PEMBERITAHUAN MENGENAI DINAR DIRHAM UNTUK PETUNJUK BAGI MUSLIM NUSANTARA
Tulisan terbuka ini adalah untuk memberi penjelasan berdasarkan pertanyaan yang dikirim melalui email oleh seorang muslim kepada muahaimin iqbal, lalu email itu diteruskan kepada saya dan akan saya coba luruskan, email ini akan menjawab secara langsung pernyataan muhaimin iqbal, yang saya juga tidak kenal dan entah dari mana orang ini, dan dari beberapa pernyataan si iqbal dalam email itu dapat menimbulkan distorsi dalam urusan dinar-dirham dan segala kaitannya. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin (emailnya ada pada saya)
PEMBERITAHUAN MENGENAI DINAR DIRHAM UNTUK PETUNJUK BAGI MUSLIM NUSANTARA
sebuah penjelasan singkat: dinar-dirham/ wakala/ amirat/ umar vadillo/ pencetakan dinar-dirham
AWALNYA DINAR-DIRHAM DI NUSANTARA
Seperti yang telah kami tulis di website ini bahwa Dinar-Dirham di Nusantara ini telah dimulai tahun awalnya pada tahun 1999 oleh tiga orang Fuqara Syadziliya-Darqawiya-Qadiriya-Habibiya dengan memberikan arahan kepada pencetak yaitu PT LOGAM MULIA untuk mencetak (2000), dan hal ini memang tidak diketahui umum (dan memang tidak perlu kok diketahui oleh umum) kami tidak perlu itu, LM hanya membantu mencetak dinar-dirham berdasarkan pesanan dan arahan dari IMN dan WITO pada saat itu sehingga hadirlah koin yang kita kenal hari ini dengan dinar-dirham (IGD atau Islamic Gold Dinar dan ISD atau Islamic Silver Dinar), jadi LM itu hanya berfungsi sebagai percetakan dan tidak pernah terlibat langsung membantu urusan dinar-dirham untuk dien ataupun mumalat, apalagi mensosialisasikan ilmu dan amal islam ini, kalau ada yang lebih baik dan lebih murah dari LM tentunya tentunya bisa dijadikan alternatif.
Sekedar informasi untuk iqbal, LM atau logam mulia pun pernah juga melakukan mis-printing dinar-dirham dalam kadar yang tidak sesuai dengan perjanjian dan pesanan IMN (saya rasa iqbal ngga tahu itu, kan dia baru aja lewat kemaren untuk urusan ini). kalau ada yang namanya iqbal bilang soal logam mulia mencetaknya, apa dia belagak tidak tahu bahwa ada yang menjelaskan dan memberikan arahan untuk ilmu dan amal dinar-dirham ini supaya dicetak sesuai dengan standarnya, mungkin iqbal pekak jadi menipiskan saja fakta itu dengan mengatakan kebetulan saja murabitun yang duluan, bukannya ente yang datang ke logam mulia terus ikut mesan dinar-dirham islam terus mulai ngecap ini dan itu, saya sampaikan dan luruskan ini secara terbuka untuk menjaga muslim yang lain dalam mengamalkan ini (bukan bermaksud untuk riya ataupun ujub). saya juga tahu iqbal itu awalnya tanya-tanya ke zaim saidi tentang bagaimana dan apa dinar itu, terus mulai potong kompas.
awalnya LM (logam mulia) mencetak dinar-dirham mereka itu punya perjanjian walaupun tidak tertulis bagaimana dinar-dirham ini harus dihandling (berkas-berkasnya ada pada IMN), mengenai Islamic Mint Malaysia itu adalah tidak lepas dari kerja fuqara di sana dalam mendorong dan mengingatkan agar bagaimana dinar-dirham ini di amalkan dan ada juga yang bandel dan tolol di sana.
Dan dengan berjalannya waktu LMpun ikut mulai mencetak dinar-dirham dengan desain sendiri dengan memakai standarisasi WITO (World Islamic Trading Organization) tapi bagi LM urusannya kan ngga ada hubungannya dengan dien islam (muamalat) untuk pencetakan dinar-dirham tersebut, mereka adalah pihak yang mencetak. kesimpulannya mengenai LM, sama saja seperti main cetakan, mereka hanyalah pencetak, tapi bukan yang memberitahukan tentang bagaimana dan apa dinar-dirham itu menurut syariat dan muamalat islam.
BERAT DAN UKURAN DINAR-DIRHAM
kami dari awal mengerjakan ini semua tidak membuat yang suatu yang baru, hanya mengerjakannya kembali dan mentaati Allah dan rasulNya. catatan: Iqbal kalo ente emang pengen beda dalam urusan dinar-dirham dan segala kaitannya, ya silahkan buat aja koin-koin lain kalau perlu buat yang bukan 22 karat sekalian dan jangan sebut dinar-dirham yang telah distandartkan WITO, dinar-dirham itu dari awalnya memang sudah 22K dan kenapa 22K itu ada rahasinya dan sejarahnya, silahkan ente tebak-tebak sendiri, ente silahkan cari dalilnya sampe ketemu atau bikin dalil baru kayak orang perbankan syariah dan asuransi syariah, makanya jangan asal ngecap.
DINAR-DIRHAM DAN MUAMALAT ISLAM
Dinar-Dirham yang kami kerjakan ini dari sejak awalnya adalah mengikuti contoh ilmu dan amalnya yang bersambung ke aml madinah, jadi sekali lagi bukan mau saya atau mau amir-amir yang sudah mengerti urusan ini, sekali lagi kalau ente mau cetak koin sendiri dengan standar lain silahkan tapi jangan sebut dinar-dirham islam (IGD dan ISD), kalaupun kami mengatakan dinar inkopau bukan dinar dalam arti standar alat tukar yang telah jelas ilmu dan amalnya itu bukan karena ingin berbeda itu hanya ocehan si iqbal ini, sekali lagi kami tidak membuat hal baru dalam dinar-dirham islam sebagai alat tukar, kami hanya menjalankan kembali di masa ini, dan mengambil dan menggunakan hal-hal yang perlu di jaman ini untuk menyegerakan berlakunya dinar-dirham islam dan dan mengajak muslim untuk menegakan keseluruhan muamalat islam, bukan membuat bank syariah ataupun asuransi syariah, kenapa bank syariah dan asuransi islam itu muncul adalah karena ketidakmampuan memahami teknik kapitalis (riba dan uang kertas) maka di ciptakanlah bank shariah dan asuransi syariah dan lainnya, dengan kata lain mengislamkan kapitalis. (dalam islam tidak diperbolehkan melakukan penimbunan harta, jadi karena itu kita muslim tidak perlu bank ataupun bank syariah, juga tidak ada asuransi islam, karena sebaik-baiknya jaminan adalah dari Allah)
DINAR-DIRHAM DAN AMIRAT
Saya sebagai amir juga ngga pernah kenal dan ngga perduli sama yang namanya iqbal dan kami juga tidak pernah mengajak dia dalam urusan apapun soal bay’at, cuman karena iqbal agak demam jadi aja jawabannya soal keamiran ngga dipikir. Tapikan dia hebat orang asuransi syariah jadi gak perlu tanya, nyeberang aja mas silahkan.. ngga usah tengok kiri kanan biar ketabrak. sekali lagi kami tidak ada urusan dengan iqbal dan segala kecapnya. Dinar-dirham itu harus berada dalam otoritas Amir-Amir dan Sultan. Itu sudah dari sananya, iqbal mau cari dalil lagi silahkan.
si iqbal bilang yang dia jalankan ini berbeda jalan, jalan yang mana iqbal? dan dia bilang bukan bagian dari jamaah murabitun, alhamdulillah! ya nggak masalah bagi kami, terus kalau kata iqbal dia ingin berbeda, sekarang ini koin dinar-dirham islam yang dia pakai adalah standar WITO yang telah telah dikaji, di jalankan dan disosialisasikan oleh fuqara darqawi diseluruh dunia di bawah pimpinan Prof Umar Ibrahim Vadillo, yang tidak lain mereka adalah para murabit, dan dinar –dirham adalah milik muslim, sungguh alasan yang kekanak-kanakan iqbal memberi dalil murahan dengan mengatakan dia tidak mau mengikuti aturan dan tidak akan lahir geraidinar ini dan itu kalau ikut murabitun (ente aja ngga tahu murabitun, ngecap pula), padahal aturan yang di amalkan oleh muslim yang mengerjakan dinar-dirham islam ini adalah jelas berasal dari ilmu dan amal yang bersumber kepada amal madinah (apa amal madinah itu silahkan baca pada website ini juga) terus dia mau pakai aturan mana, aturan asuransi syariah? wah dalil asuransi syariah aja gue ngga pernah nemu! apalagi contoh ilmu dan amalnya juga ngga ada tuh asuransi syariah, apalagi mau ngomong dalil.
Kalau iqbal ngga ngerti apa itu murabitun terus untuk apa ngomong soal ngikutin aturan (bukan kami yang buat aturannya, kami tak cari anggota, dan kami bukan klub atau sejenisnya), justru saya dan amir-amir sampaikan selalu kepada kaum muslim yang ingin menjalankan ilmu dan amal ini bahwa dinar-dirham bukan tujuan, dinar-dirham harus mengikuti ilmu dan amal yang bersumber kepada fikih empat mazab utama yang bersambung kepada amal Madinah.
kami juga tidak mengerti siapa yang iqbal maksud katanya kenal pimpinan di murabitun, kita aja ngga kenal dan ngga tahu, ngga pernah dengar keberadaan iqbal dalam urusan dinar-dirham islam, sejak di amalkan lagi dari tahun 1992, kayaknya saya baru-baru ini saja dengar iqbal ngomong soal dinar-dirham islam dan mulailah dia membuat geraidinar dan dinarclubnya dan lebih geli dia buat buku tahun lalu kalau ngga salah, yang dia klaim sebagai buku pertama dinar, sebelum ngomong lihatlah sekeliling!
iqbal tolong ente garis bawahi ini: kami juga tidak ingin dan tidak mau menerima ente berbay’at kepada amir-amir lokal yang mengerti urusan ini, karena apa yang kami jalankan bukanlah klub sepakbola keagamaan atau klub sepakbola dinar-dirham. semoga ente ngerti siapa itu amir dan apa fungsinya.
iqbal ini juga pernah menghubungi e-dinar tapi tidak berlanjut dan ngga jelas. Tentang prof Umar Vadillo yang mau bertemu dengan si iqbal ini bukan inisiatif prof Umar Vadillo, tapi dengan ijin Allah tidak terjadi, alhamdulillah. catatan: kami hanya tertarik kepada lelaki Allah dan para pecinta sejati! silahkan baca diskurs lelaki Allah itu pada website ini juga.
Apa yang disebut gerai-dinar atau apalah kecapnya iqbal, itu semua adalah meniru apa yang disebut wakala yang telah dijalankan muslim di nusantara yang telah terlibat aktif mulai dari tahun 2000 (silahkan lihat tulisan sejarah dinar di nusantara pada website ini juga) omong-omong dinarclubnya kemana mang. tentang standart ukuran, berat dan sejarahnya telah dikaji oleh WITO dan bisa dibaca dalam buku KEMBALINYA DINAR EMAS (1996) dan juga FATWA ATAS HARAMNYA UANG KERTAS (1996) , silahkan juga lihat sejarah kembalinya dinar-dirham di nusantara dalam website ini juga.
MENGENAI PROF UMAR IBRAHIM VADILLO
Prof Umar Vadillo bukanlah tokoh ekonom murabitun ataupun guru besar seperti yang disebut iqbal, Umar IbrahimVadillo sebagai pengasas awal kembali dinar-dirham dan yang meyebar luaskan semua diskurs yang telah hilang dari muamalat kita muslim atas bimbingan Shaykh jaman ini, dia mencetak kembali serta mendorong dan mengajak muslim selurah dunia untuk kembali memakai alat tukar dinar-dirham di mulai tahun 1992 di Spanyol, Umar Vadillo adalah fuqara Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi al-Murabit ad-Darqawi. Sidi Umar Vadillo saat ini adalah Dekan di Dallas College Capetown yang salah satu kuliah utamanya adalah dinar-dirham dan muamalat, beliau menulis buku setebal 1000 halaman berjudul Esoteric Deviation In Islam dan buku serta diskurs lainnya.
iqbal ini mengatakan dia tidak mau mengikuti murabitun, ya emang ngga ada yang pernah bilang untuk ikut aturan murabitun, yang ada adalah mengikuti aturan Islam! yang kami ajak muslim adalah untuk mentaati Allah dan rasulNya dalam menjalankan dinar-dirham ini, kalau dia agak cerdas dia akan paham nantinya bahwa dinar-dirham islam itu hanyalah subsitem dari bangunan muamalat islam, tujuannya adalah kepada penegakkan muamalat dan tiang zakat dan hal lainnya yang telah panjang lebar dijelaskan di website ini (2001), silahkan juga baca ILUSI DEMOKRASI dari Zaim Saidi (2007). apa yang terjadi di islam hari ini adalah yang telah dikerjakan lebih dari 16 tahun terakhir ini oleh fuqara syadzilliya-darqawi dibawah bimbingan Sayyidi Shaykh Abdalqadir as-Sufi al-Murabit ad-Darqawi tentunya dengan ijin Allah dan bukan kebetulan seperti kata iqbal.
Semua urusan ini dikerjakan karena untuk menyenangkan Allah dan Rasulnya, kita ini hanya boleh menjadi budak Allah! jadi bukan budak untuk ini dan itu, bukan untuk partai, bukan untuk organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi dan lainnya, kalau ada yang menyangka dinar-dirham ini di kerjakan di luar apa yang telah saya terangkan ini, itu itulah sebodoh-bodohnya orang yang hanya sibuk berprasangka dan ada penyakit dalam hatinya, bagi yang mau mengerti seluruh urusan ini silahkan duduk dan berdzikir serta membersihkan hatinya. dan ambil tangan seorang guru sejati.
Ada point ke 6 dari email iqbal dalam email tersebut (kutipan poin 6 dari iqbal: Setahu saya tidak ada yang mencetak Dinar di Indonesia selain Logam Mulia ; yang ada adalah pihak lain yang juga memesan ke Logam Mulia dan diberi label Dinar mereka) dari omongan iqbal ini jelas dia berusaha baik secara langsung dan tidak langsung mengatakan seolah-olah logam mulia yang memulai ilmu dan amal dinar-dirham di Indonesia terus ada yang mesan, iqbal ente sakit ya, berobat dulu sana cari dokter hati. perlu diingat sekali lagi si iqbal ini ngga tahu soal murabitun dan apa arti ke amiran yang sedang dijalankan ini, dan emang saya pikirin kalau dia ngga mengikuti ke amiran ini dan itu, ngga ada juga yang ngajak, ngga ada urusan.
Mengenai urusan ke amiran zaim saidi telah menjelaskan kepada iqbal, cuman karena iqbal demam ya dia ngga ngerti (email zaim ada pada saya). murabitun ini bukanlah suatu organisasi atau apapun seperti yang diocehkan iqbal ini, tapi itu adalah sebutan untuk fuqara tariqa Syadzilliya-Darqawiyya-Qadiriya-Habibiya.
Mengenai wakala sauqi mempromosikan buku iqbal karena memang mereka ngga tahu saja, bukan karena mereka beramir kepada saya dan for your information iqbal, wakala-wakala yang berjalan saat ini berdiri bebas yang penting adalah mereka mengerti aturan pelaksanaannya keseluruhan urusan dinar-dirham ini.
PENUTUP
Dinar-dirham hanya merupakan sebuah subsistem dari bangunan muamalat islam, dinar-dirham sebagai awal penegakkan kembali tiang zakat yang telah rubuh akibat semenjak diberlakukannya uang kertas, riba dan pajak (fiscal state), ini merupakan sebuh diskurs utama dari Shaykh Dr. Abdalqadir As-Sufi ditahun 1990-an. Tentang pentingnya muslim jaman segera ini meninggalkan riba dan penegakkan tiang zakat, muamalat islam yang berkait dengan dinar-dirham telah dijelaskan pada buku RESTORASI ZAKAT, menegakkan kembali tiang yang rubuh (2005, terjemahan tahun 2001 oleh Abdalhaqq bewley dan Abdalhakim Douglas) dan banyak lagi buku-buku dan tulisan lain.
Allah tahu apa yang terjadi untuk urusan yang penting di jaman ini, takutlah kepada Allah bukan kepada saya atau amir atau partai atau kantormu atau ini dan itu, takutlah kepada Allah dengan takut yang sebenarnya, taatilah Allah dan rasulNya dan taatilah ulil amri di antara kamu, duduklah bersama orang yang menyeru namaNya pagi dan petang, katakan yang benar lakukan yang benar dalam urusan dinar ini. kami juga tidak mengerti apa maksudnya iqbal tentang penentuan harga dari satu sumber, ente emang lagi demam kayaknya, mudah-mudahan demamnya si iqbal cepat reda.
Demikianlah penjelasan saya kepada khalayak umum, maaf memang bahasa saya tidak sebagus iqbal, tapi paling ngga anda jadi lebih tahu latar belakang dinar-dirham, silahkan datang ketempat kami jika ingin tahu lebih detail tentang hal-hal lain yang sedang di persiapkan dan sedang dikerjakan yang berkaitan dengan dinar dirham. Hasbunallah wanimal wakil nimal mawla wanimal nasir.

March 15, 2008 at 5:52 am
jadi kesimpulannya, kalau kita mau beli dinar ke mana Pak? Saya berada di Banjarmasin. Apa bisa dikirim ke tempat saya, saya ingin sekali menabung dinar dan menghentikan uang kertas yg tidak tentu nasibnya. terima kasih
March 15, 2008 at 6:50 am
maksud anda jadi hanya anda yang boleh menyebarkan dinar emas begitu ya. Kalau begitu saya beli ke anda aja. Bisa kirim ke jogja tidak, saya ingin memilikinya. Mohon bantuannya. terima kasih
March 15, 2008 at 11:53 pm
assalamualaikum ummu hanifah, siapa saja boleh menyebarkan dan memakainya, yang perlu diperhatikan adalah mengikuti aturan-aturan yang sudah diberlakukan sebagai standar dunianya, silahkan meyebarkan dinar-dirham, semakin banyak yang menggunakan semakin baik untuk kita semua terutama untuk urusan mereka yang mau melindungi aset-aset anda, anda bisa tukarkan uang kertas anda ke wakala-wakala yang ada tidak perlu harus ke saya, di jogya sudah ada wakala silahkan lihat listnya dihalaman website ini. terimakasih
March 16, 2008 at 12:00 am
assalmualaikum kepada Pak Abu Umar, kalau bapak ingin membeli dinar-dirham silahkan ke wakala-wakala yang ada, untuk informasi untuk wakala di kalimantan dan sekitarnya silahkan kontak ke +62818717101 untuk wakala di kalimantan dan sekitarnya
March 17, 2008 at 4:11 am
Assalamualaikum fuqara
Kata-kata yang bagus dari artikel sebelumnya:
You do not find fault with others, you find fault with your self.
kira-kira apa arti dari kalimat tersebut ya?
mohon maaf jika ada kesalahan dan terima kasih.
Wassalamualaikum
March 17, 2008 at 4:58 am
mualaikumsalam nia
kata-kata yang bagus adalah: kami dengar dan kami taat dalam urusan dinar (disana ada amir, sultan, muqadeem, qadi, fuqaha dan sebagainya) shariat yang memisahkan, hakikat yang mengumpulkan
kira-kira menurut nia apa? fuqara itu apa ya?…
ngga perlu minta maaf dengan basa-basi puritan.
mohon dimengerti dan terimakasih.
ma’asalam
March 17, 2008 at 8:26 am
Saya yang berada diluar semua kelompok, tapi dekat dengan semua kelompok merasa susah dengan kondisi ini. Padahal dari kacamata saya, yang awam ini, siapapun yang menggerakkan tidak menjadi masalah, selama tujuannya adalah demi tegaknya Islam.
Bukan saya mengurangkan arti para pionir, tidak sama sekali, melainkan cara pandang saya ini adalah cara pandang mayoritas orang yang baru kenal dengan Dinar Dirham. Kami perlu bantuan, kami perlu ilmunya, kami perlu kemudahan, kami perlu kepercayaan. Tapi siapa yang pertama atau kedua, bukanlah hal yang penting.
Jangan sampai kepercayaan dari masyarakat dan ummat yang sudah baik ini dinodai dengan adanya perpecahan di para penggiat.
Saya sarankan tutupi aib sesama muslim, karena sesungguhnya masalah perbedaan dan pertentangan ini bukanlah masalah ummat, tapi masalah intern.
Seperti sebuah rumah tangga, Rasulullah melarang kita membicarakan masalah suami-istri kepada orang lain, biarlah orang lain tahu yang baik-baik aja. Soal aib pasangan kita, adalah urusan kita, bukan konsumsi publik.
Mohon maaf dengan yang tulus, bukan basa-basi. Saya sebenarnya lebih ingin menulis secara private, tapi karena tulisan ini adalah konsumsi publik, maka saya post sekalian disini.
Sekali lagi maaf,
Adhi - Bunyu
March 17, 2008 at 1:45 pm
Mas Adhi : saya juga orang diluar semua kelompok dan mulai berkenalan dengan Dinar Islam, Namun dari semula saya memang ingin memahaminya secara utuh, dengan menanggalkan semua pemahaman saya tentang aturan ekonomi yang ada saat ini. Dan saya menemukan jawaban itu disini. Bahwa Dinar Islam bukan semata2 alat tukar yang jika dipahami secara serampangan akan menjadi VALAS tipe baru dan nanti masuk BURSA VALAS DUNIA. Dinar Islam adalah Keadilan. Namun banyak pihak yang otaknya sudah mengkristal dengan sistem ekonomi kapitalis mencoba memanfaatkan Dinar Islam dan menghindari sistem Muamalat.
Mereka ingin menarik umat islam yang masih awam dengan Dinar Islam dan melabelnya dengan “Islamisasi” seperti Bank Syariah, dan Ekonomi Syariah. Pendeknya, mereka ingin menjadikan Dinar Islam menjadi “Valas Islam” dan mengabaikan muamalat, zakat, dan gilda.
Bukan masalah pionir dan yang kedua, tapi masalah yang paham dan yang oportunis. Saya sangat berharap masyarakat memiliki pemahaman yang lurus mengenai Dinar Islam yang merupakan bagian dari Muamalat Islam, dan bukan bagian dari Islamisasi VALAS.
Saya pribadi berharap IMN bisa mengeluarkan pecahan 1/2 dinar dan 1/4 Dinar. Karena prediksi saya, banyak yang tertarik untuk mulai mengenal Dinar, namun belum sanggup untuk memiliki 1 Dinar sekaligus, sedangkan nilai Dirham terhadap Dinar masih belum seperti masa Rasulullah Dulu
March 22, 2008 at 1:09 am
Assalammu’alaikum wr wb
Buat mas Newbie, mungkin pertanyaannya adalah:
1. Pada waktu Dinar Dirham sudah menjadi kelaziman di ummat Islam, apakah kita bisa menghilangkan para opportunis ?
2. Apakah para opportunis bisa dihilangkan dengan cara memaki-maki mereka?
3. Bagaimana cara Rasulullah mengingatkan sesama Muslim?
Dinar dan Dirham hanyalah alat, saya yakin kita semua sepakat mengenai hal ini.
Dinar dan Dirham hanyalah sarana, dan SAAT INI fokusnya adalah mensosialisasikan sarana itu. Semua yang bisa membantu bukanlah musuh.
Dinar dan Dirham hanyalah bagian kecil dari Jihad melawan kekufuran sistem kapitalisme. Penggunaan Dinar dan Dirham hanyalah satu langkah dari perjalanan menegakkan Islam secara Kaffah.
Kalau kita di satu langkah ini sudah dorong-dorongan, sikut-sikutan, mana bisa sampai ke tujuan ?
FOKUS KE TUJUAN AKHIR, MAKA KERIKIL KECIL JADI TAK BERARTI.
March 22, 2008 at 4:45 am
maaf tuan-tuan tulisan itu sebagai peringatan saja bagi diri saya sendiri, sebelum tulisana itu diturunkan beberapa orang sudah menghimbau kepada yang bersangkutan. tapi yang emang pekak ya sudah, peringatan itu hanya berguna bagi orang yang punya hati, sama saja bagi mereka mau di ingatkan atau tidak.
soal opurtunis atau pun lainnya kita ngga usah pusinglah, meraka akan selalu ada itu berkaitan dengan nafs, yang penting kita kerjakan dengan segala daya upaya dalam satu barisan yang kokoh, itu bukan makian bukan sikutan baru sentilan.
dinar-dirham bukan melawan kapitalis atau ini dan itu, tapi ketaatan kita kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya yang kita tujuannya. mudah-mudahan ini cukup menjelaskan
wah musuh? musuhnya wong diri kita sendiri…itu musuh yang paling besar (the self atau the nafs) dalam hal dinar-dirham memang harus tegas. ngga dibantu pun ini akan jalan terus karena ini adalah perintahnya.
itu ilusi anda saja kalau ada yang dorong-dorongan atau sikut2an hahaha…orang ini udah ada aturanny. tujuan kita adalah menyenangkan Allah dan RasulNya.
Masya Allah lahawla wala quwatta illa bila
berpendapat dan berbicara terlalu banyak dalam urusan ini tidak menyelesaikan ini, jadi dari pada dibahas mending bantu sumbang harta atau tenaga anda untuk segera memberlakukan dinar-dirham lebih luas kepada masyarakat dengan ilmu dan amal yang sudah dicontohkan. saya rasa surat saya disitu sudah cukup menjelaskan.
ma’asalam
March 23, 2008 at 1:23 am
Assalammu’alaikum wr wb
Mas, saya 100% SETUJU dengan anda ….. terutama paragraf yang ini:
“berpendapat dan berbicara terlalu banyak dalam urusan ini tidak menyelesaikan ini, jadi dari pada dibahas mending bantu sumbang harta atau tenaga anda untuk segera memberlakukan dinar-dirham lebih luas kepada masyarakat dengan ilmu dan amal yang sudah dicontohkan.”
Justru karena saya setuju dengan anda, dan karena ada ayat “Watashoubil haqqi watawashoubis shobr (Al-Ashr 3)” maka saya menulis comment saya.
Alangkah baiknya kalau kita SEMUA, … semua lho ya …. tidak terlalu banyak bicara (menulis :pen) dalam urusan ini, yang mencakup semua tulisan di page ini, from top to bottom, all of it.
Alangkah baiknya kalau kita bahu membahu menuju berlakunya dinar-dirham lebih luas kepada masyarakat. Saling menghargai antara yang berkecimpung didalamnya, saling mengingatkan untuk kebenaran dan kemudian bersabar, Al-Ashr (3).
Alangkah baiknya kalau kita mengamalkan Al-Ash (3) sampai akhir, artinya setelah kita saling mengingatkan akan kebenaran, kemudian kita bersabar.
Jangan setelah kita mengingatkan akan kebenaran, kemudian kita marah-marah pada orang yang tidak mau mengikuti kita.
إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)
(Al-Ashr 3). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
———————————————————————————
Niat saya menulis comment ini tidak lain dan tidak bukan, hanya untuk menjalankan ayat dalam Al-Qur’an Surat Al Hujuraat:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (١٠)
10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Kesalahan datangnya dari saya, kebenaran milik Allah SWT.
Mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang tidak berkenan.
March 23, 2008 at 8:32 am
mualaikumsalam
Kang saya ngga peduli kok antum mau setuju atau tidak dalam urusan dinar-dirham ini.
Alangkah baiknya jika ENTE mengerti apa maksud dari pemberitahuan itu .
kan kalo orang PEKAK ada cara ngasih tahunya. kalau menurut ente webiste ini sekedar tulisan atau apalah istilah ente, ya ngga usah dibacalah nanti pusing, dan memang itu emang bukan bacaan.
wah ente hebat ya, ngga pernah marah, bicara selalu baik dan hafal banyak ayat tampaknya. tertarik juga –bicara– tentang surat Al-Ashr (3) saya akan bertanya kepada ahli tafsir tentang makna mengingatkan untuk kebenaran dan kesabaran, mungkin sekali-kali antum bisa baca juga di kitab al-Jalalayn
kalau memang betul ente mau bahu-membahu ya buktikan saja langsung, silahkan antum bantu saja kami, segera waqfkan saja harta (dinar-dinar atau kertas) beramal jangan ditunda dan saya tak perlu sitir ayat-ayat kan supaya antum tergerak segera beramal nyata dalam urusan ini (saya yakin antum hafal banyak ayat-ayat tentang orang-orang yang berjihad ataupun ayat-ayat tentang riba) saya tunggu amal nyatanya, bukan hanya niat.
ma’asalam
March 25, 2008 at 1:31 am
Assalammu’alaikum wr wb
Pak Fuqara yang terhormat, maaf sebelumnya saya kurang tahu apakah antum ini Pak Abdarrachman atau amir Abbas.
Yang jelas Pak Abdarrachman mengenal saya, bahkan Pak Abdarrachman sudah menawari saya untuk membuka Wakala di tempat saya, Pulau Bunyu.
Saya sudah memiliki Dinar sejak 2005. Terimakasih kepada Pak Abdarrachman yang sudah menyediakan Dinar di Wakala Ribat. Walaupun waktu itu susah sekali mencari dan mengontak Wakala Ribat.
Tahun 2006 dan 2007 Pak Abdarrachman pernah mengantar Dinar dan Khamsah ke almarhum Ayah saya di Jakarta. Dan pernah juga Pak Abdarrachman hujan-hujan mengantar Khamsah dan Dinar ke Kantor saya di Pondok Indah, terimakasih pak Abdarrachman
Pak Ricky Sauqi dari Wakala Sauqi Bandung juga sudah berkenalan dengan saya.
Alhamdulillah saya sudah mulai mensosialisasikan Dinar-Dirham kepada masyarakat di Pulau Bunyu ini sejak 2005, bahkan sekarang sudah banyak yang memiliki Dinar. Walaupun belum bertransaksi, tapi sudah ada wacana untuk melakukannya.
Terimakasih atas saran antum, saya akan meningkatkan amal nyata saya.
Adhi PY - Pulau Bunyu
————————————————————————————-
PS: Bagi saya, anda adalah saudara seiman. Karenanya saya berusaha menyapa anda dengan baik. Akan lebih enak membaca tulisan antum apabila antum menyapa saya dengan “antum” , “anta” atau “anda”. Terimakasih.
March 25, 2008 at 1:39 am
Assalammu’alaikum wr wb
Pak Fuqara, saya sudah mengontak pak Muhaimin Iqbal, dan menanyakan kepada beliau, apakah beliau bersedia untuk menjelaskan awal mula sejarah Dinar di Indonesia.
Ternyata beliau mempersilahkan artikel yang berisi sejarah kebangkitan Dinar di Indonesia. Beliau sama sekali tidak keberatan untuk mempublikasikan artikel yang menjelaskan bahwa pioner Dinar adalah teman-teman di Murabitun.
Bisakah anda memberi atau menunjukkan artikel yang paling lengkap mengenai sejarah teman-teman Murabitun di Indonesia?
Terimakasih.
Wassalammu’alaikum wr wb
March 25, 2008 at 3:34 am
mualaikumsalam
pak adhi, saya ngga ada urusan dengan pak iqbal, penjelasan ini terkait dengan email yang dia kirim kepada seorang muslim lalu email tersebut diteruskan kepada saya lalu saya lihat ada beberapa hal yang perlu diluruskan dan sebelumnya kami juga sudah mengingatkan dia (iqbal) tentang bagaiamana urusan dinar ini, dan jawaban dia kayak orang pekak, mudah-mudahan penjelasan ini cukup jelas bagi yang ingin mengamalkan dinar-dirham. murabitun itu tidak ada.
iqbal mau keberatan apa tidak saya juga ngga perduli
ada ngga ada dia semua ini akan berjalan.
ya silahkan saja antum kerjakan saja yang antum harus kerjakan sesuai ilmu dan amalnya dalam apa yang antum mampu. hasbunallah wanimal wakil
March 25, 2008 at 10:45 am
Assalamu’alaikum
Mohon informasinya untuk wakala yang ada di wilayah bekasi.
Terimakasih
March 26, 2008 at 11:17 pm
mualaikumsalam
di daerah bekasi belum ada pak, wakaka yang terdekat dari tempat bapak adalah wakala ribat jakarta.
ma’asalam
March 27, 2008 at 5:22 am
tolong dong, bahasannya dipelankan sedkit (baca: jangan kasar2)..anda juga muslim tentu tau ttg adab etika
mari kita sama2 mengimplementasikan ekomomi syariah….
sekali lg bahasa anda kuasar sekali..tidak pantas seorang muslim seperti itu…
March 27, 2008 at 1:19 pm
tolong dong dibaca yang bener apa pemabahasannya,
mari sama-sama kita mengimplementasikan muamalat islam bukan ekonomi syariah…
sekali lagi anda baca pemberitahuan itu…anda mau jadi muslim yang baik atau yang bener?
banyak sih yang baik tapi yang bener cukup langka hari ini, adab? tolong ceritakan kepada saya…
tentang adab dan etika dalam menjalankan dinar ini…
March 28, 2008 at 12:16 am
saya menekankan pada penggunaan bahasanya,bung….bukan masalah baik dan bener.
pake bahasa yg santun.
mari kita biasakan bebahasa dan tutur kata yg santun..sekalipun kita berbeda pendapat…
March 28, 2008 at 12:26 am
saya menekankan soal dinar-dirham dan apa yang terkait dengannya…
silahkan ngomong ditempat lain bung! mungkin bung bisa ngomong santun dan baik dengan para banker ya…
tidak ada yang berbeda pendapat dalam urusan dinar-dirham, kecuali orang yang tidak beradab dan tidak mengatakan yang benar.
March 28, 2008 at 1:54 am
fuqara Says:
March 27, 2008 at 1:19 pm
..anda mau jadi muslim yang baik atau yang bener?
Harus jadi muslim yang baik dan benar (ini bukan pilihan) dalam berkata-kata dan bertindak..
Hari ini banyak kok muslim yang baik dan benar.. jangan menyerah..
semua orang bisa kok jadi muslim yang baik dan benar
introspeksi diri sendiri aja..
mari mengimplementasikan muamalat islam..
mulai dari diri sendiri..
mulai dari hal yang kecil..
mulai dari sekarang..
ayo pindah ke dinar dirham..
March 28, 2008 at 2:10 am
kalau ada yang tidak setuju saya tetap setuju dengan ketidaksetujuannya…oke anda-anda ini semua orang yang baik, benar dan santun dan sebagainya, terus sekarang setelah tahu semua ini, apa yang mau anda lakukan?…
pernyataan dan peringatan dalam tulisan ini sudah saya sampaikan bagi yang ingin menjalankan dinar-dirham, itu hanya sebuah petunjuk umum…artinya yang bersangkutan bisa saja berubah ataupun saya juga akan terus berubah…semoga Allah membimbing kita semua kepada jalan yang lurus. amin
March 28, 2008 at 7:27 am
pak fuqara,
maaf kalau saya salah,sepertinya anda tidak mau disaingi yaa.. kalau begitu,paten kan saja dinar-dirham nya.. sehingga bapak tidak ada masalah seperti ini dan tidak perlu berkata2 kasar dan tidak sopan seperti itu…hanya mengotori hati saja…istighfar pak… semua ini milik Allah…
March 28, 2008 at 3:30 pm
pak dime, puten teuh maneh…baca atuh apa maksudnya. kalau ngga tahu nanya..jangan ignorance dipelihara…memang semua milik Allah dan ada aturannya…jangan mau hakikat ngga pakai shariat…atau mau shariat ngga pake hakekat..nanti keblinger.
March 31, 2008 at 12:14 am
pak fuqara yth,
begitu banyak yg menasihati anda utk berkata yg sopan dan tdk berkata2 yg kasar terhadap sesama muslim,
saya lihat temen2 disini semua sdh paham dan mengerti betul ttg tulisan anda…saya kira temen2 disini cuma menginginkan anda berperilaku (baca:berkata via tulisan) yg baik dan menghormati orang yg berbeda pendapat sekalipun..bukankah kita sesama muslim wajib saling menyayangi?….alangkah baiknya bila anda utk mejalin dan menguatkan tali silaturahmi antara sesama muslim dg penuh kasih sayang
seklian pendapat saya, semoga anda mampu berubah dan dilemah lembutkan hatinya oleh Allah Ta’ala..amien
March 31, 2008 at 5:55 am
kepada yang terhormat pak yang ngga jelas
wah namanya lucu ya bukan siapa-siapa (artinya anda meresa diri seseorang..)
kalau itu menurut ente kasar ya tak apa, sudah bacakan kenapa saay tulis pernyataan itu..mudah-mudahan ente mengerti. bagi yang mengerti dan menjalankan urusan ini dan mentaatinya pasti (inysallah) akan mengerti. ma’asalama
May 15, 2008 at 3:07 pm
Assalamualaykum semua,
Namanya juga manusia, punya emosi, jadi gak papa dong sedikit pake urat.
Gak ada yang malaikat kan disini?
Yuk, kembali ke Dinar Dirham…
Dari pada senyum senyum tapi ngomong dibelakang, hehehe, mendingan kayak gini kali.
at least, semua udah pada jujur yah …sama perasaannya sendiri…
lanjut, mir…=)
May 21, 2008 at 1:22 am
Assalaamu’alaykum, yaa akh Abbas yang dirahmati ALLAH SWT.
SubhanALLAH wa ‘lhamdulILLAH saya sudah mendapatkan pelajaran yang cukup banyak dari anda mengenai muammalah (yang sesuai shariat), baik dari perbincangan kita, sms maupun situs ini. Masha ALLAH, meskipun anda tidak pernah mengharapkan pujian dari makhluk ini, namun bagi saya, anda adalah pejuang sejati fii sabilILLAH.
Saya tahu dan sangat mengeri, bahwa saya hanyalah insan yang dhoif dan dhuafa Ilmu - tidak seperti anda yang khatam fiqh (mahdzab Imam Malik dan lainnya). Namun perkenankan saya untuk berbagi saran, meskipun bisa saja pada akhirnya saran saya kurang berguna bagi anda, tetapi Inshaa ALLAH akan berguna bagi pembaca yang lain.
Saran saya: Diinul Islam memang memiliki garis yang jelas dan tegas dalam pengukuhan setiap bab muammalah. Tapi, Inshaa ALLAH kita bisa menyampaikannya dengan kelembutan dan bahasa yang baik dan santun, seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW - terutama dalam menanggapi komentar atau sanggahan dari orang lain. Memang saya menyadari, anda telah, gerah dan gregetan terhadap mereka yang ‘benga’ dan ‘pekak’ akan shiar diinul Islam. Dan saya yakin adapula yang memberikan komentar karena memang belum faham, ada pula yang pura-pura tidak faham, bahkan adapula yang berupaya menguji keshabaran anda. Begitulah manusia, beragam rupa dan tabiatnya. Bila kita hadapi merreka dengan penuh keshabaran dan kesantunan dan mahabbah seperti yhang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Inshaa ALLAH maka semuanya bukan saja akan mahfum melainkan pula bisa berangkulan dan saling bahu-membahu dalam mahabbah. Betapa indah dan mulianya kaum muslimin bila seperti demikian. Dan saya yakin jauh di dalam lubuk hati anda - yaa Amir Abbas - tersimpan kelembutan yang penuh dengan mahabbah.
Segala yang baik tentu hanya datang dari ALLAH SWT. Dan setiap keburukan tulisan saya ini, tentu hanyalah datang dari kebodohan saya.
Wassalaamu ‘alaykum wa rahmatuLLAAHi wa barakaatuuh, yaa Amir Abbas.
May 27, 2008 at 8:42 am
#’Abdurrahman Muslim : Yang saya lihat justru pembagian tugas yang cukup baik. Untuk urusan tulis menulis dengan bobot intelektualitas tinggi, kedalaman analisa dan dukungan data yang valid merupakan tanggung jawab Pak Zaim Saidi.
Untuk urusan gambar2 kartun (biasanya babi), tulisan yang enteng2 atau mengkopi paste tulisan Pak Zaim, atau urusan memaki-maki (bangsat, pekak, tolol, budeg, tuli, tikus) merupakan tanggung jawabnya Amir Abbas. Beliau mampu memerankan tugas ini dengan sangat baik.
Sebuah pembagian tugas yang bagus, sesuai dengan kualitas masing2.
May 27, 2008 at 11:37 am
untuk mbak sunemon (tantri_milani@yahoo.com)
or what ever you are..
maaf kalau ente ada disalah satu karakter babi itu
anggap aja itu cuman gambar biasa :))
kadang ada orang yang paham bahasa tulisan dan bahasa gambar, iyalah maaf kalau saya cuman copy-paste tulisan pak zaim, iya terus kenapa, paling ngga saya jadi pelayan yang baik untuk pak zaim. nanti kalau saya ambil tulisan dari al-muwatta saya dibilang copy-paste dari Imam malik, wakakaka lucu deh ente, terus saya mau ngarang? terus saya mau ambil dari sopo to le, saya atau pak zaim mengambil dari seorang ulama jaman ini dan beliau mengambil dari gurunya, dan gurunya mengambil dari gurunya sampai ke Rasulullah mata rantai (copy-pastenya) ilmunya. nah kalau ente, ya ngga tahu ente ngambil (copy-paste) dari mana, dari orang-orang bank syariah atau asuransi syariah..weeewwww..ampyunn.nggak ikutan deh.nyasar iyaa…naudzubillah..
terus jadi tugas ente apa ya…ngomong doang?…komentator memang paling enak? ngomong!…lebih berguna anjing di depan rumah..mau berkorban untuk tuannya..walaupun itu cuman anjing!…manusia kadang mau berkorban (tanggung-jawab) kalo ada perlunya (untungnya) karena ya umumlah manusia takut ini-itulah. terutama takut miskin dan lainya…
oow anda bisa tahu ya itu gambar babi…kalau uang kertas tahu ngga?…bisa ya ngukur kualitas saya hahaha ini lucu, bagaimana dengan kualitas diri anda terhadap urusan dinar-dirham ini?
saya cuman budak dan menjalankan tugas. saya hanya bisa suka dengan yang Allah suka saya benci dengan yang Allah benci. diluar itu adalah nafsu saya. naudzubillah..
ente boleh ngga suka atau what ever kepada saya,jika saya berlawanan dengan Allah dan rasulNya dalam urusan ini. kalau ngga cari tempat lain dan kerjakan tugas ente. sekali lagi saya mau tanya, tugas anda apa! ngapain aja ente! cari dunia mau senang-senang, mau beli ini-itu? oooww itu to tugas ente!…wah wah..
iyalah manusia sudah dibagi-bagi sesuai kualitasnya (dan keyakinannya). mudah-mudahan ente bisa ‘melihat’, ini kalau pakai bahasa al-quran di katakan, bukan mata (lahirny)nya yang buta, bukan kupingnya yang tuli tapi hatinyalah buta (mati)..nah itu bahasa halusnya.
kita berdoa kepada Allah untuk tidak buta di dunia dan di akhirat..amin. kerjakan saj tugas ente! apa ya…
May 28, 2008 at 6:44 am
Stuju!
Menjadi komentator atau menilai orang lain emang pekerjaan yang paling mudah. Dengan bobot tulisan yg katanya copy paste dari guru turun ke guru dan seterusnya sampai ke ‘akar’ (Rasululah) … lah? emang harusnya begitu bukan?
Bila Amir Abbas tidak menjadi dirinya sediri atau berubah hanya untuk nyenengin segelintir pembaca milis yang ngga ngerti, people change by Allah by the way, buat apa juga? biarlah dia mewarnai isi milis ini… melihat dan membacanya jadi lebih menyenangkan. Ada babiii… ada tikuuss… makiaaann… aaahahahhaaa….
Manusia emang udah dibagi berdasarkan kualitas dan kemampuan… terus kenapa, ga papa jugakan? Sdikit banyak saya melihat dan mengikuti dari awal sekali blog ini muncul… smua ide, ilmu dan pengetahuan yang di sampaikan dalam milis ini ga lepas dari semangat Amir Abbas dan fukara lainnya (:
Buat jeung Sunemon… biasssa doong…
May 28, 2008 at 6:48 am
Sabar kang Abbas. Ada manusia yg baru sadar saat terkena tsunami finansial nanti. Semoga saat itu kita sudah mencari tempat tinggi dan menyiapkan perahu. Yang tidak mau naik perahu dan tetep senang disihir, ya bukan urusan kita lagi. Serahkan pada Allah aja.
June 7, 2008 at 11:17 am
Alangkah lebih elegannya jika tujuan baik disampaikan dengan cara yang baik pula.
Penggunaan kata2 yg agak kasar (bagi sebagian orang) bahkan sampai terkesan merendahkan orang lain dikhawatirkan kontraproduktif thd syiar penyebaran dinar dirham.
Harap diingat bhw opini di dunia maya dibaca jutaan orang, shg hrs pandai menjaga emosi, pilih dan pilah kata.
Salam, AJ
June 13, 2008 at 10:15 am
Alhamdulillah…..debat kusirnya sudah reda…..kini waktunya …bekerja lagi
Menyebarkan dakwah tegakkan syariat,amankan harta sesama muslim dengan timbangan yang adil (Dinar dan Dirham)…..Terus lah konsisten untuk tegakkan “Kalimatullah fil Ardh..” kepada anda semua…….
June 13, 2008 at 11:08 am
tak ada yang debat
…kemana wae antum…itukan perintah
yang mendebatkan biasanya yang ngga taat sama perintah hehehe.
mari bergabung bersama yang beribat, yang menyeru Allah pagi dan petang.
ad-diien al-muamalat. amin