STOP PRESS!! DINAR TELAH DIGUNAKAN DI MALIOBORO JOGJAKARTA

Posted January 13, 2010 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

*penjual toko ART SUPPLIES DI JOGJAKARTA dan dinar (cetakan IMN)

Alhamdulillah kabar gembira datang dari wilayah kesultanan jogjakarta pada tanggal 12/01/10 telah terjadi jual beli dengan dinar di jogjakarta, kenapa ini istimewa karena ini  disebuah toko umum dan dinar-emas tersebut dikenali pemiliknya yang bukan muslim yang mau langsung menggunakannya, ini sebagai tanda bahwa dinar-emas itu mudah dan dapat diterima oleh siapapun . insyaallah akan menjadi contoh bagi kita semua. DINAR-DIRHAM UNTUK SEMUA

Salah seorang pelukis di jogjakarta yang telah mempunyai koin dinar (cetakan IMN)  menggunakan dinar-emas tersebut untuk barter keperluan cat dan kanvasnya. Ini sungguh menggembirakan karena sebuah toko ART SUPPLIES DI MALIOBORO telah mulai menerima pertukaran dinar dengan cat, kanvas, dan keperluan lukis lainnya (selamat kepada ISLAMIC MINT NUSANTARA yang terus berjuang mengerjakan ini). Sang pemilik toko art supplies ini mengenali emas sebagai benda berharga dan ketika melihat  dan mendengar keterangan tentang dinar dari sang pelukis, dia langsung mengerti bahwa itu adalah benda nyata, mempunyai nilai intrinsik yang stabil dan cenderung naik. Pelukis tersebut tentunya juga mulai menjual lukisannya menggunakan dinar. alhamdulillah pemilik toko masuk kedalam jaringan dinarfirst dan jaringan madinah. lihat stiker dinarfirst ditempat menerima dinar-dirham.

BAGAIMANA MENGEMBALIKAN PASAR TERBUKA ISLAM DAN JALAN KEMBALINYA DAR AL-ISLAM

Posted November 29, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

sumber: Abbas dan  www.islamhariini.org

Dar al-Islam tidak akan dapat berdiri di dalam suatu kondisi di mana terdapat sistem perbankan dan uang kertas yang diedarkan oleh bank menjadi mata uang yang dominan. Ini merupakan suatu hal yang mustahil. Dar al-Islam merupakan tempat yang bebas dari riba, dimana zakat dan jizya  hidup dan dijalankan sebagaimana semestinya. Tidak mungkin hadir seorang Khalifah tanpa Dar al-Islam. Langkah awal yang dibutuhkan dalam menyatukan berbagai macam elemen yang diperlukan untuk menghadirkan Dar al-Islam adalah dengan menegakkan kembali Pasar Terbuka.

Pada saat ini, umat Muslim akan bisa dilayani dengan lebih baik dengan didirikannya pasar-pasar  terbuka islam. Dampak yang akan dialami dalam kehidupan dan kesejahteraan Muslim akan jauh melampaui dimensi sosial dan politik yang dilimiliki oleh kegiatan muamalah seputar mesjid pada saat ini. Kita perlu menerapkan islam secara utuh bukan hanya di dalam masjid tapi juga diluar masjid dimana kita memulai dair diri sendiri dan lingkungan kita  untuk menerapkan hukum dan aturan pasar sesuai dengan Syari’at secara utuh. (lihat www.islamhariini.wordpress.com) Read the rest of this post »

BAGAIMANA MENGEMBALIKAN SISTEM KEUANGAN ISLAM

Posted November 29, 2009 by faqir
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

sumber : IMN/ Ribat Jakarta/2000

Dengan menyebut Nama Allah, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Penjelasan ini dibuat sebagai jalan untuk mengenali masalah yang sebenarnya dan untuk mendorong insan muslim yang memiliki keinginan kuat untuk mengamalkan Syari’at secara nyata, sebagaimana semestinya, terutama dalam menegakkan kembali Muamalat islam seperti perdagangan islam, pemerintahan islam, pencetakan dinar-dirham, pasar islam, permodalan islam seperti qirad dan syirkah, fungsi wakaf dan restorasi zakat.

Untuk mengembalikan sistem keuangan islam ada beberapa hal yang menjadi prioritas muslim hari ini yang perlu dikerjakan secepat mungkin, adalah:

1. Penegakan kembali pilar Zakat yang telah runtuh ke dalam bentuk yang sesungguhnya
2. Mengembalikan perdagangan halal; dan
3. Meninggalkan sistem keuangan dunia dan perbankan ribawi

Segala puji bagi Allah yang telah menjanjikan kemenangan atas kaum kafirun bagi siapa saja yang mematuhi perintahNya. Read the rest of this post »

SUPPORT SALMAN ISLAMIC OPEN MARKET-BANDUNG.

Posted November 25, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

sumber: www.islamhariini.org

Setelah libur lebaran, Alhamdulillah Pasar Islam Salman ITB mulai bisa dilaksanakan lagi. Minggu pertama diadakan tanggal 23-24 Oktober & minggu kedua tanggal 30-31 Oktober 2009. Insya Allah Pasar Islam Salman ITB ini akan dilakukan setiap hari jumat dan sabtu. Dari respon para pedagang semakin baik, hal ini terlihat semakin banyaknya pedagang untuk ikut berpartisipasi dalam pasar Islam ini. Tenda yang disediakan yang hanya cukup menampung 20 pedagang, pada minggu kedua sudah tidak bisa menampung lagi sehingga ada beberapa pedagang yang ikut berjualan di luar tenda.Memasuki minggu kedua pasar Islam, dilihat dari omzet pedagang semakin naik, meskipun dari pihak panitia sudah mewanti-wanti bahwa tujuan berdagang dalam pasar Islam itu bukan omzet tapi dakwah, menghindari riba dan menghidupkan sunnah yang telah mati.

Respon dari pengunjung pasar Islam, Alhamdulillah semakin baik. Hal ini terlihat dari animo pengunjung yang antri di tempat informasi, yang berbelanja dan dinar dirham fulus yang keluar, bahkan pihak panitia sampai kehabisan fulus di minggu kedua Pasar Islam dari siang hari pertama dan hari kedua untuk memback up transaksi di pasar Islam. Kejadian menarik dari pasar Islam ini adalah beberapa pedagang sudah bisa menjelaskan langsung kepada pengunjung tentang dinar dirham dan pasar Islam, bahkan ada pedagang yang jalan-jalan membagikan brosur pasar Islam dan sambil menjelaskan kepada para pengunjung sedangkan dagangannya malah ditinggalkan. Ada pula pedagang yang membantu pedagang yang lain untuk menukarkan uang pembeli ke tempat penukaran.

Untuk meningkatkan keilmuan, para pedagang ditekankan untuk mengikuti kajian muamalah setiap hari Rabu. Kajian muamalah ini isinya membahas tentang riba, fiqih dagang, dinar dirham dan pasar Islam. Ilmunya dipelajari hari Rabu, sedangkan prakteknya hari jumat dan sabtu di Pasar Islam. Para pedagang dijelaskan tentang bagaimana mengambil keuntungan dari harga jual, menawarkan barang kepada pembeli dengan memberi tahu cacat barang dan tidak memaksa pembeli sehingga harus terjadi transaksi tetapi berusaha untuk mencari solusi yang terbaik bagi pembeli sehingga tertanam kepercayaan di dalam benak konsumen.

Harga-harga barang di Pasar Islam harusnya lebih murah karena tidak dikenakan biaya sewa dan pajak. Insya Allah barang-barang di Pasar Islam juga terjaga dari hal yang melanggar syar’i. Sebagai bukti, pada minggu pertama Pasar Islam ada barang-barang yang ‘diamankan’ oleh muhtasib (pengawas pasar) dengan memberi tahu pedagang bahwa ada beberapa dagangannya yang melanggar syar’i sehingga dilarang dijual di Pasar Islam.

Semua barang dagangan dihargakan dalam dinar, dirham dan fulus sehingga terhindar dari inflasi. Maka Pasar Islam harusnya bisa menjadi solusi bagi kaum muslimin terhadap permasalan pasar yang terjadi sekarang ini. Para pedagang pun dijelaskan agar tidak saling menjatuhkan antar pedagang bahkan harus saling bantu ketika pedagang di sebelahnya memerlukan bantuan. Alhamdulillah, antar pedagang sudah saling berinteraksi dan melakukan transaksi juga dengan menggunakan dinar dan dirham.

Pengunjung Pasar Islam, Alhamdulillah sudah mulai menyukai pasar Islam seiring dengan meningkatnya pemahaman mereka tentang Pasar Islam. Hal ini terlihat dari pertanyaan para pengunjung pasar, “Kapan Pasar Islam ada lagi?”. Tidak sedikit juga yang mengeluh karena harus menukarkan fiat money-nya ke dirham dan fulus dengan alasan repot. Hal ini terjadi karena ketidakpahaman pengunjung tentang edukasi yang kita lakukan. Pihak panitia selalu terbuka terhadap saran dan kritik baik dari pedagang maupun pengunjung. Kita sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Pasar Islam ini. Tetapi setidaknya kita sudah mulai berusaha untuk menghindari riba dan menghidupkan sunnah yang telah mati. Atas dasar kecintaan kepada Allah dan Rasulullah Saw, kita berusaha melaksanakan dengan sekuat tenaga dan secepat mungkin. Permudahkanlah jalan kami ya Allah, Amiin.

Pasar Islam Salman ITBSetelah libur lebaran, Alhamdulillah Pasar Islam Salman ITB mulai bisa dilaksanakan lagi. Minggu pertama diadakan tanggal 23-24 Oktober & minggu kedua tanggal 30-31 Oktober 2009. Insya Allah Pasar Islam Salman ITB ini akan dilakukan setiap hari jumat dan sabtu.Dari respon para pedagang semakin baik, hal ini terlihat semakin banyaknya pedagang untuk ikut berpartisipasi dalam pasar Islam ini. Tenda yang disediakan yang hanya cukup menampung 20 pedagang, pada minggu kedua sudah tidak bisa menampung lagi sehingga ada beberapa pedagang yang ikut berjualan di luar tenda.

Memasuki minggu kedua pasar Islam, dilihat dari omzet pedagang semakin naik, meskipun dari pihak panitia sudah mewanti-wanti bahwa tujuan berdagang dalam pasar Islam itu bukan omzet tapi dakwah, menghindari riba dan menghidupkan sunnah yang telah mati.   Respon dari pengunjung pasar Islam, Alhamdulillah semakin baik. Hal ini terlihat dari animo pengunjung yang antri di tempat informasi, yang berbelanja dan dinar dirham fulus yang keluar, bahkan pihak panitia sampai kehabisan fulus di minggu kedua Pasar Islam dari siang hari pertama dan hari kedua untuk memback up transaksi di pasar Islam. Kejadian menarik dari pasar Islam ini adalah beberapa pedagang sudah bisa menjelaskan langsung kepada pengunjung tentang dinar dirham dan pasar Islam, bahkan ada pedagang yang jalan-jalan membagikan brosur pasar Islam dan sambil menjelaskan kepada para pengunjung sedangkan dagangannya malah ditinggalkan. Ada pula pedagang yang membantu pedagang yang lain untuk menukarkan uang pembeli ke tempat penukaran.

Untuk meningkatkan keilmuan, para pedagang ditekankan untuk mengikuti kajian muamalah setiap hari Rabu. Kajian muamalah ini isinya membahas tentang riba, fiqih dagang, dinar dirham dan pasar Islam. Ilmunya dipelajari hari Rabu, sedangkan prakteknya hari jumat dan sabtu di Pasar Islam.Para pedagang dijelaskan tentang bagaimana mengambil keuntungan dari harga jual, menawarkan barang kepada pembeli dengan memberi tahu cacat barang dan tidak memaksa pembeli sehingga harus terjadi transaksi tetapi berusaha untuk mencari solusi yang terbaik bagi pembeli sehingga tertanam kepercayaan di dalam benak konsumen. Harga-harga barang di Pasar Islam harusnya lebih murah karena tidak dikenakan biaya sewa dan pajak. Insya Allah barang-barang di Pasar Islam juga terjaga dari hal yang melanggar syar’i. Sebagai bukti, pada minggu pertama Pasar Islam ada barang-barang yang ‘diamankan’ oleh muhtasib (pengawas pasar) dengan memberi tahu pedagang bahwa ada beberapa dagangannya yang melanggar syar’i sehingga dilarang dijual di Pasar Islam.

Semua barang dagangan dihargakan dalam dinar, dirham dan fulus sehingga terhindar dari inflasi. Maka Pasar Islam harusnya bisa menjadi solusi bagi kaum muslimin terhadap permasalan pasar yang terjadi sekarang ini. Para pedagang pun dijelaskan agar tidak saling menjatuhkan antar pedagang bahkan harus saling bantu ketika pedagang di sebelahnya memerlukan bantuan. Alhamdulillah, antar pedagang sudah saling berinteraksi dan melakukan transaksi juga dengan menggunakan dinar dan dirham.Pengunjung Pasar Islam, Alhamdulillah sudah mulai menyukai pasar Islam seiring dengan meningkatnya pemahaman mereka tentang Pasar Islam. Hal ini terlihat dari pertanyaan para pengunjung pasar, “Kapan Pasar Islam ada lagi?”. Tidak sedikit juga yang mengeluh karena harus menukarkan fiat money-nya ke dirham dan fulus dengan alasan repot. Hal ini terjadi karena ketidakpahaman pengunjung tentang edukasi yang kita lakukan.

Pihak panitia selalu terbuka terhadap saran dan kritik baik dari pedagang maupun pengunjung. Kita sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Pasar Islam ini. Tetapi setidaknya kita sudah mulai berusaha untuk menghindari riba dan menghidupkan sunnah yang telah mati. Atas dasar kecintaan kepada Allah dan Rasulullah Saw, kita berusaha melaksanakan dengan sekuat tenaga dan secepat mungkin. Permudahkanlah jalan kami ya Allah, Amiin.

*ketika tulisan ini di buat, telah dibentuk Paguyuban Pasar Salman yang beranggotakan para pedagang yang terikat dalam satu tujuan yaitu mengembalikan perdagangan islam yang secara bertahap mulai meninggalkan system riba.

DINAR-DIRHAM SEBAGAI JALAN KEMBALINYA PASAR ISLAM DI NUSANTARA

Posted November 23, 2009 by faqir
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, IMN, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam, Ribat-Jakarta

Pasar Bebas Islam Salman-ITB Bandung 2009

Sumber: Islamhariini, Amir di Ribat Jakarta dan IMN

Tulisan ini berguna bagi orang-orang yang mencari kebenaran dan beramal dengan niat yang ikhlas semata karena mengharap ridha Allah dan mengikuti rasulullah salallahu alaihi wassalam. Semoga tulisan singkat dalam urusan terkait dangan apa yang tengah kami kerjakan ini bisa juga segera di amalkan oleh seluruh muslim di nusantara secara bersama, semoga bisa menjadi pembuka hati dan pikiran kita semua, marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan bukan dalam kedengkian dan permusuhan, mari kita satukan hati kita karena Allah semata bukan karena selain Allah.

Pertama untuk mengingatkan apa niat kita dan memperjelas apa-apa yang akan dan tengah kita kerjakan terkait dengan dinar-dirham, wakala, pasar islam, wakaf, qirad-syirkah agar tidak bercampur baur dengan alasan-alasan sepihak dan picik segelintir pihak, yang akhirnya membuat kita tidak bersatu dan terkotak-kotak hanya karena kurang kebijaksanaan (hikmah) dalam menyikapi berbagai hal disekililing dinar-dirham yang terus berproses di nusantara ini dan tentu segala perbedaan memang akan selalu ada tapi tidak membuat kita buta akan keadilan, kejujuran, adab dan kebenaran. Kedua tidak ada alasan kita untuk mempersulit orang lain ataupun menghalangi orang lain untuk menjalankan itu semua ketika itu jelas bersumber kepada Al-quran dan Sunnah dan merujuk kepada sumber-sumber yang jelas ilmu dan amalnya.

Para pecinta sejati tidak berfikir secara lahiriah untuk dirinya sendiri, melainkan kepada sesama muslim dan semesta. Batiniahnya hanya sibuk untuk Allah. Inilah keutamaan sejati Rasul, salallahu alaihi wasalam. Masyaallah la quwatta ila billah.

Perdagangan Islam
Ketika Rasulullah salallahu alaihi wassalam hijrah dari Mekkah ke Madinah maka ada dua hal penting yang beliau lakukan yaitu mendirikan bagunan Masjid dan Pasar yang terbuka bagi siapa saja dan di pasar itu tidak ada cukai, sewa ataupun pajak di dalamnya, juga dilarang keras terjadinya transaksi yang mengandung riba. Artinya, sekali harga atau nilai dari sesuatu telah disetujui, maka nilai atau harga tersebut tidak dapat ditambah tanpa adanya alasan yang kuat. Penundaan pembayaran dari suatu barang atau jasa bukanlah merupakan alasan yang sah untuk menambah harga dari barang atau jasa tersebut.

“Allah telah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba” al-quran surat 2:274

Allah telah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba, para ‘ulama pun telah menjelaskan bahwa seluruh sistem keuangan dunia dewasa ini telah dikotori oleh riba. Tanpa adanya keraguan, yang termasuk di dalam kategori ini adalah sistem perbankan, lembaga-lembaga keuangan, pasar modal, uang yang kita gunakan, bentuk-bentuk dari perjanjian bisnis dan segenap transaksinya.

Seperti yang telah diriwayatkan, Rasul, sallallahu ‘alayhi wa sallam, berkata bahwa serendah-rendahnya perbuatan riba itu tujuh puluh kali lebih buruk daripada berzina dengan ibu sendiri di dalam Ka’bah

Dalam menjalankan ini kita perlu kembali melihat ke sumber awal di Madinah, dan tiga generasi awal sebagai cetak biru model suatu masyarakat, pemerintahan dan perdagangan serta urusan sosial ke masyarakatan yang berjalan secara fitrah.

Pasar Bebas Islam Dulu dan Hari Ini
Pasar terbuka Islam artinya berakhirnya sistem monopoli, denga hadirnya pasar islam mebuat monopoli menjadi tidak dikenal. Pada mulanya pasar terbuka untuk semua, untuk orang yang mempunyai keahlian dan yang tidak mempunyai keahlian, lalu akhirnya menjadi untuk yang ahli, lalu hanya untuk segelintir ahli dan akhirnya hanya menjadi kepemilikan satu orang dan supermarket menjadi simbol ekonomi monopoli hari ini, barang-barang dan aksesnya hari ini di kuasai oleh hanya segelintir perusahaan.

Pasar terbuka Islam adalah adalah ruang terbuka dimana setiap orang dapat berdagang atau berjual beli, dalam pasar tebuka tidak ada yang mendapat perlakuan istimewa dari yang lain, semua adalah sama dan semua adalah berbeda, dengan itu kita telah mulai memabngun kembali elemen inti dari masyarakat ke masyarakat fitrah.

Sejak hadirnya pasar uang dan monopoli, fungsi pasar seperti yang dijelaskan di atas makin menghilang. Barang barang menjadi semakin abstrak juga (pasar uang atau future trading) yang sampai akhirnya menjadi sangat tidak berhubungan dengan perdagangan itu sendiri. Pengertian uangpun menjadi abstrak sedangkan dengan kembalinya pasar terbuka islam adalah sebaliknya mengembalikan perdagangan dalam bentuk nyata, pasar terbuka dalam fungsi wakaf, dengan barang nyata, dengan uang nyata dan pedagang yang nyata.

Landasan dalam perniagaan Islam penting lainya adalah pasar. Aturan yang paling mendasar untuk menegakkan yang benar dan yang salah dalam perniagaan adalah menurut fiqh yang bersumber al-quran dan sunnah kepada contoh ilmu dan amal dimulai masa Rasulullah salallahu alaihi wassalam dan tiga generasi awal yang terbaik. Pasar adalah tempat dimana terjadi jual beli barang dan jasa. Pasar adalah tempat umum bagi khalayak. Pasar tidak dimiliki, namun setiap orang yang datang berhak menggunakan lapaknya, dan berjual beli sampai malam.

Kebebasan pasar adalah hal pokok dalam membahas perniagaan Islam. Sayangnya pernyataan `kebebasan pasar` telah dicemari oleh para ekonom-ribawi. Perbedaan terpenting pasar bebas Islam dan pasar kapitalistik adalah hal seperti bunga, pasar uang, surat hutang, kredit berbunga,bursa efek dianggap sebagai bagian kebebasan pasar maka bagi kita umat Islam riba adalah pelanggaran dan ketidak adilan yang dilarang oleh Allah dan rasulnya.

Dengan kata lain riba menghancurkan kebebasan. Dalam pasar bebas Islam diperlukan alat tukar yang bebas dipilih oleh khalayak – perlu di ingat bahwa aspek terpenting dalam Islam adalah saling ridha (antarodhin). Riba, paksaan, hak istimewa, pajak, monopoli, semuanya meluluhlantakan hakikat kebebasan pasar yang fitrah model madinah

Dalam pasar Islam tak seorangpun yang membayar sewa dalam bentuk apapun, Seluruh pengeluaran kebersihan, keamanan dan pemeliharaan bangunan pasar dibayar dengan waqaf. Dua bidang tersebut terbagi dengan jelas. Dalam hal ini pasar serupa dengan mesjid. Tak seorangpun bisa dicegah dari memasuki pasar, seperti halnya tak seorang muslimpun bisa dicegah dari memasuki mesjid kecuali untuk maksud yang jelas-jelas dilarang. Maka tanah yang dipakai membangunnyapun adalah tanah waqaf, hingga kepemilikannya berada ditangan umat dan untuk kesejahteraan penuh umat yang tidak dibedakan suku, ras, dan agama. Sepanjang ada sejumlah pedagang, sepuluh atau dua puluh orang pun, yang tinggal di berbagai wilayah nusantara atapun antar negara sepanjang sepakat dapat memulai perdagangan nasional dan internasional dengan menggunakan dinar-dirham sebagai alat barter-bebas sukarela ini maka secara fitrah perdagangan itu dapat berlangsung, dan ini sebuah pilihan bagi muslim dalam mentaati perintah Allah untuk meninggalkan riba dan menghalalkan perdagangan (jual-beli), demikianlah penjelasan singkat tentang pasar.

Abu Bakr ibn Abi Maryam meriwayatkan bahwa beliau mendengar Rasulullah salallaahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Masanya akan tiba apabila tidak ada apapun yang berguna selain dinar dan dirham.” (Masnad Imam Ahmad Ibn Hanbal).

Kemudian, dalam Al-Muqaddimah, Ibn Khaldun mengaitkan pentingnya dinar emas dan dirham perak pada perkara-perkara berikut yakni zakat, perkawinan, dan hudud. Memahami mengapa dinar perlu dikembalikan berarti memahami bagaimana zakat seharusnya ditegakkan, yang telah tersingkir akibat berubahnya hakikat kekayaan manusia. Allah subhana wa ta’ala dan Rasulullah salallaahu ‘alayhi wasallam telah memerintahkan Muslim untuk memerangi (meninggalkan) riba.

Dalam beberapa abad terakhir ini telah kita lihat perkembangan dari sistem keuangan dan ekonomi dengan diperkenalkannya berbagai perangkat sistem keuangan seperti uang kertas, saham, obligasi dan sebagainya telah menggantikan mata uang fitrah yang memiliki nilai intristik seperti Dinar emas dan Dirham perak, di mana kedua mata uang ini merupakan mata uang yang dipergunakan oleh masyarakat Muslim generasi awal.

Kembalinya Pasar Bebas Islam Dan Perdagangan Fitrah
Dalam mengembalikan perdagangan islam diperlukan pemahaman bahwa riba dilarang keras dalam perdagangan islam dan riba terjadi ketika:

• Komoditas Diperlakukan Dengan Cara Yang Bertentangan Dari Fitrahnya, contohnya: menyewakan makanan atau uang (pinjaman berbunga dari sebuah bank), atau pun barang-barang lain yang habis ketika digunakan.

• Aturan Yang Mengada-ada Diterapkan Dalam Perdagangn.Ini termasuk praktek monopoli yang didukung oleh
perangkat hukum seperti misalnya: hak cipta, paten atau konsep legal tender’yang memungkinkan terjadinya spekulasi dan manipulasi harga.

• Tidak Adanya Pertukaran Nilai Yang Adil. Maksudnya adalah ketika pertukaran yang terjadi tidak didasari oleh
kebebasan dan kewenangan untuk melakukan perhitungan oleh para pihak yang melakukan pertukaran. Dasar dari
pertukaran yang adil adalah terjadinya kesetaraan ‘Nilai dengan Nilai’, faktor waktu yang disebabkan oleh penundaan pembayaran tidak seharusnya mempengaruhi nilai dari suatu barang pada saat pertukaran terjadi
.

Dalam perdagangan islam kita tidak mengenal copyrights dan patent tapi yang dikenal adalah copy-left, karena copyright bukanlah bagian dari islam, copyright berasal dari tatacara kuffar yang diambil pakaikan kedalam kehidupan masyarakat islam.

Copyrights dan patent tidak lain adalah monopoli atau melegalkan monopoli dan seperti kita ketahui monopoli tidak diperbolehkan menurut hukum islam. Dan ini berkaitan dengan bagaimana kita perlu menjalankan guild atau gilda (paguyuban) kedalam kondisi alami di dalam perdagangan islam. Monopoli telah digunakan oleh kapitalis bersamaan dengan pengambil-alihan kepemilikan melalui perbankan (hutang dan riba), lalu melarang dan memperkecil wilayah pasar, terjadinya inflasi dan bank yang bertujuan menghancurkan paguyuban (kumpulan pekerja ahli yang mandiri terdiri atas master, anggota dan apprentice), inilah cerita awal bagaimana paguyuban hilang di akhir abad 18 ketika mulai berjalan sebuah sekte yang disebut the economist. Hukum mengenai Copyright dan Patent diperkenalkan di Perancis pada tahun 1863, Parlemen Perancis.

Jadi kebohongan besar bahwa paguyuban mati karena ‘sebab alamiah’ yaitu denga hadirnya mesin-mesin pabrik, ini adalah tidak benar, jadi gilda lenyap karena berjalannya praktek riba dalam kehidupan kita dan dimapankan dalam bentuk apa yang kita kenal dengan negara dan kapital. Ketika paguyuba-paguyuban hancur artinya masyarakat menerima peran negara (kapital), dimana sebelumnya masyarakat menjaga dirinya sendiri, sekarang masyarakat membutuhkan negara (dalam pengertian negara kapital adalah bank dan riba), ini adalah suatu kehancuran.

Masyarakat Islam melindungi dan mendukung oleh para penemu, dan para ahli dengan menciptkan wakaf yang bertujuan untuk mendukung mereka. Amir-Amir dan kota-kota saling berlomba untuk menciptkan situasi yang terbaik pada saat itu. Istanbul adalah salah satu contohnya, dimana tiga perempat kota adalah wakaf, pada saat itu perdagangan terbuka (tidak ada monopoli dan pajak ataupun cukai) dalam kebebasan untuk mengakses ke pasar-pasar (pasar islam) dengan gilda-gilda, dimana ini diperbolehkan dan dilindungi.

Hari ini kita hidup dimana segala sesuatu di monopoli, dan ini bukan hal yang alamiah, kita tidak bisa menerima ini terus menerus, karena itu kita perlu keluar dari apa-apa yang tidak sesuai dengan cara hidup kita sebagai muslim untuk.

Pasar Islam dan Jamaah-Jamaah Islam Di Nusantara
Dinar-Dirham berserta kaitannya sudah dikerjakan lebih dari 10 tahun di Indonesia, dan untuk apa ini dikerjakan? tentunya untuk masyarakat muslim nusantara, bukan untuk kepentingan segelintir orang-orang atau kumpulan ataupun organisasi.

Setelah beredarnya dinar-dirham yang telah dicetak oleh Islamic Mint Nusantara maka berikutnya yang harus dikerjakan oleh jama’ah-jama’ah muslim dan pimpinan mereka adalah menjalankan kembali fungsi pasar-pasar bebas sebagai mana mestinnya (lihat tulisan yang membahas ini di www. islamhariini.wordpress.com/2009/10/29/membangun-muamalat-islam-ad-dien-al-muamalat/), dan alhamdulillah kini telah berjalan model awal Pasar Bebas Islam Salman-ITB yang didukung penuh oleh Jama’ah Salman, Islamic Mint Nusantara (IMN), Dinarfirst dan elemen-elemen masyarakat muslim di lingkungan Salman.

Pasar Islam Salman tersebut dibentuk oleh jamaah Salman-ITB tahun 2009 dan kini telah berjalan, pada saat ini telah dibentuk Paguyuban Pedagang Pasar Salman yang beranggotakan 40 pedagang yang secara terlibat aktif, mereka mempunyai muhtasib yang mengawasi berjalannya pasar tersebut dan muhtasib sudah memiliki pengetahuan tentang tatacara penimbangan dan pengukuran kadar. Muhtasib Pasar Islam Salman mengawasi peredaran dinar-dirham yang ada di pasar, jika ada koin yang tidak sesuai standar atau berkualitas buruk maka muhtasib akan menarik koin tersebut dari peredaran di pasar lalu dilebur ulang dan dicetak kembali sesuai standar dan ini telah berjalan dengan Islamic Mint Nusantara sebagai pencetakan mandiri.

Dengan telah hadirnya Islamic Mint Nusantara sebagai pencetakan pertama yang mandiri dalam tujuan dawah dan jihad fisabililah untuk bersama-sama membersihkan riba dari kehidupan kita, maka kami mengajak dan membantu jamaah-jamaah islam  dimanapun berada untuk segera mengambil manfaat dari keberadaan IMN, antara lain kami mengusulkan untuk secepatnya:

• Mengedarkan koin Dinar-Dirham, untuk mendapatkannya bisa langsung menghubungi Islamic Mint Nusantara      ataupun www.dinarfirst.org ataupun wakala terdekat kami di wilayah masing-masing jamaah ataupun lebih IMN dapat membantu jamaah-jamaah islam di nusantara untuk segera mencetak koinnya sendiri.
• Membuat wakala atau tempat penukaran Dinar-Dirham dilingkungan jamaah-jamaah islam Nusantara dan IMN siap membantu dalam apa-apa yang kami mampu menunjukan cara menjalankannya
• Mengaktifkan fungsi Pasar Islam dalam jamaah-jamaahnya muslim di Nusantara dan IMN siap membantu dalam apa-apa yang kami mampu (Pasar  Terbuka berdasarkan wakaf)
• Pimpinan jamaah-jamaah islam perlu segera menunjuk Muhtasib di Pasar Bebas Islam dalam lingkungan    jamaahnya.
• Membentuk Paguyuban Pedagang Pasar
• Caravan (distribusi terbuka antar Pasar Islam)
• Menyiapkan kontrak-kontrak permodalan Islam seperti Qirad dan Syirkah dalam tatacara sebenarnya.
• Pimpinan jamaah-jamaah islam mengaktifkan Institusi Qadi dan Fuqaha yang memahami kitab-kitab klasik seperti al- Umm dari Imam Syafii atau al Muwattha dari Imam Malik ataupun Bidayatul Mujtahid dari Ibn Rushd dan lainnya.

Kami IMN siap membantu dan bergabung dengan jamaah-jamaah yang punya komitmen kuat dalam penegakan kembali perdagangan islam, meninggalkan riba dan mengembalikan tiang zakat sebagaimana mestinya seperti yang sudah kami paparkan sekilas di atas dan lebih lengkapnya bisa di baca dalam website ini juga.

Kami katakan sekali lagi urusan dinar-dirham dan segala kaitannya adalah untuk muslim dan sungguh tidak bijaksana jika ada pihak-pihak yang mengklaim paling berhak dalam urusan ini, Silahkan kontak kami di info@dinarfirst.org, atau bergabung di komunitas dinar-dirham pada www.facebook.com/dinardirham untuk mendapat penjelasan bagaimana ini semua bisa berjalan di wilayahnya masing-masing.

PENGETAHUAN UMUM SEKITAR EMAS

Posted November 19, 2009 by faqir
Categories: EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, Islamic Mint Nusantara

sumber: islamhariini

Emas telah dikenal dalam berbagai peradaban manusia dan digunakan untuk berbagai keperluan antar lain yang paling umum saat ini adalah perhiasan, berbentuk koin emas, industri elektronik, kedokteran atau berbentuk lantakan yang disimpan. Dengan melihat perkembangan dinar emas di Indonesia perlulah kita memahami pengetahuan sekitar emas yang kami tulisakan dibawah ini

Karakteristik fisik dan kimia emas
Simbol kimia emas : Au
Nomor atom : 79
Berat atom :196.967
Berat jenis : 19.32
Daya rentang : 11.9
Titik lebur : 1063 derajat
Kekerasan (brinell) : 25
Keberadaan emas pada kerak bumi : 0.005 bagian per juta
Produksi tambang terestimasi : >100.000 ton sejak dumunculkan

Berat dan Ukuran
1 troy ons : 31,1034 gram
1 troy ons : 480 grain
1 troy ons : 20 punt
1 troy ons : 1,0971 ons avoirdupois (Amerika)
3,75 troy ons : 10 tola (India)
6,02 troy ons : 5 tael (Cina)
32,15 troy ons : 1 metrik ton (1.000 kg)

Untuk dijadikan brang perhiasan, logam mulia perlu dilebur dengan logam lain karena logam mulia, khususnya emas, memiliki sifat yang sangat lunak. Tujuan dari peleburan adalah agar barang menjadi lebih kuat atau untuk menghasilkan warna tertentu sesuai kebutuhan.

Sebagai logam mulia yang lunak maka untuk kepentingan membuat perhiasan emas pun jelas perlu dilebur dengan logam lain. Dalam proses peleburan emas dengan logam lain, kita dapat melihat adanya tiga fenomena utama, yakni perbedaan warna, perbedaan nilai karat, dan ongkos pembuatan.

Perbedaan Warna
Hasil perpaduan emas dengan logam lain akan menghasilkan warna yang berbeda-beda, contohnya adalah sebagai berikut:
Emas MERAH: emas murni+tembaga
Emas KUNING: emas murni+perak murni
Emas PUTIH: emas murni+timah sari + nikel + perak murni
Emas HIJAU: emas murni + perak murni + kadmiun + tembaga
Emas BIRU: emas murni + besi
Emas JINGGA: emas murni + perak murni + tembaga
Emas COKLAT: emas murni + palladium + perak murni
Emas ABU-ABU: emas murni + tembaga + besi
Emas UNGU: emas murni + alumunium

Perbedaan Nilai Karat
Peleburan emas dengan logam lain dengan sendirinya akan menghasilkan perbandingan kuantum (perbandingan jumlah logam). Perbandingan ini lazim disebut dengan istilah karat. Perbandingan campuran ini memiliki kisaran antara 1 karat sampai 24 karat. Dengan demikian, untuk melihat seberapa besar kemurnian emas yang terkandung, kita dapat mengetahui nilai dari karatnya. Berikut ini adalah jumlah kandungan emas yang dilebur dengan logam lain dalam nilai karat:

24 karat adalah 24 bagian terdiri dari emas murni.
23 karat adalah 23 bagian terdiri dari emas murni+1 bagian dari logam lain.
22 karat adalah 22 bagian terdiri dari emas murni+2 bagian dari logam lain.
21 karat adalah 21 bagian terdiri dari emas murni+3 bagian dari logam lain.
20 karat adalah 20 bagian terdiri dari emas murni+4 bagian dari logam lain.
19 karat adalah 19 bagian terdiri dari emas murni+5 bagian dari logam lain.
18 karat adalah 18 bagian terdiri dari emas murni+6 bagian dari logam lain.
17 karat adalah 17 bagian terdiri dari emas murni+7 bagian dari logam lain.
16 karat adalah 16 bagian terdiri dari emas murni+8 bagian dari logam lain.
15 karat adalah 15 bagian terdiri dari emas murni+9 bagian dari logam lain.
14 karat adalah 14 bagian terdiri dari emas murni+10 bagian dari logam lain.
12 karat adalah 12 bagian terdiri dari emas murni+12 bagian dari logam lain.
10 karat adalah 10 bagian terdiri dari emas murni+14 bagian dari logam lain.
8 karat adalah 8 bagian terdiri dari emas murni+16 bagian dari logam lain.
6 karat adalah 6 bagian terdiri dari emas murni+18 bagian dari logam lain.

BERHENTINYA WAKALA, KEMBALINYA PASAR ISLAM DAN PERIHAL RATE DINAR-DIRHAM

Posted October 31, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam, Ribat-Jakarta

makam_ziarah

Sumber: www.islamhariini.org

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan kembalinya pasar islam maka kembalinya digunakan dinar-dirham sebagai alat tukar bebas sukarela, artinya fungsi wakala sebagai tempat pertukaran uang kertas kepada emas dan perak akan hilang dengan sendirinya ketika terus berkembangnya tempat-tempat atau pedagang yang menerima dinar-dirham sebagai alat tukar bebas. Semua barang-barang terutama komoditas nyata akan segera diukurkan kepada dinar-emas dan dirham perak, bukan angka-angka khayal uang kertas. Maka tugas kita setiap muslim yang telah mengerti dan memiliki dinar-dirham adalah mulai memakainya dalam lingkungan terdekat, yaitu keluarga, teman-teman, saudara, tempat kerja sehingga akhirnya tidak perlunya lagi pertukaran kepada uang kertas.

Dengan berkurangnya pertukaran dinar-dirham ke pada kertas atau sebaliknya maka peran wakala sebagai tempat pertukaran itu akan hilang dengan sendirinya dan kita telah mulai meninggalkan riba secara langsung, wakala akan kembali kepada fungsi awalnya sebagai tempat penitipan dari seseorang yang memiliki harta kepada seorang yang dipercayakan untuk menjaganya. Pertukaran kertas kepada emas ataupun perak yang dilakukan saat ini adalah bukan kondisi normal dan harus segera ditinggalkan karena jelas mengandung unsur riba. Maka ketika seseorang mendirikan wakala harus disampaikan bahwa fungsi wakala adalah sebagai sosial kemasyarakatan bukan sebagai syirkat ataupun lainnya, wakala bertujuan pelayanan umum yang bersifat sementara.

Ada contoh yang baik dan perlu di didukung di bandung yaitu ada satu wakala yaitu wakala Ghuroba di Salman ITB sudah melangkah lebih jauh kedepan yaitu dengan telah mulai meninggalkan ukuran nominal kertas sebagai exchange rate tapi dinar-dirham langsung diukurkan kepada komoditas, ini mulai berjalan hari ini (30/10/09), Dan yang lebih menarik wakala ghuroba tersebut menjadi bagian dari Warung Ghuroba yang telah menerapkan penggunaan dinar-dirham sebagai alat tukar bebas sukarela kepada barang-barang yang dijualnya, sehingga semakin memperkecil pertukaran kertas-kertas kepada emas atau perak.

RATE DINAR-DIRHAM SEBUAH KEKELIRUAN UMUM
Kalau kita mau melihat lebih jauh maka saat ini salah satu kesalah-pahaman umum terhadap pengertian rate dinar atau dirham dikarenakan dinar-dirham masih diukurkan kepada nilai imajiner nominal uang kertas dan selama kita masih melakukan pertukaran uang kertas kepada dinar-dirham atau sebaliknya maka rantai uang kertas tersebut tidak akan putus dan terus anda terjebak dalam cara berpikir dirham-dinar murah dan mahal ataupun mempermasalahkan satu rate atau hal lainnya, padahal cara menghitung dan melihatnya saja sudah bermasalah, tidak begitu jika kita ingin segera meninggalkan pertukaran dinar-dirham terhadap kertas atau sebaliknya, lalu bagaimana?

Pertama perlu disadari koin dinar-emas dan dirham perak itu mempunyai satuan tertentu, kadar serta kemurniannya, berbeda dengan uang kertas tidak mempunyai satuan, uang kertas diukur dari nominal angka imajiner, disinilah letak masalahnya terhadap rate dinar-dirham yang di lihat hari ini ketika diaplikasikan kepada komoditas atau barang sehari-hari.

Saat ini yang menjadi penghalang orang-orang untuk mengerti harga dan nilai suatu barang dan jasa terhadapa dinar-dirham adalah karena sulitnya meninggalkan fantasi penghitungan rate yang di ukurkan kepada angka nominal uang kertas itu sendiri yang bersifat iamjiner, ini perlu disadari,

Sebaik-baiknya dinar-dirham diukurkan langsung kepada komoditas seperti misalnya 1 Dinar sama dengan 1 Kambing atau 1 Dirham sama dengan 1 Ayam. Inilah cara yang mendekati keadilan dan kebenaran dalam parameter yang jelas, jadi terbuka pemahaman yang sebenarnya dan alhamdulillah hal tersebut telah mulai kami kerjakan di Pasar Islam Salman-ITB, sehingga perlahan tidak ada lagi kebingungan mengenai rate, karena dinar-dirham di ukurkan kepada komoditas nyata.

Salah satu rujukan exchange rate yang paling dekat dengan kondisi suatu pencetakan mandiri adalah www.dinarfirst.org, yang berpatokan kepada Islamic Mint Nusantara (IMN). Tentunya IMN secara otomatis menjamin langsung kualitas berat dan kadar dinar-dirham yang dicetak dan diedarkan telah sesuai dengan aturan syariah islam dan fikih, jika terdapat koin-koin yang cacat akan ditarik kembali oleh IMN dan dilebur ulang. Maka peranan IMN sebagai pencetakan mandiri dinar-dirham sangat diperlukan dalam ketersediaan koin dinar-dirham, saat ini pencetakan dinar-dirham yang mandiri telah dikerjakan oleh Islamic Mint Nusantara di jakarta hal ini perlu terus di dukung oleh muslim dan dikerjakan bersama agar ketersediaan koin-koin dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

Dari awal mulai mencetak dinar-dirham kami telah menyadari mengenai ilusi rate uang kertas ini dan kami mulai melakukan perubahan cara pandang rate dinar-dirham terhadap kertas secara bertahap, sampai waktunya harus berubah, dan inilah saatnya, untuk melaksanakan ini dibutuhkan kesabaran, hikmah dan kerjasama semua pihak, dan kebanyakan ini tidak dipahami orang umum ataupun oleh yang merasa terlibat langsung di Indonesia, nilai nominal uang kertas adalah imajiner, itu malah menyulitkan diri sendiri.

Dari urusan Pasar Islam dan dinar-dirham ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa maka mau tidak mau kita harus menghadirkan fungsi qadi (hakim), fuqaha (ahli hukum islam) dan juga muhtasib dimana peredaran dinar-dirham di pasar di awasi oleh muhtasib. Muhtasib bertugas salah satunya adalah mengawasi kualitas koin-koin yang beredar, jika terdapat koin yang buruk beredar dipasar itu maka harus segera ditarik dari peredaran lalu dilebur kembali, dan inilah yang telah dilakukan oleh Islamic Mint Nusantara bersama dengan Pasar Islam Salman, Bandung. Setiap orang sudah mempunyai tempatnya dan jalannya, masalah hasilnya hanya Allah yang berhak menilai dan menghakimi.

Saat ini tugas kita adalah sebagai pembuka medan. Kita tidak perlu khawatir dengan siapa diri kita dan keberadaan kita, Allah tidak tidur dan melihat niat kita dan tindakan kita. Segala sesuatu dimulai dari niatnya.

Allahuma ya Allah tambahkanlah kekuatan kepada kami di Ribat Jakarta dan muslim di indonesia untuk menjalankan ini bersama-sama dalam islam, iman dan ihsan. amin ya Allah.

*****

Dan Apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab.

Ketika mereka masuk menemui daud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata,” janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata,” serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan.”

Dia (Dawud) berkata,” Sungguh dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu.” Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya ;maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.

Lalu kami mengampuni (kesalahannya) itu. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

(Allah berfirman),” Wahai Dawud Sesungguhnya engkau jadikan Khlaifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”

Surat 38 : 21-26

MEMBANGUN MUAMALAT ISLAM (ad Dien al-Muamalat)

Posted October 29, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Melihat Islam Kembali, Perdagangan islam, Ribat-Jakarta

kopi-gelas

sumber: abbas

Dalam membangun kembali Perdagangan Islam kita perlu memiliki ribuan pemilik usaha yang bebas dalam Pasar Bebas yang terbuka. Model Islami memindahkan setiap bentuk monopoli yang telah membuat semua orang menjadi pekerja bergaji yang berpindah menjadi pekerja mandiri yang akan memberikan sebuah kesempatan kebebasan untuk motivasi diri pribadi dalam sebuah ‘Pasar Bebas-tanpa riba’. Kami mendorong penciptaan dari cara baru perdagangan ini yang terdiri atas:

1. Mencetak dan menempatkan dalam peredaran koin emas dan perak.
2. Memulihkan paguyuban sebagai lembaga otonomi dari produksi.
3. Membangun Pasar Bebas, yang diatur menurut Hukum Islam.
4. Memulihkan jalur perdagangan dengan kafilah dan model perjanjian yang adil.
5. Menegakkan wewenang Hakim untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan dan menunjuk muhtasib
disetiap pasar bebas islam

1. PENCETAKAN DINAR-DIRHAM
Pencetakan Dinar-Dirham telah dimulai tahun 1999 melalui PT Logam Mulia oleh tiga fuqara Shaykh Abdalqadir as-Sufi dan dengan berjalannya waktu, hari ini tahun 2009 telah dimulai pencetakan dinar-dirham mandiri pertama yang dimulai oleh amir jakarta dengan ditandai dengan beredarnya dirham pertama pada bulan April 2009, yang telah hampir beberapa tahun koin-koin pecahan 1 Dirham-perak kosong di masyarakat dan diikuti juga telah beredarnya juga koin dinar-emas pada bulan Agustus 2009 dengan standar kualitas yang baik dan telah sesuai kaidah syariah islam. Pecahan 1 Dirham dari Islamic Mint Nusantara yang telah dicetak itu dihadirkan kembali dalam pasar islam di Daarut Tauhid, Bandung 2009, dan di ikuti Pasar Salman yang dimotori oleh bapak Thorik dan bapak Ahmad Iwan Adjie, ini menandai kembalinya pasar bebas kita dan dalam upaya membersihakn riba dalam perdagangan kita, insyallah. Read the rest of this post »

DUNIA DIBELENGU RIBA (KEMBALINYA DINAR EMAS DI NUSANTARA)

Posted October 19, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Here There and Everywhere, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Melihat Islam Kembali, Perdagangan islam

abang-becak-bobo

sumber: www.islamhariini.org – ribat Jakarta dan abbas

Kemudahan kredit itu semacam madat – suntikan pertama hebat rasanya tetapi ketagihan itu lambat-laun membunuh penikmatnya. (lihat penjelasan apa itu riba di glossaries disamping, atau baca juga tulisan tentang arti riba pada tulisan kekeliruan bank islam)

Sejurus selepas membuka pintu bendungan riba, mengalirlah uang melimpahi seluruh masyarakat dunia sehingga warga-warganya lemas mencoba meraih bertahan pada dahan rapuh yang membawa maut kepada sesiapa yang menaruh harapan padanya. Apabila ini berlaku, pertama dengan tekanan yang halus, dan kemudian menjadi tarikan kuat dari semua arah, menolak dan menghela manusia supaya memusatkan tenaga, masa dan usaha mereka kepada menumpuk lebih banyak uang kertas.

Riba memahkotakan uang kertas sebagai satu-satunya tujuan hidup manusia di dunia ini, yakni hidup ini semata-mata untuk mencari uang, dan pada masa yang sama memandang rendah akhlak yang baik – malah mencemoohnya. Akhlak yang baik tidak bisa dijual-beli.

Masyarakat yang menghalalkan amalan riba berleluasa dan merajalela di dalamnya, sebenarnya tidak berakhlak sama sekali walaupun masyarakat itu menyeru anggotanya bersifat cermat, rajin bekerja, bersih, cakap dan amanah. Sifat-sifat terpuji tersebut menjadi tercemar karena ia dipergunakan untuk mendaulatkan hidup yang bercampur-baur dengan riba. Read the rest of this post »

DINAR-DIRHAM MINTED BY ISLAMIC MINT NUSANTARA

Posted October 9, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Ribat-Jakarta

dinar_inyourhand

Alhamdulillah with the idhin of Allah dinar-dirham now minted (self-sustain) by Islamic Mint Nusantaran for the first time ever in Nusantara, running under the Amr of  Jakarta and with the help of  fuqara and muslim.

DINAR-DIRHAM, ITS IN WEST SUMATRA NOW!

Posted October 6, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

wakala_diamond

Alhamdulillah its a good news for people in west sumatra and all sumatra, There is a wakala now in west sumatra  which is happened 2 days before the big earthquake in padang (30/09/09) masyaallah la quwatta ila billah. Gold and Silver have been a tradition among the west sumatra people for a long time a go, because they are still practice it till today,for saving or keeping their wealth in gold coins called the Rupiah Emas, Ringgit Emas and Suku Emas, Alhadmulillah the dinar-dirham can easily recognize by the people here in padang, bukittinggi, payakumbuh and pekanbaru alhamdulillah. We’ve rising the banner high there now, to be known and follow by others. hasbunallah wanimal wakil…. (see more of wakala at www.dinarfirst.org)

Gold Coins Called Ringgit, Rupiah and Suku In West Sumatra

Posted September 24, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, Here There and Everywhere, IMN, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

dinar-dan-ringgit_sumatra

dinar-and-ringgit

Gold Coins in West Sumatra: Dinar  of IMN among other gold coins in sumatra called suku, rupiah and ringgit

First of all, Eid Mubarak 1430H everyone. On this idul fitri 2009 the amir of  jakarta is visiting his homeland in west sumatra , and he manage to found the gold coins which is still use by the local people here in west sumatra they call it ringgit, rupiah and suku. Alhamdulillah the People in west sumatra still using the coins for savings and as standart for medium of exchange buying a land…and now the dinar-dirham is introducing directly to them by the amir of jakarta and supporting by Islamic Mint Nusantara.

KEMBALINYA DINAR-DIRHAM IMN DI NUSANTARA 2009. Alhamdulillah!

Posted August 20, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam, Ribat-Jakarta

dinar-dirham-IMN_02

desain klasik dinar-dirham dari Islamic Mint Nusantara (2009). untuk koin dirham tersedia yang glossy dan matt

dirham_IMN03

Koin Dirham perak telah hadir pada bulan April 2009 dicetak oleh PT IMN

dinar-dirham_agustus_01_2009

koin dinar-dirham yang telah dicetak oleh IMN untuk kaum muslimin

Alhamdulillah, Empat bulan yang lalu pada bulan April 2009 telah hadir kembali koin dirham-perak cetakan IMN  dan beberapa hari lalu pada hari kemerdekaan republik ini 17/08/09  telah hadir kembali koin dinar emas-IMN. Ini adalah semua untuk masyarakat muslim agar kembali mengamalkan islam secara kaffah dalam muamalat kita. AD-DIEN AL-MUAMALAT. Dinar-Dirham dapat di amalkan untuk: 1. Pembayaran zakat yang sah 2. Tabungan. 3. Mahar 4. Koleksi 5. Hadiah Read the rest of this post »

A HISTORY BEGIN IN NUSANTARA – THE DINAR OF IMN IS AVAILABLE NOW! ALLAHU AKBAR. (17/08/09)

Posted August 17, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam, Ribat-Jakarta

header10.jpg

Ayo gunakan dinar!

Assalamualaikum pertama kami mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah subhanahu wa ta ala dan salam serta Shalawat untuk baginda Rasulullah salallahu alaihi wassalam. Kami dengan segala kerendahan hati menyampaikan berita gembira bagi semua muslim dimanapun berada, sahabat, teman, tetangga, para pedagang, wakala dan gerai bahwa  dengan ini PT IMN sebagai pencetakan mandiri untuk dinar-dirham di bawah otoritas Amir jakarta telah mulai melakukan pencetakan Dinar yang telah di selesaikan prosesnya pada hari ini 17 AGUSTUS 2009! alhamdulillah wasyukurilillah. Hasbunallah wanimal wakil nimal mawla wanimal nasir Read the rest of this post »

CATATAN EDITOR: SEBUAH PERJALANAN AWAL DINAR DI NUSANTARA (2000)

Posted December 29, 2007 by faqir
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

ABAD 21 ADALAH KEMBALINYA DINAR EMAS, KEMBALINYA MUAMALAT AML AHLUL-MADINAH, KEMBALINYA PASAR ISLAM, KEMBALINYA WAQF, KEMBALINYA IMARET, KEMBALINYA GUILDS, KEMBALINYA ZAKAT MAL, KEMBALINYA QIRAD-SYRIKAH, KEMBALINYA AMIR-AMIR, KEMBALINYA SULTAN, KEMBALINYA KHALIFAH…ALLAH ALLAH ALLAH

sekilas sejarah dinar-dirham di nusantara
Awal dari Perjalanan dinar-dirham di Indonesia adalah dimulai dari 3 orang fuqara shadilliya-darqawiyya yang belajar kepada Shaykh Dr. Abdalqadir As-Sufi Di Maroko (tahun 1999) sepulang dari pertemuan moussem di maroko, mereka segera mencetak dan juga mensosialisasikan dinar-dirham yang dibantu oleh beberapa pihak, ke berbagai daerah di nusantara hingga hari ini (2007), tidak lupa saya ingin mengingatkan salah satu yang juga gigih mendorong gerakan dinar-dirham ini adalah pak Adi Sasono yang dengan ketulusan membantu supaya ini berjalan untuk masyarakat luas. Read the rest of this post »

MASALAHNYA DISEBUT KAPITALISME (15/05/09)

Posted April 1, 2008 by faqir
Categories: Melihat Islam Kembali

banker-are-animal-too

Orang islam hari ini harus mengerti dan sadar bahwa pangkal utama dari akar permasalahan muslim di indonesia dan dunia adalah diamalkannya sistem riba (perbankan dan uang kertas yang tidak berharga) dalam kehidupan kita, yang disebut dengan agama baru bernama kapitalisme, mekanisme pasar hanyalah sebutan lain dari pasar riba yang dibuat ekonom-ekonom sakit yang tidak bisa berpikir waras diluar permainan sistem rentenir perbankan, itulah  yang menjadikan ini sumber penyakit di masyarakat kita, demokrasi adalah pelayan perbankan! jadi untuk apa ikut suara terbanyak kalau riba itu dilarang oleh Allah! kita harus tinggalkan semua sistem riba ini. jangan ikuti kebanyakan orang nanti kamu tersesat…

saya ambilkan cuplikan dari buku setebal 1000 halaman, buku yang cukup fenomenal di eropa terutama untuk muslim dan non muslim eropa, karena paling tidak ini menyibak sesuatu yang sulit di terima oleh orang kalangan intelektual islam sendiri tentang apa yang tengah terjadi dalam keseharian kita yang terutama dalam hal muamalat kita yang hampir hilang, yang digantikan dengan fenomena esoteris, esoterik shariat dan esoterik tassawuf. (apa arti kata esoteric dan exoteric lihat di glossary) Read the rest of this post »

DINARFIRST – mobile exchange system

Posted February 7, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

Ribat Jakarta dari tahun 2000 terus  mendawahkan (menyampaikan) berbagai hal yang berhubungan dengan dinar-dirham, pasar islam, wakala, restorasi zakat, qirad-syirkah dan keseluruhan bangunan muamalat dalam bentuk ke amiran dalam jama’ah yang saling mendukung, bersabar dan saling mengingatkan kepada yang maruf. Semua yang tengah kita  akan alami dan kerjakan dimulai dari satu hal yaitu berdzikir, duduk dalam lingkaran dzikir yang kuat menyeru Allah pagi dan petang itulah inti dari keseluruhan urusan ini, tanpa itu kamu akan tersesat dari tujuan utamanya. Dan saya beritahukan lagi dan lagi awalnya urusan ini adalah duduk berdzikir. mari berkumpul dengan yang ber ribat.

Read the rest of this post »

WWW.DINARFIRST.ORG – MOBILE EXCHANGE SYSTEM

Posted February 19, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, Islamic Mint Nusantara

You can use dinar-dirham for saving, mahar, protect your wealth, paying zakat mal, coins collection, free medium of exchange (barter), qirad-syirkah investment. Please feel free to have dinar-dirham online  at www.dinarfirst.org or for opening wakala please email us to info@dinarfirst.org

SEE THIS BADGE EVERYWHERE FOR DINAR-DIRHAM

Posted February 25, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Here There and Everywhere, IMN, ISLAM, Perdagangan islam

Assalamualaikum kepada seluruh muslim dan non muslim pengguna dinar-dirham, di atas ini adalah sebuah tanda resmi (sticker) yang akan segera di keluarkan oleh IMN dan Master  Wakala Nusantara dan Jaringan Pasar Terbuka Islam  (update desember 2009): telah di mulai di bandung dang beranggotakan 80 pedagang pasar yang mendirikan paguyuban dengan pimpinannya bapak thorik gunara)  yang bertujuan mempermudah orang-orang untuk dapat segera menggunakan dinar-dirhamnya dalam muamalat sehari-hari.

THE RETURN OF SILVER-DIRHAM TODAY! ALLAHU AKBAR!

Posted April 9, 2009 by faqir
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, ISLAM, Ribat-Jakarta, Sufism-Ihsan

dirham_imn05

*koin-koin dirham hasil pencetakan  ISLAMIC MINT NUSANTARA PT (2009). photo alright reserved 2009/ islamhariini.org

Assalamualaikum, Bismillahirrahmanirrahim, Astagfirullah..Astagfirullah…Astagfirullah! Read the rest of this post »

RETURN OF THE SILVER-DIRHAM, AVAILABLE NOW! Alhamdulillah

Posted May 1, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

dirham_IMN02

dirham_imn01

(7/05/09) Assalamualaikum kepada seluruh masyarakat muslim nusantara, sebuah kabar gembira dan dengan ijin Allah, sekarang anda sudah dapat memesan dan memiliki koin dirham perak dari  Islamic Mint Nusantara (2000), kami membuka akses seluas mungkin kepada khalayak  umum dan jamaah muslim dimanapun berada dan tanpa membedakan agama, aliran politik dan suku.

Untuk detail pemesanan silahkan  kontak kepada As’ad Nugroho (ISLAMIC MINT NUSANTARA) di nomor 081808872081 atau 08151625670 atau email ke info@dinarfirst.org, untuk  rate dirham dan dinar silahkan lihat di www.dinarfirst.org. *PERHATIAN: UNTUK MEMBUKA WAKALA-KIOS, MENJALANKAN PASAR ISLAM DAN PAGUYUBAN SILAHKAN KONTAK KAMI.

AN HISTORY – ISLAMIC MINT NUSANTARA 2009

Posted May 8, 2009 by faqir
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

notaris-dan-dinar

*serah terima akta-notaris IMN disaksikan oleh amir bandung, amir jakarta dan muqadeem nusantara antara wazir mahendra (yang juga fuqara dari Shaykh Abdalqadir as-Sufi) dengan notaris yang menerima dinar sebagai pembayaran, alhamdulillah.

Assalamualaikum, Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah wasyukurilillah telah terjadi penyerahan tanggung-jawab jihad-fisabilillah dalam urusan dinar-dirham yang berlangsung hari kamis 24 April 2009 di Bandung, yang lebih luarbiasa adalah notaris kami menerima pembayaran dinar yang bisa menjadi contoh kongkrit bagi masyarakat muslim di manapun. Islam Mint Nusantara hari ini dipercayakan kepada wazir Mahendra atas ijin-sepengetahuan dan ketaatan kepada amir jakarta yang turut hadir dalam serah terima tersebut, semoga amanah ini bisa dijalankan dengan niat yang lurus dalam jihad fisabilillah. amin Read the rest of this post »

ISLAMIC SILVER DIRHAM IS CIRCULATING AMONG MUSLIM NUSANTARA NOW

Posted May 12, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Ribat-Jakarta

Eko-bono_dirham

*dirham in your hand – the silver-dirham coins is come with package and certificate of authenticity from IMN.

The Silver Dirham is circulating among muslim now, starting from jakarta and bandung, west-java, central java and other places, Islamic Silver Dirham is minting by Islamic Mint Nusantara, this event is breakthrough and its going to move  forward rapidly, support this collective works in ribat jakarta, involving the amir, the faqir around him and the muslim communities, insyaallah. Read the rest of this post »

KEUNGGULAN DIRHAM SEBAGAI ALAT INVESTASI

Posted June 3, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

dirham_IMN04

*koin-koin dirham yang telah beredar, koin dari pencetakan Islamic Mint Nusantara 2009 (IMN)

Kembali dicetaknya koin pecahan 1 dirham menjadi salah satu alternatif menabung dan berinvestasi bagi masyarakat khususnya ummat Islam di Indonesia. Selain sambutan gembira dengan hadirnya kembali koin perak yang sekitar 7 abad silam sempat mewarnai perdagangan yang adil antara dunia barat dengan dunia timur ini, ada pula pertanyaan seputar keandalan koin dirham perak di banding koin dinar emas. Beberapa poin berikut ini menunjukkan berbagai kesamaan, bahkan kelebihan dirham di banding dinar untuk mewujudkan sistem perdagangan dan investasi yang lebih memenuhi syariah yang sesuai dengan ilmu dan amal yang dicontohkan. Read the rest of this post »

WELCOME WAKALA HAMFARA – YOGYAKARTA

Posted June 17, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam

Wakala-HAMFARA

IMN-dan-hamfara

Alhmadulillah telah bertambah lagi wakala-wakala di Nusantara dibawah arahan dan supporting dari Islamic Mint Nusantara dan MWN, masya allah la quwatta ila billah. Wakala Hamfara merupakan wakala yang berada dalam lingkungan kampus STIE HAMFARA-Jogjakarta. Read the rest of this post »

KITA SEMUA ADALAH BUDAK PERBANKAN INTERNASIONAL. LEBIH CEPAT LEBIH BAIK KITA TINGGALKAN SISTEM RIBA INI, KITA MEMANG HARUS MANDIRI TERUTAMA URUSAN KEUANGAN HARI INI

Posted June 19, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, ISLAM, Perdagangan islam, Ribat-Jakarta, Sufism-Ihsan

ipod

Melihat komentar seorang srimulyani (saat ini menteri keuangan) yang menganggap enteng hutang indonesia saat ini, sungguh menyedihkan, siapakah orang ini sebenarnya? apakah dia tidak sadar bahwa rakyatlah yang menanggung hutang ini lewat pajak tak bertepi, harga naik karena inflasi, kualitas hidup berkurang ketika selembar kertas memang tidak berharga dijadikan sandaran! Read the rest of this post »

BAGAIMANA PERAN WAKAF DALAM MASYARAKAT

Posted August 3, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, ISLAM, Islamic Mint Nusantara, Perdagangan islam, Ribat-Jakarta

dinar02_small

sumber : Ribat Jakarta or www.facebook.com/dinardirham

Restorasi zakat, terutama di negeri non-Muslim, merupakan langkah awal penting untuk mengendurkan jeratan negeri kafir atas warga negaranya. Dengan membangun kembali kepemimpinan lokal Islam yang sebenarnya, yang untuk pertama kalinya memberi kaum Muslim identitas politik mandiri dari struktur negara tempat mereka tinggal, dan memperkenalkan kembali koin dinar dan dirham yang akan membuka pintu kemandirian ekonomi dari sistem finansial ribawi dunia. Kaum Muslim akan mendapatkan ruang gerak hingga mampu menggunakan kekuatan mereka dan sepenuhnya menerapkan Deen Allah sekali lagi hingga keseimbangan dan keadilan bagi umat manusia dapat ditegakkan kembali.

Namun negara modern mengikat warganya tidak sekedar melalui kendali politik. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial menjadi tali pusat yang mengikat tiap individu warga kepada negara, dan dalam banyak kasus menimbulkan sepenuhnya ketergantungan terhadapnya, hingga kemandirian sejati seorang Muslim, yang merupakan kondisi dasar penegakan Islam, menjadi mustahil. Anda mendapatkan suatu paradoks ketika para aktivis Islam menadahkan tangannya untuk mendapatkan tunjangan, bergantung pada santunan dari negara, yang secara teoritis justru harus ia runtuhkan.

Di sinilah peran wakaf muncul ke permukaan. Dalam masyarakat Muslim yang berfungsi secara sehat, tidak satupun mekanisme kendali pemerintah ada di tangan negara. Dalam sepanjang sejarah Muslim semuanya ditangani oleh wakaf yang dibiayai swasta, yang sepenuhnya bebas dari kendali negara. Ini bukan soal romantisme atau menengok masa lampau; penelitian obyektif menunjukkan bahwa pendidikan, perawatan-kesehatan, kesejahteraan sosial, dan berbagai bidang lainnya yang saat ini semata-mata menjadi urusan pemerintah, dalam wilayah Dar al-Islam diurusi oleh wakaf sampai bahkan melewati abad ke-20, dengan efektivitas yang tak tertandingi di mana pun di dunia ini.

Dengan demikian, yang diperlukan sekarang adalah denasionalisasi harta-harta wakaf di tanah-tanah Muslim yang telah diambil alih dan dikendalikan oleh pemerintah, dan untuk kaum Muslim yang hidup di bawah kendali institusi pemerintahan kafir, pendirian kembali wakaf secara bertahap di berbagai kalangan komunitas Muslim hingga mereka dapat sepenuhnya membebaskan diri dari kendali struktur negara kafir yang saat ini memenjarakan mereka, membesarkan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah, sallallahu ‘alayhi wa sallam, dalam hati mereka, dan menghalanginya untuk secara terbuka dan nyata menyatakan dalam kehidupan sehari-hari mereka melalui penerapan Deen Allah.

Dalam bahasa Arab, kata waqf secara literal berarti menahan atau membatasi. Dalam penggunaan legal ia bermakna pemilikan properti yang tak bisa diubah, yang memiliki nilai yang dapat dimanfaatkan, dan penggunaannya untuk tujuan sosial tertentu, untuk selamanya.

Merupakan konsensus dari berbagai madzhab mengenai validitas wakaf. Bukti-bukti tentang legitimasinya dapat diambil dari berbagai sumber.

•Ayat Al Qur’an di mana Allah berfirman, “Kamu tidak akan sampai pada ketaatan yang sebenarnya sampai kamu sedekahkan harta yang kamu cintai, “ (Ali Imran: 91), yang didengar oleh Abu Talhah, dan mendorongnya menyedekahkan kebun kebanggaannya sebagai wakaf. Tindakan ini direstui Rasul, SAW, dan merupakan salah satu contoh paling awal penyerahan sebidang tanah sebagai wakaf.

• Bukti nyata dalam hadis, yang menyebutkan “Pahala seseorang akan terputus kecuali dari tiga hal: sedekah jariah, pengetahuan yang berguna, dan anak yang soleh.” Sedekah jariah secara umum merujuk kepada wakaf.

• Teladan dari Umar bin Khatab yang menyerahkan tanahnya di Khaybar sebagai wakaf, sesuai anjuran Rasul, sallallahu alayhi wa sallam, ditambah sejumlah Wakaf lain yang diberikan oleh para Sahabat.

Ada sejumlah peristiwa tercatat penyerahan Wakaf oleh Abu Bakr as-Siddiq, ‘Umar ibn al-Khattab, ‘Uthman and Ali ibn Abi Talib, juga Zubayr, Mu’adh ibn Jabal, Zayd ibn Thabit, Sa’d ibn Abi Waqqas, Khalid ibn al-Walid, Jabir ibn ‘Abdullah, dan Abdullah ibn Zubayr, semoga Allah meridhoi mereka semua.

1. Tujuan Wakaf
Tujuan wakaf adalah untuk membuka pintu seluas-luasnya bagi kebaikan dan minat untuk kepentingan umum, pada saat yang sama memungkinkan pihak pemberi wakaf bertindak semata-mata atas dasar pengabdian kepada Allah dan mendapatkan pahala atasnya.

Secara tradisional, semua keuangan untuk fasilitas sosial yang terkait dengan ibadah, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemeliharaan orang miskin, dan kaum papa disediakan dari wakaf, hingga mandiri dari pemerintah dan aman dari kemungkinan eksploitasi oleh pihak swasta. Wakaf juga menyediakan sarana hidup yang aman bagi guru, para ahli, dokter, dan pengelola, hingga mampu berkarya dengan sepenuhnya. Hasilnya kegiatan budaya, pendidikan, dan keilmuan berkembang subur.

2. Jenis Wakaf
Menurut tradisi ada dua jenis wakaf:
•Jenis pertama diperuntukkan bagi kepentingan umum secara luas, kesejahteraan kaum miskin, fasilitas publik seperti masjid, sekolah, akademi, rumah sakit dan klinik, panti yatim-piatu, dan sebagainya. Ini terdiri atas dua bagian: lembaga itu sendiri dan properti pendukung secukupnya atau tanah untuk menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membiayainya secara permanen.

• Jenis kedua adalah dana abadi untuk individu, keluarga, keturunan, dan kerabat
seseorang (termasuk dari pihak yang me-wakafkannya sendiri)

Keduanya sah dan berada di dalam batas-batas yang diperbolehkan oleh Syari’at.

3. Peran Sosial Wakaf
Secara tradisional, wakaf berperan sangat penting dalam kerangka sosial masyarakat Muslim yang sehat. Karena bebas dari kendali, baik negara maupun kepentingan perusahaan bisnis, wakaf memberikan dasar yang aman dan stabil bagi masyarakat. Keluarga-keluarga terjamin, kaum papa dan miskin terpelihara, sekolah, klinik dan rumah sakit, madrasah, masjid, penginapan, dikelola dan dibiayai dengan sistem wakaf. Pendanaan program-program sosial tidak bergantung pada keuangan pemerintah – dan karenanya pajak rakyat – ataupun dari kutipan bayaran anggota masyarakat yang menggunakannya. Karena itu, stabilitas wakaf tidak akan tergoyahkan oleh perubahan pemerintahan atau perubahan nilai properti atau variabel lain sejenisnya. Harta ini berada di luar dunia spekulasi real estate.

Wakaf juga menyumbangkan secara signifikan pertumbuhan budaya dan intelektual, dengan membebaskan mereka yang terlibat dalam kegiatan ini dari keharusan ‘mencari nafkah.’ Para guru, pelajar, peneliti, pengelolanya, semuanya dibiayai dari dana wakaf, hingga mampu melaksanakan karya dengan sepenuhnya. Wakaf juga berperan positif dalam menegakkan keadilan sosial karena mendorong mereka yang kaya untuk mendirikan wakaf yang akan menjamin kaum miskin. Penyerahan secara sukarela properti pertanian dan perkotaan akan sangat menolong memperkecil jurang kaya-miskin sebagaimana lazim terjadi di kota-kota besar saat ini.

Pembangunan langkah penting pertama dalam restorasi zakat, yang sekali lagi akan menopang deen Allah pada landasan yang kokoh, pendirian kembali institusi wakaf, dan penegakkan kembali praktek dagang yang benar akan memungkinkan kaum Muslim zaman ini mendapatkan kepastian sebagaimana umat Nabi Nuh, alayhi salam, mendapatkan kapal. Ketika gelembung riba meletus, yang sudah pasti akan terjadi, ketika air bah melanda, dan banjir akan menenggelamkan dunia, kita akan dapat terus mengapung dan ketika air bah surut, dengan Deen Allah, siap untuk memulai kembali kehidupan manusia baru sehingga Kitab Allah, Al Qur’an dan sunnah Rasul-Nya, sallallahu ‘alayhi wa sallam akan mendapatkan tempat yang benar dalam menyelesaikan semua urusan manusia.

DINAR-DIRHAM FOR THE MUSLIM AND EVERYBODY IN NUSANTARA

Posted October 9, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, Islamic Mint Nusantara

dinar-inyourhand_02

Use Dinar-Dirham today! its the real medium exchange since the begining. order online at  www.dinarfirst.org. email: info@dinarfirst.org

DINAR-DIRHAM AND THE PHOTOGRAPHER

Posted October 9, 2009 by faqir
Categories: DINARFIRST, Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN, Islamic Mint Nusantara, Ribat-Jakarta

bono_dirham

Kang Bono (Photographer) understood the value of dinar-dirham, he accepted dinar-dirham for his works, Allahuakbar.  We call all the designer and the artist (painter, sculpture, illustrator etc) to start saving in dinar-dirham or ask your client to pay your projects in gold and silver coins . see more  and order gold coins at www.dinarfirst.org or direct contact to +6281808872081 (As’ad Nugroho) or email to info@dinarfirst.org

ON THE WAY TO MOUSSEM OF SAYYIDINA SHAYKH. ON TASSAWUF.

Posted September 2, 2009 by faqir
Categories: ISLAM, Ribat-Jakarta, Sufism-Ihsan

abbas_painting

Saya ambilkan sebuah ceramah Shaykh Abdalqadir as-Sufi di Capetown, Afrika Selatan 2001, tulisan ini sebagai pembuka bagi mereka yang mencari dan menginginkan ilmu, mudah-mudahan berguna bagi fuqara dan faqirat dan insan yang mencari, datang dan datanglah lagi berkumpul (keeping company) beribu kali di Ribat Jakarta dan Ribat Malabar. apa yang kamu cari ada di dekatmu.

Mengenal Tasawuf
Shaykh Abdalqadir as-Sufi/ Cape Town, 7 Februari 2001/ sumber: www.islamhariini.org
Sebelum mulai saya hendak mengucapkan syukur kepada Imam dan Shaykh kita. Saya sangat senang berada di sini karena saya merasa tempat saya di sini. Saya merasa berada di antara saudara-saudara saya, dan saya merasakan kedekatan di antara kita. Insya Allah kita semua mendapatkan manfaat darinya, kekuatan akan mengalir dari seluruh komunitas dan Allah menaikkan komunitas ini serta menjadikannya pemimpin di segala sendi di persada ini. Read the rest of this post »

UNDANGAN MOUSSEM SHAYKH DR. ABDALQADIR AS-SUFI, CAPETOWN 2009

Posted September 2, 2009 by faqir
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

Cape Grace

Invitation to Moussem and Islamic Conference
On the occasion of the 79th birthday of Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi you are invited to attend the Moussem which will begin on the night of the 9th of October and conclude on the 11th of October, 2009.

The annual Islamic conference will happen the weekend after that on the 17th and 18th of October, 2009.

Both events will take place in Cape Town, South Africa. Both events are free of charge.

——————————————————————————————————————————————————————————————————- Read the rest of this post »

DINAR-DIRHAM DIGUNAKAN OLEH PENJUAL HERBAL K-LINK

Posted September 1, 2009 by faqir
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat

dinar_KLINK

Salah seorang penjual produk Herbal K-LINK bernama pak Teddy dengan antusias menyambut beredarnya kembali dinar dan dirham, setelah berbincang-bincang di Ribat Jakarta dan bertanya mengenai dinar-dirham, dengan cepat beliau mengerti apa keperluan Dinar-dirham, karena dahulunya beliau adalah pedagang emas ditahun 70-an. Read the rest of this post »

AYO GUNAKAN DINAR-DIRHAM!

Posted August 16, 2009 by faqir
Categories: Dinar-Dirham and Muamalat, EMAS DAN PERAK, Gold and Silver, IMN

saimaa_04

Saima seorang muslimah berkebangsaan Jepang dan wakil dari PT Islamic Mint saling menukarkan koin dinar emas dan dirham perak dalam acara Seminar Internasional di Jogjakarta pada bulan Juni 2009