UANG KERTAS, UANG RIBA

 

UANG KERTAS, UANG RIBA
Di Inggris, uang dicetak oleh Bank Inggis dan diproduksi oleh Royal Mint. Di Amerika, uang dikeluarkan oleh Federal Reserve Bank. Ada beberapa bentuk Bank central yang sama di setiap negara. Di Amerika biayanya sekitar 4 sen untuk mencetak note $1. Kurang lebih dengan biaya 4 sen juga untuk mencetak $100. Orang – orang yang mencetak note tersebut juga membayar 4 sen dan untuk sedikit pengeluaran mereka menghasilkan banyak uang.

Bank menjual US Dollar yang dengan ongkos cetak setiap lembar uang kertas sekitar 4 sen atau lebih kepada khalayak, Bank menjual kertas cetakan yang disebut uang kertas seharga US$1, US$10, US$20, US$50, US$100. Hal ini merupakan bisnis cetakan yang sangat cerah. Anda dapat mengerti mengapa orang lain ingin terjun dalam bisnis tersebut. Beberapa orang menggunakan fotocopy berwarna untuk membuat uangnya sendiri.

Inilah penipuan yang dilakukan oleh Bank-bank (Federal Reserved, IMF, World Bank, ADB dan lain-lain termasuk juga jerat Bank Islam’ dan Bank ‘Syariah’)

American Federal Reserve Bank juga secara pribadi dimiliki. Hal ini diatur untuk kelihatan demikian seakan-akan bagian dari pemerintah Amerika, padahal bukan. Kebanyakan orang mengira bahwa kata -American- adalah sebuah institusi Amerika daripada sebuah bisnis seperti Microsoft atau Coca Cola.

Anda mungkin bertanya mengapa kami menulis ini. Hal ini karena setiap negara di dunia, termasuk setiap negara muslim, telah mengikuti jalan yang sama yang orang-orang (kafirun) tersebut lakukan. Setiap negara sekarang mempunyai bank nasional, kurs uang nasional, hutang nasional, dan pajak yang membengkak.

Uang yang ada sekarang ini, yaitu uang kertas, semata-mata adalah lambang, yang mewakili uang hutang (promissory note) atau IOU –I Owe You- (Saya Hutang Kamu) – hutang yang menuntut bayaran lebihan atau tambahan. Maka jelaslah bahwa uang kertas adalah uang riba.

Uang kertas riba adalah satu-satunya ciptaan manusia yang membawa bencana, celaka, kezaliman dan malapetaka kepada seisi bumi ini. Menciptakan artinya menjadikan, dari tiada menjadi ada. Ciptaan ini menggunakan kertas, mencetak angka dan memberi nilai pada kertas.

Dewasa ini, uang kertas dipakai sebagai perantara pertukaran atas paksaan negara dan penegasan undang-undang. Pendek kata, kita dipaksa memakai uang kertas yang nilai dan peredarannya dikuasai oleh bank-bank di bawah pengawasan negara.

Uang kertas haram menurut Islam karena uang itu tidak mempunyai nilai apapun kecuali dengan melalui paksaan monopoli. Uang kertas adalah ciptaan atau rekayasa kuffar barat dan tidak ada sangkut-pautnya dengan Islam. Bagaimanapun, uang kertas riba diperkenalkan di Persada Islam untuk meneruskan penjajahan dan pemaksaaan intelektual melalui persekongkolan dengan golongan munafiqun8.

Dari segi sejarah uang kertas riba telah melalui beberapa tahap perubahan dan sedang melanjutkan evolusinya. Bersalin dari kertas ke suatu bentuk elektronik yang merupakan unit ‘uang andaian’ (hypothetical money). Sebenarnya, sepanjang catatan sejarah, emas dan perak merupakan uang sejagat yang digunakan untuk berjual-beli di Eropa, di benua Afrika, di bumi Cina dan kepulauan Nusantara. Namun, pada masa Zaman Kegelapan Eropa, ’uang kertas’ mulai digunakan sebagai nota pertukaran (bill of exchange) di antara pedagang-pedagang di bandar-bandar yang berlainan.

Riba dari segi bahasa berarti kelebihan atau tambahan. Akibatnya, semua uang yang beredar mengandung kelebihan atau tambahan padanya, yang akhirnya menyebabkan uang itu susut nilai. Gejala buatan manusia ini – dikenal sebagai inflasi – ini terkandung dalam sistem keuangan riba.

Inflasi tidak lain dan tidak bukan adalah ‘cukai yang tidak nampak’ (invisible tax) dan perampokan yang diatur oleh undang-undang.

Bank senantiasa mau memeras lebih banyak uang dari masyarakat melalui kelebihan atau tambahan bayaran atas kelebihan hutang dari apa yang dipinjamkan. Ini mencetuskan putaran ganas pinjaman yang berkelanjutan untuk menerbitkan lebih banyak lagi uang.

Pengembangan kredit ini selain tidak mencerminkan pertumbuhan kekayaan yang sejati, juga membesarkan inflasi karena barang dan jasa-jasa mengalami ‘monetization’– semuanya dinilai dengan uang kertas yang tidak menentu. Dengan pertumbuhan khayal ini, keseluruhan sistem keuangan riba akan runtuh.

Setiap kali pinjaman dikeluarkan, lebih banyak uang perlu dicari, dan dipinjamkan. Akibatnya, harga barang dan jasa-jasa naik, dan ini memaksa kenaikan gaji supaya bisa mendapatkan lebih banyak uang untuk meningkatkan kemampuan membeli barang-barang yang telah melambung harganya itu. Dengan kata-kata lain, putaran inflasi terjadi akibat terlalu banyaknya uang menghambat barang dan jasa-jasa yang sedikit. Hal ini disebabkan oleh penggandaan uang tiada henti. Uangnya tetap sama, hanya nilainya saja yang turun karena jumlahnya dalam peredaran berlipat-ganda.

Jangan kita sekali-kali menyangka bahwa jika kita tidak terlibat dengan urusan bank, kita terlepas dari laknat mengamalkan riba. Selama waktu kita memakai uang kertas, maka uang kertas itu akan mengalami susut nilai yang berkepanjangan, yang secara langsung menyebabkan merosotnya kekayaan dan harta benda kita. Susut nilai ini adalah satu bentuk cukai yang dikenakan oleh bank secara halus kepada semua pengguna uang kertas. Ini karena bank mengucurkan kredit (kemudahan membayar belakangan atau penangguhan pembayaran), dan pengembangan kredit menyebabkan inflasi. Berbagai cukai seperti cukai pintu, tanah dan sebagainya yang dikenakan oleh negara kepada rakyat, juga memperkokoh inflasi. Negara memungut cukai untuk membayar kelebihan atau tambahan hutang negara kepada bank. Karenanya, negara sudah menjadi unit penghutang, yang memeras dan menindas masyarakatnya dengan segala macam bentuk cukai.

Tidak ada cukai dalam Islam, yang ada hanya zakat fitrah, zakat harta dan jizya bagi golongan dhimmi – orang bukan Islam yang bernaung di bawah pemerintah Islam.

Sektor swasta menjaminkan aset mereka, pemerintah telah menjaminkan harta benda nasional kepada bank, maka terangkum dalam hutang swasta dan hutang nasional itu, maka dunia sudah dijaminkan dan digadaikan kepada perserikatan bank se-dunia.

Jikalau uang kertas tidak dihentikan penggunaannya, pemindahan kekayaan yang berterusan dari nasabah peminjam kepada pemberi pinjaman (bank) akan berkelanjutan. Inilah caranya bagaimana bank-bank di dunia kini memiliki hampir segala sesuatu di muka bumi ini.

Dengan terang-terangan, para penguasa keuangan riba menguasai dunia, penguasanya bukan lagi pemerintah atau negara-negara, apalagi lagi politikus primitif kerdil. Sama seperti ahli-ahli sihir Firaun, penguasa elit keuangan riba menggunakan sulapan uang kertas untuk memukau penonton-penontonnya.

Tak ragu lagi, uang kertas ciptaan kafirun inilah yang bertanggung-jawab menimbulkan kekurangan dan kemerosotan. Permainan jungkat jungkit ini hanya bisa terjadi dengan adanya uang kertas sebagai poros penyangganya.

Kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang berlaku di Irlandia. Dalam suatu uji-coba, bank di negara itu hendak mengajar masyarkat, maka mereka menghentikan operasinya. Namun khalayak tak perduli dengan tindakan perbankan itu dan meneruskan tataniaga atau perdagangan mereka tanpa bank. Ketika perbankan sadar bahwa tindakan itu merugikan mereka sendiri, maka mereka membuka ‘perniagaan’ mereka kembali.

Kesimpulannya, semua kembali kepada tindakan masyarakat Muslim dan Umum apakah hendak menggunakan bank atau tidak. Kita tidak memerlukan bank! Bank memerlukan kita! Tanpa keterlibatan kita, bank tidak ada gunanya. Jadi tinggalkanlah apa yang di benci oleh Allah dan Rasul-Nya, inilah sunnah. Shalat dan Zakat

Jabir berkata, Rasul Allah, salawat dan salam ke atasnya, melaknat mereka yang menerima riba, dan yang membayarnya, mencatatnya, dan dua orang saksi; seraya dia berkata, ‘Mereka itu sama saja.’ (Al-Muslim)

Masyarakat Islam hari ini sudah meninggalkan amalan tata niaga halal dalam Islam seperti, qirad, shirkah, Mudharabah, duta-duta perdagangan dan sebagainya yang dicontohkan salallahu alaihi wasallam, para sahabatnya dan tabiit tabiin. Malah teka-teki ulama’ modernis dan ahli-ahli ‘Ekonomi Islam’ hari ini cuma menyumbang kepada kekeruhan dan kekeliruan mengenai amalan tata niaga halal.

Dewasa ini, ribalah yang dihalalkan dan tata niaga (perdagangan) halal telah diharamkan atau hampir-hampir mustahil untuk diamalkan. Padahal, apa yang halal dan apa yang haram, jelas digariskan di dalam Kitab Al-Muwatta’ Imam Malik, yang merekam amalan tata niaga halal pada zaman Rasulallah salallahu alaihi wasallam, para sahabatnya dan tabi tabiin.

Yahya meriwayatkan kepada saya (Imam Malik) dari Malik dari Musa ibn Abi Tamim dari Abu’I-hubab Sa’id ibn Ysar dari Abu Hurayra bahwa Rasul Allah, selawat dan salam ke atasnya, bersabda, “Satu dinar untuk satu dinar, tidak ada kelebihan di antaranya.” (Al-Muwatta’, 31.16.29)

Malik meriwayatkan kepada saya bahwa Zayd ibn Aslam berkata, ‘Riba pada zaman Jahiliyya, (adalah) seseorang itu memberi pinjaman bertempo kepada orang lain. Apabila tempo itu tiba, dia berkata, ‘Apakah kamu akan menunaikannya atau menambahnya?’ Jika orang yang berhutang itu, membayar, dia (peminjam) mengambilnya. Jika tidak, dia mengenakan tambahan pada hutang itu dan memanjangkan tempo membayar balik hutang tersebut.”

Malik berkata, “Perbuatan yang dilarang, yang tidak ada perselisihan di kalangan kita, adalah seseorang itu memberi pinjaman bertempo kepada orang lain, dan kemudian peminjam itu mengurangkannya dan orang yang berhutang itu membayarnya (sebelum tempo itu). Kepada kita, perbuatan ini sama dengan orang yang menunda-nunda membayar hutangnya setelah temponya tiba dan pemberi pinjaman mengenakan tambahan kepada hutang tersebut.”

Malik berkata, “Ini tidak lain dan tidak bukan, melainkan riba. Tiada ragu-ragu.”
(Al-Muwatta’, 31.39.83).

About these ads
About

all you need is love

Posted in Sejarah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Exchange Rate
Friday 04/ 04/ 2014
update 11:00 (WIB)
sources: www.dinarfirst.org

1 Gold Dinar (9999)
4.44 gram or 1/7 troy ounce
IDR 2,166,500

1 Silver Dirham (999)
3,11 gram or 1/10 troy ounce
IDR 39,000

1 Daniq (999)
0.5183 gram or 1/60 troy ounce
IDR 11.000

#DinarDirham #IndonesiaHapusRiba #IslamHapusRiba
Bertamu
  • 216,069 hits
Dinarfirst People
Dinar 4.44 gram (9999) or 1/7 troy ounce and Dirham 3.11 gram (999) or 1/10 troy ounce are exchangeable with other gold and silver coins #DinarDirham #Gold #Silver #Mithqal #TroyOunce #Dinarfirst #IMN #Coins #Muamalah Dirham Nabawi 3.11 gram (999) or 1/10 troy ounce #DinarDirham #Silver #Coins #Islam #Dinarfirst #IMN From #Surabaya starting with #DinarDirham for halal trading #IslamHapusRiba #FreeMarket #Gold #Silver #IMN #DinarfirstPeople www.dinarfirst.org #DinarDirham #RemoveRiba #IndonesiaHapusRiba #IslamHapusRiba #Gold #Silver #IslamicMintNusantara #Tradition #Culture www.dinarfirst.org Kraton Yogya Peringati HUT 266, Mewujudkan KeKhalifahan Jawa http://dinarfirst.org/kraton-yogya-peringati-hut-266-mewujudkan-kekhalifahan-jawa/ #DinarDirham #Dinarfirstpeople #Java #Nusantara #IslamHapusRiba #IndonesiaHapusRiba
Follow Islam Hari Ini on WordPress.com
Islam Hari ini

Website ini adalah sarana untuk meperkenalkan segala yang berkaitan dengan ilmu dan amal yang terkait dinar dan dirham, fikih Imam Malik ataupun Imam Syafi'i, cetak biru sumber awal muslim yang perlu kita jalankan kembali sebagai muslim agar dapat keluar dari penyakit jaman ini yaitu riba (bank dan uang kertas) dan meinggalkan sihir demokrasi.

Islam hari ini bukan yang kiri atau kanan, bukan ekstrem, bukan anti, bukan idealis, bukan liberal, bukan nasionalis, bukan teroris, bukan yang lalu atau akan datang, kita tidak berdialektika. Islam adalah hari ini, disini dan saat ini. amalkan.

Mulanya islam itu asing, dan kembali asing seperti semula. Maka berbaik-baiklah kepada orang asing itu! Dan ditanyakanlah kepada Rasulullah salallahu alaihi wasalam, siapakah orang asing itu? Nabi salallahu alaihi wasallam menjawab, Mereka yang memperbaiki apa yang telah dirusak manusia dari ajaranku'. (pada hadis lain dikatakan) 'orang asing itu berpegang teguh dengan apa yang kamu pegang sekarang.' (pada hadist lain dikatakan) orang-orang asing itu adalah manusia yang sedikit jumlahnya,mereka orang yang baik diantara banyak manusia, yang memarahi mereka lebih banyak dari yang mencintainya (hadis riwayat muslim dan tirmidzi)

Kenapa Uang Kertas Dilarang Dalam Islam

Dalam islam semua transaksi jual-beli harus memenuhi tiga syarat:

1. sukarela atau disebut antaroddin minkum),
2. setara atau disebut mithlan bi mithlin, dan
3. kontan atau disebut yaddan bi yaddin.

uang kertas, namanya rupiah atau dolar atau euro atau pounsterling atau apa saja, tidak dapat memenuhi ketiga syarat tersebut. uang kertas tidak sukarela, tidak setara, dan tidak kontan. jadi, mau buat beli telor, beras, kambing atau buat membayar apa pun, uang kertas tidak bisa digunakan, batil, haram hukumnya.

Uang kertas  tidak dapat memenuhi ketiga syarat jual-beli tersebut, karena di dalamnya mengandung dua jenis riba sekaligus yaitu:

1.riba al fadl (karena ketidaksetaraannya itu), dan
2.riba an nasiah (karena penundaan pembayarannya) tersebut. Jadi jelas, uang kertas itu, haramnya pangkat dua.

Hari ini uang kertas dan sistem perbankan riba dimasukan ketengah kaum muslim nusantara yang di integrasikan (dimapankan) lewat kuda trojan bernama demokrasi.
Apa Itu Dinar Dan Dirham
Dinar dan dirham telah menjadi alat tukar sejak masa Nabi Adam sampai masa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan muslimin sampai jatuhnya Ke Khalifahan Turki tahun 1924. Kedua mata uang logam tersebut digunakan umat muslim selama lebih 1400 tahun. Peradaban manusia sendiri telah menggunakan alat tukar emas selama lebih dari 5000 tahun. Umar bin Khattab, radiya’llahu’anhu menetapkan hubungan tegas antara keduanya sesuai berat mereka yakni: “(berat) 7 Dinar harus setara dengan (berat) 10 Dirham”. Wahyu Allah menyebut Emas dan Perak serta mengaitkannya dengan berbagai hukum , misalnya zakat, perkawinan, hudud.

Sehingga sesuai wahyu Allah, Emas dan Perak mesti nyata dan memiliki ukuran dan penilaian tertentu (untuk zakat dan lainnya) yang mendasari segala ketentuannya, bukan atas sesuatu yang tak berdasarkan shari’ah (kertas dan logam lainnya). Ketahuilah bahwa terdapat persetujuan umum (ijma) sejak permulaan Islam dan masa Sahabat serta tabi’in, bahwa dirham yang sesuai shari’ah adalah yang sepuluh kepingnya seberat 7 mithqal (bobot dinar) emas. Berat 1 mihtqal emas adalah 72 butir gandum, sehingga dirham yang bobotnya 7/10-nya setara dengan 50-2/5 butir. Ijma telah menetapkan dengan tegas seluruh ukuran ini. (Ibnu Khaldun, Al-Muqadimmah). lihat www.islamhariini.wordpress.com


APAKAH DINAR, DIRHAM DAN DANIQ

Dinar
adalah koin emas 4.44 gr (9999) atau 1/7 Troy Ounce

Dirham 3.11 gram (999) atau 1/10 Troy Ounce.

Daniq (1/6 Dirham) 0.518 gr (999) atau 1/60 Troy ounce.

KENAPA DINAR-DIRHAM
Ini adalah pertanyaan penting abad ini, kenapa kita perlu kembali ke alat-tukar emas dan perak? Ini adalah merupakan amal nyata dalam memerangi sistem riba (bank dan uang kertas), Allah dan rasul menyatakan perang terhadap segala praktek riba dan periba

Emas adalah logam mulia dan nilainya tak tergantung pada bangsa maupun ekonomi manapun. Nilainya hakiki dan karenanya handal. Lagipula, emas mudah disimpan dan diangkut, serta segera dikenali sebagai harta kekayaan nyata hampir di seluruh pelosok dunia. Selalu dan akan selalu begitu.

KEGUNAAN DINAR-DIRHAM
Karena Dinar (emas) dan Dirham (perak) mempunyai berbagai fungsi dalam muamalat islam sebagaimana contoh di madinah al munawwara yang antara lain:

1. Untuk Perdagangan Atau Jual-Beli
Sebagai alat tukar, koin dinar emas dan dirham perak dapat digunakan untuk membayar benda niaga dan jasa. Di masa Rasulullah salallaahu alayhi wasallam, seekor ayam dapat dibeli dengan harga 1 dirham, dan hingga hari ini harga ayam masih tetap sama dengan 1 Dirham, 1 ekor kambing dewasa dapat di beli dengan harga 1 dinar hingga hari ini. Artinya selama 1400 tahun inflasi praktis nol. Tak ada alat tukar manapun di seluruh dunia yang dapat melakukan hal yang serupa.

2. Untuk Pembayaran Zakat
Pelaksanaan zakat telah dijelaskan dengan sempurna dan diatur dalam fiqh 4 Imam Madhab ahlul sunnah wal jamaah. Selama berabad-abad saat fiqh dijalankan oleh Khalifah, Sultan ataupun Amir, zakat mal ditunaikan dalam emas dan perak, ini adalah aturan syariah kita.

Saat pertama kali di abad terakhir kolonial menyusupkan uang-kertas, ulama tradisional menolaknya karena berlawanan dengan fiqh. Di antara ulama tersebut muncul ulama terkemuka keturunan Maghribi, Shaykh Muhammad ‘Allish (1802 – 1881), Shaykh para shaykh Maliki di Universitas Al-Azhar di Mesir. Beliau menulis dalam fatwanya jika seseorang mau membayar zakat dengan kertas, maka hanya nilainya sebagai benda niaga (‘ayn), yaitu, nilainya sebagai kertas yang bisa diterima. Dengan demikian, nilai nominalnya tidak bisa digunakan untuk membayar zakat “Jika zakat adalah wajib dengan mempertimbangkan zatnya sebagai benda niaga, maka nisabnya bukan didasari pada nilainya tetapi pada zat dan jumlahnya, sebagaimana emas, perak, biji-bijian, ternak atau buah-buahan. Karena zatnya (kertas) tak berarti (dalam harga) untuk pembayaran zakat, maka kertas harus diperlakukan sebagai tembaga, besi, atau benda serupa lainnya”

3. Sebagai Alat Tukar
Emas dan perak adalah alat tukar universal di seluruh dunia selama berabad-abad. Emas di China sama dengan di Afrika. Sebagai alat tukar untuk pembayaran internasional, emas menghilangkan segala hambatan yang dibuat-buat yang timbul akibat perbedaan mata uang-kertas di setiap negara.

Sebagai alat tukar yang nyata dinar - dirham mempunyai beberapa keunggulan antara lain:
• Stabilitas keuangan
• Nilainya stabil
• Meminimalkan spekulasi dan manipulasi
• Tidak mengenal perbedaan nilai tukar
• Menghidupkan kembali perniagaan sektor riil
• Universal
• Melindungi masyarakat

4. Untuk Tabungan atau Simpanan
Jelaslah bahwa menabung dalam emas menjadi benteng dari manipulasi mata uang-kertas oleh pemerintah maupun spekulan keuangan. Meski sebagai bendanya bisa saja diperdebatkan bahwa emas juga menjadi sasaran fluktuasi berkala, namun kenyataannya jika dibandingkan dengan nilai nisbi benda niaga lain, nilai emas tetap sangat kokoh, sama sekali lebih kokoh dari mata uang-kertas manapun.

Siapa Yang Mencetak Dinar dan Dirham Di Indonesia -Nusantara
Dinar dan dirham Islam telah dicetak dan diperkenalkan di Indoensia pertamakali oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) pada tahun 2000, selanjutnya pada tahun 2010 IMN melakukan koreksi mitsqal yang menetapkan dinar dan dirham baru yang kadar beratnya mengikuti sanad pencetakan dari Walisongo.

Bagaimana Nilai Tukarnya
Nilai tukar dinar dan dirham mengikuti naik dan turunnya nilai nominal uang kertas terhadap harga spot emas dan perak dunia, yang ditentukan saat penukaran. Nilai tukar Dinar-Dirham terbaik dapat di lihat di www.dinarfirst.org setiap harinya

Dimana Bisa Mendapatkan Dinar dan Dirham
Jika anda memerlukan dinar dan dirham silahkan hubungi wakil Dinarfirst terdekat di daerah melalui website www.dinarfirst.org atau CALL/SMS/WA Dinarfirst Nusantara +6287719971991

Apa Itu Kios Dinarfirst
Kiosk Dinarfirst adalah jaringan wakil Dinarfirst yang bertujuan sosial kemasyarakatan untuk memudahkan kita semua mendapatkan dinar dan dirham.

Bagi yang telah mengerti dinar dan dirham silahkan langsung beritahukan kepada saudara muslim yang lian. Mari kita taati Allah dan rasulNya.

JIHAD JAMAN INI ADALAH MEMBERSIHKAN DIRI KITA DARI KOTORAN RIBA

Hasbuna llahu wa ni’ma l-wakil. La ilaha illa llahu wa llahu akbar, wa subhana llah wa bi hamdihi wa astagfiru llah, wa la haw la wa la quwwata illa bi llah, hu wa l-awwalu wa l-akhiru wa dh-dhahir wa l-batin, bi yadihi l-khayr, yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala kulli shayin qadir.

Benteng Nusantara
“Yaa ayyuhal ladziina aamanush biruu wa shaabiruu wa raabithuu wat taqullaa-ha la’allakum tuflihun”

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah ber-ribat (waspada-siap-siaga, di daerah perbatasan musuh Islam) dan bertaqwalah kamu terhadap Allah supaya kamu beruntung” (Al-Quran 3:200)

Benteng Nusantara (2000)
Benteng atau Ribat adalah sebuah pertahanan di mana insan muslim dilatih berjihad (berjuang), baik untuk melawan kebodohan dan ketidakadilan sosial, maupun untuk mencapai kecemerlangan spiritualitas jiwa melalaui dhikir, fikr dan himma. Makna Ribat adalah tempat tinggal orang yang menempuh jalan Allah. Sedangkan Murabathah adalah memerangi musuh Islam. Orang yang berjihad membela kaum muslim disebut al-mujahid al-murabith

The Journey To The King
Bismillah! The pleasure of life is only in the company of the Fuqara -they are the Sultans, the masters, and the princes.

There is no higher company. As they are the least of men and make no claims they are the elite and the two worlds are their property. With them is the maqam al-Mahmud, for the Messenger, blessings and peace of Allah be upon him, has said: 'look for me among the poor, for I was only sent among you because of them,' and 'Poverty is all my glory,' and Allah loves the poor.'

Therefore, keep their company and have adab in their assemblies. Leave your portion behind you whenever they send you forward.

Keep their company - in this is half the science of knowledge. Our knowledge is not informational but it is transmitted. The company of the fuqara' is like a developing fluid in which the murid is soaked, until by its properties the image of his secret that has already been imprinted on his self emerges and is recognised. As we see later in the poem, the imprinting of the image is due to being exposed to the light of the Shaykh.

Until you taste this ease in the company of the fuqara' you can never taste ease in your own company. Until you taste ease in your own company you can not reach the stage of entering the arena of the ahwal (states) of the Shaykh. Once you trust the fuqara' you trust yourself. When you trust yourself you meet the Shaykh at last, not as a guide or a teacher, or a leader, but as a light calling to light.

___________________________________ For those who travel to Allah and do not listen to its conversation or follow its opinion, it is like a strong wind released for sailors. In one hour, it makes them arrive whereas others arrive there after a month or a year. Allah knows best. When someone halts with conversation and opinion, by Allah, he ramains becalmed, at a standstill, as occurs to sailors. Such is its nature. We think that the one who leaves what does not concern him will find that the least of means is enough for him. If he does not leave it, nonthing will be enough for him, no matter what he does. (Shaykh ad-Darqawi)

Pengetahuan terbesar adalah pengetahuan yang di iringi rasa takut (kepada Allah). (ibn Ata'illah)

Pecinta sejati tiada bertepi, rindu tanpa batas dan cinta tanpa kahir, tidak dimiliki dan memiliki (al-faqir)

Aku akan berjalan ribuan kilometer bersama kepalsuan, sampai aku bisa menemukan satu langkah yang benar dan sejati (al-Junayd)

GLOSSARIES

islam: orang yang menerima kebenaran, menyatakan kebenaran Allah dan rasulNya

kafir: orang yang menutupi, menolak atau menyembunyikan kebenaran Allah dan rasulNya

riba (bunga): yang pertama, al nasi’ah, merujuk pada selisih waktu; dan riba yang kedua, tafadul atau al-fadl , merujuk pada selisih nilai.

shi'a: Mengenai Shi'a, mereka dikenal dengan beberapa nama lainnya, termasuk juga ar-Rafida (orang yang melarikan dari barisan atau berkhianat atau juga pemberontak kepada otoritas muslim -dalam hal ini adalah Khalifah), al-Ghaliyah (artinya Ekstrim- orang-orang yang berlebih-lebihan) dan at-Tayyara (artinya yang tidak bertanggung-jawab atau oran-orang yang mudah berubah-rubah). Mereka dikenal saat ini dengan sebutan Shi'a (artinya The partisans - kelompok yang diam-diam melawan pemimpin islam - dalam hal ini terhadap khalifah) untuk alasan yang sederhana mereka memmisahkan diri (shayya'at) untuk mendukung Ali, semoga Allah memberkahinya, dan mengatakan dia Ali radiallahu 'anhu lebih tinggi kedudukannya dari seluruh sahabat-sahabat baginda Rasulullah salallahu alayhi wasallam. Sebutan Rafida untuk Shi'a dikerenakan penolakan (rafd) mereka terhadap hampir seluruh Sahabat-Sahabat Nabi Muhammad. mereka menolak Ke Imam-an dari Abu Bakr dan 'Umar (semoga Allah memberkahi keduanya). Yang lainnya, bagaimanapun, mereka juga disebut ar-Rawafid (the Desrters- orang yang melarikan dari barisan dalam hal ini berkhianat) karena mereka melarikan diri dari Zaid ibn 'Ali, ketika Zaid menerima otoritas (Kekahlifahan) dari Abu Bakar dan "Umar (semoga Allah memberkahi keduanya) dan mereka menyatakan lebih memilih Imam mereka sendiri. Zaid mengatakan (kepada bekas pendukung-pendukungnya): "Mereka telah mengkhianatiku (rafaduni)," dan mereka menjadi seperti apa yang dikenal sekarang sebagai Rafida. Mereka juga yang menyiapkan Shia"a sebagai seseorang yang tidak menerima kepamimpinan 'Uthman atas 'Ali (semoga Allah memberkahi keduanya), dimana para Rawafid adalah yang (lebih aktif) mendukung kepemimpinan dari 'Ali atas 'Uthman (semoga Allah memberkahi keduanya). Termasuk di antara Shia'a adalah Qat'iyya (Positivists -rasionalist), mereka yang disebut itu karena pernyataan kepastian (qat') mengenai kematian dari Musa ibn Ja'far. Juga termasuk di antara mereka adalah Ghaliya (extremists), mereka di sebut itu karena terlalu fanatik berlebihan mencintai (ghuluww-devotion) Ali, semoga Allah memberkahinya, dan dengan perbuataan yang tidak pada tempatnya mereka memberikan atribut-atribut keTuhanan (rububiyya-Lordship) dan keNabian (Nubuwwa) pada Ali, semoga Allah memberkahinya.Nama dari penyusun yang mengkompilasi tulisan buku-buku mereka adalah: Hisham ibn Hakam, 'Ali ibn Mansur, Abu'l-Ahwas, al-Husain ibn Sa'id, al-Fadl ibn Shadhan, Abu 'Isa al-Warraq, Ibn ar-Rawandi and al-Maniji. Pusat terbanyak konsentrasi mereka dapat ditemukan di dikota-kota seperti Qum dan Qashan (di Iran) dan di daerah Idris dan Kufa (di Iraq).

dhimmi: seorang dhimmi adalah seseorang yang memilih tinggal di dalam masyarakat muslim di bawah hukum Islam sementara dia tetap bukan orang Islam, berarti mendapat jaminan keselamatan dari segala bentuk pelecehan atau rongrongan agama.

fuqara: sebutan untuk murid-murid Shadilliya-Darqawi, berasal dari kata faqir. Wali dari Bahlil berkata: ‘Fuqara adalah sekumpulan semak-belukar.’ Shaykh Abu Madyan berkata: ‘Kenikmatan hidup hanya jika berkumpul dengan fuqara - merekalah para sultan, para tuan dan para pangeran.’ Si faqir adalah dia yang telah berpaling dari kesia-siaan pencarian dunia ini dan melangkah pada pencarian atas al-Haqq, yakni rahasia keberadaannya sendiri. Syarat pertama bagi pencarian ini adalah dia harus berkumpul dengan khalayak yang juga ingin memperoleh ilmu ini. Untuk masuk kalangannya berarti harus susah dengan kesulitan-kesulitan mereka dan gembira dengan keberhasilan-keberhasilan mereka. Awalnya si faqir melihat kesalahan-kesalahan para faqir lain. Ketika ia menyadari bahwa mereka baginya serupa sebuah cermin - sebagaimana makna sebuah hadist terkenal - ia berhenti melawan mereka dan cinta mulai bersemi di hatinya bagi para pecinta Allah. Dengan cara inilah ia mendekati Shaykhnya. Si faqir miskin dalam Allah, dan cukuplah Allah baginya dalam kemiskinannya (di ambil dari 100 langkah, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi). Shaykh Abdal Qadir As-Sufi pernah menulis: “Sebenarnya tidak ada lagi tempat yang lebih tinggi. Ketika hanya sedikit manusia yang mampu mencapai tingkat tertentu, namun mereka tidak pernah mendakwakan diri sebagai kelompok terpilih (elite). Sebenarnya mereka ini telah mencapai tingkatan kemuliaan (maqam al- mahmud). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri pernah berkata: “Wahai kaum faqir, hanya karena engkaulah aku diutus Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya di bumi ini,” juga sabdanya: “Kefaqiran adalah kemuliaanku,” dan “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang faqir.”

sallallahu ‘alayhi wa sallam: Salutation for the Messenger of Allah, meaning ‘may Allah bless him and grant him peace’.

faqih: (jamak: fuqaha) Ahli pengetahuan hukum Islam, yang dengan pengetahuannya memiliki wewenang untuk memberikan pendapat ataupun fatwa

fatwa: Ketetapan tentang hukum Islam yang dikeluarkan oleh seorang faqih yang berwenang

freemansory: Kelompok elit (sedikit) yahudi yang mengajarkan gagasan-gagasan palsu tentang humanisme, seperti persaudaraan antarmanusia, toleransi beragama, serta universalisme yang bukan berlandaskan kepada TAUHID. Retorika lain yang mereka gunakan adalah penghargaan atas pluralisme dan persamaan hak.

fiqh: Pengetahuan tentang penerapan ajaran agama

sosialisme: kapitalisme dalam perspektif lain, yakni kapitalisme negara.

Illuminati: I. Member of a group of people claiming to be particularly enlightened. Religious sects and secret societies have at various times called themselves illuminati, and there are persistent myths about such groups masterminding world events.
II. The Spanish illuminati (aluminados) had beliefs derived from gnosticism and were suppressed by the Inquisition during the 16th century. They also established themselves in Picardy and elsewhere in France during the 17th century, and lasted in isolated bodies until the end of the 18th century.
III. A secret masonic society with republican views was formed in 1776 by Adam Weishaupt, professor of canon law at Ingolstadt, Bavaria. This group, called illuminati because they claimed exclusive right to the illumination of Jesus, was anti-jesuit, and was suppressed in 1785.

Kesultanan Nusantara
In Brunei:

In China:

Furthermore, the Qa´id Jami al-Muslimin (Leader of the Community of Muslims) of Pingnan Guo ("Pacified South State", a major Islamic rebellious polity in western Yunnan province) is usually referred to in foreign sources as Sultan

In Indonesia (formerly in the Dutch East Indies):

  • on the Riau archipelago: sultanate of Lingga-Riau by secession in 1818 under the expelled sultan of Johore (on Malaya) Sultan Abdul Rahman Muadzam Syah ibni al-Marhum Sultan Mahmud

In Malaysia, 9 states out of 13 states are sultanates, all on the Malay peninsula:

In the Philippines:

In Thailand (Siam):

Contemporary sultanates
NASEHAT DARI ORANG ASING
"Maukah kuceritakan kepadamu tentang amalmu terbaik dan paling bersih dalam pandangan Allah swt. serta orang yang tertinggi derajatnya di antaramu, yang lebih baik dari menyedekah emas dan perak serta memerangi musuh-musuhmu dan memotong leher mereka dan mereka juga memotong lehermu?" Para sahabat bertanya,"Apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Dzikir kepada Allah swt" (Hr. Baihaqi)

Sufi dari syam menyampaikan: "(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah" (al-Baqarah-273)

Wahai orang-orang beriman! jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antaramu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang (49:12)

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka, Katakanlah, "Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar" (49:17)

Donasi Islam Hari Ini

Semua yang kami kerjakan ini adalah bagian dari pelayanan kepada muslin di Nusantara dan dunia untuk menyenangkan Allah dan rasul-Nya, bagi muslim yang ingin membantu dengan sedekah dan wakaf tunai silahkan hubungi kami di info@dinarfirst.org

DISCLAIMER
Semua isi tulisan dalam site ini adalah untuk Muslim Nusantara, Muslim seluruh Dunia dan non-Muslim.

Tidak diperbolehkan mengkopi sebagian atau keseluruhan isi atau melakukan perubahan pada isi artikel tanpa izin tertulis, baik melalui e-mail atau fax 62.21.75900412, Ribat Rasulullah

Kami mengizinkan isi website ini di sebarluaskan, dalam bentuk media cetak, elektronik atau CD selama tidak melakukan perubahan terhadap sebagian atau keseluruhan isi artikel dan tidak mengganti nama penulis atau sumber artikel, dengan permohonan permintaan ijin tertulis atau melalui e-mail kepada editor islamhariini.wordpress.com, info@dinarfirst.org

bagi muslim yang tergerak dan telah sadar tentang pentingnya memerangi riba dan ingin membantu berfisabilillah dengan hartanya silahkan bantu kami pada setiap bulannya atau kapan saja kepada: BCA acc no. 2861386564 atau datang langsung ke Ribat Rasulullah

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers

%d bloggers like this: