ISLAM HARI INI DAN PENGERTIAN RIBA


Sumber: Islam Hari Ini

Tulisan ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang menjadi sumber persoalan sesungguhnya dari Islam hari ini yang terjadi ditengah masyarakat muslim Indonesia (Nusantara) khususnya dan dunia pada umumnya, yang mudah-mudahan dapat menjadi jawaban, sebelumnya saya menyampaikan terimakasih dan hormat saya kepada guru saya yang telah membukakan banyak hal untuk memahami hal ini dari hati sehingga dapat di amalkan secara bersama.

APA ITU RIBA
Allah subhana wa ta’ala dan Rasulullah salallaahu alayhi wasallam dengan jelas mengharamkan riba-yakni termasuk menetapkan dan mengambil bunga:

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), ‘Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,’ padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba),maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. al-Quran 2 : 275 – 278

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.”al-Quran 3 : 130 – 13

Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik dari Nafi’bahwa beliau mendengar ‘Abdullah ibn ‘Umar berkata,“Jika seseorang meminjamkan sesuatu, biarkan kondisi satu-satunya yang dilunasi.” Al-Muwatta Imam Malik : 31.44.94

Malik meriwayatkan kepadaku bahwa beliau mendengar ‘Abdullah ibn Mas’ud pernah berkata, “Jika seseorang membuat pinjaman, mereka tak boleh menetapkan perjanjian lebih dari itu. Meski hanya segenggam rumput, itu adalah riba.” Al-Muwatta Imam Malik : 31.44.95

Abdullah ibn Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah salallaahu alayhi wasallam melaknat mereka yang menerima, yang membayar, yang menyaksikan, dan yang mencatat riba. Sunah Imam Abu Dawud: 16.1249.

Riba secara harfiah berarti “kelebihan” dalam bahasa Arab. Qadi Abu Bakar ibnu al Arabi, dalam bukunya ‘Ahkamul Qur’an’ memberi definisi sebagai: ‘Setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai-tandingnya (nilai barang yang diterimakan).’

Kelebihan ini mengacu pada dua hal:
1.Tambahan keuntungan yang berasal dari peningkatan yang tidak dapat dibenarkan dalam bobot maupun ukuran, dan
2. Tambahan keuntungan yang berasal dari penundaan (waktu) yang tidak dibenarkan.

Pengertian riba menurut Islam secara lebih rinci diuraikan Ibn Rushd (al-hafid) seorang fakih, memaparkan beberapa sumber riba ke dalam delapan jenis transaksi:

1. Transaksi yang dicirikan dengan suatu pernyataan ’Beri saya kelonggaran (dalam pelunasan) dan saya akan tambahkan (jumlah pengembaliannya)
2. Penjualan dengan penambahan yang terlarang;
3. Penjualan dengan penundaan pembayaran yang terlarang;
4. Penjualan yang dicampuraduk dengan utang;
5. Penjualan emas dan barang dagangan untuk emas;
6. Pengurangan jumlah sebagai imbalan atas penyelesaian yang cepat;
7. penjualan produk pangan yang belum sepenuhnya diterima;
8. atau penjualan yang dicampuraduk dengan pertukaran uang.

Perlu diketahui bahwa Ibn Rushd menuliskan Bidayat al-Mujtahid dengan menganalisis berbagai pendapat para imam dari keempat madhhab utama. Dua aspek ini telah mendorong para ulama mendefinisikan dua jenis riba. Ibnu Rusyd mengatakan : ‘Para hakim secara ijma mengatakan tentang riba dalam buyu’ (perdagangan) dalam dua jenis yaitu penundaan (nasi’ah) dan kelebihan yang ditentukan (tafadul)

Jadi, ada dua jenis riba:
1. Riba al-fadl adalah Penambahan dalam utang-piutang
Dapat dijelaskan sebagai berikut, transaksi sewa-menyewa melibatkan kedua unsur, baik penundaan maupun penambahan nilai hanya dapat dilakukan atas benda-benda tertentu saja seperti bangunan, kendaraan, binatang, dan sejenisnya; dan tidak atas benda-benda lain yang habis terpakai dan tidak bisa dimanfaatkan bagian per bagiannya – seperti makanan dan benda yang dipakai sebagai alat tukar, yakni uang. Sewa-menyewa uang berarti merusak fitrah transaksi, dan menjadikannya sebagai riba. Dalam hal ini riba yang terjadi adalah riba al-fadl, karena menyewakan uang serupa dengan menambahkan nilai pada utang-piutang.

Transaksi utang-piutang mengandung penundaan (selisih) waktu, tapi tidak ada unsur penambahan. Seseorang meminjamkan anda uang Rp 500.000, dan peminjam melunasinya, setelah tertunda beberapa waktu lamanya, dalam jumlah yang sama, IDR 500.000. Penundaan waktu dalam utang-piutang ini dibenarkan dan hukumnya halal, tetapi penambahan atasnya tidak dibenarkan dan hukumnya haram. Penambahan dalam utang-piutang adalah riba al-fadl.

Riba al-fadl mengacu pada jumlah (kuantitas). Riba an-nasiah mengacu pada penundaan waktu. Riba al-fadl sangat mudah untuk dipahami. Dalam peminjaman, riba al-fadl merupakan bunga yang harus dibayar. Namun pada umumnya riba ini mewakili peningkatan tambahan terhadap nilai tanding yang diminta oleh satu pihak.

2. Riba an-nasiah adalah kelebihan karena penundaan
Memahami riba an-nasiah lebih pelik. Riba ini merupakan kelebihan dalam waktu (penundaan) yang secara artifisial ditambahkan pada transaksi yang berlangsung. Penundaan ini tidak dibolehkan. Hal ini mengacu pada benda nyata (‘ayn) dan benda tidak nyata (dayn), medium pembayaran (emas, perak dan bahan makanan – yang digunakan sebagai uang).

‘Ayn (nyata) merupakan barang dagangan yang nyata, sering disebut sebagai tunai. Dayn (tidak nyata) merupakan janji untuk membayar atau hutang, atau apa saja yang pembayarannya atau pelunasannya ditunda. Menukar (safar) dayn untuk ‘ayn dari jenis yang sama disebut riba an-nasiah. Menukar dayn untuk dayn juga haram. Dalam penukaran, yang boleh dipertukarkan hanya ‘ayn dengan ‘ayn.

Riba an-nasiah secara khusus mengacu pada penggunaan dayn dalam pertukaran (safar) jenis benda yang serupa. Tetapi pengharaman ini diperluas sampai perdagangan umum jika dayn (sesuatu yang yang tidak nyata) mewakili uang yang melampaui fungsi sebenarnya  dan menggantikan ‘ayn (sesuatu yang nyata) sebagai alat pembayaran umum. Memahami riba an-nasiah amat sangat penting agar mampu mengerti kedudukan kita berkenaan dengan uang kertas. Alasan mengapa kaum ulama modernis mengambil pandangan yang menyimpang tentang riba pada akhirnya adalah secara senagaja dan tidak adalah untuk mensahkan sistem perbankan (uang kertas dan bunga) yang sebetulnya tidak bisa diterima. Kegagalan ulama modern dalam memahami teknik kapitalis ini mengakibatkan pembenaran dikemudian hari yang menjelma menjadi perbankan Islam atau perbankan syariah. Prinsip darurat digabung dengan penghapusan riba an-nasiah telah memungkinkan mereka membenarkan penggunaan uang kertas dan pada gilirannya membenarkan perbankan dengan cadangan uang (fractional reserve banking) yang merupakan basis sistem perbankan hari ini yang dimampankan dalam sistem demokrasi.

Dari ini sini jelas terlihat posisi uang kertas posisi uang kertas dalam muamalah Islam. Dalam islam semua transaksi jual beli harus memenuhi tiga syarat:

1. Sukarela atau disebut antaroddin minkum,
2. Setara atau disebut mithlan bi mithlin, dan
3. Kontan atau disebut yaddan bi yaddin.

Uang kertas, namanya dolar, euro atau pounsterling atau apa saja, tidak dapat memenuhi ketiga syarat tersebut. uang kertas tidak sukarela, tidak setara, dan tidak kontan. jadi, mau buat beli telor, beras, kambing atau buat membayar apa pun, uang kertas tidak bisa digunakan, batil, haram hukumnya.

Uang kertas  tidak dapat memenuhi ketiga syarat jual-beli tersebut, karena di dalamnya mengandung dua jenis riba sekaligus yaitu:

1.Riba al Fadl (karena ketidaksetaraannya itu), dan
2.Riba an Nasiah (karena penundaan pembayarannya) tersebut. Jadi jelas, uang kertas itu, haramnya berlipat dua. 
Hari ini uang kertas dan sistem perbankan riba dimasukan ketengah kaum muslim Indonesia yang di integrasikan (dimapankan) lewat kuda trojan bernama demokrasi.

Dengan melihat hal tersebut di atas, seharusnya tak hanya bank yang dianggap sebagai biang kerok riba tapi kita pun bisa dipersalahkan jika menerimanya riba yang bukanlah sesuatu yang jauh  disana yang seolah asing bagi kita. Untuk menyelesaikan urusan jaman riba ini, sadarilah bahwa riba sebagai bagian cara berniaga kita sehari-hari. Kita dibuat begitu tergantung pada amalan riba ini dan jalan keluarnya adalah ubahlah cara berniaga kita sehari-hari hingga tak lagi bergantung pada riba. Inilah kewajiban kita bersama dalam mentaati Allah dan rasulNya.

Pertama-tama kita diperintahkan untuk meninggalkan riba, setelah itu anda boleh berjihad fisabilillah. Nabi secara jelas menyebutkan kedua pihak yang terlibat dalam transaksi ribawi sebagai periba. “‘Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam melaknat yang memungut maupun yang membayar riba. Saya bertanya bagaimana dengan yang mencatat transaksi dan dua saksinya. Maka beliau (periwayat hadis) menjawab, ‘Kami sampaikan yang kami dengar.’” (Al-Muslim, Bab DCXXVII)

“Jabir berkata bahwa Rasulullah sallallahu‘alayhi wa sallam melaknat pemungut maupun pembayar bunga, pencatat transaksi, dan dua saksinya, kemudian beliau bersabda, ‘Mereka semua sama saja.’” (Al-Muslim, Bab DCXXVII, 3881)

Beberapa orang yang katanya ‘pintar’ atau orang-orang yang sudah apatis menyangka bahwa kita tidak mungkin meninggalkan uang-kertas dan perbankan. Padahal, meninggalkan riba bukanlah perkara yang mustahil, melainkan inilah yang termudah. Dimulai dengan kembali kepada dinar dan dirham. Sebab Allah subhanahu wa ta`ala tidak membebankan kewajiban pada setiap manusia di luar kemampuannya. Allah subhanahu wa ta`ala memberikan jalan keluar yang harus dikerjakan oleh muslim hari ini di Nusantara yakni meninggalkan riba dan memerangi para lintah darat (periba).

Meninggalkan riba berarti menciptakan (mengembalikan) cara berniaga (jual-beli) yang halal diantara kita, dimulai dengan di gunakannya kembali Dinar-Dirham. Dan memerangi periba (harb) adalah dengan mengamalkan kembali segala cara hidup yang sesuai dengan tuntunan syari’ah yang secara otomatis akan menghancurkan sarana ribawi mereka. Keduanya hal ini harus dikerjakan secara bersamaan, karena kurang bijak jika kita menyeru dan mengajak muslim dan umum untuk meninggalkan sistem ribawi bila di saat yang sama tiada pilihan lain yang ditawarkan, dan alhamdulillah dalam hal ini di Indonesia telah beredar dinar dirham yang telah dicetak oleh muslim indonesia melalui Pelopor Pencetakan dinardirham Mandiri dari Islamic Mint Nusantara (2000), Mobile dinar dirham yang disebut Dinarfirst dan Titipan Dinarfirst, Jaringan Perdagangan Muslim dan Pasar Terbuka dalam  Saudara (Saudagara Nusantara). Inilah tugas kita bersama yang ada di hadapan Muslimin hari ini. Ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah kunci kemenangan.

Dengan kita telah memahami pengertian riba di atas yang telah dijelaskan oleh Ibn Rusd yang mengacu kepada empat Ulama Madhab, maka kita melihat Islam hari ini jadi jelas apa posisi pembaharu islam yang berusaha mengislamkan kapitalis yaitu sistem riba dan uang kertas, maka menciptakan Bank Islam atau bank Syariah, para pembaharu ini dengan sengaja atau tidak telah mengabaikan aspek pengertian riba dan uang kertas dengan meredefinisi pengertian riba dengan tujuan untuk memasukan sistem ekonomi modern atau kapitalisme yang sepenuhnya berdasarkan riba melalui demokrasi kedalam kehidupan muslim hari ini. Mari kita tinggalkan riba dan uang kertas, Mari kita gunakan dinar dan dirham, tunggu apalagi. Bismillah.

Jalan keluar dari sistem riba (perbankan dan uang kertas) adalah dengan kembali mengamalkan kehidupan tanpa riba yaitu perdagangan yang halal tanpa riba dalam pasar-pasar terbuka islam dengan transaksi tanpa riba, lalu bagaimana memulainya? yaitu dengan:

1.Segera memiliki dan menggunakan dinar dinar dirham Islam sekarang juga yang bisa di dapatkan melalui http://www.dinarfirst.org atau kontak 087719971991
2. Bergabung dengan SAUDARA (Saudagar Nusantara) jika anda pedagang, produsen atau jasa silahkan mendaftar di www.dinarfirst.org/
3. Muslim kemabli mulai menghitung dan membayarkan Zakatmal dalam dinar dirham Nabawi yang dapat ditarik dan disalurkan melalui Baitulmal Nabawi (Baituna), silahkan hubungi saudara@dinarfirst.org

 

About

all you need is love

Posted in Dinar and Dirham, Islam, Muamalah, Nusantara, Sejarah
34 comments on “ISLAM HARI INI DAN PENGERTIAN RIBA
  1. Desi says:

    Bgaimana apabla saya meminjam modal msalny 5jt, dg rincian uang mdal tetap 5 jt untk brjalan apakah it trmasuk riba juga? Dan hukum nya bgaimana?

  2. Yudha says:

    Sangat membantu…! Trims…

  3. sarif says:

    jika kakak saya meminjam uang kepada saya sebesar misal 50 dan dia akan mengembalikan 100 dengan niat membantu saya krena ku blum kerja itu termasuk riba?

    • Abdullah says:

      Dalam peminjaman tidak ada syarat apapun kcuali pinjaman itu sendir, menambahkan segenggam rumput saja adalah riba kata Imam Malik. Meminjam dan membantu dalam transaksi ini adalah dua hal yang berbeda.

  4. fuqara says:

    @sarif Assalamualaikum, iya mas itu wujud riba

  5. ayie says:

    assalamualaikum..
    saya inging bertanya, saya masih keliru dgn pembelian jual beli rumah.. adakah jual beli rumah misal kata pada tahun 1960 harganya 50k, kemudian skrg pada tahun 2009 harganya 200k, adakah wujud riba? sedangkan rumah itu adalah rumah yang sama pada tahun dia dijual??

  6. fuqara says:

    mualaikumsalam mas ayie
    iya betul itu karena permaianan uang kertas dan juga akibat inflasi, uang kertas hari ini adalah bagian dari riba itu sendiri.

    contoh yang lebih mudah dan nyata lagi dan belum terlalu lama adalah, harga telor satu kilogram tahun 2007 adalah Rp 6.800 (saya ingat betul ini) hari ini tahun 2009 harga telor yang sama satu kilogram adalah Rp 11.500, padahal jumlahnya sama, inilah permaianan riba (uang kertas, bunga dan perbankan), ini juga terjadi dengan komoditas lain..inilah yang menyengsarakan kita hari ii, kita mengamalkan sistem riba (uang kertas dan perbankan) yang sangat dibenci Allah. semoga kita semua segera bisa keluar dari ini semua

    mudah-mudahan cukup jelas, terimakasih

  7. Muchlis says:

    Assalmualaikum, Saya pernah mendengar dari salah seorang teman saya,
    kalau bunga yang diberikan oleh bank itu bukan termasuk riba, melainkan penghargaan kepada kita sebagai join the bank. mohon tanggapannya. terimakasih

  8. firdaus says:

    Assalamualaikum
    Saya ingin bertanya:
    1) Apakah maksud riba dalam pinjaman bukan penggunaan
    2) Apakah konsep dan contoh yang sesuai
    3) Apakah kepentingannya
    4) Bagaimana mengatasinya

    • al-faqir says:

      mualaikumsalam
      akan saya coba jawab:

      1. Silahkan dibaca di atas, sudah cukup jelas arti riba atau juga bertanya kepada ulama – ulama yang mengerti kitab kuning

      2. Dalam Islam menabung uang tidak bertambah, malah berkurang karena jika tabungannya sudah satu tahun dan masuk nisab zakat maka harus dikeluarkan zakat maalnya. Dalam pinjaman atau meminjamkan uang tidak boleh meminta tambahan, kalaupun orangnya belum dapat mengembalikan berilah waktu hingga dia lapang, kalau akhirnya orang yang dipinjami (berhutang) tidak mampu membayar sedekahkan lah hutang itu. Contoh yang sesuai dalam islam adalah menggunakan alat tukar yang dikenal adalah dinar-dirham (bisa di baca dalam website ini), dalam hutang piutang (tercatat) dan tidak boleh meminta tambahan dalam pengembaliannya

      3. Kepentingan dari semua ini adalah untuk mentaati Allah dan rasul-Nya supaya semua yang kita kerjakan menjadi amal yang membawa berkah dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena islam adalah ad-dien al muamalat, karena itu kita dituntut untuk mengetahui cara hidup yang halal.

      4. Untuk mengatasi riba adalah mulai menyimpan dan menggunakan dinar-dirham dalam transaksi hidup kita sebagai muslim dalam perdagangan, jual beli, hutang-piutang, zakat dan sebagainya. Untuk mendapatkan dinar-dirham dengan harga yang terbaik saat ini bisa lihat di http://www.dinarfirst.org atau kontak langsung ke 081808872091.

  9. yani says:

    Assalamualaikum, Apakah dunia perbankan itu termasuk riba? Mohon jawabannya. Terimakasih

    • al-faqir says:

      @yani dunia perbankan ya bagian dari riba itu sendiri, secara jelas dalam setiap iklan mereka menjanjikan bunga kepada nasabah. Kalau dilihat lebih jauh demokrasi adalah pelayan dari perbankan, yang memastikan sistem riba itu berjalan atas kita semua, dalam konsep negara demokrasi, riba melalui undang-undang dilegalkan menjadi sebagai suatu cara hidup yang kita kenal sebagai kapitalisme.

      Penetrasi kredit perbankan (hutang dgn riba atau bunga) atas hutang individu ataupun negara oleh sistem perbankan, seperti sewa-menyewa uang, jual-beli saham dan ’kertas berharga’, jual-beli valas, dan sejenisnya, adalah inti kapitalisme. Kegiatan ekonomi finansial (ribawi) ini tdk bersentuhan dgn ekonomi riil yg terkait dgn kebutuhan hidup nyata manusia dan merusak manusia lahir dan batin. Inilah sistem riba yang ditanamkan dalam masyarakat muslim hari ini, demokrasi adalah pelayan perbankan.

  10. salim says:

    Saya mau bertanya, mungkin pertanyaan saya ini memang permasalahan pada zaman ini, sebenarnya bunga dalam simpan pinjam itu apa hukumnya?

  11. assalamu’alaikum….

  12. rony says:

    Asalamualaikum. Saya ingin bertanya apa bila saya menanamkan modal di koperasi simpan pinjam yang berada di ruang lingkup kantor saya sebesar 4juta dan tiap bulannya saya mendapat setoran dari orang koperasi dengan sejumlah bunga, apa itu riba ya mas? dan jika yang meminjam uang di koperasi tesebut tidak merasa dirugikan apa masih tetap dalam golongan riba mas. Terimakasih mohon bantuanya

  13. Azfar Bin Abdullah says:

    Assalamualaikum.
    Adakah kadar faedah pinjaman yang dikenakan Bank-bank di Malaysia dan Syarikat pinjaman wang ( berlesen dan tiadak berlesan)itu riba? Apakah hukumnya orang yang meminta riba dan yang terpaksa membayar riba?

  14. [...] Jadi ketika kita melihat komentar  srimulyani (saat itu menteri keuangan) yang menganggap enteng hutang indonesia saat ini, sungguh menyedihkan, siapakah orang ini sebenarnya? apakah dia tidak sadar bahwa rakyatlah yang menanggung hutang ini lewat pajak tak bertepi, harga naik karena inflasi, kualitas hidup berkurang ketika selembar kertas memang tidak berharga dijadikan sandaran ukuran, dimana nilainya dapat dimainkan oleh segelintir orang yang dikenal sebagai oligarki kapitalis. (baca juga tulisan di website ini berjudul Islam Hari Ini Dan Pengertian Riba) [...]

  15. yakasaki says:

    di mana lembaga yg bisa memberi sy pinjaman tanpa riba (interest) saat ini ?

  16. aldi says:

    Pak, saya mau bertanya,,
    maksud dari poin nomor 5 (terkait emas) pada paparan dibawah ini bagaimana pak??

    Ibn Rushd memaparkan beberapa sumber riba ke dalam delapan jenis transaksi:

    1. Transaksi yang dicirikan dengan suatu pernyataan ’Beri saya kelonggaran (dalam pelunasan) dan saya akan tambahkan (jumlah pengembaliannya)
    2. Penjualan dengan penambahan yang terlarang;
    3. Penjualan dengan penundaan pembayaran yang terlarang;
    4. Penjualan yang dicampuraduk dengan utang;
    5. Penjualan emas dan barang dagangan untuk emas;
    6. Pengurangan jumlah sebagai imbalan atas penyelesaian yang cepat;
    7. penjualan produk pangan yang belum sepenuhnya diterima;
    8. atau penjualan yang dicampuraduk dengan pertukaran uang.

    Trus, sekarang ini saya mengikuti program investasi dari PT. Golden Trader Indonesia, berikut cuplikan sistemnya;
    PT. Golden Traders Indonesia (GTI) , Perusahaan pioneer di bidang perdagangan fisik emas batangan (Logam Mulia) yang memperkenalkan konsep yang inovatif dalam perdagangan emas di tengah perdagangan emas secara tradisional di Indonesia. Spesialisasi dari PT. GTI adalah membeli dan menjual emas 24 karat emas fisik batangan (999.9).

    PT. Golden Traders Indonesia (GTI) memberikan peluang bagi para Investor untuk meraih keuntungan baik Investasi secara Jangka Panjang maupun Jangka Pendek.

    PT. GTI dibentuk untuk membantu mengendalikan dan mengantisipasi gelombang naik turunnya harga emas di pasar dunia , dengan garansi beli kembali (buy-back guarantee) pada harga awal (proteksi lindung nilai).

    Program Investasi Jangka Pendek PT. GTI dengan Jaminan Logam Mulai Emas (Bebas Resiko Investasi)

    1. Minimal Investasi : 100 gram ( nilai tergantung dgn harga emas pasar )

    2. Pilihan Jangka Waktu Investasi : 3 , 6 , 12 bulan

    3. Fixed Income / Pendapatan Tetap setiap bulan (pengganti deposito)

    a. 3 bulan : 1,5 % setiap bulan

    b. 6 bulan : 2 % setiap bulan

    c. 12 bulan : Total 30% Dalam 1 tahun (Ketentuan berlaku)

    4. Alternatif keputusan Investasi pada saat Jatuh Tempo

    a. Dicairkan (Nilai Investasi kembali 100%)

    b. Diperpanjang (Roll Over)

    c. Jaminan Emas (Logam Mulia) menjadi Hak Milik Investor

    Contoh :

    Ibu A ber Investasi dengan GTI dengan Nilai Investasi Rp 50.000.000 (kontrak 6 bulan)

    Lalu PT.GTI memberikan Fisik + sertivikat PT.ANTAM Logam Mulia 99.99/24k Senilai 100grm atau senilai investasi 50.000.000 Yang di Pegang Ibu A

    Dan selama Kontrak (6 BULAN) maka Ibu A mendapat kan CASH BACK 2% atau 1.000.000 Dr nilai Investasi 50.000.000 (setiap BULAN NYA)

    Lalu di Akhir kontrak di 6 bulan,ibu A tidak ingin melanjutkan Investasi dengan PT.GTI

    Maka Ibu A mengembalikan Fisik LM+Sertivikat nya ke GTI

    Lalu GTI akan mengembalikan Nilai Investasi awal yang di setor Ibu A senilai Rp 50.000.000

    Tanpa POTONGAN apa pun…..

    NOTE :

    ( Harga LOGAM MULIA di GTI LEBIH tinggi 20% dr harga PT.Antam/pasaran )

    Berikut ini saya berikan Ilustrasi investasI LM 100grm

    ilustrasi perhitungan 100grm 6 (bulan) Real Harga Up date

    100 grm ( GTI ) : Rp : 52.551.000
    50.220.000 X 2% : 1.051.020
    1.004.400 X 6″bulan” : 6.306.120

    Kesimpulan :

    Total Yang di dapat dlm 6 bulan,12% dr Investasi : 6.306.120
    Setiap bulan nya (6bulan) : 1.051.020
    Total dana berkembang menjadi : 58.857.120
    Asumsi Bila Terjadi Risk di Akhir Kontak :

    Asumsi Nilai Jaminan Harga LM PT.ANTAM 100grm : 43.500.000 atau Nilai sekarang 435.000/grm. Naik 10% selama 6 bln

    Nilai Jaminan FISIK LM 100grm selama 6 bln :43.500.000X 10% : 47.850.000

    Nilai Investasi Awal ( 52.551.000 )

    Nilai Jamianan LM yang di pegang : 47.850.000

    Jumlah Cash Back yang sudah di trima : 6.306.120
    ————————– +
    Total Nilai Investasi bila tidak menukar kan LM lagi ke GTI : 54.156.120

    Kesimpulan :

    Bila Nasabah tidak mengembalikan LM GTI”Sebagai jaminan” Dana Investasi Tetap berkembang.Dan masih ada Profit : 1.605.120
    dari :
    ( Total Cash back yg sudah di trima + Nilai LM yang berkembang – Investasi Awal )

    NOTE :

    Dengan memegang FISIK LM 999.9/24K,Resiko setiap bulan selalu berkurang ditambah lagi dengan Cash back yang kita terima setiap bulan nya…..

    Dan ini merupakan trobosan baru,cara modern Investasi Logam Mulia secara kreatif dan inofatif….

    Program NON FISIK Investasi Logam Mulia

    Program Non fisik ini Alternatif bagi Nasabah yang sifat nya Agresif,dengan ingin mendapat kan Nilai Cash Back yang lebih besar lagi… dengan bekerja sama System Bagi Hasil dengan GTI dengan Penanaman Modal Usaha………

    Dimana Dana Tersebut di gunakan/di putar untuk Pembelian LM kembali dan jual beli perhiasan…..

    Program Enam Bulan : 4.5% Setiap Bulan nya (dari Nilai Investasi)
    Program Satu Tahun : 5.4% Setiap Bulan nya (dari Nilai Investasi)

    Dengan Jaminan Invoice “surat hutang GTI kepada Nasabah”
    Minimal Investasi 50gram : Rp 25.000.000

    Investasi 50grm : 25.000.000

    25.000.000 X 4.5% “Setiap Bulan” (6 Bulan) : 1.125.000
    Total Yang di dapat dlm 6 bulan,27% dr Investas i : 6.750.000
    Total Dana Berkembang : 31.750.000

    Investasi 50grm : 25.000.000

    25.000.000 X 5,4% “Setiap Bulan” (6 Bulan) : 1.350.000
    Total Yang di Dapat dlm 1thn,64.8% dr Investasi : 16.200.000
    Total Dana Berkembang : 41.200.000

    Total Profit dalam 1 Tahun : 16.200.000

    Note :
    Nasabah memegang Invoice/surat Kontrak dari Golden Traders Indonesia
    6 /12 Lembar GIRO untuk penerimaan Cash back yang dapat di cairkan langsung setiap bulan nya

    MENURUT USTAD, APAKAH HALAL SISTEM INVESTASI INI????
    TERIMAKASIH

    TOLONG KIRIM KE EMAIL SAYA ; aldiwilman.ga@gmail.com

    • Abdullah says:

      Jadi maksudnya bapak, adalah bapak melakukan investasi emas batangan di perusahaan tersebut, lalu emasnya bertambah? bisa bertambahnya karena apa pak? akad usaha dengan siapa? apa yang diusahakan? berdagang dan jasa?

  17. Doni Rahman says:

    Assalamu’alaikum
    1. saya meminjam kredit ke bank selama 3 tahun sekarang berjalan ke 2 tahun, bagaimana penyelesaiannya sedangkan saya ingin meninggalkan RIBA.
    2. menyimpan di bank itu haram, apakah jual beli di internet juga haram? kan menggunakan jasa perbankan, kayak jual dinar dan dirham, saya jadi tidak mengerti, mohon pencerahan….

  18. Snf Karawang says:

    Kalau uang kertas haram, bagaimana kita bertransaksi membeli dinar dan dirham? Apakah bisa ditukar dengan barang?

    • Abdullah says:

      saat ini penggunaan uang kertas adalah ini darurat dan terpaksa atau tepatnya dipaksakan lewat undang-undang, bisa saja ditukar dengan barang selama memenuhi syarat bertransaksi dalam tuntunan fikih, yaitu:
      1. sukarela atau disebut antaroddin minkum),
      2. setara atau disebut mithlan bi mithlin, dan
      3. kontan atau disebut yaddan bi yaddin.

  19. Abdullah says:

    Jenis-jenis Riba

    Secara garis besar, riba dikelompokan menjadi 2 (dua) masing-masing adalah riba utang piutang dan riba jual-beli. Kelompok pertama terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Adapun kelompok kedua, riba jual-beli, terbagi menjadi riba fadhl dan riba nasi’ah.


    1) Riba Qardh
 Adalah praktek riba dengan cara meminjamkan uang kepada seseorang dengan syarat ada kelebihan atau keuntungan bagi pemberi utang.


    2) Riba Jahiliyyah
 Adalah utang di bayar lebih dari pokoknya karena sipeminjam tidak mampu membayar ytangnya pada waktu yang telah ditentukan


    3) Riba Fadhl 
Adalah pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.


    4) Riba Nasi’ah 
Adalah penangguhan penyerahan atau penerimaan barang ribawi yang di pertukarkan dengan jenis barang ribawi lainya. Riba dalam nasi’ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dan yang diserahkan kemudian.


    Mengenai pembagian dan jenis-jenis riba, berkata imam ibnu hajar al-Haitsami “bahwa riba itu terdiri dari tiga jenis yaitu riba fadhl, riba yaad, dan riba nasi’ah. Al-muttawally menambahkan jenis keempat yaitu riba qardh. Beliau juga menyatakan bahwa semua jenis ini diharamkan secara ijma berdasarkan nash Al-Qur’an dan Hadis Nabi.

    1-Imam Ibnu al-‘Arabiy, Ahkaam al-Quran, juz 1, hal. 321
    2-Imam Suyuthiy, Tafsir Jalalain, surat al-Baqarah:275
    3-Dr. Muhammad Yusuf Saleem, An Introduction to thr Theoretical Foundations of Islamic Transactions, Kuala Lumpur, Ilmiah Publishers
    4- Wahbah Zuhaili, diterjemah oleh Syed Ahmad Syed Hussain,(2005), Fiqh & Perundangan Islam, vol IV, Kuala Lumpur, Dewan Bahasa dan Pustaka.

  20. [...] dari Ibu saya, “mana ada di Indonesia bank syariah yang beneran?” ^_^   Refernsi : Islam hari ini, tentang riba. Like this:LikeBe the first to like this [...]

  21. PT. Golden trader indonesia syariah telah mendapat sertifikat halal yg memenuhi prinsip syariah.bagaimana pendapat anda?

  22. Anza Zahya says:

    bagaimana kah hukum riba dalam islam

  23. lo memakan bunga bang si itu bagaimana hkumnya ribah kah?

  24. TokiMachi says:

    Tulisan kamu memang bagus sesuai dengan aspek legal formal dalam kitab suci dan sunah, tapi masalah hukum riba yang disamakan dengan bank (dalam konteks sekarang) dalam status hukum tidak sesimple seperti yang kamu tuliskan. butuh kajian yang lebih komprehensif lagi untuk menggali istimbat hukumnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Exchange Rate
Tuesday 27/ 08/ 2014
update 11:00 (WIB)
sources: www.dinarfirst.org

1 Gold Dinar (9999)
4.44 gram or 1/7 troy ounce
IDR 2,221,300

1 Silver Dirham (999)
3,11 gram or 1/10 troy ounce
IDR 39,400

1 Daniq (999)
0.5183 gram or 1/60 troy ounce
IDR 11.000

#DinarDirham #IndonesiaHapusRiba #IslamHapusRiba
Bertamu
  • 218,529 hits
Follow Islam Hari Ini on WordPress.com
Islam Hari ini

Website ini adalah sarana untuk meperkenalkan segala yang berkaitan dengan ilmu dan amal yang terkait dinar dan dirham, fikih Imam Malik ataupun Imam Syafi'i, cetak biru sumber awal muslim yang perlu kita jalankan kembali sebagai muslim agar dapat keluar dari penyakit jaman ini yaitu riba (bank dan uang kertas) dan meinggalkan sihir demokrasi.

Islam hari ini bukan yang kiri atau kanan, bukan ekstrem, bukan anti, bukan idealis, bukan liberal, bukan nasionalis, bukan teroris, bukan yang lalu atau akan datang, kita tidak berdialektika. Islam adalah hari ini, disini dan saat ini. amalkan.

Mulanya islam itu asing, dan kembali asing seperti semula. Maka berbaik-baiklah kepada orang asing itu! Dan ditanyakanlah kepada Rasulullah salallahu alaihi wasalam, siapakah orang asing itu? Nabi salallahu alaihi wasallam menjawab, Mereka yang memperbaiki apa yang telah dirusak manusia dari ajaranku'. (pada hadis lain dikatakan) 'orang asing itu berpegang teguh dengan apa yang kamu pegang sekarang.' (pada hadist lain dikatakan) orang-orang asing itu adalah manusia yang sedikit jumlahnya,mereka orang yang baik diantara banyak manusia, yang memarahi mereka lebih banyak dari yang mencintainya (hadis riwayat muslim dan tirmidzi)

Kenapa Uang Kertas Dilarang Dalam Islam

Dalam islam semua transaksi jual-beli harus memenuhi tiga syarat:

1. sukarela atau disebut antaroddin minkum),
2. setara atau disebut mithlan bi mithlin, dan
3. kontan atau disebut yaddan bi yaddin.

uang kertas, namanya rupiah atau dolar atau euro atau pounsterling atau apa saja, tidak dapat memenuhi ketiga syarat tersebut. uang kertas tidak sukarela, tidak setara, dan tidak kontan. jadi, mau buat beli telor, beras, kambing atau buat membayar apa pun, uang kertas tidak bisa digunakan, batil, haram hukumnya.

Uang kertas  tidak dapat memenuhi ketiga syarat jual-beli tersebut, karena di dalamnya mengandung dua jenis riba sekaligus yaitu:

1.riba al fadl (karena ketidaksetaraannya itu), dan
2.riba an nasiah (karena penundaan pembayarannya) tersebut. Jadi jelas, uang kertas itu, haramnya pangkat dua.

Hari ini uang kertas dan sistem perbankan riba dimasukan ketengah kaum muslim nusantara yang di integrasikan (dimapankan) lewat kuda trojan bernama demokrasi.
Apa Itu Dinar Dan Dirham
Dinar dan dirham telah menjadi alat tukar sejak masa Nabi Adam sampai masa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan muslimin sampai jatuhnya Ke Khalifahan Turki tahun 1924. Kedua mata uang logam tersebut digunakan umat muslim selama lebih 1400 tahun. Peradaban manusia sendiri telah menggunakan alat tukar emas selama lebih dari 5000 tahun. Umar bin Khattab, radiya’llahu’anhu menetapkan hubungan tegas antara keduanya sesuai berat mereka yakni: “(berat) 7 Dinar harus setara dengan (berat) 10 Dirham”. Wahyu Allah menyebut Emas dan Perak serta mengaitkannya dengan berbagai hukum , misalnya zakat, perkawinan, hudud.

Sehingga sesuai wahyu Allah, Emas dan Perak mesti nyata dan memiliki ukuran dan penilaian tertentu (untuk zakat dan lainnya) yang mendasari segala ketentuannya, bukan atas sesuatu yang tak berdasarkan shari’ah (kertas dan logam lainnya). Ketahuilah bahwa terdapat persetujuan umum (ijma) sejak permulaan Islam dan masa Sahabat serta tabi’in, bahwa dirham yang sesuai shari’ah adalah yang sepuluh kepingnya seberat 7 mithqal (bobot dinar) emas. Berat 1 mihtqal emas adalah 72 butir gandum, sehingga dirham yang bobotnya 7/10-nya setara dengan 50-2/5 butir. Ijma telah menetapkan dengan tegas seluruh ukuran ini. (Ibnu Khaldun, Al-Muqadimmah). lihat www.islamhariini.wordpress.com


APAKAH DINAR, DIRHAM DAN DANIQ

Dinar
adalah koin emas 4.44 gr (9999) atau 1/7 Troy Ounce

Dirham 3.11 gram (999) atau 1/10 Troy Ounce.

Daniq (1/6 Dirham) 0.518 gr (999) atau 1/60 Troy ounce.

KENAPA DINAR-DIRHAM
Ini adalah pertanyaan penting abad ini, kenapa kita perlu kembali ke alat-tukar emas dan perak? Ini adalah merupakan amal nyata dalam memerangi sistem riba (bank dan uang kertas), Allah dan rasul menyatakan perang terhadap segala praktek riba dan periba

Emas adalah logam mulia dan nilainya tak tergantung pada bangsa maupun ekonomi manapun. Nilainya hakiki dan karenanya handal. Lagipula, emas mudah disimpan dan diangkut, serta segera dikenali sebagai harta kekayaan nyata hampir di seluruh pelosok dunia. Selalu dan akan selalu begitu.

KEGUNAAN DINAR-DIRHAM
Karena Dinar (emas) dan Dirham (perak) mempunyai berbagai fungsi dalam muamalat islam sebagaimana contoh di madinah al munawwara yang antara lain:

1. Untuk Perdagangan Atau Jual-Beli
Sebagai alat tukar, koin dinar emas dan dirham perak dapat digunakan untuk membayar benda niaga dan jasa. Di masa Rasulullah salallaahu alayhi wasallam, seekor ayam dapat dibeli dengan harga 1 dirham, dan hingga hari ini harga ayam masih tetap sama dengan 1 Dirham, 1 ekor kambing dewasa dapat di beli dengan harga 1 dinar hingga hari ini. Artinya selama 1400 tahun inflasi praktis nol. Tak ada alat tukar manapun di seluruh dunia yang dapat melakukan hal yang serupa.

2. Untuk Pembayaran Zakat
Pelaksanaan zakat telah dijelaskan dengan sempurna dan diatur dalam fiqh 4 Imam Madhab ahlul sunnah wal jamaah. Selama berabad-abad saat fiqh dijalankan oleh Khalifah, Sultan ataupun Amir, zakat mal ditunaikan dalam emas dan perak, ini adalah aturan syariah kita.

Saat pertama kali di abad terakhir kolonial menyusupkan uang-kertas, ulama tradisional menolaknya karena berlawanan dengan fiqh. Di antara ulama tersebut muncul ulama terkemuka keturunan Maghribi, Shaykh Muhammad ‘Allish (1802 – 1881), Shaykh para shaykh Maliki di Universitas Al-Azhar di Mesir. Beliau menulis dalam fatwanya jika seseorang mau membayar zakat dengan kertas, maka hanya nilainya sebagai benda niaga (‘ayn), yaitu, nilainya sebagai kertas yang bisa diterima. Dengan demikian, nilai nominalnya tidak bisa digunakan untuk membayar zakat “Jika zakat adalah wajib dengan mempertimbangkan zatnya sebagai benda niaga, maka nisabnya bukan didasari pada nilainya tetapi pada zat dan jumlahnya, sebagaimana emas, perak, biji-bijian, ternak atau buah-buahan. Karena zatnya (kertas) tak berarti (dalam harga) untuk pembayaran zakat, maka kertas harus diperlakukan sebagai tembaga, besi, atau benda serupa lainnya”

3. Sebagai Alat Tukar
Emas dan perak adalah alat tukar universal di seluruh dunia selama berabad-abad. Emas di China sama dengan di Afrika. Sebagai alat tukar untuk pembayaran internasional, emas menghilangkan segala hambatan yang dibuat-buat yang timbul akibat perbedaan mata uang-kertas di setiap negara.

Sebagai alat tukar yang nyata dinar - dirham mempunyai beberapa keunggulan antara lain:
• Stabilitas keuangan
• Nilainya stabil
• Meminimalkan spekulasi dan manipulasi
• Tidak mengenal perbedaan nilai tukar
• Menghidupkan kembali perniagaan sektor riil
• Universal
• Melindungi masyarakat

4. Untuk Tabungan atau Simpanan
Jelaslah bahwa menabung dalam emas menjadi benteng dari manipulasi mata uang-kertas oleh pemerintah maupun spekulan keuangan. Meski sebagai bendanya bisa saja diperdebatkan bahwa emas juga menjadi sasaran fluktuasi berkala, namun kenyataannya jika dibandingkan dengan nilai nisbi benda niaga lain, nilai emas tetap sangat kokoh, sama sekali lebih kokoh dari mata uang-kertas manapun.

Siapa Yang Mencetak Dinar dan Dirham Di Indonesia -Nusantara
Dinar dan dirham Islam telah dicetak dan diperkenalkan di Indoensia pertamakali oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) pada tahun 2000, selanjutnya pada tahun 2010 IMN melakukan koreksi mitsqal yang menetapkan dinar dan dirham baru yang kadar beratnya mengikuti sanad pencetakan dari Walisongo.

Bagaimana Nilai Tukarnya
Nilai tukar dinar dan dirham mengikuti naik dan turunnya nilai nominal uang kertas terhadap harga spot emas dan perak dunia, yang ditentukan saat penukaran. Nilai tukar Dinar-Dirham terbaik dapat di lihat di www.dinarfirst.org setiap harinya

Dimana Bisa Mendapatkan Dinar dan Dirham
Jika anda memerlukan dinar dan dirham silahkan hubungi wakil Dinarfirst terdekat di daerah melalui website www.dinarfirst.org atau CALL/SMS/WA Dinarfirst Nusantara +6287719971991

Apa Itu Kios Dinarfirst
Kiosk Dinarfirst adalah jaringan wakil Dinarfirst yang bertujuan sosial kemasyarakatan untuk memudahkan kita semua mendapatkan dinar dan dirham.

Bagi yang telah mengerti dinar dan dirham silahkan langsung beritahukan kepada saudara muslim yang lian. Mari kita taati Allah dan rasulNya.

JIHAD JAMAN INI ADALAH MEMBERSIHKAN DIRI KITA DARI KOTORAN RIBA

Hasbuna llahu wa ni’ma l-wakil. La ilaha illa llahu wa llahu akbar, wa subhana llah wa bi hamdihi wa astagfiru llah, wa la haw la wa la quwwata illa bi llah, hu wa l-awwalu wa l-akhiru wa dh-dhahir wa l-batin, bi yadihi l-khayr, yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala kulli shayin qadir.

Benteng Nusantara
“Yaa ayyuhal ladziina aamanush biruu wa shaabiruu wa raabithuu wat taqullaa-ha la’allakum tuflihun”

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah ber-ribat (waspada-siap-siaga, di daerah perbatasan musuh Islam) dan bertaqwalah kamu terhadap Allah supaya kamu beruntung” (Al-Quran 3:200)

Benteng Nusantara (2000)
Benteng atau Ribat adalah sebuah pertahanan di mana insan muslim dilatih berjihad (berjuang), baik untuk melawan kebodohan dan ketidakadilan sosial, maupun untuk mencapai kecemerlangan spiritualitas jiwa melalaui dhikir, fikr dan himma. Makna Ribat adalah tempat tinggal orang yang menempuh jalan Allah. Sedangkan Murabathah adalah memerangi musuh Islam. Orang yang berjihad membela kaum muslim disebut al-mujahid al-murabith

The Journey To The King
Bismillah! The pleasure of life is only in the company of the Fuqara -they are the Sultans, the masters, and the princes.

There is no higher company. As they are the least of men and make no claims they are the elite and the two worlds are their property. With them is the maqam al-Mahmud, for the Messenger, blessings and peace of Allah be upon him, has said: 'look for me among the poor, for I was only sent among you because of them,' and 'Poverty is all my glory,' and Allah loves the poor.'

Therefore, keep their company and have adab in their assemblies. Leave your portion behind you whenever they send you forward.

Keep their company - in this is half the science of knowledge. Our knowledge is not informational but it is transmitted. The company of the fuqara' is like a developing fluid in which the murid is soaked, until by its properties the image of his secret that has already been imprinted on his self emerges and is recognised. As we see later in the poem, the imprinting of the image is due to being exposed to the light of the Shaykh.

Until you taste this ease in the company of the fuqara' you can never taste ease in your own company. Until you taste ease in your own company you can not reach the stage of entering the arena of the ahwal (states) of the Shaykh. Once you trust the fuqara' you trust yourself. When you trust yourself you meet the Shaykh at last, not as a guide or a teacher, or a leader, but as a light calling to light.

___________________________________ For those who travel to Allah and do not listen to its conversation or follow its opinion, it is like a strong wind released for sailors. In one hour, it makes them arrive whereas others arrive there after a month or a year. Allah knows best. When someone halts with conversation and opinion, by Allah, he ramains becalmed, at a standstill, as occurs to sailors. Such is its nature. We think that the one who leaves what does not concern him will find that the least of means is enough for him. If he does not leave it, nonthing will be enough for him, no matter what he does. (Shaykh ad-Darqawi)

Pengetahuan terbesar adalah pengetahuan yang di iringi rasa takut (kepada Allah). (ibn Ata'illah)

Pecinta sejati tiada bertepi, rindu tanpa batas dan cinta tanpa kahir, tidak dimiliki dan memiliki (al-faqir)

Aku akan berjalan ribuan kilometer bersama kepalsuan, sampai aku bisa menemukan satu langkah yang benar dan sejati (al-Junayd)

GLOSSARIES

islam: orang yang menerima kebenaran, menyatakan kebenaran Allah dan rasulNya

kafir: orang yang menutupi, menolak atau menyembunyikan kebenaran Allah dan rasulNya

riba (bunga): yang pertama, al nasi’ah, merujuk pada selisih waktu; dan riba yang kedua, tafadul atau al-fadl , merujuk pada selisih nilai.

shi'a: Mengenai Shi'a, mereka dikenal dengan beberapa nama lainnya, termasuk juga ar-Rafida (orang yang melarikan dari barisan atau berkhianat atau juga pemberontak kepada otoritas muslim -dalam hal ini adalah Khalifah), al-Ghaliyah (artinya Ekstrim- orang-orang yang berlebih-lebihan) dan at-Tayyara (artinya yang tidak bertanggung-jawab atau oran-orang yang mudah berubah-rubah). Mereka dikenal saat ini dengan sebutan Shi'a (artinya The partisans - kelompok yang diam-diam melawan pemimpin islam - dalam hal ini terhadap khalifah) untuk alasan yang sederhana mereka memmisahkan diri (shayya'at) untuk mendukung Ali, semoga Allah memberkahinya, dan mengatakan dia Ali radiallahu 'anhu lebih tinggi kedudukannya dari seluruh sahabat-sahabat baginda Rasulullah salallahu alayhi wasallam. Sebutan Rafida untuk Shi'a dikerenakan penolakan (rafd) mereka terhadap hampir seluruh Sahabat-Sahabat Nabi Muhammad. mereka menolak Ke Imam-an dari Abu Bakr dan 'Umar (semoga Allah memberkahi keduanya). Yang lainnya, bagaimanapun, mereka juga disebut ar-Rawafid (the Desrters- orang yang melarikan dari barisan dalam hal ini berkhianat) karena mereka melarikan diri dari Zaid ibn 'Ali, ketika Zaid menerima otoritas (Kekahlifahan) dari Abu Bakar dan "Umar (semoga Allah memberkahi keduanya) dan mereka menyatakan lebih memilih Imam mereka sendiri. Zaid mengatakan (kepada bekas pendukung-pendukungnya): "Mereka telah mengkhianatiku (rafaduni)," dan mereka menjadi seperti apa yang dikenal sekarang sebagai Rafida. Mereka juga yang menyiapkan Shia"a sebagai seseorang yang tidak menerima kepamimpinan 'Uthman atas 'Ali (semoga Allah memberkahi keduanya), dimana para Rawafid adalah yang (lebih aktif) mendukung kepemimpinan dari 'Ali atas 'Uthman (semoga Allah memberkahi keduanya). Termasuk di antara Shia'a adalah Qat'iyya (Positivists -rasionalist), mereka yang disebut itu karena pernyataan kepastian (qat') mengenai kematian dari Musa ibn Ja'far. Juga termasuk di antara mereka adalah Ghaliya (extremists), mereka di sebut itu karena terlalu fanatik berlebihan mencintai (ghuluww-devotion) Ali, semoga Allah memberkahinya, dan dengan perbuataan yang tidak pada tempatnya mereka memberikan atribut-atribut keTuhanan (rububiyya-Lordship) dan keNabian (Nubuwwa) pada Ali, semoga Allah memberkahinya.Nama dari penyusun yang mengkompilasi tulisan buku-buku mereka adalah: Hisham ibn Hakam, 'Ali ibn Mansur, Abu'l-Ahwas, al-Husain ibn Sa'id, al-Fadl ibn Shadhan, Abu 'Isa al-Warraq, Ibn ar-Rawandi and al-Maniji. Pusat terbanyak konsentrasi mereka dapat ditemukan di dikota-kota seperti Qum dan Qashan (di Iran) dan di daerah Idris dan Kufa (di Iraq).

dhimmi: seorang dhimmi adalah seseorang yang memilih tinggal di dalam masyarakat muslim di bawah hukum Islam sementara dia tetap bukan orang Islam, berarti mendapat jaminan keselamatan dari segala bentuk pelecehan atau rongrongan agama.

fuqara: sebutan untuk murid-murid Shadilliya-Darqawi, berasal dari kata faqir. Wali dari Bahlil berkata: ‘Fuqara adalah sekumpulan semak-belukar.’ Shaykh Abu Madyan berkata: ‘Kenikmatan hidup hanya jika berkumpul dengan fuqara - merekalah para sultan, para tuan dan para pangeran.’ Si faqir adalah dia yang telah berpaling dari kesia-siaan pencarian dunia ini dan melangkah pada pencarian atas al-Haqq, yakni rahasia keberadaannya sendiri. Syarat pertama bagi pencarian ini adalah dia harus berkumpul dengan khalayak yang juga ingin memperoleh ilmu ini. Untuk masuk kalangannya berarti harus susah dengan kesulitan-kesulitan mereka dan gembira dengan keberhasilan-keberhasilan mereka. Awalnya si faqir melihat kesalahan-kesalahan para faqir lain. Ketika ia menyadari bahwa mereka baginya serupa sebuah cermin - sebagaimana makna sebuah hadist terkenal - ia berhenti melawan mereka dan cinta mulai bersemi di hatinya bagi para pecinta Allah. Dengan cara inilah ia mendekati Shaykhnya. Si faqir miskin dalam Allah, dan cukuplah Allah baginya dalam kemiskinannya (di ambil dari 100 langkah, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi). Shaykh Abdal Qadir As-Sufi pernah menulis: “Sebenarnya tidak ada lagi tempat yang lebih tinggi. Ketika hanya sedikit manusia yang mampu mencapai tingkat tertentu, namun mereka tidak pernah mendakwakan diri sebagai kelompok terpilih (elite). Sebenarnya mereka ini telah mencapai tingkatan kemuliaan (maqam al- mahmud). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pernah berkata: “Wahai kaum faqir, hanya karena engkaulah aku diutus Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya di bumi ini,” juga sabdanya: “Kefaqiran adalah kemuliaanku,” dan “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang faqir.”

sallallahu ‘alayhi wa sallam: Salutation for the Messenger of Allah, meaning ‘may Allah bless him and grant him peace’.

faqih: (jamak: fuqaha) Ahli pengetahuan hukum Islam, yang dengan pengetahuannya memiliki wewenang untuk memberikan pendapat ataupun fatwa

fatwa: Ketetapan tentang hukum Islam yang dikeluarkan oleh seorang faqih yang berwenang

freemansory: Kelompok elit (sedikit) yahudi yang mengajarkan gagasan-gagasan palsu tentang humanisme, seperti persaudaraan antarmanusia, toleransi beragama, serta universalisme yang bukan berlandaskan kepada TAUHID. Retorika lain yang mereka gunakan adalah penghargaan atas pluralisme dan persamaan hak.

fiqh: Pengetahuan tentang penerapan ajaran agama

sosialisme: kapitalisme dalam perspektif lain, yakni kapitalisme negara.

Illuminati: I. Member of a group of people claiming to be particularly enlightened. Religious sects and secret societies have at various times called themselves illuminati, and there are persistent myths about such groups masterminding world events.
II. The Spanish illuminati (aluminados) had beliefs derived from gnosticism and were suppressed by the Inquisition during the 16th century. They also established themselves in Picardy and elsewhere in France during the 17th century, and lasted in isolated bodies until the end of the 18th century.
III. A secret masonic society with republican views was formed in 1776 by Adam Weishaupt, professor of canon law at Ingolstadt, Bavaria. This group, called illuminati because they claimed exclusive right to the illumination of Jesus, was anti-jesuit, and was suppressed in 1785.

Kesultanan Nusantara
In Brunei:

In China:

Furthermore, the Qa´id Jami al-Muslimin (Leader of the Community of Muslims) of Pingnan Guo ("Pacified South State", a major Islamic rebellious polity in western Yunnan province) is usually referred to in foreign sources as Sultan

In Indonesia (formerly in the Dutch East Indies):

  • on the Riau archipelago: sultanate of Lingga-Riau by secession in 1818 under the expelled sultan of Johore (on Malaya) Sultan Abdul Rahman Muadzam Syah ibni al-Marhum Sultan Mahmud

In Malaysia, 9 states out of 13 states are sultanates, all on the Malay peninsula:

In the Philippines:

In Thailand (Siam):

Contemporary sultanates
NASEHAT DARI ORANG ASING
"Maukah kuceritakan kepadamu tentang amalmu terbaik dan paling bersih dalam pandangan Allah swt. serta orang yang tertinggi derajatnya di antaramu, yang lebih baik dari menyedekah emas dan perak serta memerangi musuh-musuhmu dan memotong leher mereka dan mereka juga memotong lehermu?" Para sahabat bertanya,"Apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Dzikir kepada Allah swt" (Hr. Baihaqi)

Sufi dari syam menyampaikan: "(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah" (al-Baqarah-273)

Wahai orang-orang beriman! jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antaramu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang (49:12)

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka, Katakanlah, "Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar" (49:17)

Donasi Islam Hari Ini

Semua yang kami kerjakan ini adalah bagian dari pelayanan kepada muslin di Nusantara dan dunia untuk menyenangkan Allah dan rasul-Nya, bagi muslim yang ingin membantu dengan sedekah dan wakaf tunai silahkan hubungi kami di info@dinarfirst.org

DISCLAIMER
Semua isi tulisan dalam site ini adalah untuk Muslim Nusantara, Muslim seluruh Dunia dan non-Muslim.

Tidak diperbolehkan mengkopi sebagian atau keseluruhan isi atau melakukan perubahan pada isi artikel tanpa izin tertulis, baik melalui e-mail atau fax 62.21.75900412, Ribat Rasulullah

Kami mengizinkan isi website ini di sebarluaskan, dalam bentuk media cetak, elektronik atau CD selama tidak melakukan perubahan terhadap sebagian atau keseluruhan isi artikel dan tidak mengganti nama penulis atau sumber artikel, dengan permohonan permintaan ijin tertulis atau melalui e-mail kepada editor islamhariini.wordpress.com, info@dinarfirst.org

bagi muslim yang tergerak dan telah sadar tentang pentingnya memerangi riba dan ingin membantu berfisabilillah dengan hartanya silahkan bantu kami pada setiap bulannya atau kapan saja kepada: BCA acc no. 2861386564 atau datang langsung ke Ribat Rasulullah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers

%d bloggers like this: