KITA SEMUA ADALAH BUDAK PERBANKAN INTERNASIONAL. LEBIH CEPAT LEBIH BAIK KITA TINGGALKAN SISTEM RIBA INI, KITA MEMANG HARUS MANDIRI TERUTAMA URUSAN KEUANGAN HARI INI

Posted June 19, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, Ribat-Jakarta, Sufism-Ihsan, dinarfirst, emas-perak, islam, pasar islam

ipod

Melihat komentar seorang srimulyani (saat ini menteri keuangan) yang menganggap enteng hutang indonesia saat ini, sungguh menyedihkan, siapakah orang ini sebenarnya? apakah dia tidak sadar bahwa rakyatlah yang menanggung hutang ini lewat pajak tak bertepi, harga naik karena inflasi, kualitas hidup berkurang ketika selembar kertas memang tidak berharga dijadikan sandaran!

Apa yang dipaparkan calon presiden Muhammad Jusuf kalla (saat ini adalah wapres RI 2009) pada acara kadin di TVONE dan Economic Challenge-METRO TV bahwa kita bangsa indonesia harus mandiri, mengurangi ketergantungan hutang dan tidak menjadikan hutang sebagai modal, JK mengatakan pemimpin negeri ini harus membangun negeri ini tanpa hutang (riba) dan jk mengatakan pasar riil suatu pilihan tepat untuk dijalankan dan di dorong kedepannya.

Perlu diketahui bahwa ekonomi itu bukan ilmu melainkan rumus riba! para ekonom ribawi dan para pakar ekonomi pembela riba akan sangat sulit keluar dari paradigma sistem ribawi ini, jelas harus kita sadari bahwa dalam islam dan agama lainnya melarang praktek riba dalam kehidupan dan tentunya riba menghancurkan sendi perdagangan dan kehidupan manusia.

Dan secara bijak Jusuf  Kalla sudah mengatakan dengan cara bertahap kita perlu meninggalkan riba dengan terus mengurangi tingkat suku bunga menjadi kecil bahkan kalau bisa nihil, sehingga menumbuhkan iklim perdagangan dan usaha bagi seluruh lapisan masyarakat, artinya tinggalkan riba secara bertahap dalam skala nasional! langkah kongkrit jusuf kalla ini suatu langkah yang harus didukung dan dimengerti oleh masyarakat indonesia umumnya dan muslim khususnya. secepatnya kita harus meninggalkan sistem riba. lebih cepat lebih baik!

Kembali ke urusan hutang berbunga, obyektifitas dari sistem hutang-riba (perbankan lokal dan internasional) adalah mengontrol hutang individual ataupun negara, kepentingan lebih besar dari rentenir internasional semacam IMF adalah untuk mengontrol hutang yang dihasilkan dari konflik-konflik itu.

Jadi singkatnya adalah bahwa nilai sebenarnya dari hutang-hutang (berbunga) adalah untuk mengontrol (memperbudak) kita semuanya yaitu pemerintahan, masyarakat, bumi dan air dan apa yang terkandung di dalamnya, inilah esensi dari industri keuangan yang disebut bank (menciptakan kredit tanpa batas dan bunga) dan kita sudah kenal rentenir internasional semacam imf, world bank, idb, adb dan lembaga keuangan riba lainnya mereka sama saja, melakukan riba untuk memperbudak kita semua! tentunya dengan perpanjangan tangan melalui  bank sentral di seluruh negara dan bank lokal disetiap negeri ini. riba adalah suatu tindak kejahatan disebut dalam al-quran, Allah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba!

Jelas tujuan dari hutang personal dan nasional adalah untuk menjadikan kita semua menjadi budak-budak yang patuh dengan sistem riba yang di intergrasikan dalam demokrasi, seperti yang sudah dikatakan oleh Shaykh Abdalqadir as-Sufi bahwa demokrasi adalah pelayan perbankan.

Siapapun yang membicarakan keadilan dan kejujuran dalam sistem riba ini adalah omong kosong, karena riba tidak perlu kesantunan politik ataupun etika politik, sistem riba cuman perlu kita taat pada aturan riba mereka (rentenir perbankan), sikap kita sebagai muslim adalah harus memeranginya  (meninggalkan) orang-orang yang mendukung sistem riba ini jika mereka tidak mau berubah, jika tidak kitalah yang akan diperangi oleh Allah dan rasulNya (lihat al-quran).

Kita sebagai bangsa indonesia harus sadar betul bahwa sistem riba ini tidak akan pernah menciptakan keadilan dan kejujuran apalagi bicara bersih, kita dalam kolam yang sama dalam kehidupan kita khususnya muslim, karena riba marusak dan menghancurkan sistem hukum dan kearifan lokal, pasar riil, sekolah-pesantren, sarana umum, sosial masyarakat, alam-kebudayaan dan lainnya,  sistem riba adalah sebuah cara hidup kapitalisme, yang memperbudak seluruh manusia melalui selembar kertas yang tidak berharga. perbankan adalah predator yang tidak pandang bulu!

Kita harus tinggalkan riba hari ini dengan mulai mengembalikan sistem mata uang yang stabil yaitu emas dan perak, membangun kembali pasar-pasar riil, mandiri dalam produksi lokal, menjaga sumber alam kita agar tidak di eksploitasi oleh korporasi internasional yang dibelakangnya adalah lembaga keuangan riba, memilih pemimpin yang tidak berpihak kepada sistem riba (kita tidak butuh kesantunan politik yang meyesatkan dan puritan), mengurangi secara bertahap peran perbankan, mengembalikan zakat kepada ilmu dan amalnya, mengembalikan fungsi wakaf, mengaktifkan ulama, qadi dan fuqaha inilah islam hari ini.

masya alalah laquwatta ila billah, hasbuna llah wanimal wakil nimal maula wanimal nasir.

WELCOME WAKALA HAMFARA – YOGYAKARTA

Posted June 17, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, IMN, Islamic Mint Nusantara, dinarfirst, emas-perak, islam, pasar islam

Wakala-HAMFARA

IMN-dan-hamfara

Alhmadulillah telah bertambah lagi wakala-wakala di Nusantara dibawah arahan dan supporting dari Islamic Mint Nusantara dan MWN, masya allah la quwatta ila billah. Wakala Hamfara merupakan wakala yang berada dalam lingkungan kampus STIE HAMFARA-Jogjakarta.  Wakala Hamfara tidak hanya sekedar menjadi tempat penukaran dinar-dirham tapi sudah mulai bergerak lebih jauh, yaitu mereka akan mulai  menjadikan dinar-dirham bagian dari  muamalah di lingkungan kampus mereka sendiri, yang akan disosialisasikan dalam berbagai kegiatan kampus tersebut dan mudah-mudahan ini dapat menjadi contoh yang bijak bagi komunitas muslim di  Yogyakarta dan tentunya dapat menjadi pelopor bagi kampus-kampus islam lainnya. Beberapa waktu yang lalu bapak As’ad Nugroho telah melakukan pertemuan dan pelatihan bagi pengurus wakala hamfara

Wakala Hamfara juga menyediakan koin dirham perak cetakan islamic Mint Nusantara untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. (Yogyakarta 9/06/09) * silahkan baca juga artikel kembalinya dirham perak di website ini juga

KEUNGGULAN DIRHAM SEBAGAI ALAT INVESTASI

Posted June 3, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, IMN, dinarfirst, emas-perak, pasar islam

dirham_IMN04

*koin-koin dirham yang telah beredar, koin dari pencetakan Islamic Mint Nusantara 2009 (IMN)

Kembali dicetaknya koin pecahan 1 dirham menjadi salah satu alternatif menabung dan berinvestasi bagi masyarakat khususnya ummat Islam di Indonesia. Selain sambutan gembira dengan hadirnya kembali koin perak yang sekitar 7 abad silam sempat mewarnai perdagangan yang adil antara dunia barat dengan dunia timur ini, ada pula pertanyaan seputar keandalan koin dirham perak di banding koin dinar emas. Beberapa poin berikut ini menunjukkan berbagai kesamaan, bahkan kelebihan dirham di banding dinar untuk mewujudkan sistem perdagangan dan investasi yang lebih memenuhi syariah yang sesuai dengan ilmu dan amal yang dicontohkan.

Pertama, harga perak memiliki kecenderungan naik seiring dengan kenaikan/fluktuasi harga emas. Tercatat dalam lima tahun terakhir kenaikan harga perak adalah sebagai berikut ini (sumber: www.kitco.com, harga per troy ounce, dalam US$). Tahun 2004 naik dari US$ 6,2995 ke US$ 7,1040 (naik 12,77%), tahun 2005: dari 6,6093 ke 8,6331 (naik 30,62%), tahun 2006: dari 9,1538 ke 13,3605 (naik 45,96%), tahun 2007: dari 12,8389 ke 14,2992 (naik 11,37%), tahun 2008: dari 15,9611 ke 10,2852 (turun 35,56%) dan tahun 2009 (sampai bulan Juni) dari 11,2914 ke 14,0289 (naik
24,24%).

Bandingkan dengan fluktuasi harga emas dalam kurun dan satuan yang sama sebagai berikut ini. Tahun 2004 naik dari US$ 413,99 ke US$ 441,76 (naik 6,71%), tahun 2005: dari 424,15 ke 509,76 (naik 20,18%), tahun 2006: dari 549,86 ke 629,79 (naik 14,54%), tahun 2007: dari 631,17 ke 803,20 (naik 27,26%), tahun 2008: dari 889,60 ke 816,09 (turun 8,26%) dan tahun 2009 (sampai bulan Juni) dari 858,69 ke 928,64 (naik 8,15%). Secara akumulatif kenaikan harga perak dari awal 2004 hingga Juni 2009 adalah 89,40%, sedangkan untuk kurun yang sama kenaikan harga emas hanya 68,57%.

Trend kenaikan harga dirham belum dapat disajikan saat ini karena tidak tersedianya koin dirham dalam hampir empat tahun terakhir. Kenaikan harga perak ini, tentunya juga harga dirham, membuktikan bahwa koin ini sama bagusnya dengan dinar sebagai alat investasi. Hal ini akan menghindarkan gerusan inflasi bagi para pemilik harta, terutama yang masih menyimpan dalam bentuk uang kertas atau media investasi lain yang pertumbuhan nilainya lebih rendah dari angka inflasi tahunan.

Kedua, dirham bisa dipertukarkan dengan dinar, dan sebaliknya, tanpa dikenai perbedaan kurs. Misalnya untuk saat ini PT IMN melalui Master Wakala Nusantara, yang merujuk pada ketentuan World Islamic Trade Organization (WITO), menentukan bahwa 1 dinar sama dengan 40 dirham. Ini artinya bahwa para pemegang 40 koin dirham bila menginginkan untuk mengubah simpanannya menjadi dinar tinggal datang ke wakala dan melakukan penukaran tersebut.

Adanya kurs pertukaran antardua jenis koin ini memberikan kepastian bahwa nilai dirham akan seimbang dengan nilai dinar dalam jumlah tertentu. Selain itu bagi para pemilik dinar jika membutuhkan uang rupiah dalam jumlah sedikit, misalnya 40% dari nilai dinar, maka bisa menukarkan koinnya dengan dengan dirham baru kemudia merupiahkan beberapa koin dirhamnya, tanpa harus memegang sisa tabungannya dalam rupiah.

Ketiga, dengan harga satuannya yang kecil, maka memungkinkan masyarakat yang selama ini belum bisa menabung dalam uang islam ini untuk mulai menjangkaunya. Jika selama ini ada sebagian masyarakat yang harus menunggu katakanlah tiga bulan sekali untuk mendapatkan satu dinar, maka saat ini bisa dilakukan dengan tiap bulan menabung 13 dirham, atau 3 dirham seminggu. Hal ini telah memberikan kepastian dan kemudahan para peminat tabungan dalam koin Islam ini untuk mendapatkannya kapanpun. Dirham akan mampu menjangkau penggunaan dan pemanfaatan uang Islam ini kepada masyarakat yang jauh lebih luas daripada hanya menggunakan dinar saja.

Keempat, masih terkait dengan harga satuannya yang jauh lebih kecil dari dinar, maka koin ini akan lebih mudah digunakan sebagai alat transaksi. Koin ini akan mampu digunakan untuk transaksi pembelian barang dan jasa pada kisaran Rp 35 ribu seperti pakaian, jasa medis, obat dan kosmetik herbal, dan sebagainya. Koin ini juga akan lebih fleksibel untuk ditransaksikan pada produk yang mendekati satu dinar seperti paket kambing aqiqah yang biasanya mulai dipasarkan dengan harga Rp 900 ribu, bisa diganti menjadi 26 dirham.

Dengan berbagai keunggulan koin pecahan 1 dirham tersebut, maka tiga fungsi utama mata uang yaitu sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange), sebagai Penyimpan Nilai (Store of Value) dan sebagai Satuan Perhitungan/Timbangan (Unit of Account) tersebut makin tercermin dalam diri koin perak ini. Maka dengan kembalinya koin pecahan 1 dirham ini diharapkan akan mempercepat terwujudnya transaksi dan investasi yang lebih memenuhi kaidah syariah di Indonesia dan dunia.

oleh as’ad nugroho – direktur IMN, Juni 2009, also posted at: www.dinarfirst.com

KOIN DINAR-EMAS DARI IMN AKAN SEGERA BEREDAR, INSYA ALLAH!

Posted June 2, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, Islamic Mint Nusantara, emas-perak

prototype-dinar_IMN-2009

*keterangan foto: di atas ini pada koin sebelah kiri adalah prototipe koin dinar yang sudah kami lakukan uji-cetak pada bahan perak, sedangkan koin di sebelah kanan adalah koin dirham yang sudah beredar hasil cetakan Islamic Mint Nusantara 2009

Masya Allah laquwatta ila billah, sebuah kabar gembira bagi kita semua muslim di nusantara dan di dunia, semua dengan ijin Allah,  segera  beredar koin dinar emas dari pencetakan Islamic Mint Nusantara (IMN) dengan desain klasik gambar masjid madinah.  IMN juga telah mencetak dan mengedarkan koin dirham dengan desain klasik berupa gambar kabah, dua desain tersebut telah mulai dipakai dari tahun 2000.

IMN juga segera mengeluarkan desain-desain terbaru untuk koin dinar dan dirham dengan kualitas gambar desain terbaik  sehingga menghasilkan koin-koin yang  mepunyai nilai seni yang tinggi, insya Allah.

TOKO OLEH-OLEH HAJI DI BANDUNG MENERIMA KOIN 1 DIRHAM

Posted June 1, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, Ribat-Jakarta, islam

dirham_oleholeh-haji_madihah

* Madu Arab seharga 8 Dirham untuk Madu 1 kilogram

Alhamdulillah kabar gembira kembali untuk muslim di Bandung dan seluruh nusantara bahwa koin 1 Dirham telah mulai dipakai di toko Oleh-Oleh Haji di Bandung milik dari Ibu Madihah. Toko Ibu Madihah tersebut juga telah memulai gerakan memakai koin 1 Dirham  dalam barter-bebas sukarela menggunakan  di wilayah Bandung dan sekitar secara luas. IMN mendukung usaha tersebut dan bekerjasama dengan merchant-merchant yang segera hadir dalam waktu dekat. *lihat sticker welcome dinar-dirham dan welcome dinarfirst ditempat-tempat yang menerima dinar-dirham

zam-zam, kurma ajwa (kurma nabi), ruthab (kurma 1/2matang), ambar, kurma non biji, kurma almond lapis coklat, kurma almond lapis wijen, bin afif, menjo, tamara, naghal, sayer, lulu, palm fruit (kurma tangkai), kurma madinah, kurma mesir, kacang arab, kismis, halawa, habbatussauda, kapulaga, madu yaman, khasmir, minyak zaitun, sajadah, tasbih, baju ihram, minyak wangi, baju koko, peci/kopeah, pacar/henna : serbuk, kuku, kulit, rambut, celak mata : kecantikan & kesehatan
menerima pemesanan eceran maupun grosir, bersedia mengantar sampai tempat tujuan, menerima pembayaran dengan dinar dirham
jl cigadung raya barat 46 rt 06/03, cipaheut kidul – bandung 40191
telp. 022 2530994   fax. 022 2530996
email : gudangcph@yahoo.com

Toko oleh-oleh haji menjual berbagai jenis produk anatara lain: zam-zam, kurma ajwa (kurma nabi), ruthab (kurma 1/2matang), ambar, kurma non biji, kurma almond lapis coklat, kurma almond lapis wijen, bin afif, menjo, tamara, naghal, sayer, lulu, palm fruit (kurma tangkai), kurma madinah, kurma mesir, kacang arab, kismis, halawa, habbatussauda, kapulaga, madu yaman, khasmir, minyak zaitun, sajadah, tasbih, baju ihram, minyak wangi, baju koko, peci/kopeah, pacar/henna : serbuk, kuku, kulit, rambut, celak mata : kecantikan & kesehatan

menerima pemesanan eceran maupun grosir, bersedia mengantar sampai tempat tujuan, menerima pembayaran dengan dinar dirham

jl cigadung raya barat 46 rt 06/03, cipaheut kidul – bandung 40191
telp. 022 2530994   fax. 022 2530996
email : gudangcph@yahoo.com

DINARFIRST BETA VERSION 1.0 (TESTING PHASE)

Posted May 19, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

Assalamuilakum
Alhamdulillah wasyukurilillah to all muslim with many activities such as merchant, professional, trader, wakalas, coffeeshop, coorporation, gilda, school, universities, pondok pesantren, UMKM etc around nusantara, we like to announcing a good news for all of us who have strong niyyat to changes them self and recognize the love Allah and His a rasul, that dinarfirst – mobile exchange system now at the final stages of completion, its being testing now.
For the first phase we are going to testing it among small group of people and several wakalas, so far there is people who already registered in our database and already sent us email and notification, please try it the website first, and feel free to sent us feedback and input, sent your email to  info@dinarfirst.com or click link contact us

dinarfirst_update

Assalamuilakum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah wasyukurilillah to all muslim with many activities such as merchant, professional, trader, wakalas, coffeeshop, housewife, gilda, school, universities, pondok pesantren, UMKM etc around nusantara, we like to announcing a good news for all of us that dinarfirst – mobile exchange system now at the final stages of completion, its being testing now.

For the first phase we are going to testing it among small group of people and several wakalas, so far there is people who already registered in our database and already sent us email and notification, please visit the website at www.dinarfirst.com, and feel free to sent us feedback and input, sent your email to  info@dinarfirst.com or click link contact us

ISLAMIC SILVER DIRHAM IS CIRCULATING AMONG MUSLIM NUSANTARA NOW

Posted May 12, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

dirham-IMN_inhand

*dirham in your hand – the silver-dirham coins is come with package and certificate of authenticity from IMN.

The Silver Dirham is circulate among muslim now, starting from jakarta and bandung, west-java, central java and other places, Islamic Silver Dirham is minting by Islamic Mint Nusantara – under direction of amir of  jakarta, this event is breakthrough and its going to move  forward rapidly, support this collective works in ribat jakarta, involving the amir, the faqir around him and the muslim communities, this is only happen by the idhin of Allah, not because of the ambitions or else. you have to surrender with the will of Allah!

Start to change yourself today…dont wait for others who is trying  stop or to tell you to wait, take dirham in yourhand today, circulate it, we cant wait no more.  islam today!

Support amir jakarta and his communities to continue this works.  leave the people who likes to spreading slander, gossiping and prejudice. leave something doesnt concern you.

Our business is Allah! the faqir only has one heart.
—————————————————————————————————————————
* For those who travel to Allah and do not listen to its conversation or follow its opinion, it is like a strong wind released for sailors. In one hour, it makes them arrive whereas others arrive there after a month or a year. Allah knows best. When someone halts with conversation and opinion, by Allah, he ramains becalmed, at a standstill, as occurs to sailors. Such is its nature. We think that the one who leaves what does not concern him will find that the least of means is enough for him. If he does not leave it, nonthing will be enough for him, no matter what he does

AN HISTORY – ISLAMIC MINT NUSANTARA 2009

Posted May 8, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

notaris-dan-dinar

*serah terima akta-notaris IMN disaksikan oleh amir bandung, amir jakarta dan muqadeem nusantara antara wazir mahendra (yang juga fuqara dari Shaykh Abdalqadir as-Sufi) dengan notaris yang menerima dinar sebagai pembayaran, alhamdulillah.

Assalamualaikum, Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah wasyukurilillah telah terjadi penyerahan tanggung-jawab jihad-fisabilillah dalam urusan dinar-dirham yang berlangsung hari kamis 24 April 2009 di Bandung, yang lebih luarbiasa adalah notaris kami menerima pembayaran dinar yang bisa menjadi contoh kongkrit bagi masyarakat muslim di manapun. Islam Mint Nusantara hari ini dipercayakan kepada wazir Mahendra atas ijin-sepengetahuan dan ketaatan kepada amir jakarta yang turut hadir dalam serah terima tersebut, semoga amanah ini bisa dijalankan dengan niat yang lurus dalam jihad fisabilillah. amin

AMIR DAN TANGGUNG JAWAB MUSLIM
IMN sudah dijalankan dari tahun 2000 pertamakalinya dimulai oleh amir bandung yang melalui kerjasama pencetakan dengan logam-mulia anak perusahaan antam, dengan arahan spesifikasi dari IMN pada saat itu. Dengan berjalannya waktu terjadi berbagai perubahan yang tak terhindarkan, yaitu babak baru yang bersejarah bagi muslim nusantara dengan berjalannya kembali minting dirham  di jakarta , dan telah berjalannya pencetakan dinar-dirham mandiri ini, akan terus dikembangkan oleh IMN menjadi minting skala-besar (dan sedang dalam proses itu secepatnya), tentunya ini semua adalah dengan dibantu oleh muslim dan fuqara ribat-jakarta yang melakukan ini dengan fisabilillah dengan satu tujuan yaitu untuk keluar dari sistem riba, menegakan perdagangan islam secepat mungkin dalam urusan untuk mentaati Allah dan mengikuti contoh sunnah Rasululllah salallahu alaihi wassalam. Adalah mustahil bagi muslim untuk tidak mengikuti perintah Allah dalam meninggalkan riba yang terkait dengan rukun Islam yaitu tegaknya kembali tiang zakat yang harus ditunaikan dalam emas dan perak, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.

Islamic Mint Nusantara adalah suatu kumpulan insan yang mempunyai keahlian berbagai bidang yang kini kini telah terbentuk dan dikembangkan agar terus lebih baik secepat mungkin, alhamdulillah. Pekerjaan pencetakan adalah proses yang panjang, serta rumit dan ini telah dikerjakan dengan serius dan penuh kesadaran, juga pertimbangan-pertimbangan dari amir jakarta dan bersama orang yang juga ahli dalam urusan ini tentulah menjadi modal utama, disertai niat yang lurus dan ikhlas, dzikir pagi-petang, dan bagi orang-orang yang mempunyai niat yang berbeda akan keluar dengan sendirinya dari barisan minting ini , dengan ijin Allah.

Alhamdulillah pada tangal 12 April 2009, telah terjadi peristiwa bersejarah dalam pencetakan (minting) mandiri oleh amir jakarta dan fuqaranya serta jamaah muslim, Alhmadulillah wasyukurillah! kami saat ini  telah mulai mencetak koin dirham-perak, dan juga telah mulai mengedarkannya.  hal lainnya yang juga menjadi kabar gembira berikutnya adalah  dalam waktu dekat kami juga akan segera mencetak dinar-emas. insya Allah

Bagi muslim yang terlibat dalam wakala-wakala dimanapun atau orang umum silahkan kontak kami untuk mendapatkannya, jangan ada satu orangpun yang bisa menghalangimu untuk mengerjakan urusan jihad-fisabilillah dalam meninggalkan riba ini, cepat atau lambat koin dirham ini akan beredar secara luas, beritahukan kepada saudaramu, temanmu, sahabatmu, keluargamu, tetanggamu, pengajianmu dan komunitasmu untuk menyimpan minimal 1 koin dirham setiap orang, ini suatu yang luar biasa, masuklah kepada perahu nabi nuh ini karena banjir riba terus berjalan, dinar-dirham adalah perahu dalam lautan riba hari ini,  dengan kembalinya dirham-perak ini maka  inilah awal di mulainya perdagangan islam. Kami mohon juga dukungan dari  komunitas muslim dimanapun berada untuk mendukung upaya IMN dan amir jakarta, agar ini berjalan dengan lebih cepat lagi. MARI MULAI MENYIMPAN DIRHAM HARI INI

IMN membuka pintu kerjasama kepada masayrakat muslim baik dalam dan luar negeri  untuk mendapatkan akses kepada koin dinar-dirham baik untuk perorangan, media, perusahaan, koperasi, ukm, wakala, hotel, rumahsakit dan lainnya dengan satu tujuan untuk mentaati Allah dan rasulNya. tiada daya dan kekuatan selain kekauatan Allah. 12 fuqara dan satu amir mulai berjalan dan terus bertambah, insya Allah…ya Allah tambahkan kekuatan kepadaku dan orang-orang yang bersamaku, teguhkanlah hati kami pagi dan petang untuk menyeru kepada Engkau.

Allahuma ftah basa irana li-muraqabatika wa mushahadatika bi-judika wa fadlik wa nawwir sara-irana li-tajalliyat asma-ika wa safatika bi hilmika wa karamik wa afnina an an wujudina l-majaziyyi fi wujudika l-haqiqiyyi bi tawlika wa mannik wa abqina bika la bina muhafidhina ‘ala shari’atika wa sunnati nabbiyik. Innaka ‘ala kulli shyain qadir, wa bil-ijabati jadir.
Bi sirri wa barakati –
Bismillahi r-rahmani r-rahimi,
Doa Penutup Wird
Ya Allah, bukankanlah basirah kami kepada muraqaba dan musyahadah  kepada Engkau dan merasai kemurahan serta limpahan karunia-Mu, dan  sinarilah sirr hamba  dengan Tajjaliyat asma dan sifat-Mu demi hilm dan keagungan-Mu, fanakan kami (Ya Allah) dari pada wujud kami yang sementara kepada wujud Engkau, dan menerusi dari-Mu, bukan dari kami, untuk menjaga shariat dan Sunnah Nabi-Mu. Sesungguhnya Allah-lah yang berkuasa di atas segala sesuatu dan mengabulkan doa adalah sifat Allah.
Dengan rahasia dan berkah –
Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang…

Allahuma ftah basa irana li-muraqabatika wa mushahadatika bi-judika wa fadlik wa nawwir sara-irana li-tajalliyat asma-ika wa safatika bi hilmika wa karamik wa afnina an an wujudina l-majaziyyi fi wujudika l-haqiqiyyi bi tawlika wa mannik wa abqina bika la bina muhafidhina ‘ala shari’atika wa sunnati nabbiyik. Innaka ‘ala kulli shyain qadir, wa bil-ijabati jadir. Bi sirri wa barakati –

Bismillahi r-rahmani r-rahimi,

Ya Allah, bukankanlah basirah kami kepada muraqaba dan musyahadah  kepada Engkau dan merasai kemurahan serta limpahan karunia-Mu, dan  sinarilah sirr hamba  dengan Tajjaliyat asma dan sifat-Mu demi hilm dan keagungan-Mu, fanakan kami (Ya Allah) dari pada wujud kami yang sementara kepada wujud Engkau, dan menerusi dari-Mu, bukan dari kami, untuk menjaga shariat dan Sunnah Nabi-Mu. Sesungguhnya Allah-lah yang berkuasa di atas segala sesuatu dan mengabulkan doa adalah sifat Allah.

Dengan rahasia dan berkah – Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang…

SILVER-DIRHAM IS AVAILABLE NOW

Posted May 1, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

dirham_IMN02

dirham_imn01

(7/05/09) Assalamualaikum kepada seluruh masyarakat muslim nusantara, sebuah kabar gembira dan dengan ijin Allah, sekarang anda sudah dapat memesan dan memiliki koin dirham perak dari  Islamic Mint Nusantara (2000), kami membuka akses seluas mungkin kepada khalayak  umum tanpa membedakan agama, aliran politik dan suku.

Untuk detail pemesanan silahkan  kontak kepada As’ad Nugroho (ISLAMIC MINT NUSANTARA) di nomor 081808872081 atau 08151625670 atau email ke info@dinarfirst.com, untuk  rate dirham dan dinar silahkan lihat di www.dinarfirst.com

————————————————————————————————————-

english version: Assalamualaikum to all muslim communities  in indonesia, malaysia, singapore, brunei, thailand, Philiphines, this is a good news for all of us, with the idhin of Allah, now the silver-dirham is available, its minting by Islamic Mint Nusantara (IMN), you can order now.  we are opening all access to the people without concern about his religion, political view or  race.

For further detail to oder the silver-dirham please feel free to contact As’ad Nugroho (Islamic Mint Nusantara) in this mobile +6281808872081 or +62815625670 or email to info@dinarfirst.com, for the  exchange rate  (daily update with local indonesian time) please check our website www.dinarfirst.com

—————————————————————————————————————-
catatan:
1. Dengan kembali hadirnya koin dirham  ataupun dinar tersebut, maka selanjutnya fungsi Perdagangan Islam yang perlu di kerjakan bersama yaitu: Pasar bebas Islam  (open markets-places), Karavan (open distribution), gilda (open production), Perjanjian permodalan (Qirad and Shirkat), and Pengadilan Islam (muhtasibs and qadis).

Islamic Markets (open markets-places), caravans (open distribution), guilds (open production), Islamic currency (Dinar and Dirham), Islamic contracts (Qirad and Shirkat), and Islamic courts (muhtasibs and qadis under an Amir).

THE RETURN OF SILVER-DIRHAM TODAY! ALLAHU AKBAR!

Posted April 9, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, Ribat-Jakarta, Sufism-Ihsan, islam

dirham_imn05

*koin-koin dirham hasil pencetakan  ISLAMIC MINT NUSANTARA PT (2009). photo alright reserved 2009/ islamhariini.org

Assalamualaikum, Bismillahirrahmanirrahim, Astagfirullah..Astagfirullah…Astagfirullah!

Wa in yuridu an yakhda’uka fa inna hasbaka llah. Huwa lladhi ayyadaka binasrihi wa bi l-muminina wa allafa bayna qulubihim. Lawanfaqta ma fi lardi jami’an ma allafta bayna qulubihim, wa lakinna llaha allafa baynahum. Innahu ‘azizun hakim. Ya ayyuha n-nabiu hasbuka llah, wa mani ttaba’aka mina l-muminin

dan Jika mereka ingin menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min, dan yang mempersatukan hati mereka (mu’min). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Ya Nabi, cukuplah Allah bagimu, dan  orang mu’min yang mengikutimu.

——————————————————————————————————-

Allahu Akbar! la quwatta ila billah, dalam waktu dekat akan segera hadir kembali Dirham-Perak di Nusantara bukan hanya di Indonesia. detail  lebih lanjut silahkan hubungi info@islamhariini.org atau info@dinarfirst.com

Segera juga aktifkan account dinarfirst anda dalam waktu dekat ini, sebagai media tukar-bebas sukarela berbasis emas dan perak, anda juga bisa melihat di website www.dinarfirst.com yang berisi antara lain alamat merchant yang menerima dinar-dirham dan list wakala-wakala atau gerai-gerai ataupun komunitas atau perorangan  yang telah mengamalkan dinar-dirham yang segera tersebar di seluruh nusantara, insya Allah, selengkapnya lihat terus website www.dinarfirst.com yang  akan terus di update dan untuk keterangan lebih lanjut kontak kami di: info@dinarfirst.com

untuk penjelasan penting sekitar dinar-dirham dan berita-berita penting lainnya silahkan juga lihat website www.islamhariini.org  yang telah berjalan dari tahun 2002, yang saat ini sedang dalam proses update. Alhamdulillah wasyukurilillah

CATATAN EDITOR: SEBUAH PERJALANAN AWAL DINAR DI NUSANTARA (2000)

Posted December 29, 2007 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

umar,abbas

*prof umar ibrahim vadillo dan editor www.islamhariini.org

ABAD 21 ADALAH KEMBALINYA DINAR EMAS, KEMBALINYA MUAMALAT AML AHLUL-MADINAH, KEMBALINYA PASAR ISLAM, KEMBALINYA WAQF, KEMBALINYA IMARET, KEMBALINYA GUILDS, KEMBALINYA ZAKAT MAL, KEMBALINYA QIRAD-SYRIKAH, KEMBALINYA AMIR-AMIR, KEMBALINYA SULTAN, KEMBALINYA KHALIFAH…ALLAH ALLAH ALLAH

sekilas sejarah dinar-dirham di nusantara
Awal dari Perjalanan dinar-dirham di Indonesia adalah dimulai dari 3 orang fuqara shadilliya-darqawiyya yang belajar kepada Shaykh Dr. Abdalqadir As-Sufi Di Maroko (tahun 1999) sepulang dari pertemuan moussem di maroko, mereka segera mencetak dan juga mensosialisasikan dinar-dirham yang dibantu oleh beberapa pihak, ke berbagai daerah di nusantara hingga hari ini (2007), tidak lupa saya ingin mengingatkan salah satu yang juga gigih mendorong gerakan dinar-dirham ini adalah pak Adi Sasono yang dengan ketulusan membantu supaya ini berjalan untuk masyarakat luas.

Gerakan dinar-dirham ini dimulai oleh jamaah murabitun nusantara yang pada awalnya dimulai di bandung dan Jakarta oleh dua orang Amir, dimana mereka mendirikan ribat-ribat untuk insan agar dapat berkumpul dan mengambil ilmu ini yang dimulai dengan berdzikir dan berkumpul (keep company) serta juga menjalankan amalan faraid lainnya.

jelas pada awalnya bukan perkara senang dan mudah ketika kami mulai memperkenalkan kembali ilmu dan amal yang berkaitan dengan dinar-dirham (dan kami bersyukur kepada Allah yang mengirim seorang wali zaman ini, dari ujung dunia yaitu Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi untuk menjelaskan hal muamalat secara lengkap, shariat dan-hakikat), diawalnya kebanyakan praktisi ekonomi ribawi (juga perbankan syariah dan asuransi syariah) mencibir dan malah bingung dengan dinar-dirham, sedangkan yang anda lihat sekarang ini pada tahun 2007 dan kedepan mulai banyak orang memakai dan membicarakan dinar-dirham, dan sebagian dari orang-orang yang tadinya skeptis mulai mengerti sedikit-sedikit tentang dinar (mudah-mudahan kedepan orang-orang ini jadi mengerti keseluruhan amal dan bangunan muamalat ini secara utuh). sekarang mari kita tengok sedikit perjalalan awal kembalinya dinar-dirham.

PERJALANAN AWAL DINAR DIRHAM
1992, Granada-Spanyol. Dinar-dirham pertama dicetak kembali oleh Islamic Mint Spanyol di bawah kewenangan World Islamic Trade Organization (WITO), dengan spesifikasi mengikuti standar yang ditetapkan ‘Umar ibn al-Khattab, yakni dinar terbuat dari emas 22 karat 4,25 gram dan dirham dari perak sterling (95%) 2.975 gram. Sejak itu dinar-dirham pernah dicetak di Spanyol, Skotlandia, Jerman, Afrika Selatan, Dubai, Indonesia.

Di tahun 1993, Kurtzman menulis dalam bukunya, “The Death of Money” bahwa konsep uang-kertas telah diputarbalikkan ketika Presiden Nixon melepas dolar AS dari emas yang menyokongnya.

Turki. Prof ‘Umar Ibrahim Vadillo, pengagas dan pimpinan WITO, menyajikan dinar-dirham ke hadapan Dr. Necmettin Erbakan yang menduduki kursi perdana menteri setelah Partai Refah menang Desember 1995. Dr. Erbakan lalu menyatakan akan menjadikan dinar emas sebagai mata uang nasional. Dalam sebuah Konferensi Islam di mana Istanbul dan Gubernurnya, Recep Tayyib Erdogan, menjadi tuan rumah, Dr. Erbakan meminta Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi naik ke atas panggung dan mengacungkan dinar ke hadapan warga Istanbul. Aula konferensi serentak menjadi semarak dengan tepukan membahana dan seruan takbir. Sayang, momen itu tak berlangsung lama. Juni 1997, Dr Erbakan jatuh lewat sebuah kudeta yang digalang militer, dan partai Refah dibubarkan Mahkamah Tinggi Konstitusional, Januari 1998.

1996, Afrika Selatan. Diterbitkan buku “The Return of the Gold Dinar”, disusun oleh ‘Umar Ibrahim Vadillo, oleh penerbit Madinah Press. Buku tersebut memberi penjelasan lengkap, tak hanya mengenai sejarah dinar-dirham namun juga bagaimana uang-kertas mempengaruhi harga-harga.

1996 website pertama e-dinar, yakni sistem pembayaran elektronik via internet berbasis dinar emas, diluncurkan. Dengan e-dinar ini, segala masalah yang timbul seperti ketidakpraktisan mengirim uang dengan dinar emas dapat diselesaikan.

1998, Universiti Sains Malaysia, Penang. Dinar emas dan dirham perak mulai dibahas dalam International Islamic Political Economy Conference (IIPEC) ke-3 yang diresmikan oleh Tun Daim Zainuddin, yang kemudian menjabat Menteri Keuangan.

1998. Dr Nasir Farid Wasil, Mufti Mesir, menyerukan ekonomi Islam kembali disandarkan kepada emas dan perak, sebagai pengganti dolar Amerika.

30 Oktober 1998, Chicago. Di hadapan American Muslim Social Scientists, Imad-ad-Dean Ahmad dari Minaret of Freedom Institute menyampaikan pesan pentingnya dinar dalam moneter Islam.

Juli 1999, Jakarta. Diadakan seminar bertajuk ”Dinar Emas, Solusi Krisis Moneter” yang digelar PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) dan SEM Institute. Hasil seminar itu telah dibukukan dengan judul yang sama.

2000, Indonesia. Dinar dan dirham dicetak kembali pertamakalinya di nusantara oleh fuqara shadilliya-darqawiyya (Amir Achmad Adjie, Amir Abbas Firman dan Muqaddem Malik Abdalhaqq) dan dinar-dirham mulai diedarkan melalui Islamic Mint Nusantara. orang-orang ini yang juga bergiat menyebarkan ilmu dan amalnya bagaimana menjalankan dinar-dirham dan keseluruhan banguanannya, melalui ribat-ribat yang aktif di jakarta dan bandung.

2000, e-dinar Ltd., sebuah institusi swasta berbadan hukum yang mengoperasikan e-dinar, didirikan di Labuan, Malaysia. Kemudian e-dinar diluncurkan dalam IIPEC ke-4, yang diselenggarakan ISNET-USM dan diresmikan oleh Deputi Perdana Menteri Malaysia. Kini sebanyak 300,000 orang dari 160 negara telah mulai menggunakannya.

25 Juni 2001, Kuala Lumpur. Saat meresmikan Simposium Al-Baraka Ke-20 mengenai Ekonomi Islam, Dr. Mahathir Mohamad menyatakan digunakannya dinar emas sebagai mata uang Muslim dalam Islamic Trading Bloc dan sebagai cadangan nasional negara-negara anggota OKI.

Juli 2001, Kuala Lumpur. Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi didampingi ‘Umar Vadillo, CEO e-dinar Ltd., bertemu dengan Dr Mahathir. Kemudian, menjelang penganugerahan gelar doktornya, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi menyampaikan “Restoration of Fiscal Islam” yang menegaskan dinar emas dan dirham perak perlu kembali digunakan dalam sistem moneter.

November 2001, Dubai. Islamic Mint secara resmi meluncurkan dinar emas dan dirham perak di Uni Emirat Arab, dan khalayak dapat memperolehnya di Thomas Cook Rostamani Exchange Company maupun di Dubai Islamic Bank. Dalam kesempatan itu juga ‘Umar Ibrahim Vadillo menekankan perlunya zakat dibayar dengan dinar.

24 November 2001, Bandung. “Seminar Dinar-Dirham, solusi krisis mata uang”, diadakan oleh DKM Masjid Unpad, dengan pembicara di antaranya Achmad Iwan Adjie dari Islamic Mint Nusantara

Maret 2002, Kuala Lumpur. Kembali satu berita gembira saat Dr. Mahathir Mohamad menyatakan bahwa Malaysia telah menyediakan mekanisme penggunaan dinar emas dan menjadikannya alat pembayaran dalam perdagangan internasional.

1 Mei 2002, Kuala Lumpur. Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad, kembali menyatakan bahwa Malaysia sedang menjajagi usaha digunakannya dinar emas dalam perdagangan dengan tiga negara Asia Barat, dan Maroko, Libya serta Bahrain telah menyatakan tertarik. Beliau juga mengusulkan digunakannya sistem e-dinar untuk menyiasati perpindahan emas dalam bentuk fisik dalam pembayaran internasional dan dalam hal itu perjanjian bilateral diperlukan.

Akhir Mei 2002, Medan. Yayasan Dinar Dirham menyelenggarakan seminar bertemakan dinar-dirham solusi krisis moneter, dengan pembicara di antaranya Dr. Hakimi, Dr. Zuhaimy, Dr. Abdalhamid Evans, dan O.K. Saidin. Seminar tersebut berhasil menekankan perlunya mekanisme inti yakni suq, qirad dan dinar untuk kembali kepada ekonomi yang sejati, ekonomi yang lebih menitikberatkan pada pasar, qirad, perdagangan, waqaf, paguyuban dan dinar emas.

Agustus 2002, Kuala Lumpur. Dalam seminar “Stable and Just Global Monetary Systems” Mahathir menegaskan digunakannya dinar emas sebagai alat pembayaran dalam perdagangan bilateral antara Malaysia dan negeri lain mulai pertengahan 2003, dan selanjutnya diperluas menjadi perdagangan multilateral. Kemudian penasihat ekonomi perdana menteri, Tan Sri Nor Mohamed Yakcop, menjelaskan mekanisme penggunaan dinar emas melalui perjanjian bilateral dan multilateral.

Agustus 2002. Wakala Ribat Jakarta mulai berjalan di Jakarta IMN. Fungsi Wakala di antaranya sebagai gerai tukar di mana khalayak dapat berjual-beli, menukar dan menitipkan dinar-dirhamnya. Karena fungsinya sebagai wakil dari pemilik dinar-dirham, maka Wakala tak boleh meminjamkan dinar-dirham maupun memberikan kredit kepada pihak ketiga.

2 November 2002, Bandung. Diselenggarakan Semiloka “Dinar dan Dirham sebagai salah satu alternatif Keluar dari Himpitan Krisis”, di Balai Asri Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung. Bertindak sebagai pembicara dalam Semiloka yang diadakan ICMI yakni Dr. Hakimi Ibrahim dari ISNET USM Malaysia, Ketua umum ICMI Adi Sasono, dan pimpinan Islamic Mint Nusantara Amir Achmad Iwan Adjie. Dalam kesempatan itu Adi Sasono mengajak semua pihak menguatkan perekonomian Indonesia supaya tidak bergantung pada negara lain. Salah satunya adalah dengan penggunaan dinar-dirham yang stabilitas nilai mata uangnya terjamin.

22-23 Oktober 2002, Kuala Lumpur. Satu seminar besar lain yang dihadiri negara-negara anggota OKI, yakni “The Gold Dinar in Multilateral Trade”. Dalam seminar itu Bijan Latif, pimpinan Central Bank Iran, mendukung didirikannya sekretariat di Malaysia untuk mengkoordinasikan perkembangan kebijakan dinar emas. Dr. Mahathir Mohamad juga menyatakan untuk kembali kepada perjanjian Bretton Wood di mana mata uang dunia disandarkan kepada emas.

27 November 2002. Dalam satu seminar di Jakarta, ICMI mengusulkan pembayaran haji dengan dinar. ”Saya mengusulkan kenapa kita tidak merintis sesuatu yang lebih radikal dalam konsep syariah dengan membayar ongkos naik haji menggunakan dinar saja,” ujar Adi Sasono. Beliau berpendapat, dengan menggunakan dinar maka spekulasi fluktuasi mata uang ataupun permainan valas dapat dihindari.

22 Desember 2002, bertempat di Gedung MUI Depok, BMT Al Kautsar, Depok, meluncurkan pemakaian dinar dan dirham. Salah satu produk yang dipasarkan dengan dirham adalah air dalam kemasan MQ. Tiap kardus, berisi 48 gelas air kemasan MQ, dijual oleh AL Kautsar dengan harga 1 dirham. “Kami ingin menjadikan dinar dan dirham sebagai mata uang sejati umat Islam,” ujar Ahmad Saifuddin, Ketua Umum BMT Al Kautsar kepada Republika. Dalam acara tersebut hadir pula perwakilan dari Ahad Net yang menyatakan tengah menjajagi pemakaian dinar dan dirham dalam jaringan usahanya.

24 – 26 Januari 2003, Pontianak. Dalam pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI dan Konferensi Nasional Ekonomi Syariah, Wakil Presiden Hamzah Haz mencanangkan sosialisasi penggunaan mata uang dinar dan dirham. Pemasyarakatan penggunaan dinar-dirham, terutama dalam pembayaran zakat, transaksi berskala besar dan internasional, akan melibatkan berbagai lembaga keuangan seperti Bank Muamalat Indonesia (BMI), Dompet Dhuafa Republika, Murabitun Nusantara, Yayasan Dinar-Dirham Medan, Masyarakat Syariah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), maupun Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk). Seusai menutup Konferensi dan Silaknas, mantan ketua umum ICMI Adi Sasono menyatakan ICMI menyarankan penggunaan mata uang dinar dan dirham secara bertahap dimulai dari tabungan haji, alat pembayaran zakat, mas kawin, tabungan masa depan (beasiswa). ICMI juga menyerukan agar pemerintah berani mengambil kebijakan politik dalam meningkatkan peran dinar dan dirham sebagai cadangan devisa maupun sebagai alat tukar transaksi.

27 Januari 2003, Jakarta. Menurut ketua Departemen Ekonomi ICMI, Sugiharto, ICMI dan sejumlah institusi lain yang tergabung dalam Forum Gerakan Dinar-Dirham Indonesia (Forindo), seperti MUI, Yayasan Dinar-Dirham, PNM, Wakala Adina, Masyarakat Ekonomi Syariah, Asbisindo, dan Forum Zakat Nasional, sedang menyiapkan cetak biru penerapan mata uang dinar dan dirham dalam perekonomian Indonesia.

Januari 2003. Pakar ekonomi dari Universitas Bengkulu (Unib), Prof. Dr. Zulkifli Husin, SE, MSc, menilai penggunaan mata uang dinar dalam perdagangan luar negeri akan menguntungkan perekonomian Indonesia, karena nilainya relatif stabil.

Kini, dinar-dirham dicetak secara berkesinambungan oleh Islamic Mint Dubai dan Islamic Mint Nusantara, dan digunakan secara pribadi di 22 negara.

Mulai 2004, Malaysia akan menggunakan dinar emas sebagai alat tukar dalam perdagangan bilateral Malaysia-Iran.

untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut hingga tahun 2007 ini bisa ditanyakan langsung ke ribat jakarta, 021.75900412 atau lihat blog ini, sumber langsung pertama untuk dinar-dirham dan aspek terkait di nusantara bisa segera anda ketahui di www.islamhariini.org (sedang dalam proses update)

website
www.islamhariini.org
www.islamhariini.wordpress.com
www.shadhilliya.wordpress.com
www.e-dinar.com

MASALAHNYA DISEBUT KAPITALISME (15/05/09)

Posted April 1, 2008 by fuqara
Categories: Esoteric Deviation In Islam

banker-are-animal-too

Orang islam hari ini harus mengerti dan sadar bahwa pangkal utama dari akar permasalahan muslim di indonesia dan dunia adalah diamalkannya sistem riba (perbankan dan uang kertas yang tidak berharga) dalam kehidupan kita, yang disebut dengan agama baru bernama kapitalisme, mekanisme pasar hanyalah sebutan lain dari pasar riba yang dibuat ekonom-ekonom sakit yang tidak bisa berpikir waras diluar permainan sistem rentenir perbankan, itulah  yang menjadikan ini sumber penyakit di masyarakat kita, demokrasi adalah pelayan perbankan! jadi untuk apa ikut suara terbanyak kalau riba itu dilarang oleh Allah! kita harus tinggalkan semua sistem riba ini. jangan ikuti kebanyakan orang nanti kamu tersesat…

saya ambilkan cuplikan dari buku setebal 1000 halaman, buku yang cukup fenomenal di eropa terutama untuk muslim dan non muslim eropa, karena paling tidak ini menyibak sesuatu yang sulit di terima oleh orang kalangan intelektual islam sendiri tentang apa yang tengah terjadi dalam keseharian kita yang terutama dalam hal muamalat kita yang hampir hilang, yang digantikan dengan fenomena esoteris, esoterik shariat dan esoterik tassawuf. (apa arti kata esoteric dan exoteric lihat di glossary)

Masalahnya disebut kapitalisme

Terjemahan dari buku Esoteric Deviation In Islam – Umar Ibrahim Vadillo, Capetown 2003

Dunia mempunyai satu masalah dan itu disebut kapitalisme. Dunia tidak dapat melepaskan diri dari padanya. Pernah dicoba sekali tapi revolusi itu dibajak oleh marxisme, gagal dan di fahami. Kita tidak akan gagal karena kita percaya kepada Allah sedangkan Proudhon tidak. Freemasonry bukanlah tangan tersembunyi dari kapitalisme, tapi adalah suatu alat yang melayani kepentingan kapitalisme.Pertama filosofi toleransi, kemudian esoterisasi dari agama, membongkar kekuasaan dibelakang pelarangan riba.

Fremasonry memasuki dunia Muslim, tetapi kapitalisme lebih dulu masuk dengan pengaruh yang lebih merusak. Orang Muslim tidak tahu harus bagaimana bersikap menghadapinya.Perbankan adalah kekuatan yang besar sekali, dan tidak seorangpun dari penguasa waktu itu yang dapat menghadapinya. Akibatnya adalah tamatnya Khalifah.

Untuk seratus tahun kita tanpa Khalifa. Selama waktu itu perubahan telah diperkenalkan kedalam Islam, dalam dua front yang direncanakan untuk melumpuhkan Islam, satu-satunya kekuatan yang dapat mencegah kapitalisme dari pencapaian tujuan akhirnya yaitu negara dunia. Satu front adalah modernisme exoteris dan yang kedua adalah tradisionalisme atau keabadian esoteric

Keduanya dipengaruhi oleh freemasonry dan didorong oleh para freemason. Dalam zaman kita sekarang ini kedua front telah menjadi satu.Penyimpangan esoteris ini adalah persiapan untuk Islam memasuki fase akhir dari kapitalisme. Kita akan mencegah hal itu. Buku ini adalah langkah awal dalam membasmi penyakit yang telah berumur seratus tahun ini. Insha’allah. Keyakinan saya pada Allah

Buku ini akan menilai apa yang kita sebut penyimpangan esoteris, usaha sia-sia yang akan merusak Islam dengan ide-ide dan doktrin tertentu yang palsu. Tujuan kita adalah membersihka ruangan untuk membuat perlengkapan untuk meninggalkan kapitalisme. Kita tidak bermaksud menghancurkan bank, kita akan membuat bank ini tidak diperlukan. Ini adalah persiapan untuk perang melawan kapitalisme. Allah telah melarang riba dan karena itu telah menyatakan perang terhadap kapitalisme.Mulai sekarang dunia harus dan akan tahu bahwa Islam adalah musuh mematikan dari kapitalisme.

Untuk waktu yang lama di Barat, ilmu ekonomi telah menjadi dewa yang utama. Pialang dan bankir adalah pendeta pendeta tinggi. Paling tidak sejak Adam Smith mengemukakan idenya tentang tangan yang tidak tampak, dianggap bahwa bila seseorang pertama tama mencari kerajaan dari Mammon, maka segala hal (sosial, kebebasan individu, kesejahteraan unuversal) akan diberikan kepada anda, juga produk sampingan dari pasar bebas ( pernyataan pasar bebas itu sendiri kenyataannya tidak jujur seperti menyatakan bahwa prostitusi adalah cinta sejati). Ilmu ekonomi telah menembus semua segi kehidupan: ia mengambil alih politik, mengubah negara menjadi hanya suatu industri; ilmu pengetahuan dan informasi telah di privatisasi, dengan akibat yang menghawatirkan dengan mengetahui bahwa dari observasi dunia terhadap obat obatan yang kita pakai bersama adalah kekayaan perusahaan yang dapat di patenkan; dan agama-agama telah di ubah secara universal untuk menerima kapitalisme dan riba.Hanya Islam yang dapat menyelamatkan.

Agama2 lain? Apa itu agama2 lain? Toleransi telah menamatkan mereka pada waktu yang lalu. Mereka telah disaring, dikurangi dan disatukan diluar pengetahuan. Yang tinggal hanyalah dewa pribadi dan perasaan pribadi. Kita hanya akan mempunyai kerajaan kristen dan Khalifat Muslim, daripada suatu kekaisaran dunia Soros. Kejahatan adalah satu. Muslim hanya akan hidup bila kita berbeda dari orang kafir. Yahudi dan kristen telah berkembang di bawah Islam atau melawannya. Dan Atheis? Mereka adalah penghianat kristen pada jalan Islam.. Dewa yang tidak mereka percayai juga tidak kita percayai. Mereka telah mengatakan setengah pernyataan : “la ilaha”, yang tidak masuk akal, jika tidak anda tambahkan “illa Allah”

Kita menerima persamaan berikut: evolusi yang tidak terputus dari kapitalisme dalam lima abad yang lalu memerlukan penghapusan dari undang-undang tentang riba. Itu berarti penghapusan dari kekuatan normatif dari agama. Ini seperti mengatakan: “Hukum Allah tidak berlaku atau tidak universal” kepada orang Muslim. Implikasi moral dari perembesan kapitalisme adalah; “riba, meskipun dilarang oleh Allah, harus diterima”. Itu menyatakan, Muslim harus menerima kapitalisme. Ada tiga jawaban terhadap hal ini: menerima kapitalisme, menolak kapitalisme atau keduanya. Yang pertama hanya suatu penerimaan pasif dari kehidupan seperti dalam moto “agama tidak ada urusannya dengan ilmu ekonomi”; tapi yang terakhir paling berbahaya karena itu berarti penolakan diam-diam dari Islam yang disamarkan sebagai reformasi. Mereka menemukan “ekonomi Islam”. Reformasi ini dimulai oleh Al-Afghani, ‘Abduh dan Reda. Hal ini menuju kepada fundamentalisme Islam dan modernisasi Islam. Lambang mereka adalah “Bank Islam” , “konstitusi Islam” dan “negara Islam”. Islam pasca fundamentalis berarti penolakan kepada kapitalisme bersama dengan lembaga-lembaganya.

Esoterisasi Islam mempunyai rencana metafisis: monoteisme menggantikan Tauhid; dan rencana sosial: prinsip-prinsip Islam menggantikan Hukum Islam. Esoterisasi terjadi dalam beberapa tahap:

Tahap pertama esoterisisme terdiri dari penghapusan masa lalu: menghilangkan madhab-madhab (fiqh) dan Tasawwuf. Secara politik diwakili oleh oposisi terhadap Khalifate Osmanli, terutama Sultan Abdulhamid II Yang Agung.

Tahap kedua dari esoterisisme adalah fase pemanfaatan dimana Hukum Islam harus dinilai kembali secara menyeluruh dalam arti sosial, politik atau pragmatisme ekonomi. Sufisme yang benar dibuang dan Tassawuf baru mulai timbul dinyatakan sebagai Islam esoteris. Madhab lenyap dan satu set dasar-dasar Islam diaktifkan. Prinsip-prinsip Islam mengizinkan penerimaan asimilasi dengan masyarakat kafir: Bank Islam, negara Islam, bursa efek Islam, konstitusi Islam, asuransi Islam dst. Disamping mengakui bahwa Allah sangat berkuasa, mereka mengakui bahwa orang kafir Barat (yang dianggap jahat) pada kenyataannya lebih praktikal, dan mereka mau menyerah untuk meniru kekafirannya yang telah mereka katakan sangat membencinya ( misal: Republik Islam Iran).

Tahap akhir
adalah tahap asimilasi. Keabadian adalah metafisik baru mereka. Persaudaraan manusia dan agama yang universal diterima secara luas sebagai doktrin Islam. Tasawwuf di esoterisasi dan diterima dan Shari’ah secara esoteris diperlunak dan dibuat siap untuk menjadi hak azasi manusia secara Islam.. Hal ini mengikuti secara implisit Declaration of Human Rights, dan negara dunia sebagai mesiah kafir baru. Secara progresif semuanya yang membedakan agama-agama dinyatakan sebagai ruang exoteris (external, accidental dan peripheral) sedangkan ruang esoteris (internal, esential dan central) menjadi sesuatu yang membawa mereka bersama -sama.

Kapitalisme memerlukan keseragaman dan kebebasan untuk riba. Esoterisasi menyediakan keduanya. Merangkul semua agama adalah tehnik penipuan mereka. Riba di tafsirkan ulang secara esoteris. Mula-mula dikurangi menjadi ‘bunga’ dan kemudian menjadi pernyataan moral dari ‘perdagangan jahat’. Riba tidak lagi suatu praktek nyata, tapi suatu prinsip moral. Dari menghadapi kejadian itu kita memproyeksikannya kedalam bidang etik dan moralitas, dimana prinsip-prinsip dan hak-hak menguasai kenyataan.

Keperluan dari suatu gerak ibadat yang murni telah dikurangi nilainya dan dicemarkan sesuai dengan pengertian praktis keperluan tsb. Kelakuan ini menyerupai kelakuan seseorang yang tidak percaya kepada Tuhan.Dalam hubungan ini penting untuk dicatat bahwa orang-orang penganut semua agama pada saat ini mengikuti cara hidup yang kurang lebih sama. Kita semua punya bank, uang kertas, membayar dibawah suatu sistim pajak yang makin homogen, dengan kartu identitas dan suatu sistim registrasi. Muslim, kristen dan yang tidak percaya kepada Tuhan pada dasarnya harus hidup dengan cara yang sama . Perbedaan dikurangi sesuai dengan moral pribadi dan sikap sexual, yang membentuk puritan atau liberal dialektik, juga kepada hari apa mereka akan pergi ke kuil. Moralitas di turunkan menjadi ‘aku mengerjakan apa yang aku bisa’. Kami mengusulkan suatu perubahan mental yang dibuat oleh penelitian manfaat dari ‘apa yang dapat kita kerjakan?’ Kita bisa berbuat jika kita menurut hanya kepada perintah Allah.

Perbuatan orang tidak dapat dinilai hanya dari keperluannya. Itu berarti kemenangan teknik dari kepatuhan terhadap Allah. Itu berarti kepentingan dari sistim bank lebih tinggi dari pada kepatuhan terhadap Allah. Seperti yang dikatakan oleh yang menyimpang: ” Allah yang paling berkuasa, tapi para bankir lebih praktis. Kita harus mengikuti sunna para bankir”. Ini suatu ironi dari dualisme mereka. Mereka menyebut bank adalah setan, tapi mereka cepat cepat meng-Islam-kan mereka (Bank Islam). Hal ini menunjukkan ketidak berdayaan visi mereka dan jelas menyebabkan mereka menyerah. Bank adalah lembaga yang dilarang oleh Allah dan untuk menerima mereka dan mencoba memasukkannya kedalam shalat kita berarti menyembah kepada sesuatu selain Allah. Hal ini biasa dihubungkan sebagai suatu yang praktis. Mereka berkata “kami praktis”, tapi mereka menipu diri sendiri. Dengan mengatakan bahwa mereka praktis adalah bukti ketidak berdayaan mereka yang berakibat ketidak mampuan bertindak sesuai dengan Islam. Satu ide yang paling umum pada cara berpikir secara esoteric adalah ‘kami tidak bisa menuruti perintah’ karena ada kekuatan-kekuatan lain yang melarang kami bertindak. Biasanya kekuatan-kekuatan ini dihubungkan dengan setan. Jadi setan itu-kata mereka- tidak mengizinkan mereka bertindak. Setan adalah semua musuh politik mereka. Tapi orang-orang ini tidak menyadari bahwa satu-satunya rintangan yang ada adalah diri mereka sendiri. Buktinya adalah ketika akhirnya mereka diberi kesempatan untuk bertindak mereka meniru setan yang mereka benci : Bank Islam. Mereka pikir bahwa sesuatu yang halal adalah tidak mungkin, dan pengertian ini membutakan mereka.

Tindakan Muslim adalah kepatuhan kepada Allah, dan kepatuhan ini ada di atas segala tujuan (keperluan). Kepatuhan adalah tujuan itu sendiri.Patuh kepada perintah Allah mengatasi segala keperluan. Hal ini bebas dari prasyarat dan segala ikut campur pengaruh pribadi.Bertindak dalam kepatuhan tidak terhalang oleh keterbatasan seseorang. Bertindak dalam kepatuhan adalah menginginkan apa yang diinginkan Allah. Seseorang yang patuh kepada Allah dapat dengan seketika menghilangkan sistim bank. Sistim bank tidak punya kekuatan dimata seorang Muslim.Sistim bank hanya punya kekuatan dimata pengguna esoteric atau exoteric. Ini suatu kegilaan.

Kemenangan seorang Muslim adalah kepatuhan kepada Allah. Kepatuhan dan hanya kepatuhan, memberinya perasaan apa itu shalat dan kemudian ia dapat menghormati hadiahnya. Tanpa kepatuhan shalat menjadi ritual dan kebudayaan dan mesjid menjadi kuil Jum’at terpisah dari kegiatan sosial ekonomi.

Pragmatisme adalah khayalan yang menipu diri sendiri dan ini berada dalam inti etik kemanusiaan. Ini adalah hasil dari metafisik Kantian, metafisik dari alasan praktis yang menerima arsitekturnya dari alasan murni, dan teori yang menentukan jalan ke praxis. Ini adalah metafisik dari prinsip-prinsip objektif dan subjectif. Pembebasan dari perangkap yang mendasar ini adalah suatu pencapaian Islam. Hasilnya adalah Muslim bisa patuh, dapat berdagang dengan benar, dapat berjuang di jalan Allah, dan dengan begitu bisa sembahyang. Dan ini yang kita inginkan.Kafir telah melarang kepatuhan kepada Allah, menghilangkan perniagaan, perkelahian diluar hukum fisabillillah, dan mengurangi sembahyang sesuai keperluan. Tapi Allah adalah aktor sejati dari sembahyang yang benar. Allah berkata dalam Qur’an: “Kamu tidak melempar, yang melempar itu adalah Allah yang melempar”. Allah juga mengatakan:”Perangi mereka! Allah akan menghukum mereka melalui tanganmu”. Tujuan hidup kita hanya memuja Allah. Kewajiban kita adalah Mengikuti perintahNya dan Allah dengan jelas mengatakannya dalam Qur’an: (Qur’an 33, 1-3).

Humanisme dengan kekuasaan legalnya, hak azasi manusia, pura-pura menolong agama-agama, kenyataannya menghapuskan semuanya. Tapi ini tidak berarti tidak ada lagi agama sama sekali. Agama baru adalah sistim perbankan. Dia memerintah dengan sistim yang berdasarkan mata uang buatan. Sistim perekonomian dunia dimana setiap orang harus menggunakan US Dollar adalah jelas suatu tirani terhadap semua bangsa lain di dunia, dan terutama Muslim. Semua grup politik dan perserikatan Muslim yang dalam seratus tahun terakhir telah mendukung sistim uang kertas, tidak peduli apa yang dikatakan mereka, telah mendukung sistim tirani yang dipakai oleh orang kafir menguasai dunia. Pengertian mereka tentang Islam disimpangkan karena mereka tidak dapat memahami apa yang tidak dapat diterima oleh Shari’ah, dan alasan untuk itu adalah mereka telah tercemar oleh pragmatisme kebutuhan yang sebenarnya adalah hasil dari metafisik esoterik. Ini adalah cerita seratus tahun fundamentalisme. Mengapa para fundamentalis telah tidak berhasil dalam seratus tahun terakhir? Mengapa mereka telah dikalahkan dalam setiap segi politiknya? Karena mereka tunduk kepada agama modern, riba.Pembentukan bank Islam menunjukkan sifat jahat dari kepercayaan mereka. Grup ini sama dengan grup pseudo-Sufi ( pseudo artinya palsu) yang mendukung riba sebab mereka pikir bahwa riba tidak akan mempengaruhi ‘transendental’ mereka.

Selubung moral baru telah menggantikan kekuatan normatif dari agama-agama. Hak azasi manusia, toleransi dan demokrasi adalah bendera moral yang digunakan untuk mengatur dunia. Mereka mengajukan ceramah palsu. Dengan latar belakagan tidak seorangpun dapat menanyakan sifat moral dari riba, saham atau uang kertas.Mereka sudah pasti, tidak dapat dibantah, tidak dapat disangkal. Kepastian mutlak dari riba ini , meskipun oleh kritik dari kapitalisme (Marx menerima riba seperti juga Friedman) membuktikan dasar suci dari kapitalisme.

Kapitalisme adalah gaya hidup utama saat ini dan jalan keluarnya hanyalah Islam. Islam adalah jalan dari semua penganut, adalah satu-satunya strategi yang tidak hanya menentang tapi menawarkan cara lain terhadap sistim kapitalis. Kapitalisme seluruhnya berdasar kepada riba, dan ini adalah kejahatan, karena begitulah yang ditetapkan oleh Allah. Muslim diminta menerima hak asasi manusia, toleransi dan demokrasi, tapi mereka tidak diminta untuk menerima kapitalisme, itulah yang sebenarnya.Seluruh perdebatan humanistik adalah suatu olok-olok untuk mnyembunyikan sifat jahat dari kapitalisme.

Kapitalisme tidak berperikemanusiaan, tidak toleran atau tidak demokratis. Tapi karena anda tidak dapat mengkritik bank dengan perangkat moral ini, jadi perangkat ini tidak cukup bagus. Semuanya tidak berguna. Riba telah memperbudak dunia dengan cara mengubah sifat uang, membuatnya se-akan akan produktif (bunga) dan seakan akan bernilai (fiat money). Tidak perlu dikatakan lagi, penilaian ini di atas dialektik palsu dari kiri dan kanan, dan kami menganggap sosialisme marxist adalah bentuk lain dari kapitalisme.

Pertempuran selanjutnya adalah antara Muslim melawan bank. Informasi sepihak berarti kebanyakan orang tidak tahu apa Islam itu dan penyelenggaraan pemerintahan Islam juga tidak memberikan contoh yang benar. Tapi Islam lebih besar dari pada itu yang menutupi-nya (kafir). Ketika Allah membuka gerbang Islam, orang akan mengerti dan mereka akan memeluk Islam dalam jumlah yang besar. Islam bukanlah kepunyaan orangArab, itu benar-benar agama dunia dan kita akan membutuhkan orang baru untuk menghadapi tantangan ini bersama dengan orang orang Arab terbaik.

Bila riba diizinkan tidak akan ada pemerintahan Muslim yang muncul. Kekuatan ekonomi yang dikuasai bank melebihi kekuatan dari lembaga-lembaga sipil atau politik manapun. Karena itu setiap usaha untuk membangun masyarakat yang jujur dan sopan berarti secara tidak langsung penghapusan sistim bank dan menggantikannya dengan sistim keuangan dan pembayaran yang baru yang tidak menyangkut riba. Melawan kenyataan riba-kapitalis saat ini, hanya ada satu kenyataan lainnya yang dapat menghapuskannya, dan itu adalah Islam.

Untuk mengerti politik kita anda harus mengerti aksioma ini: Tidak mempunyai agenda ekonomi adalah mempunyai agenda ekonomi. Semua agama dan jalan spiritual yang tidak mempunyai agenda ekonomi mempunyai agenda ekonomi yang harus mempertahankan status quo saat ini dan karena itu harus mempertahankan kapitalisme. Semua agama dan jalan spiritual itu yang tercemar oleh esoterisasi tidak mempunyai agenda ekonomi, sebab dalam pandangan mereka hal ini tidak perlu. Kita melihat bahwa sikap esoterik mereka yang mendukung secara diam-diam kepada kapitalisme, dan karena itu kami tidak heran menemukan bahwa kapitalisme telah mendorong visi esoterik. Esoterisisme adalah agama bagian dalam dari kapitalisme, seperti kapitalisme adalah jalan hidup esoterisisme.

Bagaimanapun juga, Allah mempunyai agenda ekonomi untuk kita. Allah berkata dalam Qur’an (2, 274): “Allah telah mengizinkan perdagangan dan melarang riba”. Ini berarti Allah telah melarang perbankan. Karena itu apakah bank harus dihilangkan atau hukum Allah yang harus dihilangkan. Karena hukum Allah tidak dapat dihilangkan, berarti bank yang harus pergi. Lumrah bahwa bank akan melakukan apapun untuk mempertahankan keadaannya, termasuk mencoba melemahkan atau malah menghilangkan hukum Islam. Mereka akan membela diri dengan mengatakan bahwa agama Allah tidak perlu melaksanakan hukum Islam, itu artinya, bahwa pelaksanaan hukum Islam tidak penting untuk agama Allah; dengan cara lain mereka akan mengatakan bahwa pelaksanaan hukum Islam tidak memerlukan Allah, itu artinya, tidak memerlukan kepercayaan pada Allah dan itu bisa diubah atau disesuaikan dengan alasan praktis– ini adalah orang-orang yang akan mengusulkan bank Islam. Pada urutan pertama dipertahankan oleh grup esoteric dan kedua oleh grup exoteric. Meskipun kedua grup ini berada dalam konflik satu sama lain, pada kenyataanya mereka sama.

Dibawah topik populer hak azasi manusia, toleransi dan persaudaraan kemanusiaan, doktrin esoteric telah mendominasi semua ceramah palsu politik dan agama pada saat pembangunan cepat dari dunia ekonomi sedang terjadi. Agama telah dipaksa kedalam suatu proses homogenisasi dan introspeksi. Proses ini adalah esotercisation. Dan tidak ada lebihnya, kecuali pengertian terhadap mekanisme yang dipakai dalam proses ini. Proses ini sejajar dengan kebangkitan atau eksternalisasi dari kapitalisme, yang telah menyerbu tidak hanya keseluruhan geografis dunia tapi juga segala aspek keberadaan kemanusiaan Ide dari Filosofi Esoteric telah dipalsukan mencoba membuat sesuatu dari ketiadaan. Nama ini telah diberikan kepada sesuatu semacam sintesis antara ilmu, agama dan filosofi dimaksudkan untuk memberikan visi baru untuk membentuk kembali peradaban masa depan, budaya, politik dan ekonomi, atau menyelamatkannya selama dalam pembentukan kembali.Kepadanya telah diberikan sejarah, prinsip-prinsip, hukum dan juga nilai-nilai moral yang menyatakan akan menuju ke pembukaan potensi-potensi manusia. Dinamika dari esoterisisasi secara tidak langsung menunjukkan adanya suatu kepergian dari bidang kekuasaan dan masuk kedalam bidang kekuasaan. Kedua bidang kekuasaan ini disebut sebagai exoteric atau exterior dan esoteric atau interior.Kedua golongan ini digambarkan secara simbolis sebagai bagian luar lingkaran dan pusat lingkaran. Jadi apakah proses itu bergerak secara esoteris kearah pusat, yaitu esotericisation, atau secara exoteric kearah lingkaran, yaitu exotericisation.Pusat lingkaran adalah bidang kekuasaan dari esoterisisme dan konsep atau persoalan esoteric, dan lingkaran luaradalah bidang kekuasaan exotericisme dan konsep atau persoalan exoteric. Untuk menjadi esotericist atau exotericist telah ditentukan dari kedua dinamika ini. Karena itu esotericist adalah mereka yang memuja persoalan esoteric diatas persoalan exoteric, dan exotericist adalah mereka yang buta mengenai persoalan esoteric yang mengingkari mereka sementara itu memuja persoalan exoteric. Memahami bahwa ini adalah proses dinamis, salah satu dari mereka selalu bereaksi terhadap salah satu yang dominan.Dalam hubungan dengan esotericisasi, exotericisme adalah ‘reaksi’ dan sebaliknya. Apa yang dibicarakan disini bukanlah arah dari proses ini, apakah itu esoteric atau exoteric, tapi lebih kepada prosesnya sendiri.

Pertumbuhan dari kapitalisme memerlukan dan mencapai penghapusan nilai-nilai normatif agama, dan ini adalah proses esoteric, esotericisasi. Tanpa belas kasihan, agama-agama yang berbeda dan pengertian-pengertian mereka yang bertentangan telah dihapus karena agama-agama ini telah ditetapkan lagi dalam proses yang dapat digambarkan sebagai yang ‘bergerak’ kearah pusat yang tidak dapat di beda-bedakan. Ini adalah proses yang kita sebut esotericisasi. Meskipun proses ini dominan, setiap saat masa lalu kelihatan exoteric dan masa depan lebih esoteric. Reformasi kristen adalah esoteric dalam hubungan dengan keadaan sebelumnya, tetapi adalah exoteric dalam hubungan dengan ketuhanan; ketuhanan adalah exoteric dalam hubungan dengan keabadian. Dalam proses ini exotericisme adalah masa lalu dan reaksi terhadap masa depan. Reaksi ini telah dimanfaatkan sebagai konflik yang menutupi pertumbuhan kapitalisme. Cara menetapkan konflik ini, termasuk alasan-alasan konflik dan lapangan pertempuran yang dipilih, menguntungkan kapitalisme, lagi pula hal-hal itu memperkuat kapitalisme. Malah Perang Dunia II dengan menyedihkan dinyatakan oleh para ahli sejarah profesional dalam istilah pribadi-pribadi, dan sedikit atau tanpa usaha yang dikerjakan untuk memperjelas akibat utama dari perang: kelahiran kapitalisme keuangan modern. Berikutnya untuk melepaskan diri dari kapitalisme, perang harus di definisikan ulang. Kita akan meninjau hal ini kemudian. Yang penting adalah untuk menyadari bahwa kapitalisme memerlukan penghapusan semua agama lainnya atau esotericisasi terhadap mereka untuk menyatakan kekuasaan universal yang tidak dapat disangkal.Hanya kapitalisme exotericisme yang diizinkan. Kapitalisme sendiri dapat mengadakan upacaranya, sebab sendirian dia tidak dapat menimbulkan konfflik. Perdamaian kapitalis berarti dominasi sepenuhnya dari kapitalisme dan penghapusan dengan cara pengurangan dari agama lainnya.

Bila esotericisasi diterapkan terhadap Islam berarti secara tidak langsung putus dengan masa lalu, sering dinyatakan sebagai reformasi ‘jinak’. Ini kita fahami sebagai penyimpangan. Reformasi esoteric atau penyimpangan telah diterapkan kepada Shari’ah dan Tasawwuf.

Esotericisasi terhadap Shari’ah secara tidak langsung menyatakan pencarian untuk prinsip-prinsip yang terlihat sebagai simbol yang dipakai untuk merumuskan ulang hukum dalam hubungan dengan skala manusia atau kemanusiaan. Hukum kemanusiaan adalah perumusan esoteric dari hukum Islam. Kemanusiaan dilihat sebagai satu persaudaraan, ‘persaudaraan manusia’.Unsur-unsur perbedaan dalam Shari’ah Islam berangsur angsur dihapus dengan rumusan seperti ‘tidak ada paksaan dalam Deen’ atau ‘persaudaraan kemanusiaan’.Hal ini tidak dapat kita terima, karena hukum Islam tidak dapat direformasi, hanya masyarakat kita yang harus direformasi.Perumusan esoteric mereka mengganti atau mendefinisi ulang Jihad dan persaudaraan Islam.

Esotericisasi dari Tasawwuf menyatakan secara tidak langsung pemisahannya dari Shari’ah, untuk mengatakan, pendefinisian ulangnya sebagai ‘Islam esoteric’, sedangkan Shari’ah didefinisikan ulang sebagai ‘Islam exoteric’. Hal ini tdak masuk akal Islam, sebab ide Tasawwuf tanpa Shari’ah sama tidak berdasar seperti Shari’ah tanpa Tasawwuf. Esotericist menyatakan bahwa Tasawwuf mendukng ‘kesatuan trans cendental dari semua agama’ dalam dasar metafisik kepercayaan kepada Tuhan. Persoalan exterior yang berhubungan dengan kegiatan dan kewajiban dari kepercayaan kepada Tuhan kepentingannya dianggap nomor dua. Bidang kekuasaan absolut adalah metafisikal dan bidang pengikut adalah bersifat ritual

Simbolisme membolehkan esotericist untuk mengiyakan Islam padahal kenyataannya mereka mengingkarinya. Simbolisme membolehkan mereka mengatakan, ‘kami percaya kepada Allah seperti anda”, padahal kenyataannya mereka percaya kepada tuhan lain. Tuhan mereka dapat mempunyai beberapa nama. Ini suatu simbol. Dari beberapa segi anda dapat menemukan gambar yang berbeda. Adalah penting untuk difahami bahwa esotericist tidak menyangkal percaya pada Allah dan mereka akan mengatakan mereka adalah Muslim meskipun mereka menegaskan bahwa semua agama dan jalan spiritual percaya kepada tuhan yang sama. Beberapa freemason, contohnya, mengatakan bahwa mereka adalah Muslim bila mereka tinggal di negara Muslim dan mereka mengatakan bahwa mereka kristen bila mereka berada di negara kristen.Ini karena mereka melihat diri mereka sendiri diatas ‘interpretasi kaku’ dari agama. Freemason menerima semua agama dalam persaudaraan mereka dan mereka semua memuja apa yang mereka sebut ‘Arsitek Agung dari Alam’. Posisi tidak jelas ini lebih tidak jujur dari pada pengingkaran kepada Islam yang terbuka dan bermusuhan.Dengan alasan ini kita kemudian akan menelaah secara lebih detil sejarah dan kepercayaan golongan freemason.

Esotericist juga mengatakan bahwa mereka mendukung Shari’ah tapi pada saat yang sama ingin menyusunnya kembali, atau menguranginya, atau tidak menginginkannya disini atau sekarang. Mereka mengatakan mereka ingin menyelamatkan kemanusiaan, tapi jelas ini hanya dapat dicapai oleh mereka sendiri –grup yang terpilih.Semua penyusunan kembali mereka menuntun mereka kepada filosofi hak asasi manusia, toleransi dan persaudaraan kemanusiaan.’Shari’ah hasil penyusunan kembali yang harus tunduk kepada prinsip-prinsip esoteric ini bukanlah Shari’ah Islam. Ini adalah sesuatu yang baru tapi mereka ingin memakai nama Shari’ah. Lalu mereka menunjuk kepada lembaga dan perlengkapan kafir dan menambahkan nama Shari’ah. ” kami ingin Shari’ah Islam, kami ingin pemerintahan yang dkuasai Shari’ah”. Pada pengamatan apa yang mereka inginkan adalah versi penyusunan kembali mereka yang baru, lalu mereka berbicara tentang hak asasi manusia Islam dan toleransi Islam. Ketika mereka tidak dapat melebarkan Shari’ah lebih jauh, setelah mengingkari madhhab dan fiqh yang telah ada, mereka memohon kepada “jiwa undang-undang’ dan ‘prinsip-prinsip Islam’.Ini adalah teknik esoteric yang disebut simbolisme. Shari’ah digambarkan dengan simbol-simbol atau prinsip-prinsip yang membolehkan tingkat lebih lanjut dari interpretasi introspektif. Akibatnya mereka memperkenalkan penjelasan simbolis apa arinya Jihad dan riba.

Pada akhirnya yang jadi persoalan adalah dibelakang prinsip-prinsip Islam mereka dan hak asasi manusia Islam mereka adalah dorongan penuh mereka untuk mempertahankan sistim perbankan. Tugas mereka adalah untuk ‘mengislamkan’ bank, artinya mempertahankan kapitalisme dan lebih jauh membujuk Muslim untuk menerima kapitalisme. Mereka mnyangkal perbankan tapi merekan mengiakan perbankan Islam. Mereka mengiakan kejahatan kapitalisme tapi mereka siap untuk ‘mengislamkan’ kapitalisme. Menurut mereka bank bukanlah lembaga kapitalis , bank hanyalah sekedar servis. Menurut mereka kapitalisme adalah salah, tapi kapitalisme Islam akan dapat diterima. Kapitalisme Islam mereka adalah kapitalisme dengan nilai-nilai moral Islam, dimana bank Islam telah menggantikan bank bukan Islam. Menurut mereka riba adalah simbol yang, tanpa memperhatikan apa yang dikatakan oleh Shari’ah, berarti bunga. Akibat dari semua ini adalah bahwa kekejaman, intoleran dan praktek tidak manusiawi dari riba, yang artinya kapitalisme, dipertahankan oleh esotericisasi dari agama. Untuk alasan ini adalah sangat penting untuk mengenali mereka dan apa yang mereka katakan, dengan tujuan untuk segera mengenali bermacam muka dari satu kepercayaan umum. Kufr adalah satu sistim.

Ada unsur karakteristik lain dari esotericism: messianisme. Messianisme adalah pembebasan dari kegagalan saat ini dan tanggung jawab. Juru selamat Messianis yang datang untuk menyelesaikan semua masalah kita sekarang dapat mempunyai muka banyak dari Messiah kristen , ke Mahdi, demokrasi dan negara dunia. Dalam praktek dikatakan: ” jangan bertindak sekarang, kita menunggu”. Mahdiisme, dikatakan, menunggu Mahdi seperti dalam tindakan menangguhkan atau memperlambat atau mengecilkan hati keberatan saat ini dalam segala bentuk, adalah bagian dari apa yang kita sebut penyimpangan esoteric. Penggunaan secara politik dari doktrin shi’a dari ‘menunggu Mahdi’ sepanjang sejarah Muslim telah digunakan untuk membenarkan pemberontakan dibawah salah satu dari banyak Mahdi atau malahan lebih jelek lagi memperlambat pembentukan Islam sekarang karena “menunggu Mahdi”.

DINARFIRST – mobile exchange system for all (comingsoon)

Posted February 7, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

dinarfirst-sticker

*logo resmi dinarfirst-mobile payment system

Ribat Jakarta dari tahun 2000 terus  mendawahkan (menyampaikan) berbagai hal yang berhubungan dengan dinar-dirham, pasar islam, wakala, restorasi zakat, qirad-syirkah dan keseluruhan bangunan muamalat dalam bentuk ke amiran dalam jama’ah yang saling mendukung, bersabar dan saling mengingatkan kepada yang maruf. Semua yang tengah kita  akan alami dan kerjakan dimulai dari satu hal yaitu berdzikir, duduk dalam lingkaran dzikir yang kuat menyeru Allah pagi dan petang itulah inti dari keseluruhan urusan ini, tanpa itu kamu akan tersesat dari tujuan utamanya. Dan saya beritahukan lagi dan lagi awalnya urusan ini adalah duduk berdzikir. mari berkumpul dengan yang ber ribat.

Tidak terasa koin-koin dinar-dirham telah berjalan selama sepuluh tahun di Indonesia yang diawali oleh 3 orang fuqara shadilliya-darqawiyya, dimana mereka telah melakukan pencetakan dan sosialisasi dinar-dirham bersama  dengan muslim yang telah menyadari pentingnya meninggalkan riba dan mengembalikan tiang zakat. Dan semua ini dimulai dengan urusan ini adalah duduk berdzikir (wird).

Apa yang telah dimulai oleh mereka tentunya menjadi suatu jalan pembuka bagi masyarakat muslim di indonesia untuk mengenal berbagai hal yang berkaitan dengan muamalat di sekitar dinar-dirham dalam hal perdagangan, permodalan qirad-syirkah, pasar islam, gilda, caravan, amirat, kembalinya hukum-hukum islam, kembalinya fungsi wakaf,  kembalinya fungsi zakat sesuai aturan awalnya dan lainnya.

Hari ini setelah koin-koin dinar-dirham beredar dimasyarakat muslim nusantara maka ada hal yang tidak utama tapi cukup diperlukan untuk pengaplikasian dinar-dirham dalam transaksi tukar sukarela sehari-hari yaitu mobile exchange system (MES) atau sistem tukar-bebas sukarela yang mudah digunakan dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja.

Sejak 1999 Islam hari ini, Islamic Mint Nusantara atau Master Mint Nusantara, Ribat Jakarta dan orang-orang yang telah sadar dalam urusan ini telah memasyarakatkan dinar-dirham mulai dari tulisan, referensi, networking, ceramah, pembuatan wakala, diskusi, brosur, pertemuan dzikir harian-mingguan dan lain sebagainya, maka hari ini kamipun juga akan memperkenalkan sistem tukar-sukarela yang dapat di akses melalui handphone dan desktop anda.

Detail penggunaan akan dapat dilihat dalam waktu dekat, yang tengah kami persiapkan dan juga full website bisa di lihat di www.dinarfirst.com atau untuk informasi langsung bisa kontak kami di Ribat Jakarta atau email kami di info@dinarfirst.com

dinarfirst ini dapat digunakan dengan mudah dan efisien oleh semua lapisan masyarakat mulai dari perusahaan dan perorangan atau yang bergerak di berbagai bidang industri seperti, perdagangan, service, kedokteran, sekolah, pasar, rumahsakit, rumah-makan, artist, hotel, tour and travel, biro perjalanan haji, ticketing dan lain sebagainya artinya dinar is in your hand.

dinarfirst intinya adalah sebuah media tukar-bebas sukarela berbasis dinar emas yang terbuka bagi siapa saja. dinarfirst ini menjadi akan menjadi bagian pelengkap implementasi penggunaan Dinar-Dirham di masyarakat secara praktis.

dinarfirst tergabung dalam jaringan master wakala nusantara  dan ataupun jaringan wakala-wakala lainnya di bawah otoritas amir-amir lokal, dinarfirst terbuka bagi siapa saja tanpa memandang suku, ras, agama dan pandangan politik yang secara global terkoneksi dengan e-dinar.

dinarfirst menggunakan teknologi mobile phone terdepan hari ini apapun itu handphonenya dan terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi yang sudah bisa diakses keseluruhan pemegang handphone seluruh indonesia dan dunia tentunya. Aplikasi dinarfirst berbasis dinar-dirham ini juga dapat diakses melalui laptop dan desktop pemegang dinar-dirham.

dinarfirst tentu juga memikirkan urusan keamanan dalam bertranskasi dimana ini akan makai proteksi bertingkat seperti enkripsi paling upto date, user id, PIN, rekonfirmasi data, karena itu menjadikan sistem ini nyaman digunakan dan tidak rentan terhadap penerobos.

Setiap user yang ingin bertransaksi harus memiliki 2 hal dasar yaitu:
1. Account Dinar-Dirham yang bisa di buka pada jaringan wakala terdekat atau langsung kepada Master Wakala Nusantara

2. Mempunyai sejumalah koin-koin dinar ataupun dirham yang dapat simpan di repositori atau tempat pemyimpanan kami yaitu simpanan-madinah* (detail dan ketentuan berlaku).

Berikut adalah contoh-contoh penggunaan dinarfirst yang segera dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat.

1). Jaringan antar wakala ataupun perorangan ataupun merchant yang di mulai di jakarta, depok, tangerang bekasi dan bogor serta jawa-barat dan jawa tengah dapat segera melakukan transaksi  antar user atau antar wakala ataupun kepada merchant, detailnya akan kami keluarkan dalam waktu dekat, dan anda dapat melihat sticker welcome dinar-dirham pada tempat-tempat yang bertanda sticker tersebut.

2) Perusahaan dapat menggunakan dinarfirst dalam lingkungan internal mereka seperti misalnya untuk pemabayaran gaji karyawan dan menyimpan dalam bentuk koin emas agar dapat melindungi nilainya.

3) Para Asosiasi Pedagang atau Paguyuban dapat segera memakai dinarfirst kepda sesama anggota mereka dalam bertransaksi, juga seperti koperasi diseluruh indonesia silahkan langsung mendaftar kepada kami.

Itulah sekedar contoh-contoh yang bisa dilakukan di awal penerapan pemakaian alat tukar-beas bergerak ini. Jadi dengan hadirnya dinarfirst dapat digunakan oleh perorangan ataupun perusahaan dan juga antar negara tetangaa seperti malaysia, singapura dan brunei darusalam sekarang secara praktis sudah dapat dilakukan dengan dinarfirst ini.

Jadi kami menggabung tiga fungsi hari ini yang telah dan akan hadir kembali yaitu:

1. Alat Tukar-Bebas (barter) sukarela (Dinar-Dirham)
2. Permodalan Qirad-Syirkah
3. Pasar Bebas Islam

Jadi bukan koin-koin dinar-dirhamnya yang diperjual belikan tapi justru koin-koin tersebut harus digunakan sebagai alat tukar-bebas sesuai fitrah dalam perdagangan (pasar bebas islam) dan permodalan islam (qirad-syrikah) yang berlandaskan amal madinah. Inilah bagian dari pertukaran yang berkeadilan.

Sesunguhnya semua ini dengan kehendak Allah, semua orang mungkin bisa mengerjakannya tapi yang membedakannya adalah niat, tujuan dan cara pengamalannya, ketika ini di mulai dengan berdzikir kepada Allah, maka emas-dan perak itu bukanlah tujuannya, itu hanyalah dua logam yang tidak berharga, kecuali karena Allah menyebutnya dalam al-Quran dan rasulullah salallahu alaihi wassalam menetapkannya dalam muamalat kita.

BETA VERSION OF WWW.DINARFIRST.COM- MOBILE EXCHANGE SYSTEM. COMING SOON

Posted February 19, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

dinarfirst_website

saving, mahar, protect your wealth, paying zakat mal, coins collection, free medium of exchange (barter), qirad-syirkah further information, please contact: info@dinarfirst.com.org or info@islamhariini.org

Sticker Resmi Dinarfirst-mobile dinar dan Welcome Dinar-Dirham

Posted February 25, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

sticker_dinarfirst

Assalamualaikum kepada seluruh muslim dan non muslim pengguna dinar-dirham, di atas ini adalah sebuah tanda resmi (sticker) yang akan segera di keluarkan oleh ribat jakarta dan master wakala yang bertujuan mempermudah orang-orang untuk dapat segera menggunakan dinar-dirhamnya dalam muamalat sehari-hari.

dinarfirst_inhandphone1

*segera diluncurkan dinarfirst-mobile exchange system. its dinar in your hand! easy to use and safe.

ASFA DAVY BYA (AZ-ZIKRA MAGAZINE) GO FOR DIRHAM

Posted April 27, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

bang-davy_dirham

Tadi siang redaksi islamhariini.org baru saja bertemu bang Davy, salah seorang pengelola majalah Az-zikra, pada kesempatan itu kami memperkenalkan  koin dirham yang telah dicetak oleh ISLAMIC MINT NUSANTARA, beliau sangat antusias untuk segera mempergunakan koin dirham dan mendukung penggunaannya dalam skala yang lebih luas.

KEMBALI DIGUNAKANNYA DIRHAM OLEH ERAMUSLIM MAGAZINE

Posted April 26, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

eramuslim_dirham2

*majalah eramuslim pernah mengangkat tulisan dinar-dirham yang di sadur dari www.islamharii.org

Alhamdulillah wa syukurillah. Dengan kembalinya koin dirham perak di Nusantara, telah disambut baik oleh ummat Islam. Selain banyaknya pihak yang melakukan pemesanan juga disambut dengan mulai dipakainya dirham untuk transaksi barter bebas-sukarela dengan barang. Salah satu perusahaan yang telah memulainya adalah PT Eramuslim Global Media, yang menjual Eramuslim Digest dengan harga 1 dirham.

Transaksi pertama yang dilakukan menggunakan koin dirham perak terbaru cetakan PT Islamic Mint Nusantara (IMN) dilakukan pada hari Jum’at 24 April 2009 lalu antara As’ad Nugroho dari PT IMN dengan Irman Idris selaku Busisness Manager Eramuslim Grup. Pembelian Eramuslim Digest edisi delapan yang berjudul The Satanic Finance: Konspirasi Di Balik Sistem Keuangan Dunia (yang juga menyadur beberapa artikel dari www.islamhariini.org) dengan koin dirham tersebut menandai berjalannya kembali transaksi syariah dan berkeadilan menggunakan dinar-dirham.

Eramuslim Grup yang sejak awal terbitnya telah menghargai majalah terbitannya dengan 1 dirham, sempat terkendala dengan kelangkaan koin dirham. Namun dengan telah dicetaknya kembali koin dirham, pihak eramuslim merasa bersyukur dan meneguhkan komitmennya untuk tetap menggunakan dirham sebagai alat pertukarannya, termasuk untuk Eramuslim Digest edisi 10 yang akan segera terbit. “Kami bersyukur (dengan kembali dicetaknyanya dirham) dan akan terus menggunakan dirham dalam menetapkan harga jual majalah”, ujar Irman Idris.

Dalam pendistribusiannya, penerbit telah mewajibkan para distributor dan agen majalah untuk bersedia menerima penukaran atau penjualan dengan dirham dari konsumen. Dengan demikian masyarakat bisa dengan mudah menukarkan dirhamnya untuk mendapatkan majalah, di mana saja. Diharapkan langkah Eramuslim Grup ini juga diikuti oleh penerbit dan perusahaan lainnya, demi terciptanya perdagangan yang sesuai syariat islam agar segera terbebas dari riba.

Dengan bertransaksi dengan dirham, dan juga dinar, penjual dan pembeli akan terhindarkan dari kerugian akibat hilangnya nilai uang kertas. Nilai koin dinar dan dirham terbukti bebas dari inflasi dan memiliki nilai yang abadi. Sejak jaman Rasulullah harga seekor ayam adalah satu dirham. Saat ini pun dirham yang dalam rupiah bernilai sekitar Rp 35.000, senilai dengan harga beli 1 ekor ayam. Jadi tunggu apa lagi, gunakanlah dirham sekarang juga, insyaallah.

UMAR PASHA AT INTERNATIONAL ECONOMIC FORUM 2009

Posted April 21, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

umar-vadillo

umar ibrahim vadillo holding gold dinar in jakarta

*report from:  Abdalghani Auyeskhanov  (Kazakhstan)  for islamhariini.org

The event we chose to introduce Umar Pasha Ibrahim Vadillo to Kazak people was the second International Economic Forum in Astana, capital of Kazakhstan, organized by the Ministry of Economy and Budget Planning of Kazakhstan, held on 11-12 March 2009.  The theme of the forum was “Economic Security in Eurasia in the System of Global Risks”. The forum consisted of 2 parts: first day was plenary session which was opened by the key note speech of the president of the country Nursultan Nazarbayev, there followed two noble prize winners (R.Mundell, E.Phelps), ex-head of European Bank of Reconstruction and Development, President of IDB and Saudi Finance Minister; the second day of the Forum was divided into two panel discussions: Islamic and Conventional.

Umar Pasha were to make his presentation on the second day of the Forum in the Islamic Finance section. Here needs a little elaboration on the background of the whole event:  Kazak government, which is entirely secular de jure and de facto, being in the midst of heavy banking crisis that started in October 2007 at last realized that something is profoundly wrong with the western capitalist system which they had full-heartedly adopted since the independence in 1991, the dire economic situation prompted the government to look for solutions, so in the last year it began discussions on a possibility of opening first Islamic banks in the country.

The 2nd International Economic Forum in Astana was an effort to convene prominent western and muslim scholars to put forward their ideas about the age of financial turmoil. In the light of such circumstances Islamic bankers came to Astana in the hope they could present themselves before the government and people of Kazakhstan as ones who know what is wrong with the capitalism and what is the solution.  The Kazak organizers had a vague notion of Islamic Banking in general and Umar Vadillo’s views in particular, they understood Vadillo was one of the leading scholars in Islamic finance and stood on the same platform like the other muslim speakers, so they saw no controversy in inviting him to speak on Islamic finance; that is how Umar Pasha found himself in Astana in the Family of Islamic Bankers.  Islamic bankers of course knew who was Umar Vadillo but they couldn’t stop him from coming.

In order to transmit the extraordinary atmosphere of that day, 12 March, let us mention that it was Sidi Umar’s first visit to Kazakhstan and due to ticket arrangement complications he arrived to the capital of Kazakhstan at 8:30 in the morning just an hour before his presentation; he had enough time only to check in the hotel, change clothes and rush to the Palace Of Independence, an enormous architectural structure on the left bank of Astana where the forum was taking place.  That’s how Umar Pasha appeared on that historical day, 12 March 2009, before the Kazak public.

He was the only one on the stage who was going to present traditional Fiqh on economic matters, all others were experts in islamic banking, the panel of speakers consisted of several arabs, one from Pakistan and two from Malaysia; although it must be noted that one of the Malaysian speakers, namely Prof. Dr. Kameel Meera from Malaysian Institute of Islamic Banking and Finance, did point out the problems of fiat money and their prime role in the present global crisis.

Despite long flight tiredness –- when the moderator of the session, who was from Russia, passed the floor to him – Umar Pasha delivered a breath-taking speech in his usual inimitable style marked by explicit statements and emotional tone.  He started off with analysis of the Kazak president’s speech which he’d read moments ago while we drove him from airport to hotel; in conclusion of that analysis Umar Pasha said the answer to the president’s call – who proposed to create new global currency which was supposed to be “anti-monopolistic, democratic, civilized, responsible and free” as alternative to the current monetary system which had “deep inner defect” – was Islamic Gold Dinar.  Then Umar Pasha spoke about the disastrous nature of modern monetary and banking system and stressed the point that the current global crisis was a positive phenomenon as it was an inescapable outcome of a system built upon false laws and principles of Usury and Humanism.

He also said this crisis was the biggest crisis in the history of Capitalism signaling its final end and the Muslims should take this opportunity to establish the Islamic model which successfully existed from the time of the Rasulullah salallahu alaihi wassalam up until the destruction of Ottoman Caliphate at the turn of the 20th century.  “This crisis is nothing but Allah’s war against Riba, therefore we’ll see during this crisis who is who in Islam: the Mukminun will rejoice at this crisis and will come out united and determined, the Munafiqun will pretend nothing is happening and continue business as usual,” stated Umar Pasha and the audience suddenly erupted in Taqbir.  Then he moved on a brief analysis of Islamic Banking and his uncompromised verdict sounded like a thunder: “Islamic bank is not haram, it is double haram and the islamic bankers know it!”   By the time Umar Pasha was finishing his presentation the vast hall was electrified, people who came to learn how halal and good Islamic banks were got shocked and yet they felt this man knew what he was talking about, so when Umar Pasha finally stopped almost everybody gave him standing ovation and Taqbir; incidentally there was no Taqbir before or after Umar Pasha’s speech.  It must be noted here, shouting Taqbir in public forums with media and state officials is still something very unusual in this ex-soviet republic, but this time it poured out from the hearts of people as if his speech fell upon them like a cool rain in the early spring, awakening and promising a certain advent of the sunny and beautiful summer.

During question and answer session not a single question was addressed to the Islamic bankers and experts in the panel but were all for Umar Pasha asking him to tell more about Dinar until the moderator intervened by asking the audience to have respect for other speakers and put some questions to them. But it didn’t help, people wanted to hear only the man from Spain, the man who spoke about Islam in a manner that was entirely new for them. Then the moderator who was apparently uncomfortable with the situation adjourned the forum for a tea-break.   After the break the second half of the Islamic bankers presented their papers but majority of public was indifferent, everybody was still groggy from Umar Pasha’s punching power.

In the final question and answer one young man stood up and asked a speaker who was the head of an Islamic bank from a Gulf country: “Do you charge interest on your loans?”  The banker tried to dodge from direct answer by means of employing the terminology of Islamic contracts but the young Kazak ruthlessly stopped him and repeated: Do you charge interest or not?  “We charge 2.5-3% on the principal amount but it is a service fee”, finally replied the banker.  “Subhanallah, 3% or 30% is still the same Riba and we were just reminded by brother from Spain that in the sura Al-Baqara Allah has declared war on Riba.  You came here to teach us Riba? You are in marsh and you want to suck us into it too? You better go back to your country!”

It was a historic day for us, Kazaks, because we witnessed something we haven’t seen for a long time: one man from a far place single-handedly defended the Deen.  I saw tears in some people’s eyes.  I suddenly remembered Umar Pasha saying sometime ago: “…we represent an irresistible force”, and I saw it that day, I felt it.

After the Forum there followed a series of public lectures and meetings from Senate to universities, from Islamic Centers to various Jama’ats, from gold miners to businessmen.  Umar Pasha was meeting people from dawn to dusk, men and women, young and old, they came to see the man who, as some of them said, “turned upside down their worldview”.  Inshallah, it is just the beginning.

ZAKAT, PAJAK DAN ASET MUSLIM DITANGAN KORPORASI DAN LINTAH DARAT PERBANKAN

Posted March 28, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, Esoteric Deviation In Islam

air-bersih-kapitalis

Hari ini di pojok koran the jakarta post halaman 10 (pojok kanan bawah) terlihat gambar duta besar amerika cameron hume, minum air  (dringking station) bersama seorang anak sekolah dasar daerah ancol- jakarta utara, yang juga di sponsori oleh Freeport dan USAID – aman tirta, sungguh menyedihkan! air bersih saja pemerintah kita tidak bisa menyediakan untuk warganya, pemerintah terus menjadi makelar, air bersih sekarang dikuasai oleh korporasi macam aqua, ades dan air botol lainnya, sedangkan disatu sisi pemerintah-busuk ini terus menggenjot pajak-pajak tak bertepi yang diakibatkan negara (fiscal state) ini menjadi unit-unit penghutang kepada perbankan-lintah darat internasional semacam IMF, WORLD BANK, ADB dan sebagainya, lalu kemana uang-uang hasil pajak tersebut.

Seolah-olah korporasi dan perusahaan privat inilah yang memperhatikan rakyat untuk urusan mendasar tentang air dan seharusnya negara menyediakan air bersih untuk rakyatnya, ini adalah sebuah topeng busuk dari kapitalisme yang berlagak dermawan dengan nama beken filantropis yang masuk juga lewat program CSR yang tentunya harus sesuai dengan kepentingan yang memberikan uang tersebut, artinya kesejahteraan muslim bergantung pada belas-kasihan segelintir orang-orang atau yayasan ini.

Pajak dalam kehidupan islam hari ini yang dimapankan dalam bentuk negara dan perbankan yang terintegrasi dalam sistem demokrasi, dimana sistem riba dan pajak berlaku bagi siapapun, inilah topeng demokrasi hari ini. kita menjadi salah dalam kaca mata hukum palsu buatan segelintir orang yang tidak memahami apa itu riba (perbankan dan uang kertas) cara hidup islam diganti dengan agama baru yang disebut kapitalis.

KAMU SALAH KALAU TIDAK BAYAR PAJAK kata mereka, masya Allah! padahal lebih salah muslim yang beriman dan bertakwa jika tidak mengeluarkan zakat, infak dan sedekah! karena shalat dan zakat adalah bersanding seperti saudara tidak dapat dipisahkan, tidak pernah ada dirikan shalat dan tunaikanlah pajak! TIDAK PERNAH ADA ITU…yang benar bunyinya dalam al-Quran adalah DIRIKANLAH SHALAT DAN TUNAIKANLAH ZAKAT! orang tidak bayar pajak tidak akan ditanyakan di akhirat, sedangkan orang yang ngaku Islam tapi tidak menjalankan shariat islam yaitu rukun zakat maka akan ditanya di akhirat, sungguh jelas bukan urusan ini, masya Allah laquwatta ila billah…

Dan Zakat kita hari ini rubuh karena diberlakukannya sistem riba (uang kertas dan perbankan), dalam islam Zakat Mal hanya bisa ditunaikan dengan emas dan perak!

JADI ORANG BIJAK ADALAH TAAT ALLAH! Allah Allah Allah…

Dengan kembali mengamalkan zakat yang dibayarkan dengan emas dan perak maka inilah langkah awal kembalinya kemakmuran muslim dan kembalinya keseluruhan transaksi sosial masyarakat (muamalat) muslim di nusantara dan dunia, ke khalifahan akan muncul di timur di antara kaum miskin. amin

German Muslim Woman Recognize Dinar-Dirham – Golden Dream

Posted March 27, 2009 by fuqara
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

azizah-with-dinar

Claudia Seise is an independent writer and researcher with focus on Islam and art in Southeast Asia. She obtained her Bachelor Degree from the Humboldt University of Berlin, Germany in Asian and African Studies with focus on Southeast Asia. She has been writing for various magazines and newspapers, among others: Südostasien Magazine, Visual Arts Magazine, and Jakarta Post and has published a book on women’s micro-businesses in Indonesia. She currently lives and works in Yogyakarta, Indonesia. (report from www.islamhariini.org)

she sent us (islamhariini.org)  a short story about her journey, she called Golden Dream

When I was still a child I remember having dreams of how I found an old treasure or part of an old treasure. Usually I played in what seemed like a desert or at least a sandy ground, maybe it was just a sand pit.

While I played I saw something shiny and because of all the fairy tales I had been told, listened to or read myself, I knew what a shiny, golden twinkle meant. That was when I got all excited and hurried to dig up whatever shiny there was. The shiny something was gold coins, ready to be picked up by me. But each time I extended my hand, I, of course, awoke, disappointed that my good luck was yet another dream.

The same dream in different varieties reappeared throughout my childhood, puberty and early adulthood. Never was I able to actually pick up one of the gold coins in front of me in the sand.

Doha, Qatar – stopover for four hours. I wander around the small airport, looking at the expensive jewellery available to buy if one has the money for it. Gold bracelets, gold rings, watches, earrings. For a long time I stand by the counters looking, observing other customers and contemplating about the stable value gold has, but, unfortunately, no chance for me to buy the thinnest bracelet or the smallest ring. I had left Germany to go work in Southeast Asia. The couple of dollars in my pocket are just enough to keep me going the first few weeks before the first pay cheque comes through. Still, I can’t get enough of the shiny gold sparkling in the fake mall like light.

Actually this sudden interest for gold, besides my childhood treasure dream, was triggered by an amazing exhibition held in Berlin, Germany, which had displayed an almost vulgar amount of ancient gold from mostly Central Asia.

This incredible collection of gold jewellery and gold coins just got to me and I honestly thought what I was doing saving up pieces of paper with artificial numbers on it or even worse numbers on a superficial bank account, which I don’t even know if they are real in case I need them.  I had to admit to myself that something touchable like the gold in the exhibition would be way more satisfactory.

Even though my ‘gold rush’ passed, it never really completely left my system.

Especially earning my first real money besides student job during high school, I became more and more concerned of what to do with my money – the little money I had. With gossip of another economic crisis just standing in front of our doors, my concerns slowly developed into some form of paranoia.

But I still did not know what to do. I thought about buying gold jewellery, but then I was no expert and more afraid of being cheated than to carry around my dollar bills.

The value of the dollar at this time declined continuously. I was disappointed with the continuously decreasing value of my hard earned money, especially if counted against the Euro, but there was nothing I could do at that time.

February 2008 I became Muslim. The whys and hows would go beyond this article; just shortly: it was the best choice of my life.

Two months after my life-changing decision I returned to Indonesia.

The matter of the remains of what I would earn became even more urgent in Indonesia because the Indonesian rupiah forms a currency you can’t take home (to your country) with you without loosing major parts due to awful exchange rates on the international exchange market. The need for an alternative became inevitable.

I started asking Allah SWT for His help to please show me a way to keep my hard earned savings save. Not that it was much anyway, but I think every little amount should be considered as Allah’s rejeki and respected and treated accordingly.

It was not long until Allah SWT answered my prayers – as always through His amazing plan, which non-Believers like to call coincidence.

During an afternoon with my girlfriends one of them told me that there was somebody I had to meet. She had told one of her guests at her homestay about me – a young German woman, who became Muslim.

I met this person and we had a short talk, but because of other arrangements no time to go into any details. We exchanged phone numbers, but I was not sure whether we would arrange to meet again.

One or two days later after that meeting I all of a sudden had this strong urge to meet that person again because I felt there was something he could tell me.

During the second meeting Abbas re-awoke my childhood dream – he put a shiny, clean gold coin on the table in front of me and said that this is the tool to build an Islamic economy; the tool to end currency rip-offs, a save investment that is halal and therefore enjoys Allah’s blessings; the tool that would bring back the real value of commodities.

In front of me on the table in the small guesthouse lay an Islamic gold coin – the Dinar. I shook my head and laughed nervously, not because I did not believe what I saw, but because what I saw was too good to be true.

I was astonished by the swiftness with which Allah SWT had answered my supplication and as in stories from the Holy Koran, where Allah answered the messengers’ requests or people’s prayers, my faith and submission to His will were boosted enormously by this incident.

Just a few weeks later I was able to buy my first gold Dinar. It was a strange feeling to hand over all these one hundred thousand rupiah bills ($1 = approx. Rp.10.000) and in return receive a small shiny coin made of 91, 70 percent (22 karat) gold with a weight of 4, 25 gram.

I felt proud and for the next few days I would take the Dinar in my hand and just look at it; my heart filled with a warm feeling of knowing I was on the right path.

Since those days less than half a year has passed but many things have happened.

Our Indonesian Dinar community is growing and even some of my non-Muslim friends admit to the amazing idea to bring the Islamic gold coin back to life.

Small leaflets printed by Murabitun Indonesia help to spread the word and practice about the way to re-establish a fair economic system based on the laws passed by Allah SWT.

Buying the gold Dinar or silver Dirham and use them as investment or for everyday transaction with people, who understand about this century old currency, is an essential contribution towards change in our all societies.

Change towards a more equal economic system – equal on all levels, the local, national and international, and a huge step towards balancing the north – south problematic – the human made discrepancy between so called developed and developing countries.

By using the gold Dinar as an internationally currency that inherits real value, not manipulated artificial numbers found in often highly risky shares on the stock market, exploitation of developing countries and their citizens through economic neo-colonialism will eventually be erased because of the natural return of the real value of commodities.

Until then we still have a long way to go, especially because different western (developed) countries make the making and usage of the gold Dinar illegal.

That is why our hope is with countries like Indonesia, where governments are flexible enough and common people still naturally recognize the importance and superiority of gold compared to paper money. They have not been spoiled by the hype that developed among many western [pseudo] – intellectuals, who feel that if they do not own any shares they are seen as latecomers.

If Indonesia’s many different Muslim organizations united by accepting the Dinar and Dirham as their Islamic currency, the government would eventually have to follow.

If the Indonesian government still needed reassurance, it would just have to look to it immediate neighbour – Malaysia that uses Islamic gold coins as trading currency with the Islamic Republic of Iran.

Islam requires Muslim men to express their appreciation for their future wife by giving her a dowry.

Two weeks ago I was lucky to receive my dowry. I got married to a wonderful Muslim man with strong iman. My dowry consisted of Islamic gold coins – Dinar – another beautiful way of using them.

In the end my childhood dream came true; I held shiny, clean gold coins in my hand. I did not dig them up from the desert, but who knows; maybe that part of my dream is still hidden in my future. Insya Allah.

The value of the dollar at this time declined continuously. I was disappointed with the continuously decreasing value of my hard earned money, especially if counted against the Euro, but there was nothing I could do at that time.
February 2008 I became Muslim. The whys and hows would go beyond this article; just shortly: it was the best choice of my life.
Two months after my life-changing decision I returned to Indonesia.
The matter of the remains of what I would earn became even more urgent in Indonesia because the Indonesian rupiah forms a currency you can’t take home (to your country) with you without loosing major parts due to awful exchange rates on the international exchange market. The need for an alternative became inevitable.
I started asking Allah SWT for His help to please show me a way to keep my hard earned savings save. Not that it was much anyway, but I think every little amount should be considered as Allah’s rejeki and respected and treated accordingly.
It was not long until Allah SWT answered my prayers – as always through His amazing plan, which non-Believers like to call coincidence.
During an afternoon with my girlfriends one of them told me that there was somebody I had to meet. She had told one of her guests at her homestay about me – a young German woman, who became Muslim.
I met this person and we had a short talk, but because of other arrangements no time to go into any details. We exchanged phone numbers, but I was not sure whether we would arrange to meet again.
One or two days later after that meeting I all of a sudden had this strong urge to meet that person again because I felt there was something he could tell me.
During the second meeting Abbas re-awoke my childhood dream – he put a shiny, clean gold coin on the table in front of me and said that this is the tool to build an Islamic economy; the tool to end currency rip-offs, a save investment that is halal and therefore enjoys Allah’s blessings; the tool that would bring back the real value of commodities.
In front of me on the table in the small guesthouse lay an Islamic gold coin – the Dinar. I shook my head and laughed nervously, not because I did not believe what I saw, but because what I saw was too good to be true.
I was astonished by the swiftness with which Allah SWT had answered my supplication and as in stories from the Holy Koran, where Allah answered the messengers’ requests or people’s prayers, my faith and submission to His will were boosted enormously by this incident.
Just a few weeks later I was able to buy my first gold Dinar. It was a strange feeling to hand over all these one hundred thousand rupiah bills ($1 = approx. Rp.10.000) and in return receive a small shiny coin made of 91, 70 percent (22 karat) gold with a weight of 4, 25 gram.
I felt proud and for the next few days I would take the Dinar in my hand and just look at it; my heart filled with a warm feeling of knowing I was on the right path.
Since those days less than half a year has passed but many things have happened.
Our Indonesian Dinar community is growing and even some of my non-Muslim friends admit to the amazing idea to bring the Islamic gold coin back to life.
Small leaflets printed by Murabitun Indonesia help to spread the word and practice about the way to re-establish a fair economic system based on the laws passed by Allah SWT.
Buying the gold Dinar or silver Dirham and use them as investment or for everyday transaction with people, who understand about this century old currency, is an essential contribution towards change in our all societies.
Change towards a more equal economic system – equal on all levels, the local, national and international, and a huge step towards balancing the north – south problematic – the human made discrepancy between so called developed and developing countries.
By using the gold Dinar as an internationally currency that inherits real value, not manipulated artificial numbers found in often highly risky shares on the stock market, exploitation of developing countries and their citizens through economic neo-colonialism will eventually be erased because of the natural return of the real value of commodities.
Until then we still have a long way to go, especially because different western (developed) countries make the making and usage of the gold Dinar illegal.
That is why our hope is with countries like Indonesia, where governments are flexible enough and common people still naturally recognize the importance and superiority of gold compared to paper money. They have not been spoiled by the hype that developed among many western [pseudo] – intellectuals, who feel that if they do not own any shares they are seen as latecomers.
If Indonesia’s many different Muslim organizations united by accepting the Dinar and Dirham as their Islamic currency, the government would eventually have to follow.
If the Indonesian government still needed reassurance, it would just have to look to it immediate neighbour – Malaysia that uses Islamic gold coins as trading currency with the Islamic Republic of Iran.
Islam requires Muslim men to express their appreciation for their future wife by giving her a dowry.
Two weeks ago I was lucky to receive my dowry. I got married to a wonderful Muslim man with strong iman. My dowry consisted of Islamic gold coins – Dinar – another beautiful way of using them.
In the end my childhood dream came true; I held shiny, clean gold coins in my hand. I did not dig them up from the desert, but who knows; maybe that part of my dream is still hidden in my future. InsyAllah