mengislamkan kapitalisme (sistem riba)

porky02.jpg

Asosiasi Bank Syariah akan Bentuk Lembaga Pembiayaan
Sabtu, 16 Juni 2007

Asosiasi perbankan Syariah Indonesia berencana akan membentuk Al-Ijarah Indonesia Finance, lembaga pembiayaan perbankan syariah untuk korporasi

Hidayatullah.com–Asosiasi Bank-bank Syariah Indonesia (Asbisindo) berencana akan membentuk Al-Ijarah Indonesia Finance, yakni lembaga pembiayaan dari perbankan syariah bagi pembiayaan korporasi.
“(Lembaga-Red) Ini nantinya yang lebih banyak melakukan sindikasi dan kerjasama dengan bank-bank syariah. Al-Ijarah akan fokus pada pembiayaan korporasi dan proyek-proyek besar, bukan untuk pembiayaan retail,” kata Ketua Umum Asbisindo A Riawan Amin di Jakarta, Jumat (15/6). ————————————————————————————————————-

mau dikasih peci atau jenggot ya kalo babi ya tetep babi, ya tetap haram, bank shariah itu adalah seperti jualan daging babi dibungkus, dimasukan kaleng, terus dikasih sticker halal! sebentar lagi orang-orang demam ini akan membuat wishky islam, walah…mengilsamkan kapitalisme (sistem ribawi)…silahkan baca juga KEKELIRUAN ‘ bank islam’ (diposting sebelumnya lihat kategori pilihan)

pada suatu kesempatan seminar yang diadakan MES di BI beberapa bulan lalu riawan amin mengatakan secara terbuka: bahwa bank shariah itu bisa dikatakan baru 30 persen shariah. terus kok masih dijalanin…pak riawan mana ada itu 30% syariah! umat muslim keluar dari mulut buaya pindah kemulut singa. orang-orang bank shariah ini sudah di beritahu..diingatkan…tapi pekak! ya di doakan mudah-mudahan cepat sadar.

Explore posts in the same categories: Esoteric Deviation In Islam

6 Comments on “mengislamkan kapitalisme (sistem riba)”

  1. dede Says:

    Sotoy kamu..belum nyoba udah nuduh!waoy sekarang jaman universal kalo kita tetap kolot kapn majunya!berani berubah!!

  2. islamhariini Says:

    hehehe sotoy ayam kali…kalau itu mah enak…cuman bedanya soto sekarang banyak pake vetsin ya ente cobain aja saya ma dah ngga mau!…ngga perlu dicoba udah jelas kok itu apa bank shariah…silahkan juga baca buku ILUSI DEMOKRASI dari Zaim Saidi…nah mudah-mudahan ente tambah maju kedepan setelah baca buku itu..bukan maju kebelakang (eh ngga ada ya maju kebelakang..uuppss hihihi)

    woiii ente yang kemana aja, hahahah kok jaman universal apa urusannya…universal studio kaleee tempat buat film di holywood wakakaka

    eh bahlul! jaman maju apanya? kalau riba ya tetap saja riba..(udah gini aja ente tanya ulama sejati deh yang mempunyai ilmu dan amal yang —bersambung— ke madinah atau coba pelajari (dengan guru ya) kitab-kitab sebelum abad 18 ke atas nah kalau udah ketemu cerita lagi ke saya) maju itu boleh tapi yang haram tetapa aja haram sontoloyo!

    berubah boleh tapi syariat mah nggal!! berubah naon…manusianya yang harus berubah memang supaya lebih taat kepada Allah dan mengikuti Rasulullah salallahu alayhi wasallam :)

    selamat mencoba bank shariah dehh…

  3. Edy Says:

    Kang Dede dan Moderator Islamhariini koq tidak menunjukan akhlak muslim yang baik ya, Hemat saya untuk kang Dede tidak perlu marah, yang diperlukan adalah selalu memberikan solusi kepada setiap muslim, bukan hanya teori. dan buat bung moderator, Rasulallah tentu tidak mengajarkan caci maki seperti itu, jawablah dengan diawali nasehat. moga Allah mempertemukan kita di sorga-Nya, Amiin. Thanks

  4. islamhariini Says:

    saya memang bukan orang baik, saya pengen jadi bener dulu kang, jadi muslim yang bener dulu baru baik itu akan mengikuti. hari ini banyak orang baik tapi ngga bener, tapi kalau orang bener insyallah akan baik (walaupun tetap masih tetap ada kekurangan).

  5. vincent Says:

    menjadi muslim yang bener tapi jangan sampai jadi sok bener…secara tak terasa kesombongan lah yang muncul….saya kagum tulisan2 anda yang sungguh mencerahkan….tapi hati-hati ya kang saya sangt terusik dengan ucapan anda pada kang edy yang dengan niat baik mengajak anda berdiskusi tapi kang moderator menihilkannya dengan bilang “saya tidak sedang berdiskusi..tapi memberitahu anda…! seolah anda telah tahu segalanya…pengetahuan kita hanyalah secuil kang..sungguh kata2 anda mencerminkan kesombongan yang tidak anda sadari…! .Bukankah rosulullah menyampaikan syiar islam dengan suatu metode dan proses?…saya tahu dimata anda penipuan ala kapitalisme yang terjadi sudah begitu nyata dan merusak…jadi anda memposisikan semuanya dalam kondisi tidak bisa ditolelir lagi…
    kalo ucapan kang sotoy diatas mah gak level lah kang buat ditanggapi…saya juga malas…
    salam….saya hanya orang bodoh yang sedang belajar dari anda…semoga anda memahami niat baik saya…

  6. islamhariini Says:

    waduhhh capeek dehh…ngga ada yang pengen sombong..susahnya begini kalau pakai tulisan balesnya via web…hehehe yah saya maklum dengan kecaman anda….jelas juga topik ini tentang bank shariah bukan ngomong tentang segalanya :) itu anda yang bilang…

    ya dalam hal deeen memang tidak ada diskusi…yang satu memberi tahu atau sebaliknya…yang tidak tahu bertanya malah mungkin yang diberitahu akan menjadi lebih tahu kemudian dari orang pertama memberitahu, amin!..kalau kita mendiskusikan sesuatu artinya kedua orang tersebut tidak tahu yang akhirnya adalah mengeluarkan pendapat yang ujung akhirnya berdebat..sedang subject yang tengah dibicarakan adalah bukan pendapat saya juga tetapi telah ada ilmu dan amalnya (deen islam) mengenai riba, bank shariah itu, makanya saya katakan begitu. untuk apa mendiskusikan sesuatu hal yang telah jelas dalam deen islam. begitu tahu ya amalkan!

    saya tidak memposisikan ini dan itu…inilah keadaannya hari ini yang harus kita mengerti sebagai muslim…muamalat kita hilang..hanya ibadah dimasjid..diluar itu kita bermuamalat bukan dengan contoh Rasulullah salallahu alayhi wasallam. baca dulu sajalah…

    metode Rasulullah simple aja..kami dengar dan kami taat. kalo orang sekarang mah engga kami dengar dan kami tanya terus…hehehe…akhirnya ngga ngamalin..walaupun hanya secuilya. dalam urusan deen ini kita ngga perlu orang pintar…kita perlu orang yang taat dan berdzikir selalu.

    anda mengatakan diri anda orang bodoh? wah…anda telah berprasangka buruk kepada Allah..maksudnya merendah tapi malah berbohong…

    ya memang kondisi riba ini sudah tak dapat ditelorir sebenernya, karena memiskinkan sebagian besar orang, merusak masyarakat secara lahir dan batin. kecuali anda sudah terlalu apatis :) saya harap anda tidak apatis…sama halnya seperti macet dijakarta yang sudah tidak bisa ditolerir lagi hehehe….ini kenyataan yang kita hadapi bersama dan perlu jalan keluar. trims

    salam

Comment: