari tinggalkan para munafik yang senang mencari-cari kesalahan dan senang jika kabar buruk tersebar di antara muslim.

Akhir kata kita muslim memerlukan para Sultan sebagai sebuah otoritas yang telah dikenal luas, karena Sultan adalah para tuan penjaga dien, Sultan adalah pemimpin sejati, merekalah Khalifatullah. Kembalinya Kesultanan di Nusantara adalah juga kembalinya seluruh bangunan muamalat Islam. Kembalinya Cahaya Islam. Hasbuna Allah wanimal wakil.

About these ads
About

all you need is love

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Islam, Sejarah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Exchange Rate
Friday 04/ 04/ 2014
update 11:00 (WIB)
sources: www.dinarfirst.org

1 Gold Dinar (9999)
4.44 gram or 1/7 troy ounce
IDR 2,166,500

1 Silver Dirham (999)
3,11 gram or 1/10 troy ounce
IDR 39,000

1 Daniq (999)
0.5183 gram or 1/60 troy ounce
IDR 11.000

#DinarDirham #IndonesiaHapusRiba #IslamHapusRiba
Bertamu
  • 210,830 hits
Dinarfirst People
From #Surabaya starting with #DinarDirham for halal trading #IslamHapusRiba #FreeMarket #Gold #Silver #IMN #DinarfirstPeople www.dinarfirst.org #DinarDirham #RemoveRiba #IndonesiaHapusRiba #IslamHapusRiba #Gold #Silver #IslamicMintNusantara #Tradition #Culture www.dinarfirst.org Kraton Yogya Peringati HUT 266, Mewujudkan KeKhalifahan Jawa http://dinarfirst.org/kraton-yogya-peringati-hut-266-mewujudkan-kekhalifahan-jawa/ #DinarDirham #Dinarfirstpeople #Java #Nusantara #IslamHapusRiba #IndonesiaHapusRiba #dinarfirstpeople mas Musa with 1 Dinar 4.44 gram (9999), find it at www.dinarfirst.org. #dinardirham #pasar #muamalah #saudara #gold #silver #nusantara #dinarfirstpeople mas Lilik is one of the trader of organic rice and pure coconut oil from #yogyakarta Sultanate are use #dinardirham nabawi for muamalah. 1 Dinar is 4.44 gram (9999) or 1/7 troy ounce, Islamic Mint Nusantara, World Dinar Council. find it at www.dinarfirst.org #gold #silver #pasar #mumalah
Follow Islam Hari Ini on WordPress.com
Islam Hari ini

Website ini adalah sarana untuk meperkenalkan segala yang berkaitan dengan ilmu dan amal yang terkait dinar dan dirham, fikih Imam Malik ataupun Imam Syafi'i, cetak biru sumber awal muslim yang perlu kita jalankan kembali sebagai muslim agar dapat keluar dari penyakit jaman ini yaitu riba (bank dan uang kertas) dan meinggalkan sihir demokrasi.

Islam hari ini bukan yang kiri atau kanan, bukan ekstrem, bukan anti, bukan idealis, bukan liberal, bukan nasionalis, bukan teroris, bukan yang lalu atau akan datang, kita tidak berdialektika. Islam adalah hari ini, disini dan saat ini. amalkan.

Mulanya islam itu asing, dan kembali asing seperti semula. Maka berbaik-baiklah kepada orang asing itu! Dan ditanyakanlah kepada Rasulullah salallahu alaihi wasalam, siapakah orang asing itu? Nabi salallahu alaihi wasallam menjawab, Mereka yang memperbaiki apa yang telah dirusak manusia dari ajaranku'. (pada hadis lain dikatakan) 'orang asing itu berpegang teguh dengan apa yang kamu pegang sekarang.' (pada hadist lain dikatakan) orang-orang asing itu adalah manusia yang sedikit jumlahnya,mereka orang yang baik diantara banyak manusia, yang memarahi mereka lebih banyak dari yang mencintainya (hadis riwayat muslim dan tirmidzi)

Kenapa Uang Kertas Dilarang Dalam Islam

Dalam islam semua transaksi jual-beli harus memenuhi tiga syarat:

1. sukarela atau disebut antaroddin minkum),
2. setara atau disebut mithlan bi mithlin, dan
3. kontan atau disebut yaddan bi yaddin.

uang kertas, namanya rupiah atau dolar atau euro atau pounsterling atau apa saja, tidak dapat memenuhi ketiga syarat tersebut. uang kertas tidak sukarela, tidak setara, dan tidak kontan. jadi, mau buat beli telor, beras, kambing atau buat membayar apa pun, uang kertas tidak bisa digunakan, batil, haram hukumnya.

Uang kertas  tidak dapat memenuhi ketiga syarat jual-beli tersebut, karena di dalamnya mengandung dua jenis riba sekaligus yaitu:

1.riba al fadl (karena ketidaksetaraannya itu), dan
2.riba an nasiah (karena penundaan pembayarannya) tersebut. Jadi jelas, uang kertas itu, haramnya pangkat dua.

Hari ini uang kertas dan sistem perbankan riba dimasukan ketengah kaum muslim nusantara yang di integrasikan (dimapankan) lewat kuda trojan bernama demokrasi.
Apa Itu Dinar Dan Dirham
Dinar dan dirham telah menjadi alat tukar sejak masa Nabi Adam sampai masa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan muslimin sampai jatuhnya Ke Khalifahan Turki tahun 1924. Kedua mata uang logam tersebut digunakan umat muslim selama lebih 1400 tahun. Peradaban manusia sendiri telah menggunakan alat tukar emas selama lebih dari 5000 tahun. Umar bin Khattab, radiya’llahu’anhu menetapkan hubungan tegas antara keduanya sesuai berat mereka yakni: “(berat) 7 Dinar harus setara dengan (berat) 10 Dirham”. Wahyu Allah menyebut Emas dan Perak serta mengaitkannya dengan berbagai hukum , misalnya zakat, perkawinan, hudud.

Sehingga sesuai wahyu Allah, Emas dan Perak mesti nyata dan memiliki ukuran dan penilaian tertentu (untuk zakat dan lainnya) yang mendasari segala ketentuannya, bukan atas sesuatu yang tak berdasarkan shari’ah (kertas dan logam lainnya). Ketahuilah bahwa terdapat persetujuan umum (ijma) sejak permulaan Islam dan masa Sahabat serta tabi’in, bahwa dirham yang sesuai shari’ah adalah yang sepuluh kepingnya seberat 7 mithqal (bobot dinar) emas. Berat 1 mihtqal emas adalah 72 butir gandum, sehingga dirham yang bobotnya 7/10-nya setara dengan 50-2/5 butir. Ijma telah menetapkan dengan tegas seluruh ukuran ini. (Ibnu Khaldun, Al-Muqadimmah). lihat www.islamhariini.wordpress.com


APAKAH DINAR, DIRHAM DAN DANIQ

Dinar
adalah koin emas 4.44 gr (9999) atau 1/7 Troy Ounce

Dirham 3.11 gram (999) atau 1/10 Troy Ounce.

Daniq (1/6 Dirham) 0.518 gr (999) atau 1/60 Troy ounce.

KENAPA DINAR-DIRHAM
Ini adalah pertanyaan penting abad ini, kenapa kita perlu kembali ke alat-tukar emas dan perak? Ini adalah merupakan amal nyata dalam memerangi sistem riba (bank dan uang kertas), Allah dan rasul menyatakan perang terhadap segala praktek riba dan periba

Emas adalah logam mulia dan nilainya tak tergantung pada bangsa maupun ekonomi manapun. Nilainya hakiki dan karenanya handal. Lagipula, emas mudah disimpan dan diangkut, serta segera dikenali sebagai harta kekayaan nyata hampir di seluruh pelosok dunia. Selalu dan akan selalu begitu.

KEGUNAAN DINAR-DIRHAM
Karena Dinar (emas) dan Dirham (perak) mempunyai berbagai fungsi dalam muamalat islam sebagaimana contoh di madinah al munawwara yang antara lain:

1. Untuk Perdagangan Atau Jual-Beli
Sebagai alat tukar, koin dinar emas dan dirham perak dapat digunakan untuk membayar benda niaga dan jasa. Di masa Rasulullah salallaahu alayhi wasallam, seekor ayam dapat dibeli dengan harga 1 dirham, dan hingga hari ini harga ayam masih tetap sama dengan 1 Dirham, 1 ekor kambing dewasa dapat di beli dengan harga 1 dinar hingga hari ini. Artinya selama 1400 tahun inflasi praktis nol. Tak ada alat tukar manapun di seluruh dunia yang dapat melakukan hal yang serupa.

2. Untuk Pembayaran Zakat
Pelaksanaan zakat telah dijelaskan dengan sempurna dan diatur dalam fiqh 4 Imam Madhab ahlul sunnah wal jamaah. Selama berabad-abad saat fiqh dijalankan oleh Khalifah, Sultan ataupun Amir, zakat mal ditunaikan dalam emas dan perak, ini adalah aturan syariah kita.

Saat pertama kali di abad terakhir kolonial menyusupkan uang-kertas, ulama tradisional menolaknya karena berlawanan dengan fiqh. Di antara ulama tersebut muncul ulama terkemuka keturunan Maghribi, Shaykh Muhammad ‘Allish (1802 – 1881), Shaykh para shaykh Maliki di Universitas Al-Azhar di Mesir. Beliau menulis dalam fatwanya jika seseorang mau membayar zakat dengan kertas, maka hanya nilainya sebagai benda niaga (‘ayn), yaitu, nilainya sebagai kertas yang bisa diterima. Dengan demikian, nilai nominalnya tidak bisa digunakan untuk membayar zakat “Jika zakat adalah wajib dengan mempertimbangkan zatnya sebagai benda niaga, maka nisabnya bukan didasari pada nilainya tetapi pada zat dan jumlahnya, sebagaimana emas, perak, biji-bijian, ternak atau buah-buahan. Karena zatnya (kertas) tak berarti (dalam harga) untuk pembayaran zakat, maka kertas harus diperlakukan sebagai tembaga, besi, atau benda serupa lainnya”

3. Sebagai Alat Tukar
Emas dan perak adalah alat tukar universal di seluruh dunia selama berabad-abad. Emas di China sama dengan di Afrika. Sebagai alat tukar untuk pembayaran internasional, emas menghilangkan segala hambatan yang dibuat-buat yang timbul akibat perbedaan mata uang-kertas di setiap negara.

Sebagai alat tukar yang nyata dinar - dirham mempunyai beberapa keunggulan antara lain:
• Stabilitas keuangan
• Nilainya stabil
• Meminimalkan spekulasi dan manipulasi
• Tidak mengenal perbedaan nilai tukar
• Menghidupkan kembali perniagaan sektor riil
• Universal
• Melindungi masyarakat

4. Untuk Tabungan atau Simpanan
Jelaslah bahwa menabung dalam emas menjadi benteng dari manipulasi mata uang-kertas oleh pemerintah maupun spekulan keuangan. Meski sebagai bendanya bisa saja diperdebatkan bahwa emas juga menjadi sasaran fluktuasi berkala, namun kenyataannya jika dibandingkan dengan nilai nisbi benda niaga lain, nilai emas tetap sangat kokoh, sama sekali lebih kokoh dari mata uang-kertas manapun.

Siapa Yang Mencetak Dinar dan Dirham Di Indonesia -Nusantara
Dinar dan dirham Islam telah dicetak dan diperkenalkan di Indoensia pertamakali oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) pada tahun 2000, selanjutnya pada tahun 2010 IMN melakukan koreksi mitsqal yang menetapkan dinar dan dirham baru yang kadar beratnya mengikuti sanad pencetakan dari Walisongo.

Bagaimana Nilai Tukarnya
Nilai tukar dinar dan dirham mengikuti naik dan turunnya nilai nominal uang kertas terhadap harga spot emas dan perak dunia, yang ditentukan saat penukaran. Nilai tukar Dinar-Dirham terbaik dapat di lihat di www.dinarfirst.org setiap harinya

Dimana Bisa Mendapatkan Dinar dan Dirham
Jika anda memerlukan dinar dan dirham silahkan hubungi wakil Dinarfirst terdekat di daerah melalui website www.dinarfirst.org atau CALL/SMS/WA Dinarfirst Nusantara +6287719971991

Apa Itu Kios Dinarfirst
Kiosk Dinarfirst adalah jaringan wakil Dinarfirst yang bertujuan sosial kemasyarakatan untuk memudahkan kita semua mendapatkan dinar dan dirham.

Bagi yang telah mengerti dinar dan dirham silahkan langsung beritahukan kepada saudara muslim yang lian. Mari kita taati Allah dan rasulNya.

JIHAD JAMAN INI ADALAH MEMBERSIHKAN DIRI KITA DARI KOTORAN RIBA

Hasbuna llahu wa ni’ma l-wakil. La ilaha illa llahu wa llahu akbar, wa subhana llah wa bi hamdihi wa astagfiru llah, wa la haw la wa la quwwata illa bi llah, hu wa l-awwalu wa l-akhiru wa dh-dhahir wa l-batin, bi yadihi l-khayr, yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala kulli shayin qadir.

Benteng Nusantara
“Yaa ayyuhal ladziina aamanush biruu wa shaabiruu wa raabithuu wat taqullaa-ha la’allakum tuflihun”

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah ber-ribat (waspada-siap-siaga, di daerah perbatasan musuh Islam) dan bertaqwalah kamu terhadap Allah supaya kamu beruntung” (Al-Quran 3:200)

Benteng Nusantara (2000)
Benteng atau Ribat adalah sebuah pertahanan di mana insan muslim dilatih berjihad (berjuang), baik untuk melawan kebodohan dan ketidakadilan sosial, maupun untuk mencapai kecemerlangan spiritualitas jiwa melalaui dhikir, fikr dan himma. Makna Ribat adalah tempat tinggal orang yang menempuh jalan Allah. Sedangkan Murabathah adalah memerangi musuh Islam. Orang yang berjihad membela kaum muslim disebut al-mujahid al-murabith

The Journey To The King
Bismillah! The pleasure of life is only in the company of the Fuqara -they are the Sultans, the masters, and the princes.

There is no higher company. As they are the least of men and make no claims they are the elite and the two worlds are their property. With them is the maqam al-Mahmud, for the Messenger, blessings and peace of Allah be upon him, has said: 'look for me among the poor, for I was only sent among you because of them,' and 'Poverty is all my glory,' and Allah loves the poor.'

Therefore, keep their company and have adab in their assemblies. Leave your portion behind you whenever they send you forward.

Keep their company - in this is half the science of knowledge. Our knowledge is not informational but it is transmitted. The company of the fuqara' is like a developing fluid in which the murid is soaked, until by its properties the image of his secret that has already been imprinted on his self emerges and is recognised. As we see later in the poem, the imprinting of the image is due to being exposed to the light of the Shaykh.

Until you taste this ease in the company of the fuqara' you can never taste ease in your own company. Until you taste ease in your own company you can not reach the stage of entering the arena of the ahwal (states) of the Shaykh. Once you trust the fuqara' you trust yourself. When you trust yourself you meet the Shaykh at last, not as a guide or a teacher, or a leader, but as a light calling to light.

___________________________________ For those who travel to Allah and do not listen to its conversation or follow its opinion, it is like a strong wind released for sailors. In one hour, it makes them arrive whereas others arrive there after a month or a year. Allah knows best. When someone halts with conversation and opinion, by Allah, he ramains becalmed, at a standstill, as occurs to sailors. Such is its nature. We think that the one who leaves what does not concern him will find that the least of means is enough for him. If he does not leave it, nonthing will be enough for him, no matter what he does. (Shaykh ad-Darqawi)

Pengetahuan terbesar adalah pengetahuan yang di iringi rasa takut (kepada Allah). (ibn Ata'illah)

Pecinta sejati tiada bertepi, rindu tanpa batas dan cinta tanpa kahir, tidak dimiliki dan memiliki (al-faqir)

Aku akan berjalan ribuan kilometer bersama kepalsuan, sampai aku bisa menemukan satu langkah yang benar dan sejati (al-Junayd)

GLOSSARIES

islam: orang yang menerima kebenaran, menyatakan kebenaran Allah dan rasulNya

kafir: orang yang menutupi, menolak atau menyembunyikan kebenaran Allah dan rasulNya

riba (bunga): yang pertama, al nasi’ah, merujuk pada selisih waktu; dan riba yang kedua, tafadul atau al-fadl , merujuk pada selisih nilai.

shi'a: Mengenai Shi'a, mereka dikenal dengan beberapa nama lainnya, termasuk juga ar-Rafida (orang yang melarikan dari barisan atau berkhianat atau juga pemberontak kepada otoritas muslim -dalam hal ini adalah Khalifah), al-Ghaliyah (artinya Ekstrim- orang-orang yang berlebih-lebihan) dan at-Tayyara (artinya yang tidak bertanggung-jawab atau oran-orang yang mudah berubah-rubah). Mereka dikenal saat ini dengan sebutan Shi'a (artinya The partisans - kelompok yang diam-diam melawan pemimpin islam - dalam hal ini terhadap khalifah) untuk alasan yang sederhana mereka memmisahkan diri (shayya'at) untuk mendukung Ali, semoga Allah memberkahinya, dan mengatakan dia Ali radiallahu 'anhu lebih tinggi kedudukannya dari seluruh sahabat-sahabat baginda Rasulullah salallahu alayhi wasallam. Sebutan Rafida untuk Shi'a dikerenakan penolakan (rafd) mereka terhadap hampir seluruh Sahabat-Sahabat Nabi Muhammad. mereka menolak Ke Imam-an dari Abu Bakr dan 'Umar (semoga Allah memberkahi keduanya). Yang lainnya, bagaimanapun, mereka juga disebut ar-Rawafid (the Desrters- orang yang melarikan dari barisan dalam hal ini berkhianat) karena mereka melarikan diri dari Zaid ibn 'Ali, ketika Zaid menerima otoritas (Kekahlifahan) dari Abu Bakar dan "Umar (semoga Allah memberkahi keduanya) dan mereka menyatakan lebih memilih Imam mereka sendiri. Zaid mengatakan (kepada bekas pendukung-pendukungnya): "Mereka telah mengkhianatiku (rafaduni)," dan mereka menjadi seperti apa yang dikenal sekarang sebagai Rafida. Mereka juga yang menyiapkan Shia"a sebagai seseorang yang tidak menerima kepamimpinan 'Uthman atas 'Ali (semoga Allah memberkahi keduanya), dimana para Rawafid adalah yang (lebih aktif) mendukung kepemimpinan dari 'Ali atas 'Uthman (semoga Allah memberkahi keduanya). Termasuk di antara Shia'a adalah Qat'iyya (Positivists -rasionalist), mereka yang disebut itu karena pernyataan kepastian (qat') mengenai kematian dari Musa ibn Ja'far. Juga termasuk di antara mereka adalah Ghaliya (extremists), mereka di sebut itu karena terlalu fanatik berlebihan mencintai (ghuluww-devotion) Ali, semoga Allah memberkahinya, dan dengan perbuataan yang tidak pada tempatnya mereka memberikan atribut-atribut keTuhanan (rububiyya-Lordship) dan keNabian (Nubuwwa) pada Ali, semoga Allah memberkahinya.Nama dari penyusun yang mengkompilasi tulisan buku-buku mereka adalah: Hisham ibn Hakam, 'Ali ibn Mansur, Abu'l-Ahwas, al-Husain ibn Sa'id, al-Fadl ibn Shadhan, Abu 'Isa al-Warraq, Ibn ar-Rawandi and al-Maniji. Pusat terbanyak konsentrasi mereka dapat ditemukan di dikota-kota seperti Qum dan Qashan (di Iran) dan di daerah Idris dan Kufa (di Iraq).

dhimmi: seorang dhimmi adalah seseorang yang memilih tinggal di dalam masyarakat muslim di bawah hukum Islam sementara dia tetap bukan orang Islam, berarti mendapat jaminan keselamatan dari segala bentuk pelecehan atau rongrongan agama.

fuqara: sebutan untuk murid-murid Shadilliya-Darqawi, berasal dari kata faqir. Wali dari Bahlil berkata: ‘Fuqara adalah sekumpulan semak-belukar.’ Shaykh Abu Madyan berkata: ‘Kenikmatan hidup hanya jika berkumpul dengan fuqara - merekalah para sultan, para tuan dan para pangeran.’ Si faqir adalah dia yang telah berpaling dari kesia-siaan pencarian dunia ini dan melangkah pada pencarian atas al-Haqq, yakni rahasia keberadaannya sendiri. Syarat pertama bagi pencarian ini adalah dia harus berkumpul dengan khalayak yang juga ingin memperoleh ilmu ini. Untuk masuk kalangannya berarti harus susah dengan kesulitan-kesulitan mereka dan gembira dengan keberhasilan-keberhasilan mereka. Awalnya si faqir melihat kesalahan-kesalahan para faqir lain. Ketika ia menyadari bahwa mereka baginya serupa sebuah cermin - sebagaimana makna sebuah hadist terkenal - ia berhenti melawan mereka dan cinta mulai bersemi di hatinya bagi para pecinta Allah. Dengan cara inilah ia mendekati Shaykhnya. Si faqir miskin dalam Allah, dan cukuplah Allah baginya dalam kemiskinannya (di ambil dari 100 langkah, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi). Shaykh Abdal Qadir As-Sufi pernah menulis: “Sebenarnya tidak ada lagi tempat yang lebih tinggi. Ketika hanya sedikit manusia yang mampu mencapai tingkat tertentu, namun mereka tidak pernah mendakwakan diri sebagai kelompok terpilih (elite). Sebenarnya mereka ini telah mencapai tingkatan kemuliaan (maqam al- mahmud). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pernah berkata: “Wahai kaum faqir, hanya karena engkaulah aku diutus Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya di bumi ini,” juga sabdanya: “Kefaqiran adalah kemuliaanku,” dan “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang faqir.”

sallallahu ‘alayhi wa sallam: Salutation for the Messenger of Allah, meaning ‘may Allah bless him and grant him peace’.

faqih: (jamak: fuqaha) Ahli pengetahuan hukum Islam, yang dengan pengetahuannya memiliki wewenang untuk memberikan pendapat ataupun fatwa

fatwa: Ketetapan tentang hukum Islam yang dikeluarkan oleh seorang faqih yang berwenang

freemansory: Kelompok elit (sedikit) yahudi yang mengajarkan gagasan-gagasan palsu tentang humanisme, seperti persaudaraan antarmanusia, toleransi beragama, serta universalisme yang bukan berlandaskan kepada TAUHID. Retorika lain yang mereka gunakan adalah penghargaan atas pluralisme dan persamaan hak.

fiqh: Pengetahuan tentang penerapan ajaran agama

sosialisme: kapitalisme dalam perspektif lain, yakni kapitalisme negara.

Illuminati: I. Member of a group of people claiming to be particularly enlightened. Religious sects and secret societies have at various times called themselves illuminati, and there are persistent myths about such groups masterminding world events.
II. The Spanish illuminati (aluminados) had beliefs derived from gnosticism and were suppressed by the Inquisition during the 16th century. They also established themselves in Picardy and elsewhere in France during the 17th century, and lasted in isolated bodies until the end of the 18th century.
III. A secret masonic society with republican views was formed in 1776 by Adam Weishaupt, professor of canon law at Ingolstadt, Bavaria. This group, called illuminati because they claimed exclusive right to the illumination of Jesus, was anti-jesuit, and was suppressed in 1785.

Kesultanan Nusantara
In Brunei:

In China:

Furthermore, the Qa´id Jami al-Muslimin (Leader of the Community of Muslims) of Pingnan Guo ("Pacified South State", a major Islamic rebellious polity in western Yunnan province) is usually referred to in foreign sources as Sultan

In Indonesia (formerly in the Dutch East Indies):

  • on the Riau archipelago: sultanate of Lingga-Riau by secession in 1818 under the expelled sultan of Johore (on Malaya) Sultan Abdul Rahman Muadzam Syah ibni al-Marhum Sultan Mahmud

In Malaysia, 9 states out of 13 states are sultanates, all on the Malay peninsula:

In the Philippines:

In Thailand (Siam):

Contemporary sultanates
NASEHAT DARI ORANG ASING
"Maukah kuceritakan kepadamu tentang amalmu terbaik dan paling bersih dalam pandangan Allah swt. serta orang yang tertinggi derajatnya di antaramu, yang lebih baik dari menyedekah emas dan perak serta memerangi musuh-musuhmu dan memotong leher mereka dan mereka juga memotong lehermu?" Para sahabat bertanya,"Apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Dzikir kepada Allah swt" (Hr. Baihaqi)

Sufi dari syam menyampaikan: "(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah" (al-Baqarah-273)

Wahai orang-orang beriman! jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antaramu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang (49:12)

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka, Katakanlah, "Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar" (49:17)

Donasi Islam Hari Ini

Semua yang kami kerjakan ini adalah bagian dari pelayanan kepada muslin di Nusantara dan dunia untuk menyenangkan Allah dan rasul-Nya, bagi muslim yang ingin membantu dengan sedekah dan wakaf tunai silahkan hubungi kami di info@dinarfirst.org

DISCLAIMER
Semua isi tulisan dalam site ini adalah untuk Muslim Nusantara, Muslim seluruh Dunia dan non-Muslim.

Tidak diperbolehkan mengkopi sebagian atau keseluruhan isi atau melakukan perubahan pada isi artikel tanpa izin tertulis, baik melalui e-mail atau fax 62.21.75900412, Ribat Rasulullah

Kami mengizinkan isi website ini di sebarluaskan, dalam bentuk media cetak, elektronik atau CD selama tidak melakukan perubahan terhadap sebagian atau keseluruhan isi artikel dan tidak mengganti nama penulis atau sumber artikel, dengan permohonan permintaan ijin tertulis atau melalui e-mail kepada editor islamhariini.wordpress.com, info@dinarfirst.org

bagi muslim yang tergerak dan telah sadar tentang pentingnya memerangi riba dan ingin membantu berfisabilillah dengan hartanya silahkan bantu kami pada setiap bulannya atau kapan saja kepada: BCA acc no. 2861386564 atau datang langsung ke Ribat Rasulullah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers

%d bloggers like this: