PENGANTAR PROSPEK DINAR -DIRHAM DALAM SISTEM EKONOMI INDONESIA
* shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi ad-Darqawi, shaykh zaman ini
Mukadimah
oleh: Abbas Firman
untuk menjalankan penuh dinar-dirham pada saat ini di indonesia adalah suatu lompatan besar yang akan melewati semua batas-batas ideologis seluruh bangunan manusia modern abad ini, kita akan melewati mereka semua ini dengan segala ‘kemajuan’ yang telah di bangun oleh kebudayaan kapitalis riba ini.
pertanyaan mendasarnya adalah, apakah kita cukup punya keberanian untuk keluar dari penjara ketololan yang kita buat sendiri melalui ilusi-ilusi perilaku ekonomi riba kita. dinar-dirham akan terus berjalan walaupun anda semua orang di dunia ini menentangnya, itu sebuah kejelasan dari Allah dan sebuah contoh amal yang jelas dari Rasulullah salallahu alayhi wasallam.
ini sebuah pertanyaan penting apakah kita mau taat sama Allah atau tidak? ketika kita menjawab ya maka segera terbuka jalan keluarnya! jika kita ragu dan menolak maka saat itu kita terus bermain dengan segala ilusi kita, ini hanya jelas bagi orang-orang yang memahami ihsan dan orang-orang yang mempunyai pembimbing sejati.
apa yang terjadi di negeri muslim saat ini khususnya indonesia, bahwa sistem ekonomi indonesia telah sepenuhnya terintegrasi dalam suatu sistem kapitalisme global. Krisis moneter 1997 merupakan peristiwa untuk memahami apa yang tengah kita hadapi hari ini, terperosoknya indonesia kepada kapitalisme secara total (dengan demokrasi, reformasi sebagai pelayan dari sistem kapitalisme global ini, perbankan!)
bibit demokrasi dan kapitalisme ini telah ditanam bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan indonesia (nama indonesia adalah hasil dari konstruksi politik dari penjajahan hindia-belanda, sebelumnya adalah bernama nusantara), lebih dari 60 tahun lampau kita adalah kesatuan muslim dibawah sultan-sultan dan bersambung kepada Khalifah. sekarang kita menjadi unit-unit kecil negara penghutang dari apa yang disebut sebagai fiskal state (uang kertas, bank sentral dan pajak). ‘pilihan’ negara sebagai sebuah republik konstitusional adalah pilihan sadar pada jalan kapitalisme (ribawi) pergantian rejim, sejak orde lama, orde baru, sampai reformasi tidak merubah sedikitpun pilihan ideologis kaum muslim di indonesia pada format kapitalis.
Secara akademik dan politik dalam kurun waktu yang cukup panjang, hal tersebut dijadikan secara sadar dan tidak sadar sebuah dialetika dalam perdebatan pada dua sistem ekonomi, ekonomi sosialis atau ekonomi kapitalis, yang kalau ditelaah keduanya adalah sama saja, ekonomi sosialis adalah peran sentral negara, kepemilikan kolektif serta ditiadakannya peran individu dan sedangkan ekonomi kapitalis berada pada satu titik ekstrim lain, yang dicirikan sebagai peran sentral individu melalui korporasi, dan di pinggirkannya peran pemerintah yang hanya sebagai suatu suatu kumpulan orang-orang yang terus memastikan kita berhutang dan terlibat dalam permaianan keuangan global riba, uang kertas dan perbankan dengan isme kosong dari demokrasi, pluralisme, persamaan, terorisme yang semuanya adalah ilusi untuk kita berada dalam ketidakamanan yang dibuat baik secara lokal maupun dan global.
dalam sistem riba tersebut ketidakstabilan diperlukan, sehingga program mereka (sistem keuangan ribawi, perbankan, perbankan syariah, bursa efek, asuransi, asuransi syariah) dapat berjalan yaitu perbudakan global melalui makan riba (berhutang) maka dicptakanlah suatu cara pandang lain yaitu demokrasi, pluralisme, war on terrorism, persamaan, HAM, reformasi dan lainnya yang semuanya berujung kepada atheis-humanis, sebuah konspirasi praktis!
Dalam pandangan kami sebagai muslim kapitalisme dan sosialisme adalah saudara kembar, tidak ada perbedaan mendasar kepada keduanya, kecuali pada aktor utamanya, kedua sistem ini di dasarkan kepada riba dan menjadikan riba sebagai doktrin absolut (silahkan lihat sekeliling kehidupan anda)
karena itulah ilmu dan amal tentang dinar-dirham (dan segala yang terkait di dalamnya) harus kita kerjakan segera, saat ini, hari ini! tidak ada alasan lagi untuk mundur dan hanya berdiam diri dan sibuk dengan ilusi demokrasi, sebelum Allah dan rasulNya memerangi kita karena kita menyepelekan kegiatan riba ini! rubah perilaku kita sekarang!
mari kita perangi (tinggalkan) riba, kita jalankan kembali dinar-dirham, pasar terbuka islam, waqf, syirkah-qirad, penarikan zakat, amirat, sultan, sistem hukum islam dan lainya. bantu orang-orang di ribat jakarta dalam mengembalikan ini semua (dengan ijin Allah) bantu amir jakarta dan fuqaranya yang tengah melakukan ini bersama muslim! kita harus berada dalam satu barisan dengan seorang Amir! jika ada yang melakukan perkataan fitnah dan menjelekan kaum muslim yang sedang berjuang fisabilillah dalam urusan ini, maka keluarkan orang itu dari barisan! mereka hanyalah para munafik yang terus mengadu domba muslim, yang hanya perduli kepada kepentingannya sendiri.
bantu segera amir jakarta! lihat juga www.islamhariini.org (sedang dalam proses update)
