ISLAM, KAPITALIS DAN PHILANTHROPY
Philanthropy is the extension arm of capitalism. Its main role is to give legitimacy to the continuation of the dominant economic system which only benefits few people. It has two-pronged function: giving human face to the capitalist system and economic growth for these people through, for example, consumption philanthropy or cause related marketing and tax incentive.
Cara hidup kapitalis yang diselubungkan dalam istilah-istilah yang di ambil-pakai dalam perbankan syariah adalah tidak ada kaitannya dengan syariah islam sama sekali! adalah sama saja dengan perbankan umumnya cuma ganti kulit isinya sama aja: makan riba, baca pembaharuan teori riba, dengan kata lain istilah perbankan syariah mengenai hal-hal yang berhubungan dengan muamalat islam seperti qirad, syrikah, mudharabah, waqf dan lainnya telah dirubah cara amalnya jadi hanya menggunakan label islam (atau syariah) untuk menjalankan sistem kapitalis riba.
Hari ini ini diperkenalkan sesuatu kegiatan filantropi yang kalau diteliti lebih jauh kita dapat melihat bahwa ini sama saja dengan permainan kapitalis (riba atau rente). Dari sini jelas cara keberlangsungan sistem kesejahteraan islam bertolak belakang dengan cara filantopi tersebut. Global Philanthropist Circle (GPC) adalah salah satu yang dibentuk oleh ahli waris rockefeller, pernah juga dibahas di majalah swa dengan judul bos-bos philanthropist indonesia katanya, walah lagu lama kaset kusut ujung-ujungnya makan riba lagi.
Kita tidak perlu philanthropi kita perlu mengamalkan beberapa hal dibawah ini:
1. kembali mengamalkan Al-quran dan Sunnah sesuai contohnya masyarakat madinah al-munawarah dengan kembali memakai alat tukar dinar-emas dan dirham-perak dalam kehidupan muamalat kita, tugas kita adalah mentaati Allah dan mengikuti Rasulullah, bukan yang lain! (bukan sunah mtv atau hollywood atau amal washington hehehe)
2. tinggalkan kebiasaan riba dan segala kaitannya seperti deposito, bursa efek, asuransi, membungakan uang atau jadi rentenir, yang sangat dibenci Allah dan RasulNya bahkan dikatakan para periba ini akan diperangi oleh Allah dan rasulNya.
3. berkumpul bersama-sama berdzikir pagi dan petang, berkumpul bersama para amir-amir yang mengerti urusan muamalat ini, cari guru-guru sejati yang mengajak kepada Allah bukan kepada dirinya atau dunia ini.
4. amalkan zakat sesuai dengan ilmu dan amal generasi awal di madinah al-munawarra dan tiga generasi kemudian. keluarkan zakat maal anda dengan dinar dan dirham, dan zakat maal itu harus ditarik oleh amilin yang diperintahkan oleh amir atau sultan dan khalifah, lalu zakat ini harus segera disalurkan dalam waktu secepatnya (72 jam). cari amirmu yang mengerti urusan ini.
5. lindungilah kaum wanita islam jangan berikan beban berat untuk bekerja, lindungi wanita-wanita kita dengan tidak membiarkan mereka bergaul bebas tanpa ilmu islam dan adab lahir-batin, beri mereka pengertian tentang uang dan hidup sederhana. riba jaman ini adalah becana besar bagi wanita dan anak-anak, karena kualitas hidup mereka berkurang.
dengan kita amalkan kembali ini semua sesuai dengan contoh ilmu dan amal yang telah dikerjakan oleh Rasulullah salallahu alaihi wasallam yang terekam dalam kitab al-Muwatta oleh Imam Malik maka akan terjadi perubahan dalam diri kita dan keluarga kita dan masyarakat islam di nusantara. ini jaman kita berjihad memerangi (meninggalkan) riba
jadi sistem kesejahteraan islam tidak tergantung di tangan belas kasihan segelintir orang-orang yang disebut philanthropist ini.
(bersambung…)
